Menikahi Pria Terkaya

Menikahi Pria Terkaya
Flashback III


__ADS_3

Ibu-ibu tersebut pun menghampiri Kakek Daffa, "Lihatlah dia, dia ini mantan cucuku dan sekarang ini dia jadi gembel, nah karena kau sudah lama jadi gembel, jadi ajari dia untuk jadi gembel yang baik ya, suruh dia makan nasi sisa saja, hahahaha," ucap Kakek Daffa, lalu pergi meninggalkan Raila.


Cucu mana yang tidak sakit hati saat Kakeknya sendiri mengatakan hal tersebut. Raila hanya menatap mobil Kakek Daffa dan amplop yang diberikan tadi.


"Kamu gapapa?" tanya ibu-ibu tadi.


"Gapapa kok, Bu," ucap Raila.


"Apa kamu butuh tempat tinggal?" tanya ibu-ibu tersebut.


"Iya, Bu," ucap Raila.


"Yaudah, kalau gitu kamu bisa ikut ibu," ibu tersebut.


Raila pun mengikuti ibu tersebut, "Kalau boleh tahu nama ibu siapa ya?" tanya Raila.


"Nama ibu, Yeni, panggil aja Bu Yeni," ucap Bu Yeni dan diangguki Raila.


"Nama kamu siapa?" tanya Bu Yeni.


"Nama saya Raila, Bu," ucap Raila dan diangguki Bu Yeni.


"Terima kasih banyak Bu Yeni karena sudah mau bantu saya," ucap Raila.


"Saya justru senang karena bisa membantu orang yang sedang kesusahan, saya tahu gimana rasanya saat kita susah, tapi gak ada yang mau bantu kita," ucap Bu Yeni.


Raila mengikuti Bu Yeni dan berhenti di bawah jembatan, "Kenapa kita ke sini, Bu?" tanya Raila.


"Saya biasanya tidur di sini," ucap Bu Yeni dan menunjuk aspal.


"Ibu tidur gak pake alas?" tanya Raila.


"Ibu pake itu," ucap Bu Yeni, dengan menunjuk tumpukan kardus.


"Gapapa kan kalau tidurnya cuma kayak gini?" tanya Bi Yeni.


"Gapapa kok, Bu," ucap Raila.


Meskipun tidur dengan alas yang terbilang memprihatinkan, tapi Raila sangat bersyukur bisa bertemu dengan Bu Yeni.


"Maaf, kalau Raila boleh tahu apa pekerjaan Bu Yeni?" tanya Raila.


"Ibu mah kerjanya gak menentu kadang ngamen kadang jual koran kadang juga mulung," ucap Bu Yeni.


"Nanti aku bantu ibu ya, aku bakal cari kerja," ucap Raila.

__ADS_1


"Kamu mau jual koran, kalau iya biar ibu bilang ke bos?" tanya Bu Yeni.


"Aku cuma bantu Bu Yeni aja, nanti aku cari kerja lain yang penghasilannya lebih besar," ucap Raila.


.


Sudah seminggu Raila mencari pekerjaan dan tetap membantu Bu Yeni menjual koran dan memulung, tapi tetap saja Raila belum mendapatkan pekerjaan, "Itu ada lowongan pekerjaan aku ke sana deh," gumam Raila.


Raila pun memutuskan untuk melamar pekerjaan di restoran tersebut, "Maaf Pak, tadi saya lihat ada lowongan kerja di sini, apa saya bisa melamar kerja di sini?" tanya Raila.


"Ya, kamu bisa kerja di sini, kamu langsung kerja di belakang, Dion antarkan dia, dia pegawai baru di sini," ucap Pak Haris, yakni pemilik sekaligus koki.


"Baik, Pak. Ayo ke belakang masih banyak yang harus kau kerjakan," ucap Dion.


Raila pun melakukan pekerjaannya dengan telaten meskipun ia hanya menjadi tukang cuci piring, jujur saja Raila sangat kemas karena sejak pagi ia belum makan di tambah perutnya yang sedari tadi terasa sakit.


Saat akan istirahat sebentar tiba-tiba kepalanya pusing dan Raila pun pingsan, beberapa saat kemudian, Raila bangun dan melihat ke sekelilingnya yang sangat familiar bagi Raila, "Anda sudah bangun," ucap seorang dokter perempuan.


"Saya ke apa bisa di sini dok?" tanya Raila.


"Tadi salah satu pegawai melihat anda pingsan dan membawa anda ke rumah sakit," ucap dokter tersebut dan diangguki Raila.


"Kalau begitu saya sudah boleh pergi, dok?" tanya Raila.


"Anda harus istirahat sebentar mungkin nanti malam anda boleh pergi, anda harus menjaga kondisi anda apalagi sekarang anda membawa seseorang," ucap dokter tersebut.


"Anda sedang hamil, jadi anda harus berhati-hati jangan sampai kelelahan yang nantinya dapat mempengaruhi kehamilan anda," ucap dokter tersebut.


"Saya hamil?" tanya Raila, dengan berkaca-kaca.


"Iya, selamat ya, Bu. Ini vitamin yang harus anda konsumsi di masa kehamilan anda, anda bisa menebusnya nanti sebelum pergi," ucapnya.


"Terima kasih, dok," ucap Raila dan diangguki dokter tersebut.


Lalu dokter tersebut pun pergi meninggalkan Raila yang sedang memikirkan sesuatu, "Aku hamil," gumam Raila.


"Rel, aku hamil. Ini yang selama ini kamu inginkan, tapi kamu gak ada di sampingku," lanjutnya.


Raila pergi dari rumah sakit tanpa menebus vitamin yang di katakan dokter tadi karena ia tidak memiliki uang dan untungnya restoran tadi membayar biaya perawatan Raila.


Raila tidak langsung pulang, Raila terlebih dahulu menuju ke restoran untuk menyelesaikan pekerjaannya karena jam kerjanya masih ada.


Memasuki dapur banyak pasang mata yang menatap ke arah Raila, "Lo hamil anak siapa? hamil di luar nikah ya?" tanya Febby, salah satu koki yang ada di restoran tersebut.


Raila tidak menjawab pertanyaan yang menyakitkan dari Febby, "Maaf, Mbak. Masih banyak piring yang harus saya bersihkan, kalau begitu permisi," ucap Raila.

__ADS_1


Raila pergi meninggalkan Febby yang kesal karena respon dari Raila.


.


Baru saja Raila menyelesaikan pekerjaan tiba-tiba saya Pak Haris mengejutkannya, "Raila," panggil Pak Haris.


"Iya, Pak," ucap Raila.


"Tadi aku pingsan dan restoran yang bayar bukan?" tanya Pak Haris.


"Iya, Pak," ucap Raila.


"Maka dari itu gaji kamu bulan ini akan di gunakan untuk membayar rumah sakit tadi," ucap Pak Haris.


"Tapi, Pak. Saya belum menerima gaji apapun," ucap Raila.


"Iya, saya tahu, jadi bulan ini kamu gak dapet gaji. Tapi, kamu harus tetap bekerja, anggap kamu sedang berhutang karena biaya rumah sakit tadi, saya sudah berbaik hati karena hanya mengambil gaji kamu yang sebenarnya kurang untuk menutupi biaya rumah sakit tadi, jadi harusnya kamu tidak usah protes apapun," ucap Pak Haris, lalu pergi meninggalkan Raila.


Raila menatap pintu dapur dengan tatapan nanar, 'Baru juga kerja udah hilang aja gajinya,' ucap Raila dalam hati.


.


Kurang lebih sebulan Raila bekerja secara sukarela di restoran dan juga membantu Bu Yeni, lelah. Tapi, Raila bertahan karena ia yakin semuanya akan baik-baik saja.


Saat ini Raila berada di restoran, entahlah hari ini restoran cukup ramai, banyak piring yang menumpuk. Saat akan menaruh beberapa piring ke meja untuk di bersihkan tiba-tiba Febby datang dan menyenggol tangannya yang membuat Raila terkejut dan tanpa sengaja menjatuhkan piring-piring tersebut bukan hanya satu, tapi beberapa piring yang pecah.


Raila menatap Febby yang pergi begitu saja, karena hal Raila di pecat dari restoran.


"KAMU KALAU GAK MAU KERJA PERGI SANA!" teriak Pak Haris.


"Maaf Pak, saya tidak sengaja," ucap lirih Raila, yang sedang menunduk tersebut.


"MULAI HARI INI KAMU DI PECAT, KAMU GAK ADA GUNANYA KERJA DI SINI!" ucap Pak Haris lalu mendorong Raila keluar melalui pintu belakang.


Raila pun memutuskan untuk pulang, ia tidak tahu harus berbuat apa, selama bekerja di restoran Raila belum pernah membawa uang sama sekali, Raila merasa di bodohi karena bekerja secara sukarela seharusnya banyak rumah sakit tidak akan semahal gajinya bukan.


Setelah bekerja dan berbicara dengan ibu-ibu yang memiliki ekonomi yang sulit sepertinya membuat Raila kembali semangat. Saat melihat ke sekelilingnya tiba-tiba matanya tertuju pada seorang pria yang juga menatapnya Oalah Farel.


# Flashback Off #


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2