Married With Mantan

Married With Mantan
Rencana Honeymoon


__ADS_3

Saat Zehan ingin membuka kotak yang di pesan Arin tiba-tiba ponselnya bergetar dan Zehan pun mengangkat sambungan telepon tersebut.


^^^Halo kenapa Dek?^^^


Kak Zehan tau tempat kerjanya Kak Arin gak?


^^^Kenapa emangnya kok kamu tanya tempat kerjanya istri Kakak?^^^


Ih Kak Zehan ini ya, kan Chesa tanya masa Kak Zehan tanya balik sih.


^^^Ya, kalau kakak gak tau alasan kamu, Kakak gak akan kasih tahu kamu tempat kerjanya Arin.^^^


Huh nyebelin banget punya Kakak, jadi aku tuh mau ketemu Kak Arin sama Kak Kinan, mau ngomongin masalah cewek Kak.


^^^Masalah cewek? emang apa masalahnya?^^^


Namanya juga masalah cewek Kak, ya rahasia lah, udah ah Kak Zehan jangan nanya-nanya terus gimana mau ngasih tau apa gak? kalau gak ya Chesa tutup panggilannya dan siap-siap aja Kak Arin marah sama Kak Zehan soalnya Chesa telat gara-gara Kak Zehan yang gak mau ngasih tau alamat kerjanya Kak Arin.


^^^Dasar cerewet, iya ini nanti Kakak kirim alamatnya.^^^


Makasih Kak Zehan.


"Permisi Pak," ucap Panji saat Zehan sudah meletakkan ponselnya di meja.


"Kenapa?" tanya Zehan.


"Begini Pak, nanti akan diadakan rapat untuk rencana acara ulang tahun perusahaan," ucap Panji.


"Kamu atur semuanya nanti saya akan datang," ucap Zehan dan diangguki Panji.


"Baik Pak," ucap Panji lalu pergi dari ruangan Zehan.


.


Arin sendiri saat ini tengah bekerja tiba-tiba di kejutkan dengan kedatangan Chesa.


"Halo Kak," sapa Chesa.


"Loh kok kamu bisa disini? sama siapa? kamu kesini ada apa? terus kamu tau Kakak disini dari siapa?" tanya Arin.


"Astaga Kak Arin, satu-satu dong kalau nanya, kan Chesa bingung mau jawab yang mana," ucap Chesa.


"Hem oke Kakak ulang ya kok kamu bisa disini?" tanya Arin.


"Ya bisa Kak, ini Chesa sekarang ada disini," ucap Chesa.


"Oke kakak salah ngasih pertanyaannya, kamu sama siapa kesini nya?" tanya Arin.


"Sama Pak Tio, tapi Pak Tio udah pulang duluan soalnya nanti Chesa mau pulang sama Kak Arin," ucap Chesa.


"Loh kamu gak sekolah?" tanya Arin.


"Kan libur Kak, Chesa tuh udah kelas 3 bentar lagi lulus lebih tepatnya udah tinggal wisuda aja," ucap Chesa.


"Terus kamu kesini mau ngapain?" tanya Arin lagi.


"Mau nongkrong aja sih sekaligus nemenin Kak Arin," ucap Chesa.


"Ngapain nemenin Kakak, Kakak biasanya juga sendirian?" tanya Arin.


"Pokoknya Chesa mau nemenin Kak Arin," ucap Chesa yang tidak bisa diganggu gugat.


"Yaudah deh gapapa kamu nemenin Kakak, terus kamu tau kalau tempat kerja Kakak di sini dari siapa?" tanya Arin.


"Dari Kak Zehan, oh iya Kak nanti kalau Kak Zehan tanya Chesa kesini ngapain bilang aja kalau itu masalah cewek ya Kak," ucap Chesa dan Arin mengerutkan keningnya.


"Kenapa emang kok Kakak harus alasan itu?" tanya Arin.


"Soalnya tadi Chesa bilang kayak gitu ke Kak Zehan," ucap Chesa.


"Yaudah nanti kalau Zehan tanya Kakak deh, Kakak alasan itu," ucap Arin.


"Makasih ya Kak, oh iya Kak kan aku di sini pelanggan jadi aku mau beli bunga deh," ucap Chesa dengan menunjuk bunga tulip.


"Kamu mau nunggu di cafe?" tanya Arin.


"Loh emang ada cafenya Kak?" tanya Chesa.


"Gak ada sih, cuma ada tempat duduk dan kamu bisa pesen minuman dari cafe sebelah," ucap Arin.

__ADS_1


"Boleh deh Kak, kalau gitu Chesa beli minuman dari cafe sebelah ya. Tapi, gapapa Kak kalau Chesa bawa minuman dari cafe sebelah?" tanya Chesa.


"Gapapa, soalnya cafe itu juga masih satu kepemilikan keluarganya Kinan," ucap Arin.


"Oke deh, Chesa pesen dulu deh," ucap Chesa dan diangguki Arin.


Jam menunjukkan pukul 17.30 itu artinya Arin harus pulang, "Yuk Dek, Kakak udah selesai," ajak Arin.


"Yuk Kak," jawab Chesa lalu mereka pun pulang saat di perjalanan pulang mereka berdua mampir ke warung nasi goreng.


"Gimana enak kan Dek?" tanya Arin.


"Enak Kak, jujur aja nih ya Kak, sebenarnya Chesa itu gak pernah makan langsung di warung kayak gini biasanya di bungkus terus di makan di rumah deh Kak," ucap Chesa.


Arin merasa tak percaya dengan perkataan Chesa lantaran Chesa tidak pernah makan di warung seperti ini.


'Astaga sekaya apa keluarganya Zehan ini sampai Chesa aja gak pernah makan di warung kayak gini persis kayak waktu aku deket sama Zehan dulu,' ucap Arin dalam hati.


Setelah makan mereka berdua menuju kediaman keluarga Gulzar, "Loh kok Chesa bareng sama Arin?" tanya Mama Naura.


"Iya Ma, tadi Chesa ke toko," ucap Arin.


"Kok gak ngajak Mama sih," ucap Mama Naura.


"Tadi tuh rencananya Chesa mau ngajak Mama eh Mama malah jalan bareng Tante Yeti sama Tante Rida," ucap Chesa.


"Oh iya ya Mama lupa hehehe," ucap Mama Naura.


"Ma, Kak, Chesa ke kamar dulu ya mau mandi," ucap Chesa lalu menuju ke kamarnya.


"Sini Ma biar Arin bantu bersihinnya," ucap Arin.


"Gak usah sayang ini udah mau selesai kok bersihinnya, mending kamu ke kamar soalnya Zehan udah pulang dari tadi," ucap Mama Naura.


"Zehan udah pulang kok tumben ini baru jam 6 Ma," ucap Arin.


"Mama juga gak tau, tapi kayaknya Zehan capek gitu soalnya tadi mukanya kurang seger gitu," ucap Mama Naura.


"Yaudah kalau gitu Arin ke kamar dulu ya Ma," pamit Arin.


"Iya kamu ke kamar aja dulu," ucap Mama Naura dan setelah itu Arin pun menuju ke kamarnya.


Zehan yang duduk di sofa sambil menatap laptopnya pun segera menatap Arin, "Kamu nih Yang, masa suaminya sendiri gak boleh sih pulang jam segini," ucap Zehan.


"Bukannya ga boleh, tapi kok tumben aja," ucap Arin.


"Sini deh Yang," ucap Zehan.


"Kenapa?" tanya Arin saat ia sudah duduk di samping Arin.


"Kamu suka yang mana?" tanya Zehan dengan memperlihatkan sebuah foto yang ada di laptopnya.


"negara B, D atau E? maksudnya apa Han? kenapa emangnya?" tanya Arin.


"Kamu mau kita honeymoon kemana?" tanya Zehan.


Ya, Zehan sedari tadi si UK dengan laptopnya untuk menentukan rencana honeymoon yang akan ia lakukan bersama Arin.


"Honeymoon? kok tiba-tiba gitu Han?" tanya Arin.


"Gak tiba-tiba sih Yang, tapi emang aku pengen honeymoon, bulan ini gimana?" tanya Zehan.


"Kalau aku sih terserah kamu aja deh, kapan rencananya emang?" tanya Arin.


"Aku pengen Minggu depan," ucap Zehan dan diangguki Arin.


"Oke deh sekarang kamu pilih tempat honeymoon nya dimana," ucap Zehan dan memberikan laptopnya pada Arin agar Arin dapat memilih tempat honeymoon mereka.


"Hem, sebenarnya aku tuh pengen banget ke negara X," ucap Arin.


"Yaudah kita ke negara X," ucap Zehan.


"Gapapa emang? tapi kalau kamu mau tempat lain aku gak masalah kok," ucap Arin.


"Gak Sayang, kalau kamu pengen ke negara X kita ke negara X, semuanya terserah sama kamu," ucap Zehan.


"Beneran! makasih ya," ucap Arin lalu memeluk Zehan.


"Oh iya ini tadi Adel nitip ini katanya kamu yang pesen," ucap Zehan lalu memberikan barang tersebut pada Arin.

__ADS_1


"Oh iya, makasih ya," ucap Arin lalu mengambilnya.


"Emang isinya apa itu?" tanya Zehan.


"Baju, aku beli di temennya Adel bagus banget," ucap Arin.


"Oh baju aku kirain apa," ucap Zehan.


"Emangnya kamu kirain apa?" tanya Arin.


"Hadiah dari cowok lain," ucap Zehan.


"Kamu mah pasti ujung-ujungnya bawa-bawa cowok lain, gak asik," ucap Arin.


"Itu artinya aku gak mau kehilangan kamu," ucap Zehan.


"Apaan sih, sini coba kamu pake bajunya," ucap Arin lalu Zehan pun memakai baju tersebut.


"Bagus kan bajunya," ucap Arin.


"Kamu yang beli, kenapa aku yang pake coba," ucap Zehan.


"Aku beli couple kok nih," ucap Arin.


"Ih so sweet," ucap Zehan.


"Biasa aja sih," ucap Arin.


"Kak Arin," panggil Chesa yang masuk ke kamar tanpa mengetuk pintu.


"Chesa kamu kalau masuk kamar orang itu ketuk pintu dulu untung Kakak gak ngapa-ngapain," ucap Zehan.


"Hehehe iya Kak maaf tadi kelupaan kalau ada Kak Zehan di dalam, tunggu kok Kak Zehan udah pulang?" tanya Chesa.


"Kenapa emangnya gak boleh kalau Kakak pulang lebih awal?" tanya Zehan.


"Ya gapapa juga sih, oh iya Kak Arin, ke kamar Chesa yuk," ajak Chesa.


"Ngapain istri Kakak ke kamar kamu?" tanya Zehan.


"Ih kak Aska tuh selalu aja kepo eh ecieeee yang bajunya couple an," goda Chesa.


"Iya dong kan udah punya pasangan gak kayak yang lagi berdiri di deket pintu tug dari dulu masih jomblo," ejek Zehan.


"Kak Zehan ish selalu aja gitu, Kak Arin itu loh Kak Zehan nyebelin," rengek Chesa pada Arin.


Arin yang melihat interaksi mereka berdua pun tersenyum seandainya ia memiliki saudara pasti ia akan tau bagaimana rasanya bertengkar.


"Udah Han, gak usah godain Adiknya terus, yuk Dek kita ke kamar kamu," ucap Arin.


"Yuk Kak," ucap Chesa.


"Tapi Yang..," ucap Zehan sedih.


"Nanti aku tidur di kamar kok Han, aku cuma mau ke kamarnya Chesa aja," ucap Arin.


"Tau nih Kak Zehan, lagian kan kamar Chesa ada di sebelah," ucap Chesa.


"Yaudah iya," ucap Zehan lalu Arin dan Chesa pergi ke kamar Chesa.


Saat sampai di dalam kamar Chesa, mereka berdua pun bercerita tentang banyak hal salah satunya asmara Chesa yang saat ini sedang dekat dengan salah satu teman cowoknya.


"Kak Arin gimana kok bisa ketemu sama Kak Zehan? padahal dulu aku kira Kak Zehan bakal nikah sama Kak Tara loh?" tanya Chesa.


Arin yang mendengarnya sebenarnya merasa kecewa karena ia meninggalkan Zehan tanpa mau mencari tahu semua kebenarannya.


"Kak Arin tau gak kalau Kak Zehan itu dulu pernah hampir pacaran sama cewek namanya Giselle kalau gak salah, tapi gagal gara-gara Kak Tara," ucap Chesa.


'Oh jadi Zehan udah pernah deket sama cewek,' ucap Arin kesal dalam hati.


Beberapa saat kemudian, Arin pun menuju ke kamarnya dan ia melihat Zehan yang sudah duduk di ranjang dengan membuka laptopnya. Arin yang masih kesal pun melewati Zehan dan langsung tidur membelakangi Zehan.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2