Married With Mantan

Married With Mantan
Siapa Anak Itu?


__ADS_3

"Hah lo ketemu Vira sama Gabby juga, kok bisa? dimana lo ketemunya Rin?" tanya Kinan lalu Arin pun menceritakan bagaimana pertemuannya dengan Vira dan Gabby.


"Gue tuh masih kesel banget sama mereka, padahal lo sama mereka udah deket banget eh, tapi mereka malah jahat banget sama lo," ucap Kinan.


"Udah Nan, aku gak mau mikirin hal itu. Ya, aku berharap itu terakhir kali aku ketemu sama mereka, aku gak mau lagi ketemu mereka dan aku berharap semuanya sesuai dengan rencanaku," ucap Arin.


"Iya, Rin. Gue juga berharapnya kayak gitu," ucap Kinan.


Pagi harinya, Arin pun mengantarkan Zayden terlebih dahulu ke sekolah baru ia berangkat kerja, "Inget ya kata Mama kamu harus nurut sama Bu Guru, gak boleh nakal nanti kalau Zay nakal kasihan Bu Gurunya," ucap Arin.


"Iya Ma, Zay gak nakal kok kalau Mama gak percaya tanya sama Bu Guru deh," ucap Zayden.


"Iya Mama percaya sama Zay, kalau gitu Mama kerja dulu ya sekarang Zay masuk," ucap Arin.


"Iya Ma, Zay masuk dulu ya," ucap Zayden lalu mencium wajah Arin dan begitupun dengan Arin.


"Iya dah sayang," ucap Arin.


Setelah itu, Arin pun menuju ke tempat kerjanya, "Eh kalian pada tau gak kemarin kan ada Pak Zehan lagi lihat perhiasan kan ya," ucap Friska.


"Iya mbak, kemarin aku liat Arin yang ngelayanin Pak Zehan," ucap Wina.


"Beneran Rin, terus gimana kata Pak Zehan?" tanya Friska.


'Pak maksudnya apa kok Friska panggil Zehan dengan Pak?' tanya Arin dalam hati.


"Arin," panggil Friska saya Arin tak kunjung menjawab pertanyaannya.


"Eh iya Mbak, tadi Mbak Friska bilang apa?" tanya Arin.


"Astaga Rin, baru juga pagi udah ngelamun aja emangnya apa sih yang kamu lamunin?' tanya Friska.


"Oh itu ehm, kan Mbak Friska tadi bilang Pak Zehan, emangnya dia siapa kok karyawan disini tau semua?" tanya Arin.


"Astaga Rin aku lupa kalau kamu karyawan baru disini dan kamu pasti belum tau siapa Pak Zehan, jadi Pak Aska itu Presdir disini dia pendiri sekaligus pemilik perusahaan," ucap Friska yang membuat Arin terkejut.


'Mampus aku, jadi Zehan pemilik dari tempat kerjaku dan sekarang apa lagi? aku harus ketemu dia terus gitu? apa aku keluar aja ya, tapi cari kerja sekarang susah Zay juga udah sekolah gak mungkin aku berhenti, aku harus hadapi semuanya lagian kalau aku ketemu Zehan kayak kemarin dia gak ada apa-apa tuh sama aku, dia kayak lupa gitu sama aku. Oke, aku juga bisa kayak Zehan pura-pura gak kenal,' ucap Arin dalam hati.


"Arin... Arin, Astaga Arin kok kamu ngelamun lagi sih Rin," ucap Friska.


"Eh ma-maaf Mbak, aku tadi cuma pikir berarti kemarin yang bicara sama aku itu Presdir disini dong," ucap Arin.


"Iya Rin, makanya kamu beruntung banget btw kemarin Pak Zehan nyari cincin kan ya?" tanya Friska.

__ADS_1


"Iya kemarin Pak Zehan nyari cincin kok kamu tau?" tanya Arin.


"Iya, kemarin aku dikabarin pusat kalau Pak Zehan cari cincin buat prewedding," ucap Friska.


'Jadi bener kalau kamu udah punya pasangan baru Han, selamat ya semoga kamu bahagia dengan pasangan baru kamu,' ucap Arin dalam hati.


"Udah ah kok kita malah cerita kaya gini, kalian balik kerja lagi aja nanti malah pelanggan kabur semua soalnya karyawannya lagi pada cerita," ucap Friska lalu mereka pun kembali bekerja.


.


"Ma, untuk ke sekolahannya di majuin jadi hari ini, Mama mau ikut atau gak?" tanya Zehan.


"Mau dong Han, Mama mau ikut kemarin Mama tanya Chesa katanya dia juga mau ikut sebentar Mama tanyain lagi aja soalnya kan di majuin," ucap Mama Naura lalu menuju ke kamar Chesa.


Setelah beberapa saat kemudian m, Mama Naura pun datang, "Kata Chesa, dia ikut Han," ucap Mama Naura.


"Yaudah Mama mau kesana sama Zehan atau sama Chesa?" tanya Zehan.


"Sama kamu aja deh Han, tapi kamu jangan pergi dulu tunggu Mama sama Chesa, oke," ucap Mama Naura lalu menuju kamarnya dan bersiap-siap.


"Yah lama deh kalau nungguin cewek siap-siap," gumam Zehan.


"Loh Han, kok kamu sendirian mana Mama sama Chesa?" tanya Papa Rendra yang baru saja datang dari taman belakang.


"Oh, Mama sama Chesa lagi siap-siap," ucap Zehan.


"Mama sama Chesa mau ikut ke sekolah yang Zehan jadi donaturnya Pa," ucap Zehan.


"Oh yaudah deh kalau gitu Papa ke kamar dulu," ucap Papa Rendra.


Setelah menunggu kurang lebih 20 menit, Mama Naura dan Chesa pun selesai bersiap, "Ayo Kak," ajak Chesa.


"Astaga Mama sama Chesa lama banget sih capek nih Zehan nungguinnya," ucap Zehan.


"Udah ayo gak usah protes aja kamu," ucap Mama Naura.


"Sabar Han, sabar," gumam Zehan.


Mereka pun menuju ke sekolahan yang akan mereka bantu dan saat sampai disana terlihat jika bangunan disana sudah mulai usang, namun tetap terawat hanya cat yang mulai memudar dan beberapa bangunan yang rusak.


Mereka keluar dari mobil dan masuk kedalam sekolah lalu mereka berkenalan dengan anak-anak disana, "Halo semuanya kenalkan nama Tante ini Chesa panggil aja Tante Chesa," ucap Bu Guru disana.


"Halo Tante Chesa!" sapa anak-anak tersebut.

__ADS_1


"Lalu kenalkan ini Mama Naura atau kalian bisa panggil Mama Naura," ucap Bu Guru.


"Halo Mama Naura!" sapa anak-anak tersebut.


"Kalau yang ini namanya Om Zehan atau kalian bisa panggil aja Om Zehan," ucapnya.


"Halo Om Zehan!" sapa anak-anak tersebut.


Setelah perkenalan, mereka semua mulai membagikan beberapa alat tulis dan hadiah lainnya untuk anak-anak tersebut hingga Mama Naura melihat seorang anak laki-laki yang terlihat familiar untuk Mama Naura.


"Siapa anak itu? kok Mama kayak pernah ketemu, tapi dimana?" tanya Mama Naura pada dirinya sendiri.


"Siapa Ma?" tanya Chesa.


"Itu loh sayang anak yang duduk di tengah kok Mama kayak pernah ketemu dia, tapi dimana kayak wajahnya itu familiar buat Mama," ucap Mama Naura.


Chesa pun melihat anak tersebut dengan seksama, "Ma, anak itu kok kayak Kak Zehan pas kecil deh, mirip banget," ucap Chesa.


"Ah iya kamu bener Dek, kayak Zehan waktu kecil makanya Mama kok kayak familiar gitu dengan wajahnya, tapi kok bisa mirip kayak gitu ya," ucap Mama Naura.


"Ya mungkin cuma mirip Ma, kan di dunia ini banyak orang yang mirip. Apalagi katanya kan kembaran kita itu ada 7 gak sih jadi wajarlah kalau banyak yang mirip," ucap Chesa.


"Iya kamu bener Dek, mungkin aja cuma mirip," ucap Mama Naura.


Setelah menyalurkan bantuannya mereka pun pergi dari sekolah tersebut, Mama Naura dan Chesa kembali ke kediaman keluarga Gulzar, sedangkan Zehan memutuskan untuk pergi ke kantor.


"Pak, untuk ulang tahun perusahaan semuanya sudah siap jadi kita tinggal memberitahu ke setiap cabang untuk hadir," ucap Panji.


"Oke kamu beritahu ke mereka dan satu lagi saya gak mau sampai ada kesalahan lagi, saya sudah percayakan semuanya ke kamu jadi kamu pasti tau bukan apa yang harus kamu lakukan selanjutnya," ucap Zehan tegas.


"Iya Pak, kalau begitu saya permisi," ucap Panji lalu keluar dari ruang kerja Zehan.


Disisi lain, selama perjalanan menuju kediaman keluarga Gulzar hingga sampai di rumah Mama Naura merasa tidak tenang, "Aduh kok perasaanku gak tenang gini ya, apa jangan-jangan karena anak tadi? tapi kenapa aku kayak lihat Zehan waktu kecil? kalau memang kebetulan mirip kenapa bisa persis kayak gitu?" tanya Mama Naura yang saat ini berada di kamarnya.


Setelah memikirkan semuanya dengan matang Mama Naura pun memutuskan untuk kembali ke sekolah dan berbicara dengan anak tersebut, "Pak, kita ke sekolah tadi ya," ucap Mama Naura.


"Baik Nyonya," ucap Pak Tio lalu menuju ke sekolah tersebut.


Sesampainya disana ternyata anak-anak sudah pulang dan Mama Naura pun mencoba mencari anak tersebut l, namun nihil anak tersebut tidak ada, "Aku harus cari lagi anak itu entah kenapa kok perasaanku gak enak gini ya apa mungkin cuma perasaanku aja iya pasti cuma perasaan aja gara-gara aku pengen cepet punya cucu," gumam Mama Naura.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2