
"Iya, ada yang bisa dibantu?" tanya pelayan tersebut.
"Saya mau pesan royal hot chocolate 1, ice americano 1 sama cheese cake mininya 1," ucap Isna.
"Ada lagi Kak?" tanyanya.
"Udah itu aja," ucap Isna.
"Baik, silahkan ditunggu," ucapnya.
"Lo pesen royal hot chocolate, di musim panas kayak gini gak salah lo," ucap Raila.
"Enak tahu, lo nya aja yang gak tahu seenak apa minum-minuman hangat di cuaca yang panas gini," ucap Isna.
"Btw, kenapa lo mau ketemu gue? lo udah dapet sesuatu?" tanya Raila.
"Kita ngobrolnya nanti song setelah minuman gue dateng, masa langsung bahas itu sih," ucap Isna.
"Ck, iya deh," ucap Raila.
"Lo tadi di anter siapa?" tanya Isna.
"Kenapa emangnya?" tanya Raila.
"Tadi gue ngelihat lo keluar dari mobil," ucap Isna.
"Oh itu Sugar Daddy gue," ucap Raila.
"Rai, mentang-mentang lo udah gak kerja lagi masa lo harus jadi cari Sugar Daddy kayak gitu sih, btw cakep gak Sugar Daddy lo?" tanya Isna.
"Bukan cakep lagi, Sugar Daddy gue hot banget," ucap Raila.
"Ck, sejak kapan lo pun Sugar Daddy?" tanya Isna.
"Sejak gue udah gak punya kerjaan lagi," ucap Raila.
Saat mereka sedang mengobrol santai akhirnya yang mereka tunggu lun datang yakni pesanan mereka, "Oke, karena minumannya udah dateng sekarang lo kasih tahu ke gue, apa alasan lo ngajak gue ketemuan?" tanya Raila.
"Jadi, gini gue kemarin udah nyoba cari di cctv, tapi gak ada kayaknya udah ada yang ngehapus deh. Tapi, gue kemarin juga cari-cari di ruangannya Pak Gibran, siapa tahu ada barang bukti lain dan lo tahu apa yang gue temuin-," ucap Isna, yang sengaja menggantungkan perkataannya karena melihat wajah serius Raila.
"Apa?" tanya Raila, yang tidak sabar akan ucapan Isna selanjutnya.
"Aelah jangan serius ama neng, lucu gue lihat muka lo, Rai. Hahahahaha," ucap Isna.
"Ish, gue ini penasaran tahu gak, cepet lo kasih tahu gue," ucap Raila.
"Iya iya, jadi gini gue kemarin ke ruangan Pak Gibran dan ternyata di sana itu ada kamera tersembunyi," y apa Isna.
"Hah! kamera sembunyi? terus?" tanya Raila.
__ADS_1
"Iya, kamera sembunyi di deketnya pot warna kuning, terus gue coba dong cari di laptopnya Pak Gibran dan ternyata video yang ada di sana juga gak ada," ucap Isna.
"Apa Dandi udah ngehapus semuanya ya," ucap Raila.
"Menurut gue bukan Dandi yang hapus video di kamera tersembunyi di deket pot kuning itu deh, tapi kalau yang cctv itu emang kayaknya Dandi yang hapus," ucap Raila.
"Kenapa bukan Dandi? harusnya kan Dandi yang udah nuduh aku. Dia pasti gak bakal biarin orang lain untuk menemukan bukti kejahatannya kan?" tanya Raila.
"Lo bener, tapi bukan Dandi yang hapus video itu. Karena kemarin gue eh bukan gue sih, tapi si Dahri yang gue suruh buat mancing Dandi gitu dengan bilang kalau rekaman pas hati dimana lo dituduh nyuri itu gak ada dan tiba-tiba darah bilang kalau di ruangannya Pak Gibran ada kamera tersembunyi yang ada di deket pot warna kuning dan disitu gue lihat wajah kaget Dandi, jadi menurut gue dia gak tahu soal kamera itu," ucap Isna.
"Terus siapa dong uang udah ngehapus bukti gue satu-satunya itu kalau bukan Dandi?" tanya Raila.
"Gue juga gak tahu, tapi artinya ada orang lain yang tahu kalau Dandi pelakunya," ucap Isna.
"Kok bisa?" tanya Raila.
"Kan, dia udah halus videonya pastinya dia udah lihat semuanya kan," ucap Isna.
"Iya juga ya," ucap Raila.
"Kira-kira menurut lo siapa yang ngelakuin itu? lo gak ada orang yang lo curigai gitu?" tanya Isna.
"Siapa ya? gak ada sih, eh tunggu Angel. Kayaknya yang bantu si Dandi itu Angel deh," ucap Raila.
"Angel itu cewek yang dulu apa lo kerja sering banget ke kantor itu gak sih?" tanya Isna.
"Iya, itu dia. Dia itu gak suka banget sama gue," ucap Raila.
"Cuma gue yang ngenggep dia keluarga, kalau dia mau nganggep gue musuh gak tahu kenapa, kayaknya semenjak Kakak kelas yang dia sukai suka sama gue deh, dia jadi kayak gini ke gue," ucap Raila.
"Lo sama Angel pernah rebutan cowok?" tanya Isna.
"Bukan gue ya, tapi si Angel. Gue nah gak pernah suka sama si cowok itu, tapi Angel yang suka dan sayangnya si cowok malah suka sama gue terus Angel nganggep gue ngerebut pacar dia lah padahal dia gak pacaran sama tuh cowok," ucap Raila.
"Terus si cowok kemana sekarang?" tanya Isna.
"Mana gue tahu, orang gue gak suka sama tuh cowok," ucap Raila.
"Emang nama cowoknya siapa?" tanya Isna.
"Alvin," ucap Raila.
"Kenapa gak lo bilang yang sebenarnya ke Angel?" tanya Isna.
"Lo gak tahu gimana keras kepalanya tuh anak, dia gak percaya dan selalu bilang kalau gue itu pembohong," ucap Raila.
"Huh, ribet banget keluarga lo," ucap Isna.
"Nah itu, bikin kepala gue pusing tahu gak kalau bahas keluarga itu," ucap Raila.
__ADS_1
"Terus selanjutnya gimana ini?" tanya Isna.
"Gue juga bingung, mungkin untuk sekarang gue harus mikir lagi gimana caranya supaya gue bisa buktiin kalau gue gak salah," ucap Raila.
"Nanti lo bilang ke gue apa aja yang harus gue bantu oke," ucap Isna.
"Oke, thanks ya karena lo udah peduli dan percaya sama gue," ucap Raila.
"Santai aja kali, gue tahu lo tuh kayak gimana, jadi gue gak mau percaya sama hal yang gue belum lihat sendiri kalau lo yang ambil uang itu di ruangannya Pak Gibran," ucap Isna.
"Terus lo mau kerja dimana sekarang, Rai?" tanya Isna.
"Gue rencananya pengen bikin kantor penerbitan," ucap Raila.
"Wah! nanti kita saingan dong, Rai," ucap Isna.
"Oh tentu tidak dong," ucap Raila.
"Kok gak saingan katanya lo mau bikin kantor penerbitan?" tanya Isna.
"Gue bakal bikin kantor penerbitan setelah kantor lo bangkrut dan tutup untuk selamanya," ucap Raila.
"Maksud lo?" tanya Isna.
"Setelah semua kebenaran terungkap gue pengen Gantari tutup," ucap Raila.
"Kenapa?" tanya Isna.
"Sebagai bentuk balas dendam gue," ucap Raila.
"Terus gue harus cari kerja lagi gitu, janganlah Rai. Lo gak kasihan lihat gue harus banting tulang untuk kebutuhan keluarga gue," ucap Isna.
"Nanti lo ke kantor gue, nanti lo gue angkat jadi wakil ketua di sana," ucap Raila.
"Tapi, lo kan belum ada kantornya," ucap Isna.
"Nah! maka dari itu kita harus segera cari buktinya biar gue segera bikin kantornya," ucap Raila.
"Oke, kalau gitu gue bakal cari lagi, siapa tahu ada hal yang bisa gue temuin di kantor," ucap Isna dan diangguki Raila.
"Tunggu! bukannya suami lo dulu pernah ke kantor ya pas lo baru aja di pecat," ucap Isna.
"Hah! suami gue ke kantor? ngapain emangnya dia ke kantor?" tanya Raila.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.