Menikahi Pria Terkaya

Menikahi Pria Terkaya
Pulang


__ADS_3

Malam harinya di penthouse milik keluarga Revion, Farel kewalahan karena Lea sedari tadi tidak mau lepas dari Raila. Bahkan saat Raila mandi pun, Lea menunggu di depan pintu kamar mandi.


"Lea, pindah gih kan seharusnya Kakak yang ada di sebelahnya istri kakak," ucap Farel.


Saat ini keluarga Revion sedang berkumpul di ruang tamu sambil menonton televisi, posisi saat ini Papa Aaron berada di sofa untuk satu orang. Sedangkan, Mama Aurel berada di sebelah kanan Raila dan Lea berada di sebelah kiri Raila sehingga Raila saat ini berada di tengah-tengah Mama Aurel dan Lea.


Farel sendiri duduk di sofa panjang sendirian, sejak tadi Farel menyuruh Lea untuk pindah, tapi Lea tidak mau, Farel juga ingin mengusir Mama Aurel. Tapi, gagal karena baru saja Farel ingin bicara Mama Aurel sudah melotot tajam ke arahnya.


"Ngalah, Rel. Kan kamu kalian tidur sama Raila," ucap Papa Aaron.


"Nanti malam Kak Raila tidur sama Lea," ucap Lea.


"Gak bisa gitu dong! Raila itu istri Kakak, jadi ya harus tidur sama Kakak lah," ucap Farel.


"Ini kenapa aku jadi rebutan gini sih, apa kalian bagi aja tubuhku jadi dua biar sama-sama kebagian," ucap Raila.


"Eh, jangan dong Kak," ucap Lea.


"Makanya gantian," ucap Farel.


"Sorry ya, aku masih gak mau deket sama kamu," ucap Raila.


"Yang," rengek Farel.


"Tuan Zergan tolong jangan kayak kecil ya, anda sendiri yang udah marah-marah gak jelas terus juga ngelupain istrinya sendiri, sekarang biar tahu rasa dilupain istri sendiri," ucap Raila.


"Kasihan-nya Kakakku yang jelek ini," ucap Lea.


"Awas aja ya, Kakak gak akan kasih vitamin ke kamu," ancam Farel.


"Gak peduli, kalau Kakak gak kasih Lea vitaminnya yaudah kau gitu vitaminnya Kakak yang Lea ambil," ucap Lea.


"Eh, jangan dong nanti kalau vitaminnya Kakak kamu ambil bisa-bisa hidup Kakak gak semangat lagi loh," ucap Farel.


"Hah, kamu punya vitamin juga, tapi apa vitamin kamu?" tanya Raila.


"Ya, Kak Raila lah siapa lagi orang Kak Farel udah dideteksi sebagai suami terbucin," ucap Lea.


"Kalau suami bucin mah gak akan marah sama istrinya terus juga gak akan ngelupain istrinya," sindir Raila.


"Kamu nyindir aku ya Rai?" tanya Farel.


"Gak tuh, situ ngerasa ya," ucap Raila jutek.


"Tau ah," ucap Farel dan pergi dari ruang tamu lalu masuk ke dalam kamarnya.


"Dasar tukang drama," ucap Lea.


"Loh kok habis!" pekik Lea, saat akan mengambil cemilan di atas meja.


"Hehehe, kalian sih berantemnya seru sampe habis deh cemilannya. Berasa nonton film di bioskop ya, Pa," ucap Mama Aurel.

__ADS_1


"Hem, bener. Papa sampe habis dua permen nih," ucap Papa Aaron.


"Papa jangan banyak makan permen gak bagus tahu buat Papa," ucap Raila.


"Ralat Kak, bukan gak bagus, tapi gak cocok sama usia, hahahaha," ucap Lea dan berlari menuju kamarnya.


"Astaga untung Papa sabar," gumam Papa Aaron.


"Sayang, kamu istirahat ya, kan besok mau pergi jalan-jalan lagi," ucap Mama Aurel.


"Loh emang besok kita kemana, Ma?" tanya Raila.


"Kita besok bakal Safari Gurun Dubai, tapi besok kita berangkatnya agak sore-an gitu," ucap Mama Aurel.


"Wah seru dong, Raila belum pernah ke gurun sama sekali. Raka pengen tahu kayak gimana sih rasanya pasir di gurun pasir itu," ucap Raila.


"Yaudah, kalau gitu sekarang kamu istirahat biar besok seger ya," ucap Mama Aurel dan diangguki Raila.


Raila pun akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya dan melihat Farel yang sedang selingkuh dengan laptopnya. Sebelum tidur Raila membersihkan dirinya stelah itu barulah ia merebahkan tubuhnya di kasur empuk tersebut hingga benar-benar terlelap.


.


Saat ini keluarga Revion bersama dengan Raila yang termasuk ke dalam keluarga tersebut sedang menuju gurun pasir yang Mama Aurel katakan.


Sesampainya di titik pemberhentian Raila benar-benar takjub dengan pemandangan yang ada saat ini, "Kamu suka gak?" tanya Farel.


"Suka banget, ternyata kayak gini ya gurun pasir itu," ucap Raila.


"Tapi, Kakak takut nanti kalau jatuh gimana?" tanya Raila.


"Gapapa Kak, gak bakal sakit kan kalau Kakak jatuh nanti jatuhnya di pasir, rugi loh Kak jauh-jauh ke Dubai, tapi gak main pasir," ucap Lea.


"Yaudah deh ayo," ucap Raila.


Tidak hanya sendiri, tapi Farel juga ikut. Akhirnya keluarga Revion mereka benar-benar memperlakukan Raila layaknya keluarga mereka.


Hanya Farel, Raila dan Lea yang bermain. Sedangkan Papa Aaron dan Mama Aurel menaiki unta yang ada di tempat tersebut. Mereka benar-benar asik dengan dunianya masing-masing.


Setalah puas dengan bermain sandboarding, mereka bertiga pun memutuskan untuk menantang adrenalin mereka yaitu dengan menaiki motor ATV dan menjelajahi gurun pasir.


Raila benar-benar takut, selama perjalanan Raila terus marah-marah karena Farel mengemudikannya dengan cukup kencang, "Rel, pelan-pelan!" teriak Raila.


"Iya sayang, aku juga sayang kamu!" teriak Farel.


Jujur saja Farel tidak mendengar dengan jelas apa yang di katakan Raila. Namun, karena otak lemotnya itu Farel pun menjawab dengan sangat percaya diri. Raila pun begitu, ia tidak dapat mendengar perkataan Farel dengan jelas, tapi perkataan Farel tadi, Raila dapat mendengar dengan cukup jelas.


"Aku bilang pelan-pelan, dasar gak nyambung!" teriak Raila.


"Peluk aja gapapa kok, gak usah malu," ucap Farel.


Karena kesal Raila pun berhenti berbicara apapun pada Farel. Untuk Lea dia mengemudi sendiri motor ATV nya, karena memang Lea memiliki hobi mengendarai kendaraan yang dapat menaikkan adrenalin nya.

__ADS_1


Setelah 30 menit Farel, Raila dan Lea offroad saat ini mereka pun menikmati minuman dan makanan yang telah di pesan Mama Aurel dan Papa Aaron.


"Capek banget sumpah," ucap Lea.


"Kamu tadi kenceng banget loh dek bawa motornya," ucap Mama Aurel.


"Hehehe, udah kebiasaan, Ma," ucap Lea.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Mama Aurel, yang melihat Raila.


"Ini Ma, Farel kalau bawanya juga kenceng banget, dia lupa kali kalau bawa orang," ucap Raila, dengan kesal.


"Sayang, Maaf. Tadi kalau gak bawa kenceng-kenceng itu gak enak," ucap Farel.


"Kamu nih ya, Rel. Udah sayang minum dulu," ucap Mama Aurel.


"Besok kita pulang," ucap Papa Aaron.


"Cepet banget, Pa," ucap Lea.


"Iyalah, Papa sama Kakak masih ada pekerjaan, kamu yang tinggal beres mah enak," ucap Farel.


"Hehehehe, oke deh kalau buat vitaminnya Lea. Lea pun ikut apa kata Papa sama kakak," ucap Lea.


"Malam ini kita tidur di penginapan yang ada di sini ya, Papa tadi udah pesenin kamarnya kok," ucap Mama Aurel dan diangguki semuanya.


.


Pagi harinya keluarga Revion bersiap untuk kembali ke penthouse, perjalanan benar-benar melelahkan karena jalanan gurun.


Beberapa jam perjalanan mulai dari penginapan hingga penthouse, akhirnya mereka semua pun sampai di penthouse dengan selamat meksipun capek.


"Loh kok barang-barangnya udah siap aja," ucap Raila, yang terkejut saat semua peralatan yang ia bawa saat ke Dubai sudah rapi di dalam koper.


"Papa nyuruh asisten rumah tangga beresin semuanya," ucap Farel.


"Jadi gak enak aku," ucap Raila.


"Gak usah gak enak, itu udah tugas mereka lagian kan mereka di bayar," ucap Farel.


"Huh, iya iya," ucap Raila.


"Yaudah, kalau gitu sekarang kita pulang," ucap Farel.


Raka tidak rela jika harus meninggalkan Dubai karena menurutnya Dubai terlalu cantik dan berkesan untuk ditinggalkan, tapi Raila harus segera pulang ke Indonesia karena harus membereskan semua masalahnya yang belum terselesaikan.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2