
Raila benar-benar bosan dan lelah karena menunggunya Farel bekerja dan tanpa terasa ia pun memejamkan matanya dan menuju alam mimpi. Sedangkan, Farel sedang fokus ke pekerjaannya dan melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 7 malam.
"Wah! lama juga gue kerjanya," gumam Farel.
Farel pun melihat ke sampingnya yang ternyata istrinya sedang tidur dengan nyenyak, "Kasihan-nya istriku ini sampe ketiduran ya," gumam Farel dan membenarkan rambut Raila yang menghalangi wajah cantikmu.
Farel tersenyum memandangi wajah cantik Raila, "Rai, kenapa gue bisa sesuka ini sama lo?" tanya Farel pelan.
"Cuma lo yang berhasil buat gue yang berandalan, jadi kayak gini. Gue yang gak tahu aturan sekarang mulai merubah hidup gue," gumamnya dan mengecup kening Raila.
Farel pun membersihkan mejanya dadi berkas-berkas yang tadi ia kerjakan, setelah beres semua Farel pun menggendong Raila ala bridal style lalu keluar dari ruangannya.
"Gue pulang, lo juga pulang aja," ucap Farel, pada Evan.
"Oke," ucap Evan.
Farel pun memasukkan Raila ke dalam mobilnya dan ia segera mengendarai mobilnya menuju kediaman Revion. Sesampainya di rumah Farel pun kembali menggendong Raila dan masuk ke dalam rumah.
"Loh! menantu Mama kenapa?" tanya Mama Aurel.
"Raila ketiduran kok Ma tadi di kantor Farel, makanya sekarang Farel gendong. Farel masuk ke kamar dulu ya Ma," ucap Farel dan diangguki Mama Aurel.
Farel pun membawa Raila menuju kamarnya dan sesampainya di kamar Farel membaringkan Raila ke kasur dengan pelan agar Raila tidak terbangun.
Setelah memastikan Raila tidak terganggu tidurnya, Farel pun membersihkan tubuhnya dan setelah itu ia keluar kamar.
"Raila masih tidur, Rel?" tanya Mama Aurel.
"Iya, Ma. Kayaknya Raila bosen di kantor deh makanya sampe ketiduran kayak gitu," ucap Farel.
"Udah tahu Raila gak mau di kantor, eh kamu malah maksa Raila di kator kan sekarang pasti menantu Mama capek banget deh," ucap Mama Aurel.
Mama Aurel tahu jika Raila di paksa oleh Farel untuk menemaninya di kantor karena Mama Aurel tadi sempat menelpon Raila karena Mama Aurel tidak melihat keberadaan Raila di rumah.
"Hehehehe, biar Raila pernah gitu nemenin Farel di kantor," ucap Farel.
"Gimana sama Raila dia setuju kalau kamu mau pindah ke Belanda?" tanya Papa Aaron.
"Hah! pindah? siapa yang mau pindah ke Belanda?" tanya Mama Aurel.
"Farel, Ma," ucap Papa Aaron.
Mama Aurel menatap tajam Farel, "Kenapa kamu pindah gak bilang ke Mama?" tanya Mama Aurel.
__ADS_1
"Farel udah bilang Papa kok, Farel kirain Papa bakal bilang ke Mama kalau Farel sama Raila mau pindah makanya Farel gak bilang ke Mama," ucap Farel.
"Papa gak bilang apa-apa kok," ucap Mama Aurel.
"Gimana Raila setuju buat pindah ke Belanda?" tanya Papa Aaron kembali.
"Iya, Raila setuju buat pindah," ucap Farel.
"No! Mama gak setuju ya kalau kalian mau pindah. Kalian pindah ke rumah baru aja Mama nolak apalagi ini kalian mau pindah ke Belanda makin jauh dong Mama sama menantu Mama. Gak pokoknya Mama gak setuju," ucap Mama Aurel dan pergi.
"Nanti biar Papa yang urus Mama kamu, kamu gak usah khawatir soal Mama kamu ya," ucap Papa Aaron dan diangguki Farel.
"Kapan rencananya kamu bakal pindah?" tanya Papa Aaron.
"Rencana Farel sih setelah perayaan ulang tahun pernikahan Papa sama Mama," ucap Farel.
"Itu bukannya terlalu cepat Rel, kenapa gak satu atau dua bulan lagi aja?" tanya Papa Aaron.
"Farel udah memikirkan semuanya, Pa, dan Farel rasa itu waktu yang tepat," ucap Farel.
"Kok menurut Papa itu terlalu cepat loh, tapi kalau memang kamu udah mikirin matang-matang semuanya, Papa sih setuju-setuju aja," ucap Papa Aaron.
"Ada satu lagi yang harus Papa tahu," ucap Farel.
"Apa?" tanya Papa Aaron.
"Calista? kamu tahu darimana kalau dia kembali?" tanya Papa Aaron.
"Raila dapat telepon dari seorang perempuan dan perempuan itu bilang kalau Nerakanya Farel udah dateng, itu artinya Tante Calista kan," ucap Farel.
"Kenapa dia datang?" tanya Papa Aaron.
"Pasti karena Tante Calista sudah tahu kalau orang-orang tahu mengenai identitas Farel," ucap Farel.
"Kamu harus hati-hati sama dia, dia bisa ngelakuin apapun baik itu ke kamu atau ke Raila yang tidak salah apa-apa," ucap Papa Aaron.
"Apa ini semua karma karena kakek kamu udah milih orang yang salah sebagai pendamping hidupnya?" tanya Papa Aaron.
"Kakek pasti sekarang menyesal di neraka," ucap Farel.
"Bagaimanapun Papa tetap berharap kakek kamu masuk surga karena dia juga orangtua papa, tapi dari kelakukannya Papa tidak yakin dia masuk surga," ucap Papa Aaron.
"Sepertinya akan sulit bagi Kakek untuk masuk surga," ucap Farel.
__ADS_1
"Benar, Rel. Karena kamu adalah pewaris Revion grup dan dia juga sudah tahu kalau kamu punya istri otomatis sekarang Raila akan menjadi incarannya juga, kamu harus hati-hati jangan sampai buat dia memiliki celah untuk melukai kalian berdua," ucap Papa Aaron.
"Iya, Pa," ucap Farel.
"Tapi, kamu gak perlu khawatir Papa juga akan bantu kamu untuk menjaga Raila," ucap Papa Aaron dan diangguki Farel.
"Kira-kira apa yanga kan dilakukan Calista?" tanya Papa Aaron.
"Kalau menurut Farel, Tante Calista akan nyerang Farel terlebih dahulu," ucap Farel.
"Kenapa kamu bisa seyakin itu?" tanya Papa Aaron.
"Buktinya Tante Calista justru menghubungi Raila terlebih dahulu, Farel yakin pasti Tante Calista akan berpikir jika saat ini Farel menganggap jika Tante Calista akan mengincar Raila, tapi bisa saja Tante Calista cuma memancing Farel," ucap Farel.
"Kamu benar juga, permainan Calista sangat mudah ditebak," ucap Papa Aaron.
"Tapi, Farel juga gak terlalu yakin dengan itu, maka dari itu Farel harus selalu waspada," ucap Farel.
"Gak nyangka udah hampir 5 tahun kita melupakan Calista dan sekarang dia kembali dan bisa saja melukai keluarga kita," ucap Papa Aaron.
"Farel akan membalaskan dendam Nenek pada wanita itu, Farel yakin saat ini Tante Calista pasti sedang bersama ibunya," ucap Farel.
"Kalau kita sedang membahas masa lalu, rasanya Papa ingin sekali melupakannya karena bagaimanapun Papa tidak bisa karena ingatan itu terlalu jelas di otak Papa, apalagi Gea. Dia pasti trauma jika mendengar nama Calista," ucap Papa Aaron.
"Kenapa memangnya dengan Calista?" tanya Mama Aurel.
"Mama, daritadi di sini?" tanya Papa Aaron.
"Gak, Mama baru aja ke sini. Tapi, kenapa Mama denger nama Calista, memangnya dia kenapa lagi? apa dia buat masalah?" tanya Mama Aurel.
"Gapapa kok," ucap Papa Aaron.
"Kenapa dengan Calista, Rel? dia mau balas dendam dengan keluarga kita ya?" tanya Mama Aurel.
"Gak kok, Ma," ucap Farel.
"Mama tahu kalian pasti sedang bohongin Mama, sekarang kalian jujur karena Calista itu berbahaya," ucap Mama Aurel.
Akhirnya Farel pun menjelaskan semuanya mengenai telepon Calista pada Raila, Farel sebenarnya takut untuk memberitahukan semuanya pada Mama Aurel karena nanti Mama Aurel akan berlebihan dan benar saja saat ini Mama Aurel sudah khawatir secara berlebihan dan tentunya itu tidak baik.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.