Menikahi Pria Terkaya

Menikahi Pria Terkaya
Pake Pelet?


__ADS_3

"Kamu balik ke Jerman kapan sayang?" tanya Tante Mona.


"Hem, mungkin 2 Minggu lagi, Ma," ucap Lea.


"Kamu betah gak tinggal di sana?" tanya Tante Mona.


"Gak betah sih, tapi di sana banyak cowok ganteng jadi harus betah dong," ucap Lea.


"Lea mah di otaknya cuma cowok kalau gak gitu uang," ucap Joven.


"Iya dong Kak, kalau Lea gak ada dua hal itu bisa-bisa hidup Lea gak ada artinya," ucap Lea.


"Lea lebay kayak Mamanya pas muda," ucap Tante Aulia.


"Eh, gak ya mana ada aku kayak gitu, aku mah anteng-anteng aja malah pas muda aku yang paling pendiam loh diantara kalian ini," ucap Mama Aurel.


"Astaga Rel, bercandamu gak lucu. Mana ada kamu pendiam malahan kami sama Mona yang paling rame apalagi kalau ketemu sama cogan-cogan yang lagi lewat," ucap Ninda.


"Cogan-cogannya siapa aja, Ma?" tanya Lea.


"Ya, siapa lagi kalau bukan Aaron and the geng," ucap Tante Aulia.


"Dulu yang paling ganteng diantara Papa-papa ini siapa?" tanya Raila.


"Menurut kamu siapa yang paling ganteng dari kita semua?" tanya Papa Aaron.


"Hem, Papa Aaron," ucap Raila.


"Memang menantuku ini yang paling bener," ucap Papa Aaron.


"Ck, kenapa milih Aaron? apa karena dia mertua kamu?" tanya Om Vano.


"Karena wajahnya Papa Aaron mirip kayak Farel ganteng, makanya Raila pilih Papa Aaron," ucap Raila.


Jawaban Raila membuat gelak tawa semua orang yang ada di sana, "Kamu nih ya sayang, ya jelaslah Aaron mirip Farel kan Aaron itu Papanya Farel," ucap Tante Mia.


"Nah karena itu Raila milih Papa Aaron," ucap Raila.


"Oke, sekarang kamu pilih lagi, tapi gak pake Aaron. Kamu milih antara Papa Alex, Papa Vano, Papa Ferdi dan Papa Zack," ucap Tante Aulia.


"Hem, Raila milih Papa Alex," ucap Raila.


"Kenapa?" tanya Om Ferdi, Om Vano, dan Om Zack.


"Gak tahu, tapi Papa Alex kelihatan keren aja gitu," ucap Raila.


"Mata kamu memang jeli melihat mana yang ganteng mana yang b aja," ucap Om Alex.


"Ck, maksud situ kita-kita nih jelek gitu," ucap Om Zack.


"Gak tuh, kan aku cuma bilang b aja, berarti di tengah-tengah antara ganteng ama jelek, tapi kalau kalian ngerasa jelek yaudah bukan salahku dong," ucap Om Alex.


"Gak anak gak bapak sama aja kalau ngomong nyess," ucap Om Ferdi.

__ADS_1


"Kalau menurut Lea malah yang paling ganteng Papa Zack," ucap Lea.


"Heh! beneran Le?" tanya Om Zack dan diangguki Lea.


"Tuh kan emang cuma Lea yang terbaik," ucap Om Zack.


"Hehehehe, karena Lea udah milih Papa Zack, sekarang gantian Papa yang masih Lea uang. Sekarang mana uang imbalan untuk Lea," ucap Lea dan mengulurkan tangannya.


Semua orang yang ada di sana kembali tertawa dengan ucapan Lea, "Ck, Papa kira kamu milih Papa karena memang Papa ganteng," ucap Om Zack.


"Papa emang ganteng kok, tapi kan Papa harus ngasih imbalan ke Lea, hehehe," ucap Lea.


Mau tidak mau Om Zack pun mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan uang lalu memberikannya pada Lea.


"Papa Zack yang paling ganteng diantara semuanya bahkan Papa Aaron aja kalah," ucap Ela dan mencium uang yang tadi diberikan oleh Om Zack.


"Memang anak Papa ini pinter sekali kalau masalah morotin uang," ucap Papa Aaron.


"Lea gituloh," ucap Lea.


"Kamu mau kemana?" tanya Tante Mia, yang melihat Lea berdiri dan bersiap pergi dari ruang tamu.


"Mau jalan-jalan kan udah ada uangnya," ucap Lea.


"Sendirian?" tanya Rafka.


"Gak dong Kak, tadi Lea diajak Naomi, tapi karena gak ada uangnya Lea bilang buat Naomi nunggu dulu karena Lea mau jalanin misi buat dapet uang, eh ternyata dapet," ucap Lea, dengan cekikikan dan pergi menuju kamarnya.


Beberapa saat kemudian, Lea pun keluar dari kamar dengan sudah berganti pakaian lebih bagus dan juga membawa tas tak lupa juga dengan riasan yang membuatnya semakin cantik.


"Eh, Lea yang cantik kayak gini gak mau ya sama Kak Joven yang pas-pasan, mending sama Kak Marvel, tapi gak aja Kak Marvel kayak batu nanti kalau sama Kak Marvel, Lea yang ada emosi terus," ucap Lea.


"Emang gue mau apa sama situ," ucap Marvel.


"Kalau gitu sama gue aja, Le," ucap Rafka.


"Gak mau, masa Lea sama playboy, yang ada nanti Lea di hajar sama cewek-cewek yang suka Kak Rafka," ucap Lea.


"Yaudah, kalau gitu sama Farel aja," ucap Joven.


"Gak mau, kalau sama Kak Farel nanti Kak Raila marah lagi, lagian Kak Farel mah gak asik," ucap Lea.


"Udah sana katanya mau pergi, tapi malah ngobrol di sini," ucap Farel.


"Ish, ngusir nih ceritanya," ucap Lea.


"Udah pergi sana, lo kalau di sini berisik," ucap Marvel.


"Ish, yaudah kalau gitu bidadari mau pergi dulu dadah," ucap Lea, lalu mengecup pipi Papa Aaron dan Mama Aurel.


Setelah kepergian Lea, mereka kembali mengobrol santai. Saat Raila sedang mengobrol dengan para ibu-ibu tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang, Raila sudah dapat menebak siapa pelakunya, siapa lagi kalau bukan suaminya yaitu Farel.


"Kenapa?" tanya Raila.

__ADS_1


"Kepalaku pusing," ucap Farel.


"Gara-gara Mama tadi ya," ucap Tante Aulia dan diangguki Farel.


"Alah lebay loh kamu Rel. Padahal barisannya juga biasa aja, kamu mah kayak gini karena ada Raila, maunya manja-manja sama Raila," ucap Tante Mona.


"Bener kata Mona, itu mah alesan kamu aja biar bisa sama Raila terus," ucap Mama Aurel.


"Rel, ayo ke taman," ajak Rafka.


"Bentar napa gue masih aku meluk Raila," ucap Farel.


"Udah sana pergi, kalau gak pergi Mama gorok leher kamu," ancam Mama Aurel, yang membawa pisau untuk memotong buah apel.


"Jangan dong, Ma. Kan kasihan nanti Raila jadi janda loh," ucap Farel.


"Gapapa nanti kan masih ada Rafka, Joven, Marvel sama Evan," ucap Tante Aulia.


"Evan gak ikut loh ya," ucap Tante Ninda.


"Hehehehe, iya kecuali Evan deh kalau gitu," ucap Tante Aulia.


"Apa sih, Ma. Raila kan gak mau jadi janda," ucap Raila.


"Tuh Mama denger Raila gak mau jadi janda," ucap Farel.


"Udah makanya kamu sana pergi biar aku gak jadi janda," ucap Raila.


"Iya sayangku," ucap Farel dan pergi bersama sahabat-sahabatnya.


"Rai, kamu pake pelet apa sih ke Farel, kok dia kayak sayang banget sama kamu?" tanya Tante Ninda.


"Raila gak pake pelet apa-apa kok," ucap Raila.


"Tapi, kok Farel bisa sayang banget sama kamu, Mama aja kadang iri loh ngelihatnya," ucap Tante Mona.


"Raila juga gak tahu kenapa Farel kayak gitu," ucap Raila.


"Kamu tahu gak sih dulu pas Mama ngelihat kamu sama Farel itu seneng banget karena akhirnya ada yang bisa ngerubah Farel jadi lebih baik," ucap Tante Mona.


"Memangnya Farel dulu nakal ya Ma, kok Raila sampe bisa ngerubah Farel?" tanya Raila.


"Ouwh, bukan lagi. Farel dulu nakal banget," ucap Tante Mona.


"Tapi, Raila gak pernah tuh ngelihat Farel bakal," ucap Raila.


"Ya, gak mungkinlah Farel bakal di depan kamu, kalau dia nakal di depan kamu bisa-bisa hancur imagenya dia," ucap Tante Aulia.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2