Married With Mantan

Married With Mantan
Pacar?


__ADS_3

"Rin, gimana berkasnya udah belum? soalnya nanti ada rapat sama Pak Zehan?" tanya Gabby.


"Oh udah kok ini tinggal gabungin aja, emang jam berapa rapatnya By?" tanya Arin.


"Sekitar jam 10-an lah Rin, sekalian nanti kamu perinci harganya biar gak ada kesalahan," ucap Gabby dan diangguki Arin.


"Semangat Rin, gue yakin lo pasti bisa," ucap Adel.


Saat Arin tengah sibuk dengan pekerjaannya tiba-tiba Tristan datang dan menaruh beberapa makanan di atas meja Arin.


"Buat kamu Rin biar gak kerja terus, kamu juga harus makan yang banyak," ucap Tristan.


"Oh makasih Tan," ucap Arin lalu Tristan keluar dari ruangan tersebut.


"Tristan kenapa Rin? kok tumben banget bawain Lo makanan kayak gini? sama kita aja gak pernah tuh dia kayak gini, jangan-jangan lo ada hubungan ya sama Tris?" tanya Vira.


"Gak ada, aku gak ada hubungan apapun sama Tristan, mungkin dia kasihan kali liat aku kerja terus," ucap Arin.


"Iya juga sih mungkin aja Tristan kasihan liat lo yang baru masuk udah kerja bagai kuda kayak gini," ucap Vira lalu mereka kembali mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing.


"Eh udah mau jam 10 nih yuk ke ruang rapat nanti kalau telat malah berabe loh," ucap Vira.


Saat mereka sampai di ruang rapat mereka pun mempersiapkan semuanya untuk presentasi mereka.


"Semangat Rin, lo pasti bisa," ucap Adel.


Beberapa saat kemudian, Zehan dan Panji pun datang lalu Zehan duduk di kursi kebesarannya.


"Saya minta presentasi kali ini harus lebih rinci lagi dan saya tidak mau kesalahan seperti sebelumnya," ucap Zehan dengan tegas.


"Baik, Pak," ucap Bu Mika dan memberi syarat pada Arin untuk memulai presentasinya.


Arin pun memulai presentasinya, namun ia kesal dengan Zehan karena sedari tadi Zehan melihat ke arahnya bukan ke powerpoint yang ia presentasikan.


Sedangkan, Zehan sendiri terus memperhatikan Arin saat ia melakukan presentasi dan Zehan menyadari jika Arin merasa takut jika ada orang yang curiga akhirnya Zehan pun mengubah ekspresinya agar lebih tegas, namun tetap memperhatikan Arin.


"Mungkin ada yang bapak tanyakan mengenai perincian untuk harganya?" tanya Arin.


"Untuk bagian yang taman sama ruang bawah tanah saya mau di ubah untuk fasilitasnya nanti sekretaris saya akan memberikan daftar barang yang harus di ganti," ucap Zehan.


"Baik Pak," ucap Arin.


"Oke, kalau begitu saya rasa rapat sampai sini kalian bisa kembali ke ruangan kalian," ucap Zehan lalu meninggalkan ruang rapat.


"Astaga Pak Zehan, minta ganti lagi. Ini udah yang ke empat kali loh di ganti," ucap Gabby.


"Hem tau tuh, yuk kita balik aja," ucap Adel.


Saat mereka sudah sampai di ruangan mereka tiba-tiba Bu Mika datang dengan membawa selembaran kertas.


"Ini, perusahaan akan mengadakan liburan dengan kapal pesiar," ucap Bu Mika dan membagikan selembaran kertas tersebut lalu pergi menuju ruangannya.


"Wah bener kan kata gue kalau kita bakal naik kapal pesiar," ucap Vira.


"Iya Ra, akhirnya gue bisa naik kapal pesiar juga, wow bagus banget keliatan mewah gitu," ucap Gabby.


"Buset ini beneran 2 hari lagi kita berangkatnya kok mendadak gini kan gue belum nyiapin barang bawaan gue," ucap Vira.


"Iya kok 2 hari lagi, gue jadi bingung harus bawa apa aja kalau gini," ucap Adel.


"Bawa yang penting aja, yang sekiranya bakal kalian pakai di sana dan jangan bawa barang yang gak ada gunanya," ucap Arin.


"Astaga cewek ribet banget sih, kalau gue mah bawa baju celana udah selesai gak usah bawa hal-hal yang gak penting gitu," ucap Tristan.


"Itu mah lo Tan, kita kaum perempuan itu beda sama lo yang enak tinggal bawa baju sama celana doang. Lah kita itu harus bawa baju itupun banyak jenisnya terus bawa celana apa rok gitu, jadi jangan samain barang bawaan cewek sama cowok dong," ucap Vira.

__ADS_1


"Woy santuy neng gak usah nyolot gitu," ucap Tristan.


"Makanya jangan ngomong kayak gitu lagi, mau di jadiin jamur lo sama kita disini, inget ya lo itu cowok sendiri loh," ucap Adel.


"Iya iya gue khilaf," ucap Tristan.


"Nah gitu dong, gengs kita nanti ke mall yuk sekalian nyari perlengkapan yang mau kita bawa," ajak Gabby.


"Yuk gue ikut," ucap Vira dan Adel.


"Lo gimana Rin? ikut apa gak?" tanya Gabby.


"Hem kayaknya gak deh, maaf ya aku gak bisa ikut," ucap Arin.


"Kenapa Rin? lo udah ada janji emangnya?" tanya Vira.


"Gak ada sih, tapi aku mau istirahat aja," ucap Arin.


"Kenapa lo gak ikut?" tanya Adel pelan.


"Aku belum izin sama Zehan dan aku gak mau nanti kalau Zehan marah, lagian aku masih ada baju kok buat liburan," ucap Arin dan diangguki Adel.


Jam kerja pun berakhir, Arin segera mengemasi barangnya dan menunggu Kinan di lobby, "Rin, lo beneran nih gak ikut? atau gak lo nebeng gue aja gimana?" tanya Vira.


"Gak usah Ra, aku bareng Kinan kok mungkin bentar lagi Kinan datang," ucap Arin.


"Yaudah kalau gitu kita balik dulu loh Rin," ucap Gabby.


"Iya, hati-hati ya," ucap Arin.


"Rin, kamu kenapa gak ikut Vira? kan dia mau ke mall?" tanya Shinta salah satu resepsionis.


"Gak Ta, aku gak pengen lagian aku juga gak butuh banget ke mall nya," ucap Arin.


"Kamu tuh ya Rin, dari dulu gak berubah pasti ke mall kalau ada butuhnya aja, masa cuma jalan-jalan aja gak mau," ucap Shinta.


Saat Arin sedang mengobrol dengan Shinta tiba-tiba ponselnya bergetar dan Arin pun segera mengangkatnya.


^^^Halo, ada apa?^^^


Kamu dimana kok aku ke ruangan kamu gak ada?


^^^Aku hari ini pulang sama Kinan, Han eh Yang. Ini sekarang lagi nunggu Kinan.^^^


Kenapa harus sama Kinan?


^^^Soalnya Kinan mau ke toko dan aku pengen mampir ke sana.^^^


Kamu pengen pergi ke toko soalnya pengen ketemu si Mario itu kan.


^^^Astaga Yang, ya gak lah. Jangan bilang kalau kamu lagi cemburu sama Mario, aku tuh gak ada apa-apa sama Mario, lagian aku udah anggap dia itu sebagai rekan kerja gak lebih dan Mario juga kayak gitu kok. Jadi bolehkan aku ke sana.^^^


Yaudah deh aku izinin, tapi awas aja loh.


^^^Iya Yang.^^^


Setelah itu, Zehan pun memutuskan sambungan telepon tersebut.


"Siapa Rin? pacar kamu ya kok panggil Yang gitu?" tanya Shinta.


"Pacar?" tanya Arin.


"Iya, yang barusan nelpon kamu itu," ucap Shinta.


"Eh i-itu..." ucap Arin dengan gugup.

__ADS_1


'Gak mungkin aku bilang kalau itu Zehan kan,' ucap Arin dalam hati.


"Cie yang udah punya pacar," goda Shinta.


"Apaan sih kamu Ta," ucap Arin.


"Namanya siapa Rin? kok ada Ka nya gitu? atau jangan-jangan Pak Zehan," tanya Shinta.


Arin yang mendengarnya pun semakin tegang, 'Bagaimana Shinta tau kalau itu Zehan,' ucap Arin dalam hati.


"Astaga Rin, gak usah tegang gitu juga kali. Lagian aku cuma bercanda gak mungkinlah pacar kamu Pak Zehan, orang Pak Zehan udah punya Bu Tara," ucap Shinta.


'Enak aja Zehan punya Tara, Zehan itu suamiku Ta, kamu bisa aku pecat hari ini juga kalai aku bilang ke Zehan, tapi aku masih baik hati sama kamu Ta,' ucap Arin dalam hati.


"Hehehe, lagian siapa juga yang pacarnya Pak Zehan, aku? ya gak mungkinlah Pak Zehan suka sama aku," ucap Arin dengan menunjuk dirinya.


"Kenapa kalian masih disini dan maksud kamu apa saya gak mungkin suka kamu?" tanya Zehan.


"Eh bukan Pak tadi saya hanya asal bicara maaf Pak," ucap Arin.


"Iya Pak tadi Arin hanya asal bicara tolong maafkan Arin Pak," ucap Shinta.


'Astaga Ta, gak usah sampai kayak gitu, kalau Zehan gak mau maafin aku juga gapapa kok siap-siap aja aku cuekin di rumah,' ucap Arin dalam hati.


"Oke untuk kali ini saya maafkan kalian," ucap Zehan lalu pergi meninggalkan Arin dan Shinta.


"Rin, Pak Zehan itu nyeremin banget tau gak," ucap Shinta.


"Hei Rin, lo lama ya nungguin gue," ucap Kinan.


"Lama banget Nan, kamu tuh lewat mana sih kok lama banget," ucap Arin kesal.


"Hehehe maaf tadi Andis Videocall gue ya gitu deh jadi lama," ucap Kinan.


"Dasar bucin," ucap Shinta.


.


"Yeh gapapa dong Ta, gue bucin lagian gue juga udah punya pacar, bucin sama pacar sendiri gapapa kan," ucap Kinan.


"Udah yuk kita ke toko keburu malam nanti," ajak Arin dan diangguki Kinan.


"Ta, kita balik dulu ya dah," pamit Kinan dengan melambaikan tangannya dan menuju ke parkiran setelah itu mereka ke toko bunga miliknya.


Saat di toko, hanya ada Mario sedangkan Gita sedang keluar untuk membeli sesuatu.


"Marion gimana ada masalah gak?" tanya Kinan.


"Gak ada kok Nan, semuanya aman oh iya selamat ya akhirnya kamu sama Arin kembali kerja di kantor," ucap Mario.


"Iya makasih ya, kamu juga bukannya kamu udah ngirim surat lamaran ya?" tanya Kinan.


"Masih proses sih," ucap Mario.


"Semangat Mario, kamu pasti bisa," ucap Arin.


"Makasih cantik," ucap Mario dengan tersenyum.


"Apa-apaan sih lo, kok jadi ngegombal gini. Lo suka ya sama Arin ya?" goda Kinan.


"Kalau iya gimana?" tanya Mario.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2