Menikahi Pria Terkaya

Menikahi Pria Terkaya
Tidur Di atas Karpet


__ADS_3

"Gapapakan?" tanya Farel dengan gugup.


"Apa gak ada tempat lain?" tanya Raila.


"Gak ada, dia juga gak ada uang dan aku juga gak punya uang untuk aku pinjemin ke dia," ucap Farel.


"Terus dia sekarang dia dimana?" tanya Raila.


"Dia udah ada di depan kamar," ucap Farel dengan senyum cerianya.


"Yasudah, suruh dia masuk," ucap Raila.


"Gapapa?" tanya Farel yang tidak percaya, ia pikir Raila akan marah, tapi ini Raila justru menyuruh Rafka masuk.


"Hem, sebenarnya aku gak masalah kalau emang temen kamu ada yang mau bermalam disini, tapi kadang aku gak tahu nanti dia tidur dimana. Sedangkan, ranjang kita cuma satu," ucap Raila.


"Gampang kalau itu yang terpenting kamu udah setuju aja," ucap Farel.


"Yaudah, aku udah setuju sekarang suruh temen kamu masuk, kasihan dia diluar," ucap Raila dan diangguki Farel.


Farel pun keluar dan melihat Rafka yang masih setia berdiri didepan jendela kamar kos Farel, "Gimana, Rel, boleh gak gue nginep disini?" tanya Rafka dengan nada yang penuh harap.


"Hem, boleh, tapi lo jangan macem-macem ya, awas aja lo kalau macem-macem ke istri gue," ucap Farel.


"Iya, Rel, gue tahu kali, walaupun gue gak bener jadi cowok, tapi gue juga gak mungkinlah nikung sahabat gue sendiri yang ada mami gue yang bakal habisin gue," ucap Rafka.


"Bagus, cepet masuk," ucap Farel dan diangguki Rafka.


Rafka pun masuk ke dalam kamar kos tempat tinggal Farel dan Raila, saat masuk kedalam yang pertama kali Rafka lihat adalah Raila, sejujurnya Rafka sudah pernah bahkan sering menginap di kamar kos Farel, tapi itu sebelum Farel menikah dan ini pertama kalinya Rafka datang setelah Farel menikah.


"Ha-halo Raila, salam kenal ya, aku Rafka temennya Farel," sapa Rafka dengan tersenyum.


Raila pun membalas senyuman Rafka, "Udah jangan senyum ke dia gak baik, nanti dia kepincut sama kamu lagi," ucap Farel yang menutup wajah istrinya dengan tangan besarnya.


"Apasih kamu lebay," ucap Raila.


"Halo juga Rafka, kenalin aku Raila istrinya Farel," ucap Raila dengan mengulurkan tangannya ke arah Rafka.

__ADS_1


Rafka yang ingin menyambut uluran tangan Raila pun gagal karena tangannya justru disambut oleh Farel, "Gak usah pegang-pegang segala," ucap Farel.


"Astaga, Rel, lo kok cemburuan gini sih," ucap Rafka.


"Kalau lo gak mau yaudah lo pergi," ucap Farel.


"Eh eh gak gitu juga kali," ucap Rafka.


"Udah sih, kenapa gitu banget sama temen kamu kasihan tahu, tapi tunggu deh kok aku kayak pernah lihat kamu ya, tapi dimana," ucap Raila.


"Mungkin itu cuma perasaan kamu aja kali, aku gak pernah kok ketemu sama kamu," ucap Rafka.


"Iya juga sih, oh iya, kamu gak datang pas pernikahanku sama Farel ya kan?" tanya Raila.


"Iya, aku gak datang soalnya aku ada urusan," ucap Rafka.


"Makanya aku gak pernah ketemu sama kamu," ucap Raila.


"Hadiah pernikahan kalian menyusul ya karena aku juga masih ada beberapa urusan," ucap Rafka.


"Iya, gapapa ko," ucap Raila.


Sedangkan, untuk hadiah pernikahan, Rafka sudah memberikannya pada Farel, Rafka memberikan hadiah sebidang tanah dan juga sebuah mobil sebagai hadiahnya dan Rafka pastikan jika sampai saat ini Farel belum memberitahukannya pada Raila.


Oh iya, ini aku bawain cokelat," ucap Farel.


"Loh, kan cokelatnya masih ada, kamu jangan boros- boros biar uangnya cukup buat bayar kos," ucap Raila.


"Untuk itu kamu gak usah khawatir, aku udah sisihin kok," ucap Farel.


"Tapi, cokelat aku masih banyak loh," ucap Raila.


"Iya, aku tahu, tapi kamu kan kalau bisnis selalu nyemilin cokelat makanya aku stok yang banyak jadi pas habis kamu gak usah beli lagi," ucap Farel.


"Yaudah, mana cokelatnya," ucap Raila.


"Ini," ucap Farel dan memberikan cokelat tersebut pada Raila.

__ADS_1


"Kamu juga beli buah?" tanya Raila.


"Iya, sekalian, kamu kalau pagi kan harus makan buah juga, biar gak makan buah pisang sama Apel terus makanya aku beliin buah itu," ucap Farel.


"Tapi, Anggur mahal loh, Rel, jangan boros deh, lagian aku makan Pisang sama Apel gapapa kok," ucap Raila.


"Mumpung aku ada uang jadi gapapa, gak usah dibahas lagi ya," ucap Farel dan diangguki Raila.


Raila sangat bersyukur karena dipertemukan dengan pria sebaik dan se-sayang Farel padanya, Raila yang dari dulu selalu di didik untuk menjadi orang kaya segalanya tentang uang dan kekuasaan, sehingga Raila sangat kurang mendapatkan kasih sayang layaknya orangtua pada anak umumnya. Raila tidak tahu bagaimana jika ia tidak bertemu dengan Farel, Raila dapat pastikan ia tidak akan pernah bahagia karena harus menjalan masa depan sesuai yang diinginkan orangtuanya.


Disisi lain Rafka yang melihat interaksi Farel dan Raila hanya tersenyum, meskipun ia playboy, tapi Rafka juga berharap mendapat pasangan seperti Raila yang berada disamping Farel dalam keadaan apapun, bahkan membela Farel disaat banyak orang yang mencemooh Farel karena ekonominya.


'Gue bahagia kalau lo bahagia, Rel, dulu gue sempet ngeraguin Raila karena bisa aja dia tahu kalau lo yang sebenarnya, tapi ternyata keraguan gue salah,' ucap Rafka dalam hati.


"Ka, ini makan buahnya," ucap Raila dengan menyajikan buah anggur yang tadi di beli Farel.


"Makasih, Rai," ucap Rafka dan diangguki Raila.


"Ka, nanti lo tidur di atas karpet gapapa?" tanya Farel.


"Gapapa kok, gue mah udah biasa tidur di atas karpet," ucap Rafka dengan tersenyum.


'Gila, gue gak pernah tidur di atas karpet, kalian mami gue tahu bisa nangis darah ngeliat anak gantengnya ini tidur di atas karpet, mana tipis banget lagi karpetnya, tapi kenapa karpetnya gambar Spongebob Squarepants sih,' ucap Rafka dalam hati, Rafka ingin protes, tapi ia sadar jika ia sedang menumpang malam ini, lebih baik ia terima saja daripada harus ditendang oleh Farel.


Farel pun merebahkan tubuhnya di samping Raila, meskipun ranjangnya sederhana bahkan sangat berbeda jauh dengan ranjang milik Raila, tapi Raila tidak pernah mengeluh bahan Raila bisa tidur nyenyak.


"Rel, udah tidur lo?" tanya Rafka yang berada di sebelah Farel, karena kasur Farel yang memang tanpa adanya ranjang, entahlah Farel selalu mengatakan jika ia tidur diatas ranjang padahal sebenarnya ia tidur di atas kasur dan bahkan kasurnya tidak di lengkapi ranjang.


Oleh karena itu saya ini Rafka tepat di samping Farel, posisi saat ini Raila berada di dekat tembok lalu di sampingnya Farel dan di samping Farel ada Rafka yang tidur di atas karpet.


"Kenapa?" tanya Farel.


"Gue bahagia," ucap Rafka.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2