Married With Mantan

Married With Mantan
Pelakor


__ADS_3

"Tapi, Rin. Mereka udah keterlaluan," bisik Adel.


"Udah gapapa kok," ucap Arin.


"Sok-sokan lo Rin, lihat tuh By dia dandan dong hari ini, mau goda siapa lagi lo Rin setelah godain Pak Zehan gagal terus siapa? oh iya gimana kalau Pak Rendra, anaknya gak dapet Bapaknya boleh lah ya kan By," ucap Vira.


"Yup betul banget Ra, intinya sama-sama menggoda, tapi sayangnya Pak Zehan gagal sih kemarin," ucap Gabby.


"Terserah kalian mau bicarain apa tentangku yang penting aku gak peduliin itu," ucap Arin.


"Alah Rin, ya jelas lah lo gak peduliin omongan kita mana ada pelakor yang peduli kalau dia peduli dia gak bakal ngerebut pasangan orang kan," ucap Vira lalu menarik Gabby ke mejanya.


Saat jam istirahat, Arin pun pergi ke kantin dengan Kinan dan Adel karena Vira dan Gabby menghindari dari Arin.


Arin memesan salad buah, entahlah hari ini Arin ingin sekali memakan salad buah, "Rin, nih pesenan lo," ucap Kinan dengan memberikan salad buahnya pada Arin.


"Makasih Nan," ucap Arin.


"Nan, lo kenapa deket dia sih? dia tuh pelakor tau gak," ucap Yura.


"Kalian tuh ngomong apa sih, kalau kalian gak tau apa-apa mending diem aja deh," ucap Kinan yang mulai emosi.


"Udah Nan, aku gapapa kok," ucap Arin.


"Gak bisa gitu Rin, mereka tuh harus tau yang sebenarnya," ucap Kinan.


"Nan," ucap Arin.


"Oke, gue kali ini diem, tapi sampai lo kayak gitu lagi sama Arin habis lo sama gue," ucap Kinan lalu mereka pun pergi dari sana.


Saat sedang menunggu lift, lift terbuka dan Arin terkejut karena seseorang menabraknya hingga Arin jatuh.


"Awsh," rintih Arin.


"Ups sorry sengaja," ucap Alika.


"Ka, lo Lo apa sih kenapa lo nabrak Arin?" tanya Kinan dan membantu Arin berdiri.


"Ya, gue gak lihat aja, gue kirain cuma pajangan," ucap Alika.


Kinan pun semakin mosi dan ingin menampar Alika, namun Arin terlebih dahulu menahannya, "Nan, yuk," ajak Arin saat lift terbuka.


Saat di dalam lift, Arin terus saja ditatap hina oleh para karyawan yang ada di dalam lift bahkan ada yang terang-terangan menyindirnya.


"Eh, lo tau gak sebutan buat orang yang suka ngambil laki orang?" tanya Mita.


"Apaan emangnya Ta? gue gak tau?" tanya Pina.


"Perempuan yang suka ngambil laki orang itu namanya pelakor Na," ucap Mita.

__ADS_1


"Emang ada ya pelakor?" tanya Pina.


"Ada Na, malah banyak," ucap Mita.


"Kalau di perusahaan ini ada gak Ta yang jadi pelakor?" tanya Pina.


"Ada lah Na, malah tuh pelakor ngambil Pak Zehan dari Bu Tara," ucap Mita.


Arin terus menahan tangan Kinan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, saat pintu terbuka Arin dan Kinan pun keluar dan menuju ke ruangan masing-masing.


"Rin, kamu gapapa?" tanya Adel saat melihat muka Arin yang terlihat pucat.


"Gapapa kok Del," ucap Arin.


Adel oun mengambilkan minuman untuk Arin karena ia semakin khawatir melihat Arin yang terlihat pucat.


"Manja banget lo Ra sampai minum aja di ambilin," ucap Gabby.


"Iyalah Bu, gue manja orang gue calonnya Pak Zehan eh salah mantan calonnya Pak Zehan maksudnya," ucap Vira.


Arin hari ini berusaha untuk menguatkan telinga dan hatinya agar tidak mendengar segala ucapan buruk orang lain yang ditujukan untuk dirinya.


Sore harinya, Arin pulang bersama Kinan, "Rin, lo beneran gak mau tinggal sama gue?" tanya Kinan.


Kinan tau jika Zehan tidak tidur dengan Arin dan lebih memilih tidur di ruang kerjanya, Kinan yang mendengar cerita Arin merasa sakit dan ia tidak dapat membayangkan bagaimana perasaan Arin dan karena itu dari tadi Kinan mengajak Arin untuk tinggal di rumahnya, namun Arin menolaknya dengan alasan dia masih menjadi seorang istri.


"Ma," panggil Arin lalu menghampiri Mama Naura dan memeluknya.


"Hem, sayangnya Mama kamu kemana aja kok udah jarang keliatan sih?" tanya Mama Naura.


Memang sejak kemarin Arin belum keluar kamar padahal biasanya ia akan keluar untuk mengobrol dengan Mama Naura.


"Hehehe, Arin sibuk banget Ma sama kerjaan Arin," ucap Arin.


"Kamu tuh ya jangan sibuk-sibuk kamu sama Zehan harus istirahat biar Mama cepet punya cucu gitu," ucap Mama Naura.


"Iya Ma, Arin usahain," ucap Arin dan tersenyum.


"Kalau gitu biar Mama aja yang ngomong sama Zehan biar kamu gak capek-capek," ucap Mama Naura.


"Gak usah Ma, nanti Arin bakal usahain biar lebih banyak istirahat," ucap Arin.


"Beneran loh ya, Mama itu udah gak sabar pengen punya cucu," ucap Mama Naura.


"Iya Mama," ucap Arin.


Arin yang berada di pelukan Mama Naura pun merasa tenang hingga tanpa sadar Arin terlelap dalam pelukan Mama Naura.


"Arin, gimana liburan kamu pas di kapal pesiar kemarin bagus kan kamu suka kan?" tanya Mama Naura.

__ADS_1


Mama naura yang tidak mendapatkan respon dari Arin pun melihat ke arah Arin yang tengah tertidur.


"Astaga sayang ternyata kamu malah tidur makanya Mama tanya gak di jawab," ucap Mama Naura.


Zehan yang baru pulang pun melihat Mama Naura di ruang tamu dengan Arin yang ada di pelukan Mama Naura.


"Zehan sini," ucap Mama Naura dnegan pelan agar tidak membangunkan Arin.


Setelah itu, Zehan pun menghampiri ke Mama Naura, "Kenapa Ma?" tanya Zehan.


"Kamu bawa istri kamu ke kamar dia ketiduran ini," suruh Mama Naura.


"Tapi Ma, Zehan kan mau ke ruang kerja," ucap Zehan.


"Kamu nih ya Ham, kan kamu suaminya cepet bawa istri kamu," ucap Mama Naura.


"Iya iya Ma," ucap Zehan lalu menggendong Arin ala bridal style ke kamarnya.


"Han, mama cuma aku pesen sama kamu jangan buat Arin capek-capek ya soalnya biar kalian cepet di kasih momongan," ucap Mama Naura.


"Iya Ma, Zehan usahain," ucap Zehan.


Zehan pun menggendong Arin hingga ke kamar dan meletakkan tubuh Arin di atas ranjang.


"Rin, aku gak tau apa semua yang aku pikirkan ini salah atau benar tapi aku terlanjur kecewa sama kamu," gumam Zehan lalu meninggalkan kamar tersebut.


Zehan pun menuju ke ruang kerjanya dan mulai menyibukkan dirinya agar ia tidak mengingat masalah yang saat ini terjadi di dalam rumah tangganya.


"Han, fokus," gumam Zehan.


Disisi lain, Arin terbangun dan merasakan mual, namun anehnya saat ia mengeluarkannya tidak ada apa-apa sehingga Arin pun memutuskan untuk melanjutkan tidurnya, tapi ia merasa mual kembali dan lagi hanya cairan bening yang keluar.


"Kenapa sih kok mual gini apa aku masuk angin ya?" tanya Arin pada dirinya sendiri.


Saat Arin keluar dari kamar mandi dan menuju ke ranjangnya ia merasa lemas pada kakinya hingga ia terjatuh di lantai, namun Arin mencoba berdiri sampai ke ranjangnya.


"Gapapa Rin, mungkin istirahat sebentar nanti kamu pasti merasa enakan ini masih jam 1 Rin, tidur sebentar aja" ucap Arin lalu melanjutkan tidurnya.


Pagi harinya, Arin sudah siap untuk pergi ke kantor, namun saat akan keluar dari kamar Arin kembali merasakan mual hingga ia pun memuntahkannya, namun sama seperti semalam hanya carian bening yang keluar.


"Kayaknya aku harus ke dokter deh, gak biasanya kalau masuk angin aku kayak gini," ucap Arin.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2