Married With Mantan

Married With Mantan
Papanya Zayden


__ADS_3

"Han-zehan, gue kok bisa lupain Arin gitu aja sih, untung gue cepet inget kalau gak Arin pasti direbut orang lain," ucap Zehan yang masih menyetir dan memegang bibirnya.


"Masih manis kayak dulu hehehe," lanjut Zehan.


Zehan pun sampai di kediaman keluarga Gulzar dan ia pun segera masuk, "Kamu kemana aja sih Han? kok lama banget? kamu gak tau apa kalau Mama ini khawatir loh sama kamu?" tanya Mama Naura.


"Ma, Zehan gapapa kok Mama gak usah khawatir ya sekarang Zehan mau ke kamar dulu, capek soalnya," ucap Zehan yang tersenyum lalu menuju kamarnya.


"Kayaknya ada yang gak beres deh Ma sama Kak Zehan," ucap Chesa dari belakang yang tentunya mengagetkan Mama Naura.


"Ya ampun Dek, kamu itu bikin Mama kaget aja untung jantung Mama sehat kalau gak gimana coba," ucap Mama Naura.


"Hehehe ya maaf Ma, tapi bener gak Ma yang Chesa bilang tadi kalau ada yang aneh sama Kak Zehan?" tanya Chesa.


"Emang tadi kamu bilang kayak gitu ke Mama?" tanya Mama Naura.


"Yahhh! Mama gak tau oke kalau gitu biar Chesa bilang lagi ya, jadi kayaknya ada yang gak beres sama Kak Zehan," ucap Chesa.


"Kenapa gitu?" tanya Mama Naura.


"Kak Zehan pulang-pulang senyum kayak gitu kan ada yang gak beres artinya, ya kayak Mama dulu," ucap Chesa.


"Maksud kamu Mama dulu gak beres apa heh," ucap Mama Naura.


"Hehehe bercanda Ma, kalau gitu Chesa ke kamar dulu dah Mama ku tercinta," ucap Chesa dan berlari menuju kamarnya.


Disisi lain, Zehan yang selesai membersihkan dirinya pun teringat bagaimana ia bisa ingat kembali Arin.


# Flashback On #


"Buka aja Dek," ucap Mama Naura lalu Chesa pun membuka kotak tersebut.


"Kaos kaki?" ucap Chesa.


"Kaos kaki? coba Mama liat warnanya, warna biru bagus banget," ucap Mama Naura.


"Ini ada huruf B sama C," ucap Bryan yang melihat kaos kaki tersebut.


"Ada kartu ucapannya gak Dek?" tanya Mama Naura.


"Gak ada Ma," ucap Chesa.


Zehan pun memperhatikan terus kaos kaki tersebut hingga bayangan seorang perempuan terlihat dan tengah tersenyum kepadanya.


'Nanti kalau Chesa nikah aku bakal kasih hadiah kaos kaki warna biru dengan inisial suaminya sama inisial C sesuai nama Chesa, yang menandakan jika inisial suaminya itu nanti untuk anak cowok dan inisial Chesa nanti untuk untuk anak cewek,* ucap wanita tersebut.


'Arun, akhirnya aku inget kamu,' ucap Zehan dalam hati.


Zehan pun mengingat kembali pertemuannya dengan Arin mulai dari ia menyerempet Arin dan juga pertemuannya di salah satu toko perhiasan miliknya.


'Maafin aku Yang, karena gak inget kamu sejak awal,' lanjut Zehan.


# Flashback Off #


"Han, lo pasti bisa mulai semuanya kayak dulu sekarang gak ada yang bakal ngerusak hubungan lo sama Arin," gumam Zehan dan setelah beberapa saat Zehan pun mulai terlelap.


Pagi harinya, Zehan bangun dan menuju ke meja makan dengan perasaan bahagia, "Kamu kenapa Han? kok senyum-senyum sendiri gitu kayak orang gila tau gak?" tanya Mama Naura.

__ADS_1


"Zehan gapapa kok Ma, Zehan baik-baik aja, Zehan juga gak gila," ucap Zehan.


"Terus kenapa kamu senyum-senyum kayak gitu habis dapet lotre kamu," ucap Mama Naura.


"Mama ini bercanda aja, ya bisa dibilang gitu sih Zehan habis dapat lotre yang sangat istimewa," ucap Zehan.


"Apa Kak?" tanya Chesa yang baru saja duduk.


"Ya ada deh pokoknya," ucap Zehan.


"Kasih tau Chesa dong Kak hadiahnya apa," ucap Chesa.


"Males udah ya Ma, Zehan pergi dulu," ucap Zehan.


"Kamu lupa ya kalau hari ini ke sekolah A?" tanya Mama Naura.


"Zehan inget kok Ma, malah Zehan udah siapin beberapa buku," ucap Zehan.


"Terus kalau kamu inget kenapa kamu gak bilang ke Mama?" tanya Mama Naura sinis.


"Astaga Zehan lupa Ma kemarin mau bilang ke Mama sebenarnya," ucap Zehan.


"Kamu tuh ya ka kejam banget sampai dilupain," ucap Mama Naura.


"Tapi tunggu kok Mama bisa tau kalau hari ini Zehan mau ke sekolahan sih?" tanya Zehan.


"Ya iyalah untung aja Mama tanya Panji kemarin dan dia bilang kalau hari ini, pagi ini kamu bakal kesana," ucap Mama Naura.


"Hehehe maaf ya Ma, Zehan lupa gak ngasih tau Mama. kalau gitu sekarang kita berangkat ya," ucap Zehan.


"Yaudah untuk hari ini kamu Mama maafin, awas aja lain kali kamu kayak gitu lagi yuk Dek," ucap Mama Naura.


Akhirnya mereka sampai di sekolahan dan langsung menyapa para murid disana, disisi lain Mama Naura menghampiri Zayden yang tengah bermain dengan anak lainnya "Nenek," panggil Zayden.


"Halo ganteng Nenek, gimana keadaannya gantengnya Nenek ini?" tanya Mama Naura.


"Zay baik-baik aja dong Nenek," ucap Zayden.


"Oh iya Zay suka sama mainan yang Nenek beliin gak?" tanya Mama Naura.


"Suka banget Nek, tapi Mama bilang Zay harus nerima mainan dari Nenek cuma 1 atau gak 2," ucap Zayden sedih.


"Huh Arin itu emang ya, yaudah gapapa lain kali Nenek kesana ngajak jalan aja ya gak usah beli mainan," ucap Mama Naura.


"Iya Nek, Zay mau jalan-jalan sama Nenek," ucap Zayden.


"Oke deh kalau gitu. Ish gemes banget Nenek sama cucu ganteng Nenek ini," ucap Mama Naura.


"Halo ganteng namanya siapa?" tanya Chesa yang ikut datang saat melihat Mama Naura begitu akrab dengan Zayden.


"Zayden, Tante," ucap Zayden.


"Zayden ya, nama yang bagus. Tante suka nama Zayden, pasti Papanya Zayden ya yang ngasih namanya," ucap Chesa.


"Yang ngasih nama Zayden itu Mama, aunty Del sama aunty Nan. Zayden gak punya Papa," ucap Zayden.


"Eh, maaf ganteng. Tante gak tau, kalau gitu Mamanya pinter pilih nama buat Zayden," ucap Chesa.

__ADS_1


Selesai acara, Zehan langsung pergi ke tempat kerja Arin untuk mengajaknya jalan-jalan, Zehan pun sampai di tempat kerja Arin lalu ia pun masuk. Saat Zehan masuk banyak karyawan yang melihatnya dengan tatapan kagum dengan ketampanan Zehan, namun Zehan tidak mempedulikannya.


Zehan pun melihat Arin yang tengah berbicara dengan karyawan lainnya, "Arin," panggil Zehan dan Arin pun membalikkan tubuhnya lalu terkejut saat melihat Zehan yang ada di sana.


.


Arin saat ini berada di tempat kerjanya dan saat ia sedang berbicara dengan Friska tiba-tiba seorang memanggil namanya dan Arin pun berbalik badan menghadap orang tersebut.


"Zehan," gumam Arin.


"Pak Zehan, Rin kok lo panggil gak pakai Pak sih," ucap Friska.


"Eh iya maksud saya Pak Zehan, ada yang bisa saya bantu Pak?" tanya Arin gugup.


Jujur saja Arin takut jika Zehan ke sini untuk mengungkapkan identitasnya, 'Semoga aja Zehan gak bilang kalau dia suami aku atau apapun itu yang berhubungan sama aku,' ucap Arin dalam hati.


"Bisa kita bicara sebentar," ucap Zehan.


"Oh iya Pak, tapi...," ucapan Arin terhenti dan menatap Friska seolah memberitahu Friska untuk menolong Arin agar Arin tidak perlu bicara dengan Zehan.


"Udah Rin, lo pergi aja dari pada lo di pecat kayak si Wina itu," ucap Friska.


Mau tidak mau Arin pun harus berbicara dengan Zehan karena Friska yang tidak mengerti akan kode darinya.


Zehan dan Arin pun pergi ke taman yang ada di dekat tempat Arin bekerja, "Kenapa?" tanya Arin.


"Gapapa cuma pengen ketemu aja," ucap Zehan.


"Oh aku kirain ada yang perlu di bicarain," ucap Arin.


"Rin," panggil Zehan.


"Hem," jawab Arin.


"Ekhm, kamu gak mau pindah ke rumahku kita kan masih pasangan suami istri apa kita harus tinggal terpisah?" tanya Zehan.


"Gimana ya Han, aku itu sebenarnya masih...," ucapan Arin terhenti lantaran Zehan yang tiba-tiba bersuara.


"Kenapa? kamu masih ragu sama aku ya Rin? Rin, kamu harus percaya sama aku kali ini," ucap Zehan.


"Han, beri aku waktu buat mikirin ini semua," ucap Arin.


"Oke Rin, aku bakal kasih kamu kesempatan, tapi aku berharap kamu mau kasih aku kesempatan karena bagaimanapun kita ini masih Suami Istri yang sah di kata hukum dan agama. Selama aku belum mengucapkan kata pisah maka kita ini masih Suami Istri," ucap Zehan.


Mereka pun berjalan-jalan ke sekitar taman hingga jam istirahat pun selesai, "Han, aku pergi dulu istirahat udah selesai," ucap Arin lalu beranjak pergi, namun Zehan menahan tangannya.


"Mau aku anterin," ucap Zehan.


"Gak usah aku bisa sendiri nanti kalau kamu nganterin aku semakin banyak orang yang curiga," ucap Arin.


"Gak akan, aku bisa mengatasinya ayo," ucap Zehan lalu mereka pun berjalan beriringan menuju tempat Arin bekerja.


Benar saja banyak karyawan yang melihat ke arah Arin saat ia memasuki toko bersama Zehan, sedangkan Zehan sendiri sudah masuk ke dalam mobilnya dan pergi.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2