
"Maksud Mama apa? Arin ninggalin Zehan?" tanya Papa Rendra.
"Iya Pa, Arin pergi," ucap Mama Naura.
"Terus gimana Han? kamu udah cari Arin?" tanya Papa Rendra.
"Zehan udah nyari Arin di rumahnya, tapi kata tetangganya rumah itu udah di jual dan waktu Zehan nyari ke rumah sahabatnya ternyata gak ada orang tadi di sana," ucap Zehan.
"Kok bisa sih Han? gak mungkin kan Arin pergi kayak gini, malah Papa kira kamu gak ada masalah apa-apa sama Arin?" tanya Papa Rendra.
"Zehan pusing Pa, besok Zehan akan ceritain semuanya atau gak Papa minta Mama aja yang ceritain Mama udah tau kok kenapa Arin pergi ninggalin Zehan," ucap Zehan lalu pergi dari ruang tamu dan menuju kamarnya.
"Sekarang Mama ceritain ke Papa kenapa jadi kayak gini?" tanya Papa Rendra.
"Jadi gini Pa...," Mama Naura pun menceritakan semua permasalahan yang di hadapi Zehan sehingga Arin meninggalkannya.
"Zehan itu udah gila emang kenapa sikapnya kayak gitu ke istrinya sendiri," ucap Papa Rendra yang mulai emosi dan beranjak menuju kamar Zehan, namun tangan Papa Rendra di tahan Mama Naura.
"Udah Papa gak usah samperin Zehan dulu, pasti Zehan juga pusing mending besok atau lusa lah Papa samperin Zehan sekarang kita biarin Zehan menenangkan diri dulu," ucap Mama Naura.
"Tapi Ma...," ucap Papa Rendra terhenti.
"Udah Pa nurut deh sama Mama, kasihan juga Zehan kalau di tanyain terus bisa-bisa stress nanti Zehan nya, Papa mau Zehan kayak dulu waktu SMA ditinggal pacarnya," ucap Mama Naura.
"Yaudah deh," ucap Papa Rendra.
Chesa yang mendengar dan melihat semuanya pun semakin yakin saat ia melihat Arin menangis waktu itu karena Zehan.
"Jadi, Kak Arin waktu itu nangis karena ada masalah sama Kak Zehan dong," gumam Chesa dan masih dapat di dengar Mama Naura.
"Maksud kamu apa Dek? Arin nangis?" tanya Mama Naura.
"Eh, iya Ma. Waktu itu Chesa ngelihat banyak banget tisu yang berserakan di kamar Kak Arin pas Chesa mau minta parfum," ucap Chesa.
"Kamu ngeliat Arin nangis, Dek?" tanya Papa Rendra.
"Gak sih Pa, tapi di kamarnya Kak Arin itu banyak banget tisu gitu terus pas Chesa liat tempat sampah juga banyak banget tisunya," ucap Chesa.
"Astaga Adek, kenapa kamu gak bilang ke Mama sih hiks hiks," ucap Mama Naura tidak dapat menahan tangisnya.
"Kenapa Mama nangis sih udah ah gak usah nangis kayak gini," ucap Papa Rendra.
"Mama kasihan Pa sama Arin, pasti Arin menderita banget, kenapa Arin gak bilang ke Mama sih Pa kalau selama ini Zehan ngelakuin hal buruk sama dia hiks hiks," ucap Mama Naura.
"Mungkin Kak Arin cuma nenangin diri kali Ma, sebentar lagi bakal balik," ucap Chesa.
__ADS_1
"Mama harap juga begitu Dek, tapi kalau seandainya Arin bener-bener pergi dari Zehan, gimana? Mama gak bisa bayangin hiks hiks hiks," ucap Mama Naura.
"Udah Ma gak usah mikirin yang gak-gak kayak gitu kita doakan aja semoga Arin cepet baliknya," ucap Papa Rendra.
"Iya Pa semoga Arin balik ke rumah ini lagi," ucap Mama Naura.
Beberapa saat kemudian, suara bel rumah berbunyi lalu Bi Laras membuka pintu tersebut dan memberitahukan tamu yang datang, "Maaf Tuan, Nyonya ada Tuan Dion dan Nyonya Olla di luar," ucap Bibi Laras.
"Apa! ada Mama sama Papa kok bisa, yaudah suruh masuk aja Bi," ucap Mama Naura yang terkejut karena kedatangan Kakek Dio dan Nenek Olla.
"Baik Nyonya," ucap Bibi Laras.
Kakek Dion dan Nenek Olla pun masuk lalu menuju ruang tamu, "Papa, Mama kok gak bilang sama Naura dulu sih kalau mau kesini kan jadi Naura belum siapin apa-apa jadinya," ucap Mama Naura.
"Gapapa kok, Mama cuma pengen ketemu sama cucu menantu Mama soalnya kan waktu nikahan Papa sama Mama gak bisa hadir disini kan," ucap Nenek Olla.
"Oh itu Ma, gimana ya...," ucap Mama Naura yang gugup dan melihat Papa Rendra dan juga Chesa.
"Kemana Zehan sama cucu menantu? lagi tidur ya?" tanya Kakek Dion.
"Jadi gimana ya Pa, Naura jelasinnya nanti minta Zehan jelasin sendiri aja ya," ucap Mama Naura.
"Kenapa emangnya? kok harus Zehan yang jelasin? gak ada masalah kan sama mereka berdua?" tanya Kakek Dion.
"Papa minta jelasin sendiri aja lah ke Zehan takutnya nanti Naura salah ngomong lagi," ucap Mama Naura.
"Zehan disini kok Kek," ucap Zehan yang baru saja sampai ruang tamu dan duduk di sebelah Chesa.
"Kamu kok kayak gak gembira gitu Kakek sama Nenek dateng," ucap Kakek Dion.
"Zehan seneng kok, tapi gak di tunjukkin aja," ucap Zehan.
"Oh iya, dimana cucu menantu? dia gak lagi kerja kan, Han?" tanya Nenek Olla.
"Dia udah pergi Nek," ucap Zehan.
"Maksud kamu apa dia belum pulang atau dia baru pergi keluar? oh berarti Nenek telat dong, tapi besok Nenek bisa ketemu kan ya?" tanya Nenek Olla.
"Gak Nek, jadi gini...," Zehan pun menceritakan semua permasalahannya sedangkan Kakek Dion dan Nenek Olla yang mendengarnya pun terkejut.
"Maksud kamu apa? kenapa kamu ngelakuin itu Han ke cucu menantu Kakek?" tanya Kakek Dion dengan nada yang mulai meninggi.
"Maaf Kek semua ini salah Zehan, Zehan udah gak percaya sama Arin seandainya Zehan percaya pasti sekarang Arin tetap berada di samping Zehan," ucap Zehan.
"Iya semua ini salah kamu, asal kamu tau Kakek sama Nenek bela-belain kesini karena pengen ketemu cucu menantu, tapi apa? malah kayak gini sekarang, dulu Kakek pernah bilang ke kamu kan kalau kamu harus percaya sama dia karena Kakek tau kamu terlalu cinta ke cucu menantu sampai kamu buta sama kenyataan kalau Arin cuma temenan sama teman prianya," ucap Kakek Dion.
__ADS_1
"Iya Kek, sekarang Zehan nyesel udah gak percaya sama istri Zehan sendiri," ucap Zehan.
"Udah sekarang gak perlu ada yang di sesali, kalau kecewa Nenek kecewa banget sama kamu Han, tapi semuanya juga udah terlanjur jadi Nenek berharap kamu perbaiki semuanya ya," ucap Nenek Olla.
"Iya Nek, Zehan akan selalu berusaha supaya Arin kembali ke Zehan dan mau maafin Zehan," ucap Zehan.
"Harus itu, awas aja kalau kamu gak bisa bawa balik cucu menantu Nenek," ucap Nenek Olla.
"Oh iya Mama sama Papa tidur disini aja nanti biar kopernya di bawain Pak Tio ke kamar," ucap Mama Naura.
"Gak usah, kita tidur di rumah kita sendiri aja," ucap Kakek Dion.
"Tapi Pa ini udah malem loh," ucap Mama Naura.
"Gapapa kok, Papa sama Mama ke rumah aja soalnya kan udah lama gak di tempati," ucap Nenek Olla.
"Tapi, Ma...," ucapan Mama Naura terhenti lantaran Nenek Olla yang menyelanya.
"Udah gapapa, Mama sama Papa emang pengen tidur di rumah aja," ucap Nenek Olla.
"Yaudah deh kalau gitu," ucap Mama Naura.
"Oh iya Kakek, Nenek, Chesa boleh ikut gak? Chesa pengen tidur bareng Kakek sama Nenek soalnya kan udah lama Chesa gak tidur bareng bahkan ke rumah Kakek sama Nenek aja jarang," ucap Chesa.
"Chesa kamu nih apa-apaan sih jangan ah," ucap Mama Naura.
"Udah gapapa, Chesa boleh tidur bareng Kakek sama Nenek," ucap Kakek Dion.
"Yeaaaaah yuk Kek, Nek, kita ke rumah Kakek sama Nenek soalnya Chesa udah kangen banget ke sana," ucap Chesa.
"Yaudah yuk," ucap Nenek Olla lalu mereka pun pergi.
"Kakek berharap ini jadi pelajaran buat kamu Han," ucap Kakek Dion lalu pergi.
"Udah gak usah dipikirin perkataan Kakek, kamu mending kamu Istirahat aja dan tenangin pikiran kamu biar kamu berfikir jernih dan cari solusinya," ucap Papa Rendra.
"Iya Pa, kalau gitu Zehan ke kamar dulu," ucap Zehan lalu menuju kamarnya.
"Pa, Mama kasihan banget deh liat Zehan kayak gini," ucap Mama Naura.
"Iya, Ma, Papa juga kasihan, tapi ya gimana lagi itu semua kan karena salahnya Zehan sendiri," ucap Papa Rendra.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.