
"Dia kan Rafka temennya Farel yang nginep di kos kemarin," gumam Raila.
"Apa, Rai?" tanya Dahri.
"Hah! bukan apa-apa kok mending lo fokus aja ke kamera lo," ucap Raila dan diangguki Dahri.
"Baik semuanya akhirnya kita sekarang bersama dengan para pemain film photography," ucap MC dengan heboh dan mendapatkan tepuk tangan dari para penonton.
"Baiklah tanpa banyak basa basi sekarang kita akan memperkenalkan para pemain dari film photography," ucap MC.
Raila mendengarkan perkenalan para pemain film photography, "Hah! Rafka jadi Anggara apa dia seterkenal itu sampai memerankan karakter Anggara yang dikenal sebagai karakter terbaik dalam novel," gumam Raila dan masih dapat di dengar Isna.
"Raka itu terkenal banget, Rai. Dia sebenarnya model, tapi mulia tahun lalu dia mulai mengembangkan karirnya ke dunia akting bahkan dia pernah main film bareng sama Michelle," ucap Isna.
"Michelle, bukannya dia aktris senior yang disegani banyak orang?" tanya Raila.
"Iya, Michelle juga pas film itu muji aktingnya Rafka, tapi emang filmnya dulu bagus banget sih sampe nangis gue," ucap Isna.
"Tapi, kok gue gak tahu ya padahal gue salah satu pecinta film?" tanya Raila pada dirinya sendiri.
"Ya, itu artinya lo belum termasuk pecinta film," ucap Dahri.
"Oh iya, nanti kita boleh bicara langsung sama pemainnya," ucap Dahri.
"Beneran, Ri?" tanya Isna.
"Hem, tadi MC nya bilang gitu, lo gak denger apa?" tanya Dahri dan mendapatkan gelengan kepala dari Isna.
"Gaklah orang gue fokus sama wajah tampan Rafka," ucap Isna.
"Dasar cewek kalau udah ketemu yang ganteng aja lupa sama yang lain," ucap Dahri.
"Emang cowok gak kayak gitu apa," ucap Isna yang tak mau kalah.
"Udah kalian jangan berantem di sini," ucap Raila.
Setelah pembahasan mengenai film, Raila saat ini pun berjalan menuju para pemain film photography. Sedangkan, Dahri dan Isna sudah berada di depan. Pemain terakhir yang Raila datangi adalah Rafka, Raila menatap tajam Rafka seolah meminta penjelasan mengenai hal yang benar-benar membuatnya terkejut.
"Hehehe, halo Bu bos," sapa Rafka.
"Lo artis?" tanya Raila.
__ADS_1
Setelah Rafka menginap di kos Farel, Rafka dan juga Raila memutuskan untuk memanggil dengan santai, sebab itu sekarang Raila memanggil Rafka layaknya teman.
"Lebih tepatnya gue model sih," ucap Rafka.
"Kok lo gak bilang ke gue kalau lo bakal meranin Anggara?" tanya Raila.
"Kan gue gak tahu kalau lo suka sama novelnya," ucap Rafka dan menatap decakan dari Raila.
"Lo tahu gue kaget banget pas lihat lo, gue pikir gue salah orang, tapi gak mungkinlah," ucap Raila.
"Jangankan lo gue juga kaget lihat lo apalagi lihat tatapan tajam lo yang kayak mau mutilasi gue," ucap Rafka.
"Pokoknya kapan-kapan lo harus ke kos lagi dan jelasin semuanya kalau di sini kayaknya gak bisa soalnya udah banyak yang antri, kalau gitu gue balik ke tempat duduk gue dulu," ucap Raila lalu kembali ke tempatnya.
"Rai, lo kenal sama Rafka?" tanya Isna.
"Gaklah gue kenal darimana coba," ucap Raila yang berbohong, jika ia mengatakan mengenal Rafka, maka akan Raila pastikan telinganya tidak akan baik-baik saja karena mendengar keterkejutan mereka dan rengekan mereka untuk di kenalkan dengan Rafka.
"Iya juga sih," ucap Dahri.
.
Raila segera bersiap dan membuka pintu kamarnya dan saat Raila membuka pintu kamarnya ia melihat seorang perempuan yang membelakanginya dan sesaat kemudian perempuan tersebut membalikkan tubuhnya dengan tersenyum. Namun, senyuman tersebut tiba-tiba hilang saat melihat Raila.
"Ada apa ya mbak? apa ada yang bisa bantu atau bagaimana?" tanya Raila dengan sopan.
"Lo siapa kok ada di kamarnya mas Farel?" tanya perempuan tersebut.
Raila mengerutkan keningnya karena perempuan tersebut memanggil Farel dengan sebutan Mas, 'Apa Farel punya cewek lain selain gue kalau sampai iya, awas aja ya bakal gue jadiin patung lo, Rel,' ucap Raila dalam hati.
"Saya memang tinggal di sini kalau boleh tahu Mbak ada keperluan apa ya?" tanya Raila.
"Apa Mas Farel sudah tidak tinggal di sini?" tanyanya.
"Farel, masih tinggal di sini," ucap Raila.
"Terus kalau Mas Farel masih tinggal di sini kenapa mbaknya malah ada di sini? bukannya gak sopan ya masuk ke kamar orang tanpa izin," tanyanya.
"Maaf, maksudnya apa ya, jadi Mbaknya secara tidak langsung mengatakan jika saya tidak sopan begitu?" tanya Raila.
"Gue gak bilang kayak begitu, tapi kalau lo ngerasa sih yaudah," ucapnya.
__ADS_1
"Saya rasa yang gak sopan itu Mbak deh, kalau memang Mbak ga ada keperluan apa-apa yaudah saya permisi," ucap Raila.
Namun, belum sempat Raila menutup pintu tiba-tiba suara perempuan tersebut menghentikannya, "Lo siapanya Mas Farel kenapa lo masuk ke kamarnya? asal lo tahu kalau gue itu pacarnya Mas Farel," tanya perempuan tersebut.
"Kalau boleh tahu nama anda siapa ya?" tanya Raila dengan lembut.
"Gue Clara kenapa emangnya?" tanya Clara.
'Clara, nama jelek juga bagusan nama gue,' ucap Raila dalam hati.
"Jadi di sini ceritanya saya pelakor dong dalam hubungan Mbak Clara sama Mas Farel, begitu?" tanya Raila dengan lembut.
"Hem, lo itu pelakor dalam hubungan gue sama Mas Farel," ucap Clara.
Raila sekarang paham jika Clara ini menyukai suaminya, 'Kayaknya main-main sama nih cewek oke juga,' ucap Raila dalam hati.
"Gue gak punya tempat tinggal makanya gue di sini," ucap Raila.
"Gak bisa gitu dong, gue juga gak punya tempat tinggal berarti sekarang gue juga harus tinggal di sini, sana minggir lo," ucap Clara dan masuk ke dalam kamar tersebut.
Raila yang gagal menahan Clara pun mendengus sebal, "Dasar siluman ular berbisa," gumam Raila dengan senyum smirknya.
"Gue mau makan mana makanannya?" tanya Clara yang sudah tidur di atas kasur.
"Bisa gak sih gak usah tidur di sana," ucap Raila.
"Gak bisa, inget gue itu pacarnya Mas Farel, jadi gue berhak tidur di sini lagian gue juga tiap malam sering ke sini buat tidur sama Mas Farel bahkan gue udah hafal lekuk tubuhnya Mas Farel," ucap Clara yang berhasil membuat kepala Raila mengeluarkan asap yang siap meledak.
"Lo masih perawan gak?" tanya Raila secara vulgar.
Clara yang terkejut dengan pertanyaan Raila pun lantas menoleh, "Gue? kenapa lo tanya kayak gitu?" tanya Clara yang terlihat gugup.
"Gapapa sih, gue cuma mau tahu aja," ucap Raila yang menahan senyumnya karena melihat Clara yang gugup setelah mendengar pertanyaan yang ia lontarkan.
.
.
.
Tbc.
__ADS_1