
"Tanya apa? daritadi kan kamu tanya terus ke aku," tanya Raila.
"Siapa cowok yang sama Kak Keanu waktu di Dubai? kamu kelihatan akrab banget sama dia," tanya Farel.
"Kenapa kamu tanya itu? kamu cemburu ya lihat aku sama dia?" tanya Raila.
"Iyalah, suami mana yang gak cemburu ngelihat istrinya deket banget sama cowok lain sampe pelukan segala," ucap Farel.
"Istri mana yang gak cemburu ngelihat suaminya deket sama orang lain Snape ngelupain istrinya sendiri gitu, giliran ada yang cantik, seksi dan masih segelan aja, istrinya sendiri di lupain," ucap Raila.
"Kan itu Lea yang narik aku, aku mah gak ada niatan buat sama Natasya," ucap Farel.
"Jangan sebut nama dia, aku alergi nama dia," ucap Raila.
"Iya deh, kamu belum jawab pertanyaanku yang tadi," ucap Farel.
"Namanya Kak Alexander," ucap Raila.
"Jangan sebut nama dia aku alergi nama dia," ucap Farel.
"Yaudah, kalau gitu aku gak usah cerita kalau kamu alergi aku sebut nama dia," ucap Raila.
"Eh jangan dong, ini aku udah penasaran mama dia juga akrab banget sama kamu, kan aku gak suka," ucap Farel.
"Namanya Kak Alexander, dia itu gimana ya aku bilangnya," ucap Raila, dengan tangan di dagunya.
"Bingung kenapa?" tanya Farel.
"Aku bingung kalian dia itu sebutannya termasuk istri atau suami ya," ucap Raila.
"Hah! maksudnya apa sih? istri atau suami? ya kalau dia mah suami dong," kata Farel.
"Terus yang Kak Keanu apa istri gitu?" tanya Raila.
"Ya, Kak Keanu suami juga mana ada Kak Keanu jadi istri, kalau kamu batu istri," ucap Farel.
"Masa Kak Keanu sama Kak Alexander sama-sama suami," ucap Raila.
Farel semakin tidak mengerti apa yang dibicarakan Raila, "Yang, jangan bikin aku mikir dong. Maksud kamu apa sih suami istri itu siapa?" tanya Farel.
"Ck, kamu mah emang lemot kalua masalah kayak gini, bener kata Lea kalau kamu itu cuma cepet masalah pekerjaan kalau diluar pekerjaan kamu mah lemot lola," omel Raila.
"Kan, aku bener-bener gak paham sayang," ucap Farel.
"Ck, Kak Alexander sama Kak Keanu itu uda nikah makanya aku bingung mana yang istri mana yang suami," ucap Raila.
Tubuh Farel membeku mendengar jawaban dari Raila, 'Kak Keanu nikah sama laki,' ucap Farel dalam hati.
"Yang, kamu gak bercanda kan kok Kak Keanu nikahnya sama yang sejenis," ucap Farel.
"Aku gak bercanda, aku juga gak percaya. Tapi, buktinya emang mereka udah nikah," ucap Raila.
"Bukannya Kak Keanu itu masih kuliah ya?" tanya Farel.
"Kak Keanu tinggal wisuda doang," ucap Raila.
"Berarti selama ini Kak Keanu bohong dong kan dia bilang kalau dia masih semester 5," ucap Farel dan diangguki Raila.
"Terus keluarga kamu udah tahu?" tanya Farel.
"Belum, Kak Keanu bakal kasih tahu, tapi gak tahu kapan," ucap Raila.
__ADS_1
"Terus kenapa Kak Keanu di Dubai?" tanya Farel.
"Dia honeymoon," ucap Raila.
"Sekarang Kak Keanu ada di Indonesia gak? aku mau ketemu sama Kak Keanu?" tanya Farel.
"Kak Keanu sama Kak Alexander sekarang tinggal di Amerika, kalau gak salah di New York deh," ucap Raila.
"Wah! aku gak percaya Kak Keanu yang cueknya kayak gitu ternyata punya kelainan," ucap Farel.
"Kamu setuju gak sih sama keputusan Kak Keanu untuk nikahin Kak Alexander?" tanya Raila.
"Kalau aku tanya aku, aku bakal jawab gak setujulah," ucap Farel.
"Kenapa?" tanya Raila.
"Tanpa aku kasih tahu kamu juga tahulah kenapa," ucap Farel dan diangguki Raila.
"Semoga aja Kak Keanu cepet sadar," ucap Raila.
.
Pagi hari Raila sudah rapi dan bersiap untuk pergi, "Kamu mau kemana udah cantik gitu?" tanya Farel.
"Aku aku ketemu sama Isna," ucap Raila.
"Isna? bukannya dia itu kerja di kantor kamu dulu?" tanya Farel.
"Iya," jawab Raila.
"Kenapa kamu mau ketemu sama dia?" tanya Farel.
"Kalau kamu butuh apa-apa bilang ke aku," ucap Farel.
"Oke, yaudah yuk turun ke bawah," ucap Raila.
Farel dan Raila pun turun ke bawah dan menuju meja makan, di sana ternyata sudah ada keluarga Revion ditambah Naomi yang duduk di sebelah Lea.
"Halo Kakak ipar," sapa Naomi.
"Halo Naomi, makin cantik aja deh," ucap Raila.
"Bisa aja Kakak ipar ini," ucap Naomi, yang tersipu malu.
"Ayo makan sayang," ajak Mama Aurel.
Mereka pun menikmati sarapannya dengan tenang, selesai sarapan Farel segera berdiri karena hari ini ia harus membahas sesuatu dengan Evan.
"Kamu berangkat sama aku atau mau sama supir?" tanya Farel.
"Hem, aku sama supir aja deh," ucap Raila.
"Yaudah, kalau gitu aku duluan ya," ucap Farel, lalu mengecup pipi Raila dan pergi dari kediaman Revion.
"Seger banget sih pagi-pagi udah dapat kecupan manis," goda Lea.
"Iya dong, gak kayak yang jomblo pagi-pagi meratapi kesendiriannya," ucap Raila.
"Pinter sayang," ucap Mama Aurel.
"Untung Lea gak jomblo, jadi gak merasa kesindir," ucap Lea.
__ADS_1
"Emang lo punya pacar?" tanya Naomi.
"Punya dong," ucap Lea.
"Siapa?" tanya Naomi.
"Park Chanyeol," ucap Lea.
"Alah, gue kira siapa, taunya pacarnya ternyata cuma halu," ucap Naomi.
"Cepet cari pacar gih," ucap Mama Aurel.
"Mama kan tahu kalau Lea gak minat buat pacaran, Lea maunya langsung nikah gitu," ucap Lea.
"Jangankan nikah orang cowok yang ngajak kamu pacaran aja gak ada," ucap Mama Aurel.
"Hehehe, nah itu masalahnya," ucap Lea.
"Ma, Raila berangkat dulu ya," ucap Raila.
"Kamu dianter supir kan?" tanya Mama Aurel.
"Iya, Ma. Yaudah kalau gitu Raila pergi dulu ya," ucap Raila.
"Pak, kita ke cafetaria ya," ucap Raila.
"Iya, Non," ucap Pak Diki, lalu mengendarai mobil tersebut menuju tempat tujuan Raila.
Mobil yang ditumpangi Raila sudah berada di depan cafetaria, "Pak Diki langsung pulang aja ya soalnya saya kemungkinan lama di dalam," ucap Raila.
"Gapapa Nona, biar saya tunggu saja," ucap Pak Diki.
"Tapi, takutnya Pak Diki kelamaan nunggunya, lebih baik Pak Diki pulang aja," ucap Raila.
"Baiklah, kalau begitu jika Nona sudah selesai, tolong kabari saya, Nona jangan pulang sendirian. Nanti saya yang dimarahi Tuan Zergan," ucap Pak Diki.
"Iya, nanti saya kabari Pak Diki kalau semuanya sudah selesai," ucap Raila.
Pak Diki pun pergi dan Raila berjalan menuju cafetaria tersebut, "Isna mana ya?" tanya Raila, pada dirinya sendiri.
Setelah mencari sekelilingnya akhirnya Raila pun melihat keberadaan Isna, "Isna," panggil Raila.
"Eh, Rai. Udah sampe juga lo," ucap Isna.
"Hehehe, maaf. Lama ya nungguinnya," ucap Raila.
"Gak sih, gue baru sampe kok, oh iya lo pesen apa?" tanya Isna.
"Biasa," ucap Raila dan diangguki Isna.
Isna sudah paham apa yang dimaksud Raila karena memang saat Raila masih bekerja dulu, mereka berdua sering datang ke cafetaria.
"Mas," panggil Isna.
.
.
.
Tbc.
__ADS_1