
Kinan saat ini tengah berada di ruang rapat karena memang hari ini ia rapat dengan timnya dan Zehan juga hari ini hadir.
Kinan sangat kesal lantaran Arin sejak tadi menelponnya, ia masih marah dengan Arin, bagaimana bisa hal yang begitu besar tidak Arin ceritakan padanya.
Arin menelponnya terus menerus, namun tidak pernah Kinan angkat karena ia ingin memberi pelajaran pada Arin jika Kinan saat ini benar-benar marah pada Arin.
Setelah rapat, Kinan pun membersihkan meja tersebut yang ia gunakan untuk rapat dengan timnya dan tiba-tiba saja ponselnya berdering kembali dan saat Kinan melihat siapa yang menelponnya lagi-lagi Kinan tidak mengangkatnya.
"Siapa sih Nan? kok gak lo jawab coba angkat siapa tau penting?" tanya Yuda, rekan Kinan.
"Nanti aja Da," ucap Kinan.
Di dalam ruang rapat saat ini masih ada Zehan, Yuda, Alika dan juga Pak Aldo. Kinan tidak enak untuk mengangkat telepon dari Arin, jadi Kinan lebih memilih untuk tidak menjawab lagi panggilan dari Arin.
Lagi-lagi telepon Kinan berdering, "Udah deh angkat aja Nan, gapapa kok lagian udah selesai juga rapatnya," ucap Alika.
Lalu Kinan pun mengangkat sambungan telepon dari Arin, setelah menerima kabar dari Bibi Ika jika Arin berada di rumah sakit, Kinan pun langsung berdiri dan tentunya membuat semua orang yang ada di sana menatap Kinan dengan tatapan bingung dan bertanya-tanya.
"Kenapa Nan?" tanya Yuda.
"Gapapa kok, maaf Pak ini rapatnya sudah selesai kan, kalau sudah saya izin terlebih dahulu karena saya ada urusan mendadak, kalau begitu saya permisi," pamit Kinan.
Namun, sebelum pergi Kinan menghampiri Alika. "Ka, gue mau ke rumah sakit ya soalnya Arin lagi di rumah sakit," ucap Kinan pelan.
"Yaudah, hati-hati ya. Salam buat Arin," ucap Alika dan diangguki Kinan.
Meskipun, Kinan berbicara dengan pelan pada Alika, tapi Zehan masih dapat mendengarnya.
'Kenapa dia di rumah sakit? apa dia sakit? atau ada keluarganya yang sakit?' tanya Zehan dalam hati.
Kinan sendiri saat ini sudah berada di rumah sakit dan menuju ke kamar inap Arin, Kinan berlari dan saat sampai di depan kamar inap Arin, ia langsung masuk dan Kinan dapat melihat Arin yang sedang terbaring lemah di ranjang rumah sakit lalu Kinan melihat ke samping ternyata ada Bibi Ika.
"Bi, gimana bisa Arin seperti ini?" tanya Kinan yang sudah tidak dapat menahan tangisnya.
"Bibi juga gatau Nan, tapi kata Dokter Finda, Arin stress berat Nan. Bibi selama ini gak tau kalau Arin ada masalah karena selama ini Arin juga gak pernah menceritakan semua permasalahannya ke Bibi, nanti," ucap Bibi Ika.
__ADS_1
"Sabar Bi, pasti sebentar lagi Arin sembuh," ucap Kinan.
"Tapi Nan, kata Dokter Finda. Arin juga mengalami patah tulang ringan," ucap Bibi Ika.
"Maksud Bibi apa? Arin mengalami patah tulang, bagaimana bisa Arin mengalami patah tulang? apa Arin habis jatuh?" tanya Kinan.
"Bibi juga gak tau, tapi kata Dokter Finda kemungkinan Arin jatuh baru-baru ini dan Bibi juga gak tau itu kapan, tapi memang kemarin malam Bibi lihat cara jalan Arin aneh dan Arin bilang gapapa jadinya Bibi gak cek keadaan Arin," ucap Bibi Ika.
Kinan yang mendengar itu pun semakin merasa bersalah karena sudah meninggalkan Arin di masa beratnya, seharusnya Kinan selalu ada di setiap suka maupun duka yang Arin alami.
Arin pasti memiliki alasan tersendiri kenapa ia tidak memberitahukannya kepada Kinan, itulah ia pikirkan saat ini.
Kinan setia menunggu agar Arin bangun, namun sudah jam 10 malam dan Arin masih belum juga bangun saat Kinan sedang menatap Arin tiba-tiba Dokter Finda datang.
"Dok, kenapa Arin sampai sekarang belum sadar juga? ini udah lama banget loh Dok," tanya Kinan.
"Tunggu saja ya, Arin pasti segera sadar, mungkin besok pagi dia sudah sadar kok," ucap Dokter Finda dengan mengecek keadaan Arin dan setelah itu Dokter Finda pun keluar dari kamar inap Arin.
"Rin, lo bangun dong, lo mau gue maafin apa gak. Kalau mau ya lo cepetan bangun," ucap Kinan.
Saat ini memang hanya ada Kinan yang menjaga Arin dan Bibi Ika pulang terlebih dahulu untuk mengambil beberapa perlengkapan yang dibutuhkan Arin selama di rumah sakit lalu Bibi Ika akan kembali.
"Gapapa kok Bi, biar Kinan aja. Bibi istirahat aja kasihan pasti Bibi capek banget," ucap Kinan.
"Kamu kan besok harus kerja Nan, udah mending kamu pulang aja kan besok kamu bisa ke sini lagi setelah kerja siapa tau waktu kamu ke sini Arin udah sadar," ucap Bibi Ika dan diangguki Kinan.
"Yaudah Bi, kalau gitu Kinan pulang dulu ya besok Kinan ke sini lagi kalau gitu," pamit Kinan.
"Iya, hati-hati ya pulangnya," ucap Bibi Ika.
.
Zehan sedari tadi hanya mondar mandir di dalam kamarnya, ia sangat khawatir dengan keadaan Arin.
"Arin kenapa ya? kenapa tadi Kinan bilang kalau Arin ada di rumah sakit? apa Arin sakit ya?" tanya Zehan pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Saat Zehan tengah bergelut dengan pikirannya tiba-tiba Mama Kiki Naura dan menepuk bahunya yang tentu saja membuat Zehan terkejut.
"Mama bikin Zehan kaget aja," ucap Zehan.
"Ya kamu sih ngelamun terus kenapa emang lagi mikirin cewek ya?" tanya Mama Naura.
"Apa sih Ma, ya gak lah Zehan gak mikirin apa-apa tuh Mama aja kali yang salah lihat ngapain juga Zehan mikirin cewek yang ada tuh cewek yang mikirin Zehan," ucap Zehan.
"Idih pede banget anak Mama Naura ini," ucap Mama Naura dengan mencubit pipi Zehan.
"Ihh Mama sakit tau pipi Zehan, Mama cubit-cubit gitu," ucap Zehan.
"Hehehe katanya cewek-cewek pada mikirin kamu kok kamu belum ada calon buat Mama," ucap Mama Naura.
"Ya emang Zehan nya aja yang belum pengen, ribet Ma kalau urusan sama cewek tuh," ucap Zehan lalu mendapat pukulan dari Mama Naura.
"Kamu emang masih belum tau aja gimana enaknya punya istri Kak, baju disiapin, makanan disiapin, pulang kerja disambut pokoknya kamu tuh dilayani banget Kak," ucap Mama Naura.
"Hem ya emang sih Ma, tapi Zehan aja yang belum siap, nanti deh pasti bakal Zehan kenalin calon Zehan ke Mama itupun kalau Zehan udah ada," ucap Zehan.
"Awas aja loh ya kalau kamu gak ngenalin calon istri kamu ke Mama, tapi jangan lama-lama Kak, keburu Mama gak bisa gendong Zehan junior tau gak," ucap Mama Naura.
"Apaan sih Ma, Mama tuh bisa kok gendong Zehan junior nanti santai oke," ucap Zehan.
"Hahaha kamu nih, yaudah deh kamu tidur aja kalau gitu Mama ke kamar dulu ya dadah anak Mama yang ganteng," ucap Mama Naura dan setelah itu keluar dari kamar Zehan.
"Dasar Mama," gumam Zehan setelah Mama Naura keluar dari kamarnya.
Setelah Mama Naura keluar dari kamar Zehan, Zehan kembali teringat akan keadaan Arin, "Besok gue harus tanya ke Kinan, ada apa dengan Arin? apa dia sakit atau gimana?" tanya Zehan pada dirinya sendiri.
zehan pun membaringkan tubuhnya ke ranjang king size nya dan mulai menutup matanya dan terlelap.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.