Menikahi Pria Terkaya

Menikahi Pria Terkaya
Surganya Lea


__ADS_3

"Katanya aku harus sopan kalau ngomong sama Kak Raila terus aku juga gak boleh bahas masalah keluarga karena mungkin waktu Kak Raila juga masih belum tahu yang sebenarnya kan, banyak hal kak. Kak Farel itu paling gak bisa kalau ada orang yang ngomongnya gak sopan sama orang yang dia sayang salah satunya Kak Raila," ucap Lea.


Pipi Raila merah saat mendengar perkataan Lea, 'Apa bener Farel sampe segitu sama aku?' tanya Raila, pada dirinya sendiri.


"Udah, Kak Raila samperin Kak Farel takutnya nanti Kak Farel di culik hantu Dubai, kan Kak Farel cakep kesukaannya hantu-hantu di Dubai," ucap Lea.


"Emangnya gapapa kalau kamu Kakak tinggal?" tanya Raila.


"Gapapa kali Kak, Lea mah udah sering tidur di sini sendirian," ucap Lea.


"Yaudah kalau gitu Kakak pergi dulu," ucap Raila.


"Oke, hati-hati Kak, takutnya nanti Kak Farel yang ngambek," ucap Lea dan diangguki Raila.


'Gak mungkin juga sih Kak Farel ngambek ke Kak Raila, orang Kak Farel udah bucin akut ke Kak Raila,' ucap Lea dalam hati.


Raila pun keluar dari kamar Lea, namun baru saja keluar dari kamar tersebut Raila di kejutkan dengan seorang pria yang berdiri tepat di depannya dengan senyum cerahnya.


"Astaga! Rel. Kamu ngagetin aja," ucap Raila.


"Hehehe, udah mau balik ke kamar sendiri?" tanya Farel.


"Apa sih gak jelas, udah sana pergi," ucap Raila dan pergi meninggalkan Farel.


"Sayang, jangan marah-marah dong," ucap Farel dan mengikuti Raila yang sudah masuk ke dalam kamar.


Sesampainya di dalam kamar Raila terlebih dahulu membersihkan dirinya dan setelah itu ia pun merebahkan tubuhnya di kasur empuk kamar tersebut. Sedangkan, Farel sudah terlelap.


"Ish, Farel kalau mau tidur mandi dulu," omel Raila dengan menggoyangkan punggung Farel.


Meskipun Raila dengan keras menggoyangkan punggung Farel, tapi Farel tetap tidak terganggu bahkan semakin nyenyak.


"Farel gempa!" terima Raila dan kembali gagal.


"Ih, kamu mah gak bangun-bangun, hiks hiks hiks," ucap Raila, yang di akhiri dengan jurus andalannya yaitu menangis.


Benar saja beberapa saat kemudian, Farel pun mengerjapkan matanya dan segera melihat seseorang yang sedang menangis di sebelahnya dan betapa terkejutnya Farel saat melihat Raila menangis.


"Loh Yang, kenapa kok kamu nangis sih?" tanya Farel.


"Kamu sih," ucap Raila.


"Aku kenapa?" tanya Farel.


"Tau ah, aku males sama kamu, aku mau ke kamarnya Lea aja," ucap Raila.


Belum sempat Raila turun dari ranjang, Farel terlebih dahulu menarik Raila dan merebahkan tubuh mereka berdua di kasur empuk tersebut.


"Kamu kenapa hem? aku buat kesalahan lagi ya? maaf ya, aku sering banget buat kamu nangis," tanya Farel.


"Aku kayak anak kecil ya dikit-dikit ngambek sama marah gak jelas, kalau gitu aku bakal ubah sikapku ke kamu deh biar kamu gak minta maaf terus, aku kayak jahat banget jadi istri," ucap lirih Raila.

__ADS_1


"Gak dong sayang, kamu gak jahat. Udah ya jangan nangis lagi, sekarang kita tidur aja kan besok mau jalan-jalan di Dubai," taco Farel.


"Kamu mandi sana, kan kamu belum mandi. Aku ogah ya tidur sama kamu kalau kamu belum mandi," ucap Raila.


"Yaudah, kalau gitu kita mandi bareng yuk, kan udah lama kita gak mandi bareng," ucap Farel.


"Tapi, aku tadi udah mandi. Jadi, hari ini kamu mandi sendiri ya," ucap Raila.


"Gak mau," ucap Farel dan menggendong Raila masuk ke dalam kamar mandi.


"Huh! tapi aku udah mandi," ucap Raila.


"Gapapa sayang," ucap Farel.


"Tapi, mandi doang ya," ucap Raila.


"Gak janji sih aku," ucap Farel.


Raila pun akhirnya pasrah dan kembali membersihkan dirinya, tapi tidak seperti yang ia pikirkan kegiatan mandi tersebut membutuhkan waktu kurang lebih 4 jam.


Raila benar-benar lelah hingga Farel pun menghentikan kegiatannya setelah melihat Raila yang mulai memejamkan matanya. Farel membersihkan tubuh Raila dan setelah itu keluar memakaikan pakaiannya juga.


Farel merebahkan tubuh Raila di kasur empuk kamarnya karena terlalu lelah Farel pun mengikuti Raila menuju alam mimpi.


Malam harinya lebih tepatnya dini hari Raila tiba-tiba terbangun dari tidur cantiknya karena haus, "Ekhm, kok gak ada minum," gumam Raila.


Raila melihat kearah jam yang ada di atas meja, "Masih jam 2 lagi," gumam Raila.


"Eh, ada Kak Raila," ucap Lea.


"Kamu kenapa malam-malam di sini?" tanya Raila.


"Kakak sendiri kenapa?" tanya Lea.


"Kakak haus makanya mau ambil minum," ucap Raila.


"Kalau Raila mau buat mie," ucap Lea.


"Mienya mana? katanya kamu mau buat mie, kok gak ada?" tanya Raila.


"Lea buat mie cup," ucap Lea.


"Loh kamu bawa dari rumah?" tanya Raila.


"Iya, Kak. Lea bawa dari rumah soalnya kalau di Dubai gak ada kalau ada pun susah nyarinya," ucap Lea.


"Kamu bawa berapa?" tanya Raila.


"Lea bawa 16 Kak," ucap Lea.


"Hah! banyak banget," ucap Raila.

__ADS_1


"Yang cup nya 9 terus yang biasanya 7," ucap Lea.


"Kakak minta dong," ucap Raila.


"Boleh dong, tapi di kamar Lea aja ya soalnya kalau Papa, Mama sama Kak Farel tahu bisa-bisa hilang sudah surganya Lea," ucap Lea dan diangguki Raila.


Saat ini Raila berada di kamar Lea, Raila awalnya terkejut melihat persediaan makanan Lea, "Kamu suka mie?" tanya Raila.


"Banget Kak, aku lama packing itu ya karena mie sama cemilan lainnya, makanan itu surga bagi Lea Kak," ucap Lea.


"Ini koper kamu hampir semuanya makanan loh, terus baju kamu gimana?" tanya Raila.


"Kalian masalah baju mah gampang Kak, kan ada toko baju di Dubai terus juga ada beberapa baju di sini. Kalau makanan kan susah," ucap Lea.


Raila pun mengerti maksud dari Lea dan kembali menikmati mie cup yang ia minta dari Lea.


"Kak, ini apa?" tanya Lea, dengan menunjuk leher Raila.


"Apanya?" tanya Raila.


"Ini loh kok ada bekas merah-merah gitu, mama banyak lagi," ucap Lea.


Raila yang mendengar perkataan Lea pun terkejut dan segera berlari ke arah cermin lalu memeriksanya, 'Farel, kenapa harus kayak gini sih,' ucap Raila dalam hati.


"Kakak, usah malu. Lea udah 18+ kok, jadi Lea tahulah, Lea malah seneng karena sebentar lagi Lea bakal jadi rich aunty," ucap Lea.


"Apa sih ngaco kamu," ucap Raila.


"Loh bener kan, lagian Kak Farel sama Kak Raila kan udah nikah, jadi wajar dong kalau kalian melakukannya," ucap Lea.


"Udah gak usah di perpanjang sekarang kita makan lagi sebelum semua orang bangun gara-gara nyium harum surganya kamu," ucap Raila.


"Bener kata Kak Raila," ucap Lea.


Akhirnya mereka pun menghabiskan 4 mie cup, "Gimana enak gak, Kak?" tanya Lea.


"Enak, emang mie itu gak ada yang bisa nandingin," ucap Raila dan diangguki Lea.


"Kakak tidur di kamar ke atau mau balik ke kamar Kakak?" tanya Lea.


"Kakak tidur di kamar kamu aja ya, Kakak males jalan jauh," ucap Raila.


"Siap," ucap Lea.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2