
"Udah Zehan bosen, semuanya selalu aja bilang Arin terus," ucap Zehan lalu masuk kedalam rumah.
Zehan pun menuju kamarnya, "Siapa Arin? kenapa gue gak inget apa-apa tentang dia? kalau seandainya gue bener sayang sama dia bukannya gue seharusnya malah inget sama dia, tapi ini kok gue malah gak inget apa-apa soal dia, tapi kenapa gue jadi kepikiran soal mimpi gue ya? apa dia emang Arin, eh tunggu kok gue lupa wajahnya sih aduh Han, lo jangan mikirin yang aneh-aneh deh kan kepala lo sekarang jadi sakit," ucap Zehan dan memegang kepalanya yang mulai pusing.
.
Disisi lain, Arin yang sedang bersiap untuk kerja pun di buat kewalahan karena Kinan dan Adel saat ini sakit sehingga Arin yang menyiapkan semuanya.
"Maaf ya Rin, seharusnya lo siap-siap buat kerja, tapi malah sekarang lo siapin semuanya sendirian," ucap Kinan yang merasa bersalah.
"Gapapa kok Nan, lagian aku gak telat kok kalau masuk kerja, ini kamu makan dulu makanannya teru jangan lupa minum obatnya ya aku mau ke Adel dulu," ucap Arin lalu masuk ke kamar Adel.
"Del, kamu gapapa? kok kamu rapi gini kamu kan lagi sakit," ucap Arin.
"Gue gapapa kok Rin, gue mau kerja sayang banget kan kalau gue libur soalnya baru aja kemarin gue kerja masa iya sekarang gue udah minta libur aja," ucap Adel.
"Tapi kan kamu masih sakit Del, masa libur dulu gak boleh, Kinan boleh kok libur lagian nih ya badan kamu itu masih panas kayak gini nanti kalau terjadi apa-apa sama kamu gimana," ucap Arin dan meletakkan tangannya di kening Adel.
"Gapapa Arin, gue kerja aja nanti kalau gue udah gak kuat gue bakal izin kok setidaknya tuh gue masuk kerja aja gitu Rin," ucap Adel.
"Yaudah kalau gitu, tapi kamu langsung kabari aku ya kalau kamu mau pulang biar sekalian kita pulangnya bareng," ucap Arin.
"Iya Arin, udah aja gue mau siap-siap dulu," ucap Adler.
"Yaudah nih kamu makan dulu sama minum obatnya aku berangkat dulu ya," ucap Arin dan diangguki Adel lalu Arin pun keluar.
Arin berjalan kaki menuju cafe tempat ia bekerja dan setelah itu Arin segera mengganti bajunya dengan seragam cafe dan menyiapkan barang-barang lainnya sebelum cafe buka.
"Selesai," gumam Arin lalu cafe pun dibuka dna pembeli mulai berdatangan.
"Arin kan," ucap seorang perempuan.
Arin pun membalikkan tubuhnya ke arah perempuan tersebut, "Oh iya, saya Arin, pegawai baru disini nama kamu siapa?" tanya Arin.
"Hai Arin, kenalin nama aku Deandra atau gak kamu boleh panggil aku Dea aja. Aku udah lama sih kerja di sini udah hampir satu tahunan," ucap Dea.
"Hai Dea, salam kenal ya. Lama banget kamu kerja di sini," ucap Arin.
"Ya gitu deh, eh btw kamu tau gak kamu itu cantik banget loh banyak yang nanyain kamu dari tadi," ucap Dea.
"Huh kamu nih ada aja, aku biasa aja padahal kamu nya aja yang salah," ucap Arin.
"Gak Rin, aku itu liat orang-orang dari tadi ngelihat kamu dengan tatapan yang berbeda dan karena kamu cafe kita jadi cukup rame hari ini gak kayak biasanya," ucap Dea.
"Kamu itu De, aku kan jadi malu kayak gini hehehe," ucap Arin.
"Hai boleh aku tau namamu?" tanya seorang pria.
"Hem siapa ya?" tanya Arin.
"Oh kenalin aku Firly," ucap Firly dengan mengulurkan tangannya.
"Oh hai aku Arin, hem maaf ya aku pergi ulu masih ada beberapa pekerjaan yang belum aku selesaikan," ucap Arin lalu pergi menuju pelanggan yang baru saja masuk.
"Sepertinya dia menghindarimu hehehe," ejek Dea.
__ADS_1
"Lo tau dengan sikapnya yang seperti ini buat gue main tertarik," ucap Firly.
"Terserah lo, tapi kayaknya dia punya pacar deh," ucap Dea.
"Gue gak peduli," ucap Firly lalu pergi dari tempat kasir tersebut.
Saat jam istirahat, Arin pun berada di dapur dan berbaur dengan pegawai lainnya, "Rin, kayaknya Firly suka deh sama kamu," ucap Dea.
"Hah Firly suka sama aku," ucap Arin yang terkejut.
"Kak Firly suka sama Arin, kok bisa bukannya Kak Firly itu cowok yang paling terkenal di kota ini karena ketampanannya," ucap Yeslin pegawai di cafe tersebut.
"Iya tadi aku liat Firly ngobrol sama kamu," ucap Mina pegawai disana juga.
"Tunggu, tapi Firly siapa? dan aku ngobrol sama dia, tapi dia yang mana kok aku lupa?" tanya Arin.
"Kamu lupa Rin sama Firly," ucap Dea.
"Iya, aku lupa yang mana orangnya soalnya tadi aku ngobrol sama banyak orang," ucap Arin.
"Dia itu yang tadi nanyain nama kamu pas masih ada aku tadi loh," ucap Dea.
"Oh orang itu, tadi aku gak ngobrol sama dia kok, dia cuma nanya nama aku dan aku jawab udah itu aja terus aku langsung pergi," ucap Arin.
"Ya sama aja Rin, Firly itu tipe cowok yang gak mungkin ngajak kenalan ke ceweknya secara langsung biasanya itu ceweknya yang ngajak dia kenalan," ucap Dea.
"Iya Rin, bener kata Dea, Firly itu biasanya anti deketin cewek, dia itu playboy terhormat yang terkenal banget di kota ini bahkan nih ya pas dia punya pacar aja banyak banget yang iri," ucap Yeslin.
"Kalian nih ya kenapa harus bahas Firly sih, kayak gak ada bahasan lain aja aku juga gak kenal dan gak pengen kenal sama dia jadi kita bahas yang lain aja deh," ucap Arin.
Arin seolah tida mendengarkan apa yang di katakan oleh rekan kerjanya itu dan ia kembali bekerja saat jam istirahat berakhir.
Sore harinya, Arin pun bersiap-siap untuk pulang, namun sebelum pulang ia harus ke tempat kerja Adel untuk pulang bersama, "De aku pergi dulu ya," pamit Arin.
"Iya Rin, hati-hati," ucap Dea dan diangguki Arin.
Arin berjalan menuju tempat kerja Adel dan kurang dari 15 menit Arin pun sampai di tempat kerja Adel, "Rin, lo udah nunggu lama disini?" tanya Adel yang baru saja keluar dari tempat kerjanya.
"Gak kok Del, aku harus aja sampai," ucap Arin.
"Oke bentar ya kalau gitu gue ambil tas gue," ucap Adel dan diangguki Arin.
"Yuk Rin," ajak Adel lalu mereka berdua pun pulang.
Saat sampai di apartemen Arin pun melihat kondisi Kinan, "Kamu gapapa Nan masih ada yang sakit gak?" tanya Arin.
"Gue gapapa kok Rin," ucap Kinan.
"Ini udah malem kamu udah makan sama minum yang aku siapin di dapur kan?" tanya Arin.
"Udah Arin, malah sekarang gue udah bisa berdiri dan gak pucat lagi kan muka gue," ucap Kinan.
"Yaudah kalau gitu aku ke kamar dulu terus siapin makanan buat kita bertiga," ucap Arin.
Selesai bersih-bersih Arin pun menuju ke dapur untuk menyiapkan makan malam, "Rin, mau gue bantuin?" tanya Kinan.
__ADS_1
"Gak usah Nan, kamu mending duduk aja lagian kan kamu lagi sakit nanti kalau udah selesai aku panggil kamu," ucap Arin.
"Tapi masa gue gak bantuin lo sama sekali sih Rin," ucap Kinan.
"Gapapa Kinan, aku loh juga belajar ini biar nanti pas aku punya anak, aku bisa nyiapin makanan buat dia," ucap Arin.
"Yaudah deh kalau gitu," ucap Kinan.
Mereka pun makan malam dengan tenang dan selesai makan mereka berkumpul di rumah tamu dan mengobrol. Namun, Adel sedari tadi melihat ke arah Arin dan ia teringat saat Arin menjemputnya tadi.
# Flashback On #
"Oke bentar kalau gitu gue ambil tas gue," ucap Adel dan diangguki Arin.
Adel pun mengambil tasnya yang berada di loker, "Mau pulang Del?" tanya Rafael.
"Oh iya aku mau pulang Rafael, kenapa emangnya?" tanya Adel.
"Gak sih, hem aku cuma mau nanya aja sama kamu. Siapa perempuan yang ada di depan itu, temen kamu ya Del?" tanya Rafael.
"Oh itu, iya dia temen aku lebih tepatnya sahabat sih kenapa emangnya?" tanya Adel.
"Hem, gimana ya aku boleh minta nomor teleponnya gak?" tanya Rafael.
"Maksudnya?" tanya Adel.
"Aku pengen kenal sama temen kamu Del, dia cantik banget kayaknya cocok deh sama aku btw namanya siapa? dia punya pacar gak kalau gak aku mau deketin dia?" tanya Rafael.
Ucapan Rafael tentunya membuat Adel merasa sakit hati karena Adel menyukai Rafa sejak pertama kali bertemu, tapi Rafael justru menaruh hati pada Arin.
'Jadi Rafael suka sama Arin bukan sama gue, kenapa gue sedih gini ya rasanya hati gue ditusuk seribu pisau eh salah pedang sampai sakit banget, tapi anehnya gak berdarah,' ucap Adel dalam hati.
"Del, kamu gapapa kan kok ngelamun gitu?" tanya Rafael sambil memegang tangan Adel dan dengan cepat Adel menghembuskan tangan tersebut.
"Aku gapapa kok, tapi sahabat aku ini dia udah punya suami," ucap Adel.
'Gue gak salah kan ya kalau bilang Arin udah punya suami, kan emang Arin istrinya Zehan mereka kan belum cerai,' ucap Adel dalam hati.
"Yah kok dia udah punya suami sih Del, tapi gapapa aku bakal setia menunggu dia," ucap Rafael.
"Hah Rafael! lo gak gila kan dia tuh punya suami," ucap Adel yang terkejut dengan perkataan Rafael.
"Gak kok Del gue waras malahan, ya namanya juga suka Del btw namanya siapa?" tanya Rafael.
"Hem gue bakal kasih tau lo kalau dia izinin gue ngasih tau namanya, soalnya kan dia udah punya suami takutnya nanti suaminya malah mikir yang gak-gak lagi, kalau gitu gue pergi dulu ya Rafael dah," ucap Adel lalu pergi dengan perasaan yang terluka.
# Flashback Off #
.
.
.
Tbc.
__ADS_1