
'Mampus, gimana aku bilang kalau aku gak mau balik sama Zehan, tapi aku sama Zehan udah berhubungan, nanti kalau aku hamil gimana?' tanya Arin pada dirinya sendiri.
Ya, jujur saja setelah ia dan Zehan berhubungan badan, Arin benar-benar bingung karena yang ia takutkan jika dirinya hamil.
"Hem, gak jadi Han, aku lupa. Tapi, tunggu, kenapa kamu tadi langsung ny*um aku kayak gitu bahkan kamu gak ngomong sama sekali ke aku?" tanya Arin.
"Oh aku itu udah nahan dari pertama kali aku inget kamu Yang, tapi aku tahan karena aku tau kamu pasti belum siap, tapi entah aku rasa aku rasa hari ini aku gak bisa nahan diri jadi kayak gini maaf ya aku lancang sama kamu," ucap Zehan, namun Arin hanya diam.
"Yang, kamu gapapa?" tanya Zehan.
"Aku gapapa kok Han, aku cuma syok aja sama sikap kamu tadi. Mau marah lun aku bingung karena udah terjadi," ucap Arin.
"Apa masih sakit?" tanya Zehan.
"Ya, sakit. Tapi, aku bisa nahannya kok gak sakit kayak waktu pertama kali," ucap Arin.
"Oh syukurlah, aku takut kalau kamu sakit karena aku mainnya kasar," ucap Zehan.
Arin pun melihat ke jam yang ada di dinding dan ternyata sudah jam 11 malam alhasil Arin pun terkejut lantaran ia sudah telat untuk pulang, "Han, aku pamit pulang dulu ya," ucap Arin lalu memunguti bajunya dan memakainya.
"Kamu bisa jalan? kalau masih sakit kamu disini aja atau mau aku antar aja?" tanya Zehan.
"Aku bisa jalan kok gak terlalu sakit juga dan aku bisa pulang sendiri aku udah pesen taksi," ucap Arin lalu berlari dari ruang kerja Zehan.
"Astaga Rin, kamu ini kenapa sih kok sampai kayak gini sekarang gimana aku bisa ngehindar dari Zehan coba," gumam Arin lalu ia pun masuk kedalam taksi yang sudah ia pesan.
Arin sampai di rumah dengan kondisi yang sedikit berantakan untung saja Adel sudah tidur sehingga Arin tidak perlu khawatir untuk menjawab segala pertanyaan dari Adel.
Setelah itu, Arin menuju kamarnya dan membersihkan tubuhnya, "Kamu bisa Rin hadapi semuanya, aku yakin dan percaya apa nanti kalau aku hamil aku gugurin aja anak ini, jadi aku bisa pergi dari Zehan atau gak aku minum obat aja biar aku gak hamil," gumam Arin saat ia tengah mengambil minum untuk di bawa ke kamarnya.
"Lo gila Rin," bisik Kinan yang membuat Arin terkejut.
"Kinan, kok kamu bisa ada disini?" tanya Arin.
"Ini gue mau ngembaliin bonekanya Zay tadi ketinggalan di kamar gue," ucap Kinan.
"Kamar?" tanya Arin.
"Iya maksud gue kamarnya Adel," ucap Kinan.
"Kamu bukannya udah pulang ke rumah kamu semalam?' tanya Arin.
"Rencananya gitu, tapi gak jadi nyokap gue masih aja ngomel eh lo kok malah ngomongin gue, lo cerita maksud dari omongan lo tadi apa?" tanya Kinan dengan lebih selidik pada Arin.
"Ngomong apa? aku gak ngomong apa-apa!" tanya Arin.
"Lo gak bisa bohongin gue Rin, lo habis ituan kan sama Zehan," ucap Kinan lalu Arin pun membekap mulut Kinan menggunakan tangannya dan membawa ke ruang tamu.
"Jadi bener omongan gue, kok bisa sih katanya lo gak mau balik ke Zehan," lanjut Kinan.
"iya Nan, rencanaku juga kayak gitu tadinya, itulah kenapa aku ke kantornya Zehan, aku tuh pengen bilang Zehan kalau aku gak mau balik ke dia. Tapi, malah kayak gini," ucap Arin.
__ADS_1
"Coba lo bilang ke gue gimana ceritanya sampe semua ini terjadi," ucap Kinan lalu Arin pun menceritakan kejadian tersebut ke Kinan.
"Wah Rin, kayaknya Zehan udah lama banget deh memendam hasratnya makanya tadi dia kuat banget Rin, gini ya Rin menurut gue sebagai sahabat lo, mendingan lo gak usah pisah dari Zehan deh liat Zehan. Dia rela memendam hasratnya dan hanya dia keluarin sama lo doang Rin, kurang setia apa coba," ucap Kinan.
"Kinan," panggil Arin karena Kinan terlalu frontal mengatakan hal tersebut.
"Udah lah gak usah malu segala, hehehe," ucap Kinan.
"Ya Nam, aku tau tapi aku kayak gimana gitu," ucap Arin.
"Gak ada salahnya kok kalau lo mau kasih Zehan kesempatan," ucap Kinan.
"Hem kamu bener juga Nan, aku harus coba kasih Zehan kesempatan," ucap Arin.
"Nah gitu dong terus soal Zayden gimana?" tanya Kinan.
"Kalau masalah Zayden jujur aja, aku masih mau sembunyiin dia menurut kamu gimana Nan? apa tindakanku ini salah?" tanya Arin.
"Kalau masalah Zayden gue serahin sepenuhnya ke lo, Rin. Lo yang lebih tau yang terbaik buat Zayden bukan karena lo itu Ibunya, gue tahu gimana pengorbanan lo buat Zayden, jadi gue gak mau ngasih saran yang bahkan gue gak tahu gimana rasanya punya anak," ucap Kinan.
"Makasih ya Nan, kamu aku banget sama aku selama ini dan kamu juga selalu buat aku percaya kalau orang yang gak ada hubungan darah itu juga bisa jadi keluarga," ucap Arin.
"Santai aja kali Rin, nanti kalau seandainya lo hamil lagi itu pertanda kalau tuhan gak pengen lo pisah dari Zehan," ucap Kinan dan diangguki Arin.
.
Disisi lain, Zehan memakai bajunya dan pulang menuju kediaman keluarga Gulzar, sesampainya di rumah, Zehan langsung disambut dengan omelan Mama Naura, "Kamu ini Han, kemana aja sih?" tanya Mama Naura.
"Ya gapapa Mama kan cuma khawatir aja kamu sampai jam segini belum pulang gak ngabarin Mama lagi," ucap Mama Naura.
"Kalau emang gak ada apa-apa Zehan ke kamar dulu ya ma capek banget," ucap Zehan.
"Tunggu, ada yang mau tanyain ke kamu," ydap Mama Naura.
"Apa, Ma?" tanya Zehan.
"Kamu udah ingat semuanya?" tanya Mama Naura.
"Mama kok tahu kalau Zehan ingat semuanya padahal Zehan gak pernah kasih tahu siapapun termasuk Mama, Papa, Chesa bahkan Panji, Mama tahu dari mana kalau Zehan udah ingat semuanya?" tanya Zehan.
"Eh, i-itu. Ada lah, tapi kenapa kmu gak bilang ke Mama?" tanya Mama Naura.
"Karena Zehan bakal bilang saat Zehan bisa bawa kembali Arin," ucap Zehan dan membuat Mama Naura tersenyum.
"Gimana ceritanya ka.u bisa ingat semuanya?" tanya Mama Naura.
Zehan pun akhirnya menceritakan semuanya, "Wah, kamu ingat karena kaos kaki," ucap Mama Naura dan diangguki Zehan.
'Padahal kaos kaki itu hadiah dari Arin dan karena itu kamu bisa ingat semuanya, Han,' ucap Mama Naura dalam hati.
"Zehan, ke kamar dulu ya Ma," ucap Zehan.
__ADS_1
"Kamu gak mau makan dulu?" tanya Mama Naura.
"Gak usah Ma, Zehan udah kenyang," ucap Zehan.
"Yaudah kalau gitu," ucap Mama Naura.
Zehan pun membersihkan tubuhnya dan setelah itu merebahkan tubuhnya di ranjangnya, "Setelah ini aku janji sama diriku sendiri Rin, aku akan bersikap lebih baik dan menghilangkan sikap kekanak-kanakan kayak Zehan yang dulu, dimana Zehan yang dulu adalah Zehan yang bodoh," gumam Zehan lalu menuju alam mimpi.
Pagi harinya, Zehan bangun dengan perasaan bahagia setelah kejadian kemarin. Zehan pun menuju ke meja makan dengan senyum-senyum yang membuat seluruh keluarga Gulzar bingung, "Kak Zehan kenapa kok aneh gitu senyum-senyum sendiri lagi kayak kapan hari itu?" tanya Chesa.
"Kakak gapapa Naea," ucap Zehan dan Clau melotot tajam mendengar panggilan Zehan tersebut.
"Sejak kapan Kak Zehan manggil Chesa dengan panggilan Nara biasanya juga Chesa ini pasti ada sesuatu yang Kakak sembunyikan?" tanya Chesa dengan lebih selidik.
"Sejak hari ini," ucap Zehan.
"Ini pasti Kak Zehan lagi jatuh cinta ya," ucap Bryan yang membuat Mama Naura terkejut.
Zehan memang belum memberitahukan kepada keluarga dan sahabatnya mengenai hubungannya dengan Arin, Zehan ingin memberitahu mereka saat Arin sudah siap kembali tinggal bersamanya.
Selain itu juga, Zehan belum memberitahukan keluarga dan sahabatnya mengenai ingatannya yang kembali dan hanya Mama Naura yang tahu mengenai semuanya.
"Mana mungkin Zehan jatuh cinta. dia gak jatuh cinta sama siapa-siapa kok," ucap Mama Naura.
'Semoga ucapan Bryan salah dan tadi itu hanya tebakan Bryan, Zehan hanya menyukai Arin, ya cuma Arin wanita yang pantas buat Zehan, siapapun wanita itu gak akan pernah aku restuin selamanya, kasihan Zayden jika harus punya Ibu tiri. Gak Han, Mama gak akan biarin itu terjadi,' ucap Mama Naura dalam hati.
"Mama salah, Bryan bingo," ucap Zehan.
"Maksud kamu apa Han? kamu jatuh cinta? Mama gak bakal setuju kalau kamu jatuh cinta sama dia," ucap Mama Naura lalu menuju kamar dan membanting pintu kamarnya dengan kencang yang membuat semua orang di sana terkejut dan bingung.
"Mama kenapa kok kayak gitu masa Zehan gak boleh jatuh cinta sih?" tanya Zehan.
"Mungkin Mama kamu lagi sensitif, akhir-akhir ini Mama kamu sering senyum sendiri juga terus kadang-kadang Mama kamu itu kayak ngomong sendirian Papa gak tau sama siapa," ucap Papa Rendra.
"Masa sih, Pa," ucap Chesa.
"Iya, Papa gak bohong," ucap Papa Rendra.
"Btw Kak, siapa cewek yang udah buat seorang Kak Zehan yang dinginnya kelewatan ini jatuh cinta?" tanya Chesa.
"Ada dong rahasia nanti bakal Kakak kenalin, tapi gak sekarang," ucap Zehan.
"Ish, Kak Zehan gak seru kalau main rahasia-rahasiaan," ucap Chesa.
"loh main rahasia-rahasiaan itu malahan lebih seru tau, nanti ya Kakak kenalin kalau dia setuju, tapi Kakak yakin kamu pasti tau sama perempuan ini dan kamu juga setuju kalau Kakak sama perempuan ini," ucap Zehan dengan percaya diri.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.