Married With Mantan

Married With Mantan
Diingatkan


__ADS_3

Hari berikutnya, Zehan dan Arin sudah berada di mall yang cukup terkenal di dunia karena menjadi mall terbesar dan termewah di dunia.


"Kamu mau beli apa?" tanya Zehan.


"Gak pengen beli apa-apa," ucap Arin.


"Lah, kalau kamu gak pengen beli apa-apa terus kenapa kita ke sini?" tanya Zehan.


"Kan kamu yang tadi bilang pengen ke mall," ucap Arin.


"Ya kan aku pengen ke mall karena aku denger makanan seafood di sini enak dan sekalian gitu kamu belanja," ucap Zehan.


"Kamu bener Yang, makanya aku jadi pengen tinggal di negara X deh tempatnya bagus soalnya," ucap Arin.


"Nanti ya kalau aku udah buka bisnis di negara X, kita pindah kesini," ucap Zehan.


"Aku itu cuma bercanda kali Yang, ya kali aku mau pindah," ucap Arin dan Zehan pun tersenyum.


"Kamu mau beli oleh-oleh di sini?" tanya Zehan.


"Kayaknya gak deh, kita beli oleh-oleh nanti aja di pasar malam yang deket dari hotel," ucap Arin.


"Kenapa gak di sini aja?" tanya Zehan.


"Kala beli di sini bisa-bisa habis uang kamu, lebih baik kita beli di pasar malam deket hotel aja lagian biasanya oleh-oleh yang bagus dan bener-bener khas itu ada di pasar itu," ucap Arin.


"Yaudah, kalau gitu nanti kita pulang dari sini, kita ke pasar yang kamu bilang," ucap Zehan.


"Iya," ucap Arin.


"Yaudah kita keliling di sekitar mall aja, kalau ada yang kamu mau kamu bilang ya," ucap Zehan dan diangguki Arin.


Saat melewati tempat photobox, Arin pun menarik Zehan, "Yang mau kita foto yuk," ajak Arin dan Zehan hanya mengikuti keinginan sang istri.


Setelah puas berkeliling mall, Zehan dan Arin memutuskan untuk kembali ke hotel dan beristirahat karena Arin merasa lelah berkeliling mall apalagi nanti malam mereka berdua juga harus pergi ke pasar dengan berjalan kaki.


Malam harinya, Zehan dan Arin pun pergi ke pasar malam yang dimaksud Arin sebelumnya.


"Tuh kan di sini banyak oleh-olehnya daripada di mall tadi," ucap Arin yang sudah membeli beberapa oleh-oleh untuk keluarga dan orang-orang terdekatnya yang ada di rumah.


"Iya, Yang. Ini udah malam kita balik ke hotel," ucap Zehan.


"Tapi, aku pengen kentang goreng itu," ucap Arin dan menunjuk penjual kentang goreng.


"Kamu hamil?" tanya Zehan.


"Hish, aku itu cuma pengen aja dan bukan berarti aku lagi hamil," ucap Arin.


"Iya juga sih, lagian kita kan bikinnya baru kemarin masa udah jadi aja," ucap Zehan.


"Yang," panggil Arin.


"Kenapa?" tanya Zehan.


"Tau ah, aku kesel banget sama kamu," ucap Arin.

__ADS_1


"Lah aku kenapa?" tanya Zehan dan Arin justru meninggalkannya sendiri di pasar tersebut.


Sesampainya di hotel, Arin pun langsung merebahkan tubuhnya di kasur dan diikuti Zehan yang ada di sampingnya.


"Yang," panggil Zehan dan tidak ada jawaban dari Arin.


"Yang," panggil Zehan lagi.


"Apa sih?" tanya Arin kesal.


"Gimana? kamu udah pertimbangin yang masalah kamu balik kerja apa gak?" tanya Zehan.


"Aku juga gak tau Yang, soalnya aku takut aja nanti karyawan yang lain pasti tanya ke aku kok balik lagi terus aku nanti jawab apa," ucap Arin


"Ya kamu jawab jujur aja kalau kamu itu istri dari Presdir," ucap Zehan.


"Kamu tuh ya," ucap Arin.


"Hehehe, atau gak gini aja kamu bilang kalau perusahaan lagi butuh kamu, yang minta kamu buat balik kerja itu Presdir gitu aja nanti kalau mereka mau tanya suruh tanya ke aku gimana?" tanya Zehan.


"Hem aku pikirin lagi aja deh Yang, kemungkinan aku bakal jawab pas selesai dari negara X soalnya aku kesini mau liburan gak mau mikir," ucap Arin.


"Yaudah deh yuk tidur," ucap Zehan dan memeluk Arin.


Pagi harinya, Zehan dan Arin menuju ke salah satu restoran yang paling terkenal di dunia, dimana restoran ini terkenal karena pemandangan serta makanan yang menyenangkan pengunjung.


"Mahal banget," ucap Arin.


"Kamu jangan pikirin itu, kamu cuma perlu pesen apa yang kamu mau," ucap Zehan.


"Aku pasrah aja," ucap Arin.


"Kenapa?" tanya Arin.


"Huh, jangan pasta," ucap Zehan.


"Terus apa dong?" tanya Arin.


"Biar aku yang pilihin," ucap Zehan.


Belum sempat Arin menjawab, Zehan terlebih dahulu memanggil pelayan dan menyebutkan apa saja yang ia pesan dan salah satunya adalah makanan termahal di restoran tersebut yaitu steak dan juga caviar.


"Yang, kenapa kamu pesen itu sih. Kamu tau gak kalau makanan yang kamu pesen itu mahal banget loh," ucap Arin.


"Kau tau Yang, lagian uangku gak akan habis kok walaupun beli makanan itu," ucap Zehan.


"Iya, aku tau," ucap Arin.


Lagi-lagi Arin seolah diingatkan siapa dirinya, 'Aku lupa kalau aku bis kayak gini karena nikah sama Zehan, kalau seandainya aku gak nikah sama Zehan, aku yakin kalau aku harus kerja keras biar sampai ke negara X,' ucap Arin dalam hati.


Tak lama setelah itu, mereka pun menikmati makanan yang di pesan Zehan.


Malam harinya, Zehan dan Arin berada di hotel dan menyiapkan semua barang-barang mereka karena mereka akan berangkat ke bandara jam 5 pagi.


Ya, sebenarnya Zehan dan Arin masih memiliki beberapa hari waktu honeymoon mereka, tapi Panji mengatakan jika beberapa orang telah mengacaukan perusahaan dan ia tidak bisa mengendalikannya karena itu, Zehan pun memutuskan untuk kembali itupun karena saran dari Arin.

__ADS_1


Pagi harinya, Zehan dan Arin bersiap menuju ke bandara dan setelah itu mereka pun melakukan perjalanan menuju negara A.


Setibanya di bandara negara A Pak Tio menghampiri Zehan dan Arin lalu menuju mobil.


"Pak Tio gimana keadaannya?" tanya Arin saat berada di dalam mobil.


"Saya baik, Non," ucap Pak Tio.


Saat sampai di kediaman keluarga Gulzar, Arin segera masuk kedalam dan Chesa langsung berdiri menuju ke arah Arin dengan berlari.


"Kak Arin mana oleh-olehnya buat Chesa?" ucap Chesa.


"Baru juga nyampe, bukannya ditanyain gimana keadaannya eh malah ditanyain mana oleh-olehnya," ucap Zehan saat masuk kedalam rumah.


"Ini Kakak beliin Chesa sesuatu yang sangat spesial," ucap Arin lalu memberikan sebuah kantong besar pada Chesa.


Chesa pun membuka kantong tersebut dan di dalamnya terdapat tas, sepatu dan juga beberapa perhiasan.


"Wah Kak Arin baik banget Chesa di bawain banyak oleh-oleh," ucap Chesa.


"Yeh itu pake uang Kakak kali," ucap Zehan.


"Diem Yang," bisik Arin.


"Yuk kita ke ruang tamu aja capek aku berdiri disini," ajak Zehan lalu mereka menuju ke ruang tamu dan duduk disana untuk membuka oleh-oleh dari negara X.


"Sayang kamu udah pulang," ucap Mama Naura dan di belakangnya terdapat Papa Rendra.


"Gimana honeymoon nya Han? berjalan lancar gak?" tanya Papa Rendra.


"Lancar dong Pa," ucap Zehan.


"Kamu bawa apa aja Rin?" tanya Mama Naura lalu duduk di sebelah Arin.


"Ini Ma, Arin bawa oleh-oleh buat Mama," ucap Arin lalu memberikan kotak cukup besar pada Mama Naura.


"Apa ini Rin? wah bagus banget Rin kainnya," ucap Mama Naura.


"Iya Ma jadi Arin beliin Mama kain khas negara X, bahannya dingin loh Ma," ucap Arin.


"Iya Rin, Mama suka deh bahannya," ucap Mama Naura.


"Terus buat Papa mana?" tanya Papa Rendra.


"Arin beliin khusus buat Papa ini," ucap Arin dan memberikan sebuah kotak pada Papa Rendra.


"Wah ini jam tangan kok unik gini," ucap Papa Rendra.


"Ini salah satu jam yang paling terkenal di negara X Pa," ucap Arin.


"Makasih ya sayang bagus banget Papa suka," ucap Papa Rendra dan Arin pun tersenyum dengan menganggukkan kepalanya.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2