Married With Mantan

Married With Mantan
Menemani Adel


__ADS_3

Arin pun segera berlari sesampai di depan rumah Adel dan saat Arin masuk ke dalam rumah tersebut, ia terkejut saat melihat mulut Papa Adel mengeluarkan busa.


"Del" panggil Arin, Adel pun menoleh saat Arin memanggilnya.


"Rin, Papaku Rin hiks hiks," ucap Adel yang tidak dapat melanjutkan perkataannya.


"Kenapa bisa gini Del?" tanya Arin.


"A-aku juga gak tau, Rin. Tadi aku udah berangkat kerja, tapi berkas ku ketinggalan, jadi aku balik dan aku liat Papa udah kayak gini, aku nemuin ini Rin hiks hiks," ucap Adel dengan memberikan obat tersebut pada Arin.


"Obat apa ini," gumam Arin.


"Gimana Rin? hiks hiks," tanya Adel.


"Kamu udah telpon ambulans?" tanya Zehan.


"U-udah," ucap Adel.


Zehan pun menghampiri Papa Adel dan memeriksa denyut nadinya, "Gimana Han?" tanya Arin, Zehan pun menggelengkan kepalanya pertanda bahwa Papa Adel sudah meninggal.


"Maksud kamu apa? Papanya Adel gapapa kan?" tanya Arin.


"Dia udah meninggal," ucap Zehan.


"Gak mungkin! Pak Zehan pasti lagi bohong kan karena gak mungkin Papa meninggal, Papa bangun, Papa kan janji mau nemenin Adel, Pa jangan tinggalin Adel sendiri hiks hiks Papa bangun!" ucap Adel dengan tangis yang semakin histeris.


Arin pun memeluk Adel untuk menenangkannya, "Sabar ya Del, ini tandanya Tuhan sayang sama Papa kamu," ucap Arin.


"Hiks hiks, tapi Tuhan gak sayang gue Rin. Tuhan udah ngambil Mama dan sekarang Papa gue Rin, Tuhan ngambil semua orang yang gue sayangi Rin, Tuhan tuh gak suka sama gue hiks hiks" ucap Adel.


"Del, kamu gak boleh ngomong gitu," ucap Arin.


Beberapa saat kemudian, ambulans pun datang dan membawa Papa Adel ke rumah sakit yang diikuti Adel, Arin dan Zehan.


Dokter pun juga menyatakan bahwa Papa Adel telah meninggal, saat wajah Papa Adel akan di tutup tiba-tiba Adel masuk dan menghampiri Papanya yang sudah terbaring kaku.


"Pa jangan tinggalin Adel, hiks hiks. Gimana kalau nanti Adel dapet tiket pertandingan sepak bola yang Papa suka masa Adel harus pergi sendiri hiks hiks, Papa kan pernah janji bakal ke sana sama Adel, Adel gak mau kehilangan Papa, Papa bangun!" teriak Adel.


"Del," panggil Arin lalu menarik Adel agar menjauh dari Papanya.

__ADS_1


"Rin, Papa jahat banget tau hiks semuanya jahat Rin, semua keluarga gue ninggalin gue," ucap Adel.


"Kamu gak sendirian Del, kan masih ada aku sama yang lain, kamu gak usah merasa kamu sendirian ya, asal kamu tau Del aku juga sama kayak kamu, tapi aku berusaha buat bertahan dan akhirnya aku sampai di titik sekarang, aku yakin kamu bisa juga bertahan," ucap Arin.


"Rin, gue gak tau kalau ternyata sesakit ini kehilangan, waktu Mama gue gak ada gue gak bisa ngerasain karena gue masih kecil, tapi sekarang gue bisa ngerasain sakitnya Rin," ucap Adel.


Zehan pun mengurus semua pemakaman Papa Adel, ia merasa kasihan melihat Adel dan ia berpikiran mungkin itu yang Arin rasakan saat itu, sebenarnya Zehan penasaran bagaimana orang tua Arin meninggal, namun ia tidak berani menanyakannya, Zehan takut Arin akan tersinggung.


.


Selesai pemakaman, Arin menemani Adel, Arin hanya takut jika Adel akan berbuat hal yang bodoh seperti Arin dulu saat Ayah dan Bundanya meninggal dimana Arin sempat ingin mengakhiri nyawanya sendiri.


"Del semangat ya, inget lo gak sendiri kalau lo butuh bantuan lo tinggal bilang aja ke gue dan gue bakal bantuin lo kok," ucap Kinan dan diangguki Adel.


"Ma-makasih ya," ucap Adel.


Saat ini Adel dan Arin berada di rumah Adel dan semua orang sudah pulang termasuk Zehan sebab Arin yang menyuruhnya untuk pulang karena Arin ingin menemani Adel yang membutuhkan waktu.


"Rin," panggil Adel pada Arin yang saat ini berada di dapur.


"Iya kenapa Del? kamu pengen sesuatu kah?" tanya Arin yang berjalan ke ruang tamu.


"Aku cuma bisa kasih semangat kamu Del, karena aku tau kamu tuh kuat dan kamu bisa hadapin semua ini, anggap aja Tuhan lagi menguji seberapa cinta kamu sama Tuhan dan juga menguji cinta kamu ke Papa kamu Del," ucap Arin.


"Rin, kamu tau gak alasan Papaku bunuh diri," ucap Adel.


"Ehm gak tau dan aku gak akan memaksa kamu untuk mengatakannya ke aku," ucap Arin.


"Papaku itu sebenernya habis ditipu orang, Papaku kehilangan 500 juta," ucap Adel.


"Astaga, Del!" Arin tentunya terkejut mendengar nominal yang baru saja disebutkan Adel.


"Lo tau Rin, gue juga pernah mergokin Papa gue nyayat tangannya sendiri, tapi gue bisa gagalin dan Papa gue bilang gak bakal lagi ngelakuin tindakan bodoh kayak gitu hiks hiks, tapi kali ini gue gagal buat nyelamatin Papa gue hiks," ucap Adel.


Untuk rekan kerja Adel yaitu Vira, Gabby dan Tristan sendiri sudah mengetahui mengenai meninggalnya Papa Adel dan mereka juga datang saat pemakaman, namun mereka tidak dapat melihat Zehan karena mereka berada di belakang.


"Del, kamu tau Bibi Ika kan, Bibi pernah bilang ke aku gini, 'Kalau kamu mau bahagia kamu harus bisa bangkit dari keterpurukan kamu, tapi kalau kamu tetap ingin terpuruk lakukan Bibi gak bisa maksa kamu, tapi Bibi hanya ingin mengatakan jika semua pilihan ada di tangan kamu, nasibmu sendiri ada pada dirimu, kamu yang mengambil keputusan untuk dirimu sendiri bukan Bibi ataupun orang lain dan kamu juga yang akan merasakan hasil dari keputusan kamu,' itu yang Bibi Ika bilang ke aku dan aku sadar kalau aku gak bangkit saat itu aku akan semakin terpuruk dan aku gak akan pernah ikhlas melepaskan Ayah sama Bunda, kamu paham maksudku kan Del," ucap Arin dan diangguki Adel.


.

__ADS_1


Zehan pun masuk kedalam rumah dan di hadang oleh Mama Naura, "Menantu mana mana? jangan bilang kalau kamu lagi marahan sama menantu Mama terus menantu Mama gak mau pulang ke rumah?" tanya Mama Naura.


"Mama apaan sih, Mama cocok tau jadi penulis gitu khayalannya tinggi," ucap Zehan.


"Kalau gitu mana menantu kesayangan Mama kok gak ada, tadi kan berangkat sama kamu, tapi sekarang kamu pulang sendirian," ucap Mama Naura.


"Arin lagi di rumah temennya namanya Adel, soalnya Papanya baru aja meninggal dan Arin gak tega ngeliat Adel sendirinya makanya Arin nemenin Adel dan Zehan izinin lah," ucap Zehan.


"Nah kayak gitu dong, anak Mama ini udah mulai gede ternyata Mama aja yang baru nyadar," ucap Mama Naura.


"Mama sih ngurusin Chesa terus jadi gak merhatiin Zehan deh," ucap Zehan.


"Ngapain bawa-bawa Chesa sih," ucap Chesa yang awalnya tiduran di sofa ruang tamu pun duduk.


"Loh sejak kapan kamu ada di sana? kayaknya tadi gak ada orang deh," tanya Zehan.


"Hu itu mah Kak Zehan aja yang gak tau, orang Chesa dari tadi disini," ucap Chesa.


"Terus kamu denger apa aja?" tanya Zehan.


"Chesa denger semuanya dari awal sampai akhir," ucap Chesa.


"Dasar tukang nguping," ucap Zehan.


"Enak aja ngatain Chesa," ucap Chesa tidak terima.


"Udah deh kalian ini berantem terus, pusing Mama dengernya, Mama mau ke kamar aja kalau gitu," ucap Mama Naura lalu menuju ke kamarnya.


"Kakak sih," ucap Chesa.


"Kok Kakak sih ya kamu lah," ucap Zehan lalu menuju ke kamarnya.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2