Married With Mantan

Married With Mantan
Om Ganteng


__ADS_3

Akhirnya Mama Naura pun memilih untuk pulang, "Mama darimana aja dari tadi Chesa cariin kok gak ada?" tanya Chesa.


"Oh itu, Mama cuma ke rumah Bu Ajeng buat ngasih beberapa barang yang ketinggalan pas arisan kemarin," ucap Mama Naura.


'Maafin Mama, Dek. Mama bohong sama kamu, Mama gak mau karena pemikiran bodoh Mama ini nanti buat kamu jadi kepikiran,' ucap Mama Naura dalam hati.


"Oh yaudah deh kalau gitu Chesa mau ke perusahaan aja," ucap Chesa.


"Kamu gak ngambil libur katanya kamu mau pergi sama Bryan?" tanya Mama Naura.


"Rencananya sih gitu Ma, tapi gak jadi soalnya Bryan ada rapat mendadak," ucap Chesa dan diangguki Mama Naura.


"Mama mau ke taman aja ngerawat tanaman Mama," ucap Mama Naura.


Chesa pun menuju perusahaan dan sesampainya di perusahaan, Chesa menuju ruang kerja Zehan, "Kak Zehan," panggil Chesa.


"Kenapa sih Chesa? bikin kepala Kakak pusing aja, ngapain kamu kesini katanya kamu keluar sama Bryan?" tanya Zehan.


"Gak jadi soalnya Bryan nya ada rapat mendadak," ucap Chesa.


"Syukurin itu karma buat kamu soalnya udah ngejekin Kakak," ucap Zehan.


"Oh nyebelin banget sih Kak Zehan nih," ucap Chesa.


"Mana kataya kamu mau kirim proposal buat bangun toko perhiasan di daerah yang kamu bilang waktu itu kok sampai sekarang belum kamu kirim ke Kakak?" tanya Zehan.


"Hehehe untuk masalah itu nanti dulu Kak, Chesa mau fokus ke persiapan pernikahannya Chesa aja takutnya kalau Chesa bangun cabang di sana sekarang gak ke urus Kak," ucap Chesa.


"Ya terserah kamu aja Kakak tinggal liat proposalnya kalau jadi, itupun kalau Kakak tertarik sama proposal kamu," ucap Zehan dan diacungi jempol oleh Chesa.


"Oh iya nanti jadi bilang ke Mama, Kakak lupa belum ngabarin Mama," ucap Zehan.


"Hah jadi apa Kak?" tanya Chesa.


"Ya makan bareng Chesa, kamu lupa ya orang kamu yang ngajakin juga," ucap Zehan.


"Oh iya lupa ya maklum Kak, banyak pikiran jadi lupa nanti Chesa bilang ke Mama deh, Papa sama Bryan," ucap Chesa.


"Hem kalau gitu kamu pergi sana," usir Zehan.


"Kakak ngusir Chesa ya," ucap Chesa.


"Iya Kakak ngusir kamu, Kakak masih ada urusan lain," ucap Zehan.


"Yaudah deh kalau gitu Chesa pergi dulu dah Kak Zehan," pamit Chesa lalu pergi.


.


"Eh cewek murahan lo cari tempat sana kalau mau makan, males banget gue makan kalau deket sama lo kayak selera makan gue ilang gitu," ucap Sarla.


"Kenapa aku yang pergi, kan kamu yang gak selera makan kalau aku sih selera-selera aja," ucap Arin.


"Udah berani banget ya lo," ucap Sarla.

__ADS_1


"Kenapa aku gak berani, lagian kita sama-sama karyawan disini dan juga aku gak ganggu kalian kalau kalian yang gak suka sama aku, ya itu bukan urusanku itu urusan kalian," ucap Arin.


"Berani banget lo," ucap Lina lalu membawa Arin ke gudang belakang.


"Lo tau gak kalau lo itu cuma karyawan baru yang bisa kerja disini karena bantuan dari Mbak Friska dan semua karyawan disini juga tau tabiat lo," ucap Lina.


"Aku gak peduli dengan pendapat kalian, aku hanya ngejalanin apa yang menurutku bener," ucap Arin lalu mendorong Lina yang menahan tangannya dengan kuat.


'Wah kok aku kuat banget tadi, gila sih aku gak nyangka sama kekuatanku tadi,' ucap Arin dalam hati.


Arin kembali ke depan dan melakukan pekerjaannya seperti tidak terjadi apa-apa walaupun sebenarnya tangannya sakit karena Lina terlalu kuat menahan tangannya tadi.


"Kamu kenapa Rin? tangan kamu sakit ya?" tanya Wina.


"Gak kok Win, aku baik-baik aja cuma tadi tanganku kepentok meja jadi agak sakit, tapi cuma dikit kok," ucap Arin.


"Oh mau aku beliin obat gak Rin biar gak tambah sakit tangan kamu?" tanya Wina.


"Gak usah ini nanti pas pulang aku kompres jua udah mendingan kok," ucap Arin.


"Yaudah deh, oh iya aku denger kamu ambil shift malam juga?" tanya Wina.


"Oh itu, iya aku juga ambil shift malam cuma pas hari Kamis aja dan sisanya aku ambil shift pagi," ucap Arin.


"Wah berarti kamu shift penuh semua dong Rin?" tanya Wina.


"Iya mau gimana lagi aku udah di pecat dari restoran," ucap Arin.


"Loh kok bisa katanya kamu baru masuk disana?" tanya Wina.


"Yang sabar ya Rin, pasti lo bakal dapet pekerjaan yang lebih baik," ucap Wina.


"Iya, makasih ya Win," ucap Arin.


"Gue gak bakal biarin lo Bahagia Rin," gumam Sarla.


Arin pun selesai bekerja dan pulang ke rumah, "Zay, Mama datang," ucap Arin.


"Mama! Zay kangen," ucap Zayden.


"Uh sayangnya Mama," ucap Arin.


"Uh sayangnya aunty juga," ucap Adel yang baru saja pulang.


"Kamu baru pulang Del, aku kirain kamu bakal lembur kayak kemarin," ucap Arin.


"Bisa mati muda gue Rin kalau lembur terus," ucap Adel.


"Hehehe ya kirain Del," ucap Arin.


"Oh iya tadi Zay pulangnya sama aunty Nan kan ya?" tanya Adel.


"Iya aunty," ucap Zayden.

__ADS_1


"Hem okey, oh iya Zay udah makan belum?" tanya Adel.


"Belum aunty, Zay belum makan tadi aunty Nan cuma nganterin jemput Aksa aja terus pulang katanya ada urusan mendadak," ucap Zayden.


"Kasihan anaknya Mama Arin ini, yaudah gimana kalau habis ini kita pergi buat nyari makan," ucap Adel dengan semangat.


"Yeah, Zay mau aunty," ucap Zayden yang tak kalah semangat dari Adel.


"Yaudah kalau gitu kamu siap-siap aunty Del juga bakal siap-siap," ucap Adel.


"Iya aunty," ucap Zayden lalu berlari menuju kamar.


"Sayang, jangan lari nanti kamu jatuh loh," ucap Arin lalu mengejar Zayden ke kamar.


Beberapa saat kemudian, mereka pun siap dan menuju ke salah satu restoran yang ada di kota tersebut, "Ma, Zay mau makan ini," ucap Zayden sambil menunjuk menu restoran tersebut.


"Iya ganteng hari ini apapun yang Zayden minta bakal aunty turutin deh asalkan...," ucap Adel dengan menunjuk pipinya lalu Zayden pun mencium pipi Adel.


"Udah aunty, kalau gitu Zay mau makan yang ini soalnya Timothy dulu sering banget pamerin makanan ini ke Zay," ucap Zayden lalu Adel pun memesankan makanannya.


Selama makan m, mereka membicarakan hal-hal yang semakin membuat mereka akrab, "Mama, aunty. Tadi di sekolahannya Zay, ada Om ganteng sama keluarganya," ucap Zayden.


"Hah, om ganteng, siapa namanya?" tanya Adel.


"Zay, lupa namanya pokoknya Omnya ganteng banget terus Om ganteng tadi sama Tante cantik dan Om ganteng juga bawa Mamanya," ucap Zayden.


"Ya kok Zay lupa sih kalau masalah kayak gitu, seharusnya Zay gak boleh lupa," ucap Adel.


"Kamu nih ya Del, kalau masalah cowok ganteng aja langsung semangat gitu," ucap Arin.


"Biasa Rin, jomblo seumur hidup juga pengen ngerasain pacaran kali," ucap Adel.


"Hahaha gak usah dipertegas jomblo seumur hidupnya Del, aku udah tau kok kalau kamu jomblo seumur hidup," ucap Arin dan tertawa.


"Terus aja ledekin gue," ucap Adel.


Selesai makan mereka pun beranjak untuk pergi, namun tiba-tiba Arin ingin buang air kecil, "Del, aku ke kamar mandi dulu ya kamu sama Zay nunggu di depan aja tolong jagain Zay," ucap Arin.


"Iya Rin, lo bisa sendiri ke kamar mandinya?" tanya Adel.


"Ya bisalah masa kayak gitu aja gak bisa," ucap Arin lalu menuju ke kamar mandi.


Selesai buang air kecil, Arin pun keluar dari kamar mandi dan tidak sengaja ia menabrak seorang perempuan yang sedang mengandung, Arin pun mengambil beberapa barang dari perempuan tersebut yang jatuh dan memberikannya.


"Maaf, ini ba-barang...," ucapan Arin terhenti lantaran ia terkejut melihat perempuan yang saat ini berada di hadapannya.


"Arin...," panggil perempuan tersebut.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2