Married With Mantan

Married With Mantan
Zayden, Hilang.


__ADS_3

Pagi harinya Zehan sudah bersiap untuk berangkat ke kantor, namun sebelum itu ia akan sarapan terlebih dahulu dengan keluarga Gulzar, "Han, ini kamu makan yang banyak ya," ucap Mama Naura dengan mengambilkan makanan untuk Zehan.


"Oh i-iya makasih Ma," ucap Zehan yang bingung dengan tingkah Mama Naura.


"Mama kenapa Kak?" tanya Papa Rendra dengan berbisik.


"Zehan gak tau Pa," bisik Zehan.


"Mama gapapa kok kalian gak usah khawatir, oh iya Chesa kalau kamu mau nikah pas kamu udah siap nanti, gapapa kok Mama rela nunggu butuh waktu berapa tahun pun Mama mau nunggu," ucap Mama Naura lalu menuju dapur.


"Mama kenapa kok jadi aneh gini? dulu aja Chesa disuruh cepet nikah biar Mama punya cucu, tapi sekarang malah terserah Chesa nikahnya kapan kan aneh?" tanya Chesa.


"Sama, Papa juga bingung dari semalam Mama kamu senyum-senyum sendiri di kamar," ucap Papa Rendra.


"Kayaknya ada yang gak beres deh sama Mama," ucap Zehan.


"Pasti itu, soalnya Mama dari tadi aneh ga kayak biasanya," ucap Chesa.


"Udah kalian gak usah ngomongin Mama, Mama gapapa kok emang kalau Mama jadi baik terus suka senyum kayak gini gak boleh, kalian ini ya keterlaluan," ucap Mama Naura.


"Bukannya gitu Ma, tapi sikap Mama gak kayak biasanya aja kan Papa sama anak-anak jadi takut terjadi apa-apa sama Mama, mungkin," ucap Papa Rendra.


"Mama sehat Pa, gak ada apa-apa yang terjadi sama Mama oke, jadi kurangin pikiran buruk kalian, Zehan udah selesai makannya sini biar Mama cuciin piringnya," ucap Mama Naura lalu mencuci piring tersebut.


"Oke fix ini mah emang ada yang aneh sama Mama," ucap Chesa.


"Udah gak usah mulai deh, oh iya Han, kapan kamu mau ke sekolahan itu lagi?" tanya Mama Naura.


"Kenapa emangnya Ma?" tanya Zehan.


"Ya gapapa Mama kan cuma nanya nanti kalau kamu kesana lagi Mama rencananya mau ikut lagi," ucap Mama Naura.


"Oh yaudah nanti Zehan kasih tau ke Mama kapan kesana lagi, kalau gitu Zehan berangkat kantor dulu," pamit Zehan lalu beranjak dari tempat duduknya.


"Tunggu, Han," ucap Mama Naura dan menahan tangan Zehan lalu menarik Zehan hingga duduk kembali.


"Kenapa, Ma?" tanya Zehan.


"Han, ehm gimana ya Mama ngomongnya jadi gini Han, kamu gak ada niatan buat renovasi sekolahan itu. Kamu kan tau sendiri pas kita kesana bangunannya itu udah banyak yang rusak nanti kalau ngelukain murid disana gimana?" tanya Mama Naura.


"Itu urusan sekolahan Ma, Zehan udah bantu finansial mereka kalau mereka mau gunain buat renovasi ya gapapa," ucap Zehan.


"Bukan itu maksud Mama, Han," ucap Mama Naura.


"Terus maksud Mama apa?" tanya Zehan.


"Jadi gini loh kamu gak mau renovasi sekolahan itu pakai biaya dari kamu sendiri," ucap Mama Naura.


"Mama gak salah ngomong kan kok tumben, tapi kan Ma. Zehan udah bantu sekolah itu dengan biaya perawatannya juga, jadi semua keperluan sekolah itu udah Zehan tanggung termasuk perbaikan," ucap Zehan.


"Ya tapi kan kalau dari kamu sendiri beda Han," ucap Mama Naura.


"Ma, nanti Zehan bicarain ke pihak sekolah buat renovasi ya, sekarang Zehan harus pergi dah," ucap Zehan lalu pergi meninggalkan Mama Naura.


"Kenapa lihat-lihat ke Mama," ucap Mama Naura dengan nada kesal yang membuat Papa Rendra dan Chesa mengalihkan pandangan mereka lalu menuju ke kamar masing-masing.


'Andai kamu tau Han, kalau disana ada anak kamu, tapi Mama udah janji ke Arin buat merahasiakannya biarlah Arin yang memberitahukan semuanya,' ucap Mama Naura dalam hati.

__ADS_1


.


Arin pun bersiap-siap untuk bekerja, namun sebelum itu ia harus menyiapkan semua perlengkapan Zayden untuk sekolah, "Sayang ayo bangun dong nanti kamu telat loh," ucap Arin.


"Iya Ma, ini Zay udah bangun kok," ucap Zayden.


Setelah selesai bersiap-siap Arin pun mengantarkan Zayden menuju sekolahnya, "Zay, inget ya jangan nakal nanti aunty Nan bakal jemput Zay," ucap Arin.


"Iya Mama," ucap Zayden dan setelah itu masuk ke dalam sekolahnya.


Arin pun berjalan menuju kantornya dan sesampainya disana Arin langsung mendapat omelan dari Friska, "Lo ya Rin bener-bener keterlaluan sama gue masa lo pulang duluan, tapi lo gak ngabarin gue sampai gue nungguin lo disana untung gue telepon Adel dan dia bilang kalau lo udah pulang dijemput Kinan," omel Friska.


"Maaf ya Mbak, Arin lupa gak ngabarin Mbak kemarin, Arin mau bilang, tapi Arin gak tau dimana Mbak Friska maaf ya, Arin emang salah Mbak," ucap Arin.


"Huh, oke untuk kali ini loh Rin, tapi kenapa lo kok kemarin pulang duluan?" tanya Friska.


"Oh itu, Arin gak tega Mbak ninggalin Zay, ya walaupun dia sama Adel, Arin kayak gimana gitu ninggalin Zay buat acara kayak gitu," ucap Arin.


"Astaga Rin, gue kirain apa. Gini ya Rin lo itu khawatir karena lo udah jadi seorang Ibu ya wajar kalau lo khawatir ke Zay, tapi khawatir lo itu berlebihan Rin emangnya lo gak percaya sama Adel yang jagain Zay," ucap Friska.


"Ya, Arin sih percaya banget sama Adel dia yang selama ini udah mau ngejagain Zay kalau Arin ada urusan," ucap Arin.


"Nah itu maksud gue Rin, lo harus kontrol kekhawatiran lo sama Zay paham," ucap Friska.


"Iya, Mbak. Arin harus mulai bisa ninggalin Zay kalau ada acara kayak gitu lagi," ucap Arin.


"Good Rin, lo balik kerja gih gue masih ada urusan," ucap Friska.


"Iya Mbak sekali maaf ya," ucap Arin.


"Santai Rin, gue gak marah kok sama lo tadi gue cuma bercanda," ucap Friska lalu pergi meninggalkan Arin.


"Kinan? tumben dia nelpon aku," gumam Arin lalu ia pun segera mengangkat sambungan telepon tersebut.


^^^Iya, halo Nan, kenapa?^^^


Rin, hiks hiks.


^^^Nan, kamu tenang dulu ya, kamu kenapa kok nangis gitu apa terjadi sesuatu sama kamu?^^^


Rin, Zayden hiks hiks.


^^^Zayden, kenapa Nan?^^^


Zayden, hilang.


^^^Maksud kamu apa Nan? Zayden hilang? kok bisa Zayden hilang?^^^


Iya Rin, Zayden hilang, aku tadi jemput Zayden di sekolah, tapi kata gurunya, Zayden tadi udah pulang dari tadi hiks hiks, Rin.


Perkataan Kinan tentunya membuat membuat Arin lemas hingga kakinya tidak dapat menopang tubuhnya dan terjatuh, Arin pun langsung memutuskan sambungan telepon tersebut.


"Rin, kamu kenapa?" tanya Wina yang melihat Arin terjatuh.


"Aku gapapa kok Na,ol oh iya Na aku minta tolong ya," ucap Arin.


"Apa, Rin?" tanya Wina yang membantu Arin berdiri.

__ADS_1


"Aku izin keluar sebentar ya aku bakal izin Mbak Friska, tapi kamu bisa gantiin aku dulu gak aku ada urusan yang sangat penting," ucap Arin.


"Tapi kan shift ku udah selesai Rin," ucap Wina.


"Iya aku tau, tapi hari ini kamu gantiin aku ya terus lain kali kamu bisa minta gantiin aku, aku mohon ya Na, aku ada urusan mendadak hiks hiks," ucap Arin yang tidak dapat menahan tangisnya.


"Rin, kok kamu nangis sih yaudah aku mau gantiin kamu, mending kamu pergi katanya kamu ada urusan penting," ucap Wina.


"Iya Na, sekali lagi maaf dan terima kasih ya karena kamu udah mau bantuin aku. Nanti kalau yang shift ku udah datang kamu boleh pulang kok, nanti biar aku izin hari ini," ucap Arin dan diangguki Wina.


Setelah itu, Arin pun menuju ke sekolah Zayden, "Nan, gimana kok Zay bisa gak ada sih hiks hiks?" tanya Arin.


"Gue gak tau juga Rin, biasanya Zay nungguin gue di depan kelasnya, tapi tadi pas gue samperin di ke depan kelasnya dia gak ada terus gue tanya sama gurunya katanya Zay udah pulang dari tadi," ucap Kinan.


"Zay, hiks hiks," tangis Arin pun pecah mengingat sang buah hati.


Setelah mencari, Zayden di daerah dekat sekolah mereka pun memutuskan untuk istirahat, "Rin, kita pulang dulu aja ini udah malem loh," ajak Kinan.


"Kamu pulang duluan aja Nan, aku mau nyari Zay," ucap Arin.


"Rin, lo harus sadar ini udah malem loh mau bahayain diri lo sendiri," ucap Kinan.


"Tapi ini anak aku Nan yang hilang, anak yang aku perjuangin supaya dia bisa lihat dunia, anak yang aku kandung selama 9 bulan," ucap Arin.


"Iya gue tau, tapi kalau lo kayak gini juga gak baik buat diri lo, lo gak boleh egois sama diri lo sendiri Rin," ucap Kinan.


Setelah diam beberapa saat handphone Arin pun berdering, "Siapa? Adel?" tanya Kinan.


"Iya Adel, aku belum kasih tau dia kalau Zay hilang," ucap Arin.


"Yaudah kalai gitu angkat aja dan kasih tau ke Adel kalau Zay hilang biar dia gak nungguin Zay sama lo," ucap Kinan dan diangguki Arin lalu ia pun menjawab panggilan tersebut.


^^^Halo Del, kenapa? hiks hiks.^^^


Lo kemana aja sih ini udah malem tau gak? sama satu lagi kenapa lo nangis ada yang buat macem-macem sama lo? bilang ke gue biar gue patahin kaki sama lehernya?


^^^Aku gapapa kok Del, oh iya Del aku cuma mau beritahu ke kamu kalau hiks hiks...^^^


Rin, lo kenapa sih kok gue jadi bingung gini?


^^^Del, jadi Zay hilang dari tadi dan sampai sekarang aku sama Kinan nyari Zay, tapi gak ketemu hiks hiks.^^^


Apa! Zay hilang kok bisa sih Rin?


^^^Aku gak tau Del...^^^


Hahahaha!


^^^Kok kamu ketawa sih Del?^^^


Gapapa kok, gue cuma pengen ketawa aja lo lucu Rin, hahahaha ada-ada aja kok bisa Zay hilang sih.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2