Married With Mantan

Married With Mantan
Karena Arin


__ADS_3

"Emang gue salah ya?" tanya Andis pada Abrar dan Okha.


"Gak tau, tapi cewek emang gitu bro," ucap Okha.


Kinan yang keluar dari ruangan tersebut semakin emosi setelah Andis mengatakan hal buruk mengenai Arin.


"Apa Andis bilang tadi, murahan enak aja Arin gak kayak gitu orangnya, lagian Zehan juga kenapa harus marah sih dia tuh harusnya dengerin penjelasannya Arin dulu," ucap Kinan.


Kinan terus mencari Zehan hingga Kinan pun menyerah, "Han, lo ini dimana sih udahlah nyerah gue, tapi gue berharap besok lo mau dengerin penjelasannya Arin," ucap Kinan lalu pergi menuju kamarnya.


"Nan, gimana?" tanya Adel saat melihat Kinan masuk ke kamar dan Kinan menggelengkan kepalanya.


"Udah Del, mending kita tidur aja gak usah mikirin itu dulu kalau kita mikirin itu Arin jadi kepikiran juga," ucap Kinan.


Pagi harinya, Arin sudah bangun dan bersiap untuk sarapan begitu juga dengan Kinan dan Adel yang selalu ada di samping Arin.


Saat menuju ke tempat makan, Arin melihat Zehan dan sahabat-sahabatnya, Zehan melihat ke arah Arin, namun dengan cepat mengalihkan pandangannya, hal itu membuat hati Arin sakit.


Arin pun duduk dan memakan makanannya yang sudah di pesankan Kinan, "Makan yang banyak Rin," ucap Kinan.


"Makasih ya Nan," ucap Arin dengan tersenyum.


"Kalian itu keterlaluan, masa gue sama Gabby ditinggal sih," ucap Vira.


"Hehehe lagian lo berdua lama banget di kamar mandinya ya kita duluan lah laper soalnya," ucap Adel.


"Untung gue baik orangnya jadi gue maafin kalian," ucap Vira lalu bergabung dengan yang lainnya.


Setelah makan mereka pun menuju ke atas kapal untuk melihat pemandangan laut di pagi hari.


Saat mengedarkan pandangannya, Arin melihat Zehan yang duduk dan dikelilingi beberapa wanita, 'Apa se fatal itu kesalahanku?' tanya Arin dalam hati.


Kinan yang melihat itu pun menenangkan Arin, "Lo gak usah pikirin itu mungkin Zehan lagi balas dendam, tapi gue tau kok kalau Zehan tuh sayang banget sama lo," Kinan Eri dan diangguki Arin lalu mereka kembali menikmati pemandangannya.


Alika yang sedari tadi memperhatikan Arin pun mulai curiga saat Arin terus memperhatikan Zehan, 'Apa jangan-jangan Pak Zehan sama Arin lagi marahan ya? gue emang gak tau apa dan berapa lama hubungan Arin sama Pak Zehan, tapi gue pastiin Arin itu selingkuhannya Pak Zehan Rin. Lo udah buat hubungan Bu Tara sama Pak Zehan hancur dan sekarang gue yang bakal buat lo hancur sampai lo keluar dari perusahaan karena apa, karena Bu Tara yang udah bantu gue buat sukses kayak sekarang jadi gue gak mau Bu Tara sakit hati gara-gara lo Rin,' ucap Alika dalam hati.


"Rin, lo gapapa?" tanya Vira karena Arin terlihat sangat pucat.


"Gapapa kok Ra," ucap Arin.


Vira dan Gabby pun bergabung dengan karyawan lain sedangkan Arin, Adel dan Kinan sedang duduk sambil menikmati jus jeruk.


"Yang, aku pengen bicara sama kamu," ucap Andis.


"Bicara aja?" tanya Kinan.


"Cuma berdua," ucap Andis.


"Oh, Rin, Del gue pergi bentar ya nanti gue kesini lagi kok," ucap Kinan.


"Kenapa?" tanya Kinan.

__ADS_1


"Kamu kenapa ngehindar dari aku?" tanya Andis.


"Ngehindar maksud lo apa?" tanya Kinan.


"Gak usah pura-pura gak tau deh Yang, kamu ngehindar kan dari aku gara-gara aku ngomong kalau Arin itu cewek murahan yang mau di pegang sama cowok lain," ucap Andis.


"Jaga bicara lo, lo gak berhak bilang kayak gitu kalau lo gak tau kejadian yang sebenarnya," ucap Kinan.


"Kenapa sih Yang, kamu kok mau aja deket sama Arin, dia tuh gak beres Nan. Semenjak dia ninggalin Zehan, aku udah gak suka sama Arin dan bener aja kan Arin khianatin Zehan dan aku harap Arin paham dan pergi dari hidupnya Zehan Yang," ucap Andis.


"Gue gak nyangka kalau lo kayak gini ternyata, oke mulai sekarang kita putus, gue gak mau punya cowok yang gak menghargai sahabat gue," ucap Kinan.


"Kenapa Yang? apa cuma karena Arin, kamu sampai kayak gini Yang? Yang, inget Arin yang udah bunuh orangtuanya," ucap Andis.


"Gue harap lo jaga omongan lo Ndis," ucap Kinan.


Tanpa mereka sadari, dari tadi Arin mendengar perkataan mereka, sebenarnya Arin ingin pergi ke kamar mandi, Mauna setelah mendengar semuanya ia mengurungkannya.


'Apa aku bener-bener gak pantes sama Zehan?' tanya Arin pada dirinya sendiri dan mulai meneteskan air mata, namun dengan cepat Arin menghapusnya dan kembali ke tempatnya dengan wajah yang menahan tangis.


"Kenapa Rin, lo gapapa?" tanya Adel saat melihat wajah Arin yang mulai merah.


"Gapapa kok Del, aku tadi mau ke kamar mandi tapi kayaknya rame jadi nahan bentar lah," ucap Arin.


.


Setelah semalaman Zehan berada di gym, ia memutuskan untuk istirahat sebentar dan menuju ke ruang makan saat ia selesai sarapan ia melihat Arin yang baru saja masuk dan melihatnya.


"Gak usah Kha, gue juga tau kok kenapa dia ngelakuin semu ini ke gue, akhirnya setelah gue liat kemarin semuanya terjawab," ucap Zehan.


"Gue cuma berharap lo gak nyesel di kemudian hari Han," ucap Okha.


"Makasih Kha, gue usahain gue gak bakal nyesel," ucap Zehan.


Zehan pun menuju ke atas kapal pesiar untuk menenangkan dirinya, "Han, daripada lo galau kayak gini gimana kalau gue panggilin tuh cewek-cewek sekalian buat balas dendam ke Arin," ucap Abrar sambil menunjuk beberapa perempuan yang ada disana dengan dagunya.


"Terserah lo," ucap Zehan lalu Abrar pun memanggil perempuan-perempuan tersebut.


"Gue pergi bentar ya," ucap Andis.


"Mau kemana Ndis?" tanya Abrar.


"Gue mau ke Kinan bentar," ucap Andis.


"Gue rasa bakal ada perang ketiga nih," ucap Abrar.


Beberapa saat kemudian, Andis pun datang, "Kenapa lo Ndis?" tanya Okha.


"Lo baik-baik aja kan sama Kinan?" tanya Abrar.


"Gue udah putus sama Kinan," ucap Andis.

__ADS_1


"Kok bisa?" tanya Abrar.


"Ya mungkin emang dia bukan jodoh gue aja soalnya Kinan tuh sayang banget sama Arin daripada sama gue," ucap Andis.


"Jadi maksud lo, Kinan mutusin lo gara-gara masalah gue sama Arin?" tanya Zehan.


"Ya bisa dibilang kayak gitu sih," ucap Andis.


"Arin semakin keterlaluan bisa-bisa nya dia bikin lo sama Kinan putus," ucap Zehan yang mulai emosi.


.


"Kenapa Nan?" tanya Arin yang pura-pura tidak tau mengenai hubungan Kinan dan Andis.


"Gue gapapa kok mending kita istirahat aja yuk," ajak Kinan.


"Tapi ini masih pagi loh Nan, sekitar jam 10 an masa udah istirahat aja," ucap Adel.


"Yaudah kalau gitu gue balik dulu ya," ucap Kinan.


"Aku ikut Nan, Del kalau kamu mau disini gapapa kamu disini aja masih ada Vira sama Gabby kan," ucap Arin dan diangguki Adel.


"Kamu gapapa Nan?" tanya Arin.


"Gue gapapa kok Rin," ucap Kinan.


Sesampainya di dalam kamar, Kinan segera membaringkan tubuhnya, "Rin, gue kok ngerasa panas gini ya," ucap Kinan.


Arin pun memegang kening Kinan dan benar saja badan Kinan panas, "Nan, aku ambilin obat dulu ya kamu tetep disini aja aku gak bakal lama kok," ucap Arin lalu pergi mengambil obat.


Saat Arin berjalan untuk mengambil obat tiba-tiba tangannya ditarik sampai ke lorong VIP.


"Awsh, sakit jangan kenceng-kenceng," ucap Arin.


"Aku harap kamu gak ngerusak hubungan Kinan sama Andis, cukup hubungan kita yang kamu ngerusak Rin," ucap Zehan.


"Maksud kamu apa? ngerusak? siapa yang ngerusak?" tanya Arin.


"Jangan sok polos Rin, aku tau semua akal bulus kamu dan aku ingatkan lagi supaya kamu jangan bilang masalah ini ke Mama ataupun keluargaku karena kalau sampai mereka tau kamu akan tau akibatnya," ucap Zehan lalu menghempaskan tangan Arin dengan kasar.


Arin merasakan sakit di tangannya akibat cengkraman Zehan yang sangat kuat bahkan sampai menimbulkan bekas merah.


"Kamu kenapa Han? apa kamu masih marah karena kemarin, oke aku minta maaf masalah kemarin, aku akui aku salah tapi kamu gak bisa ngehindar terus dari aku kayak gini Han," ucap Arin.


"Kamu tau Rin, apa yang aku sesali sekarang yaitu karena aku berfikir bahwa kamu masih seperti yang dulu padahal itu beberapa tahun yang lalu dan sifat orang bisa berubah-ubah bukan yang awalnya baik bisa jadi busuk kan," ucap Zehan lalu pergi meninggalkan Arin.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2