
Hari ini adalah hari perayaan ulang tahun Hara grup yang ke 11 tahun, dimana waktu 11 tahun bukan waktu yang singkat. Apalagi saya ini Harga grup menjadi salah satu perusahaan terbesar dan berpengaruh di negara A.
"Selamat Pak Zehan atas kesuksesannya," ucap rekan kerja Zehan.
"Terima kasih," ucap Zehan.
"Wah Zehan bagus banget design-nya, Mama sampai terkagum-kagum loh," ucap Mama Naura.
"Iya Ma, bagus banget ya Chesa juga kagum lihatnya, tapi nih ya Ma, Chesa pastiin kalau ini pasti bukan design pilihannya Kak Zehan karena kalau design pilihannya Kak Zehan pasti warnanya hitam putih semua atau gak abu-abu," ucap Chesa.
"Terus aja ngeledek nya," ucap Zehan.
"Udah, ini kan lagi acara penting banyak kolega yang datang, tapi yang dibilang Chesa gak salah juga sih," ucap Mama Naura.
Akhirnya mereka pun memulai acara tersebut dan meminta Zehan untuk maju ke depan sebagai penyambutan.
Skip!
Selesai penyambutan, Zehan pun turun dari panggung lalu mulai menyapa para kolega-koleganya dan Mama Naura pun menemani Papa Rendra bertemu dengan teman-teman kerjanya, sedangkan Chesa mengobrol dengan Bella sekretaris Zehan.
Saya Zehan tengah mengobrol dengan salah satu koleganya tiba-tiba Olla datang dengan merangkul lengan Zehan, Zehan sendiri berusaha melepaskannya, namun Olla terus saja merangkulnya, "Wah Pak Zehan sayang banget ya sama pacarnya," ucap salah satu kolega Zehan.
"Oh, dia bukan pacar saya, dia hanya rekan kerja dan dia memang suka saya, tapi saya tidak pernah suka sama dia. Ini saya sedang melepaskan tangan dia, tapi dia terus saja merangkul saya," ucap Zehan yang membuat para kolega menatap tidak percaya Zehan.
"Han, kok kamu ngomong kayak gitu ke pacar kamu sih kamu masih marah ya," ucap Olla dengan nada menggoda.
"Saya gak peduli, saya harap anda melepaskan tangan anda karena itu sangat mengganggu, saya masih bersikap baik pada anda. Jadi, saya harap anda dapat bekerjasama," ucap Zehan dingin dan membuat Olla sedikit takut lalu ia pun melepaskan rangkulannya.
"Satu lagi, saya bukan pacar anda dan saya tidak akan pernah menjadi pacar anda," ucap Zehan lalu meninggalkan Olla yang saat ini sangat malu lantaran Zehan mengatakannya di depan para koleganya.
Disisi lain, saat sedang menemani Papa Rendra bertemu teman-teman kerjanya Mama Naura melihat ke sekeliling ruangan dan matanya tidak sengaja menatap seorang perempuan dengan baju berwarna cokelat sederhana, namun terlihat anggun saat ia memakainya dan ternyata perempuan tersebut juga melihat ke arah Mama Naura.
"Arin," gumam Mama Naura.
"Kenapa Ma?" tanya Papa Rendra.
"Ah gapapa kok Pa, oh iya Mama ke toilet dulu ya Pa," ucap Mama Naura berbohong dan menuju ke arah Arin, namun Arin malah menghindari Mama Naura.
.
"Rin, lo udah siap belum itu ada Friska yang jemput lo," ucap Adel.
__ADS_1
"Iya, ini udah siap. Tapi, Del kok aku takut nanti aku malah ketemu sama Zehan kan ini acaranya di perusahaannya Zehan," ucap Arin.
"Gini ya Arin, sekalipun lo ketemu sama Zehan gak akan ada bedanya, kenapa? karena Zehan itu udah ngelupain lo dan gak kenal sama lo, jadi apa yang lo takutin coba, udah sana pergi biar Zay, gue yang jaga iya kan ganteng," ucap Adel.
"Iya aunty, Mama udah cantik kok gapapa pergi aja Mama gak usah takut kalau ada yang bilang Mama jelek mereka bohong kok," ucap Zayden.
"Huh anak Mama yang satu ini pinter banget sih gombalnya Mama jadi suka deh sama Zay," ucap Arin.
"Gak bisa Ma, Zay pusing kalau Mama juga suka sama Zay, aunty Del sama aunty Nan juga suka sama Zay terus Icha sama Natalie juga katanya suka sama Zay," ucap Zayden.
"Kamu nih ya masih kecil banyak banget yang suka," ucap Adel.
"Iya dong aunty kan Zay anaknya Mama Arin yang cantik," ucap Zayden.
"Hehehe yaudah Del, aku pergi dulu ya sama tolong jaga Zay, aku usahain pulang cepet kok," ucap Arin lalu berdiri dan keluar rumah karena Friska sedang menunggunya.
"Maaf ya Ka aku lama," ucap Arin.
"Gapapa kok yuk," ucap Friska lalu mereka pun mengendarai mobilnya menuju tempat acara.
Sesampainya disana mereka pun berbaur dengan karyawan lainnya, namun Arin tidak sengaja melihat seorang wanita yang merangkul lengan Zehan, 'Oh jadi itu pasangan baru Zehan, selamat ya, Han. Aku ikut bahagia lihatnya,' ucap Arin dalam hati.
Selama acara, Arin terus menutup mukanya dengan tangan agar keluarga Gulzar tidak ada yang melihatnya hingga saat pertengahan acara Arin merasa hari sudah malam jadi Arin harus cepat pulang lalu ia meminta Kinan untuk menjemputnya karena Kinan juga akan ke rumah Arin.
Disisi lain, Mama Naura terus mengejar Arin hingga menuju ke taman belakang perusahaan, "Arin, ini Mama sayang, kenapa kamu ngehindar dari Mama," ucap Mama Naura saat Mama Naura berhasil menghentikan langkah Arin.
"Hem maaf Tante saya harus pergi," ucap Arin.
"Arin, kenapa panggil Tante, Mama ini juga Mama kamu sayang Mama kangen banget loh sama kamu kamu kemana aja hiks hiks," ucap Mama Naura dan mulai meneteskan air mata.
"Ma-mama jangan nangis," ucap Arin.
"Akhirnya kamu panggil Mama Rin," ucap Mama Naura lalu memeluk Arin.
"Maaf Ma. Arin, harus pergi," ucap Arin.
"Kamu mau pergi kemana sayang? ini acara keluarga Gulzar dan kamu harus ada kamu itu istri sahnya Zehan," ucap Mama Naura.
"Ma, Arin minta maaf, tapi Arin gak bisa. Zehan sudah bahagia dengan orang lain jadi Arin bukan lagi bagian dari keluarga Gulzar bahkan semenjak Arin memutuskan untuk pergi meninggalkan Zehan, sekali lagi maafin Arin, Ma," ucap Arin.
"Arin," panggil Kinan lalu menghampiri Arin dan Mama Naura.
__ADS_1
"Kinan, kamu kok disini," ucap Mama Naura.
"Halo Tante senang bisa bertemu kembali," ucap Kinan.
"Tapi, gimana kamu bisa disini?" tanya Mama Naura.
"Oh saya disini mau jemput Arin, ayo Rin kita pergi," ucap Kinan lalu mereka pun beranjak meninggalkan Mama Naura.
"Tunggu apa Mama bisa ikut kalian?" tanya Mama Naura.
Arin dan Kinan pun menghentikan langkahnya dan saling melihat, "Kalau Kinan sih gak masalah Tante, tapi kembali lagi semua itu terserah Arin kalau Arin gak izinin Kinan juga gak bakal izinin," ucap Kinan.
"Kok kamu ngomong kayak gitu kan aku juga bingung Nan," bisik Arin.
"Ya kan gue nyampein pendapat gue Rin," bisik Kinan.
"Tapi, kalau Mama ikut nanti Mama lihat Zay terus tau kalau aku punya anak," bisik Arin.
"Emang udah saatnya Mama Naura tahu soal Zay, Rin. Setidaknya Mama Naura yang tahu Rin," bisik Kinan.
"Huh! yaudah Mama boleh ikut, tapi Arin mohon ke Mama jangan bawa siapa-siapa, Arin mau cuma Mama yang ikut Arin," ucap Arin.
"Iya Mama sendirian gak bakal bawa siapa-siapa kok," ucap Mama Naura lalu mereka pun masuk mobil Kinan dan mengendarainya menuju rumah kontrakan Arin yang sederhana.
Sesampainya di rumah kontrakan tersebut mereka pun turun dari mobil, "Arin, ini rumah kamu kenapa kamu gak bilang Mama kalau kamu tinggal ditempat seperti ini Mama bisa beliin kamu apartemen yang lebih bagus atau gak rumah yang kamu suka," ucap Mama Naura dengan melihat sekeliling rumah kontrakan Arin.
"Ma, Arin gak peduli mau rumah yang Arin tempati itu jelek atau gak yang penting Arin masih bisa bertahan hidup dan bahagia," ucap Arin.
"Maafin Mama ya Rin udah buat kamu menderita," ucap Mama Naura.
"Ma, Arin gak ngerasa menderita sama sekali kok malahan Mama yang selalu buat Arin berharga," ucap Arin.
"Udah yuk masuk disini dingin," ucap Kinan lalu mereka pun masuk.
"Mama!" panggil Zayden lalu memeluk kaki Arin dan tentunya membuat Mama Naura terkejut.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.