
"Kenapa kok kamu tiba-tiba ngajak liburan?" tanya Mama Aurel.
"Gak tahu, tapi tiba-tiba pengen aja liburan sekeluarga gitu kayaknya seru deh," ucap Lea.
"Setuju," ucap Papa Aaron.
"Terus kerjanya Papa gimana kalau kita liburan?" tanya Mama Aurel.
"Kamu lupa, Ma. Papa yang punya perusahaan kalau masalah itu mah gampang, masih banyak anak buah Papa yang bisa diandalkan," ucap Papa Aaron.
"Kalau kamu gimana sayang?" tanya Mama Aurel, pada Raila.
"Hah, Raila. Ngikut aja," ucap Raila.
"Oke, kita akan liburan ke Dubai," ucap Lea dengan semangat.
"Kapan liburannya?" tanya Farel.
"Besok!" ucap Lea dan Papa Aaron, dengan semangat.
"Kalau besok bukannya terlalu cepet?" tanya Raila.
"Gak kok, Kak. Kalau bisa hari ini aja," ucap Lea.
"Ngawur kamu, ya gak bisalah Mama belum siapin perlengkapannya Mama," ucap Mama Aurel.
"Oke, kalau gitu besok kita berangkat liburan," ucap Farel.
"Yes," ucap Lea.
"Kalau gitu Lea ke kamar dulu mau siapin semuanya," ucap Lea.
"Kamu gak capek? kalau capek mending kamu istirahat aja biar Kakak yang siapin semuanya," ucap Raila.
"Gak usah Kak, Lea gak capek kok malah Lea seneng banget akhirnya bisa liburan ke Dubai," ucap Lea lalu pergi menuju kamarnya.
.
Raila dan Farel saat ini berada di kamarnya, "Kamu mau pake baju yang mana Rel? yang warna putih atau yang warna biru?" tanya Raila.
"Hem, aku terserah kamu sayang, kamu mau bawain aku baju apapun bakal aku pake kok," ucap Farel, yang masih fokus pada laptopnya.
"Ck, aku serius. Kalau gitu aku bawain kamu celana aja biarin kamu gak usah pake baju," omel Raila.
Farel yang mendengar omel Raila pun menghentikan aktivitasnya dan menghampiri istrinya yang sedang sibuk mempersiapkan barang-barang mereka untuk liburan besok.
"Astaga, istriku ini kenapa ngomel terus sih, kalau aku gak pake baju berarti bule-bule bisa lihat badanku dong, emangnya kamu rela badanku ini dilihat sama cewek lain," goda Farel, dengan memeluk Raila dari belakang.
"Ck, yaudah kalau gitu aku bawain kamu sweater aja," ucap Raila.
"Yang, di Dubai panas, iya kalau di Jepang baru kamu bawain sweater," ucap Farel.
"Katanya terserah mau aku bawain baju apa aja dan kamu bakal pake," ucap Raila.
__ADS_1
"Tapi, ya gak sweater juga. Kamu bawa yang sesuai sama cuaca di sana juga," ucap Farel.
"Iya iya, udah kamu balik gih," usir Raila.
"Galak banget sih istrinya Farel ini," ucap Farel, yang tidak melepaskan pelukannya.
Setelah memberontak akhirnya pelukan tersebut pun terlepas, Raila mulai memasukkan semua barang-barangnya ke dalam koper sendirian tanpa bantuan Farel. Sedangkan, Farel kembali ke akting awalnya yaitu selingkuh dengan berkas-berkas yang entahlah Raila pun pusing meskipun hanya melihatnya.
Setelah packing Raila pun bersiap untuk menuju alam mimpi, baru saja Raila memejamkan matanya tiba-tiba Farel merebahkan dirinya di samping Raila dan beberapa detik setelah itu Farel memeluknya.
"Rai," panggil Farel.
Namun, Raila tidak menjawab panggilan Farel. Ingat! Raila sedang dalam model marah pada Farel.
"Yang, aku mau tanya," ucap Farel.
"Hem, tanya apa?" tanya Raila.
"Kamu udah pernah pergi ke Dubai?" tanya Farel.
"Belum lah, uang siapa coba yang di pakai," taco Raila, dengan nge-gas.
'Astaga istri gue suka banget kalau ngomong gak bisa santai, padahal gue mah tanyanya baik-baik, sabar, Rel. Untung sayang, kalau gak udah gue tendang juga,' ucap Farel dalam hati.
"Kalau kamu sama yang lainnya udah pernah ke Dubai?" tanya Raila.
"Udah beberapa kali sih," ucap Farel.
"Karena Lea pengen ngajak kamu ke tempat favoritnya," ucap Farel.
"Hah! tempat favoritnya Lea, emang apa tempat favoritnya?" tanya Raila.
"Nanti kamu akan tahu, biar Lea sendiri yang kasih tahu ke kamu," ucap Farel.
.
Pagi harinya semua orang sudah bangun dan sibuk dengan kegiatan masing-masing, mereka semua akan ke Dubai jam 5 pagi, tapi sampai sekarang merek sedang sibuk untuk menyiapkan keperluan mereka.
Lebih tepatnya Lea, semalam Lea tidak menyiapkan sama sekali karena sibuk dengan drama Korea yang sedang ia tonton sampai lupa jika pagi harinya ia harus pergi ke Dubai.
Meskipun banyak drama akhirnya semua pun siap dan mereka menuju bandara agar tidak terlambat, "Kamu nih ya, katanya kemarin mau siap-siap kenapa malah baru siap-siap tadi," ucap Mama Aurel, yang tadi membantu Lea.
"Hehehe, lupa Ma. Soalnya drama Korea yang Lea tonton seru sih," ucap Lea.
"Gak ada yang ketinggalan kan tadi?" tanya Papa Aaron.
"Kayaknya gak ada deh, Pa. Kalau ada pun itu cuma masa lalu yang masih belum Lea hapus ingatannya," ucap Lea.
"Mulai drama kolosalnya," gumam Farel.
"Ada-ada aja jomblo yang satu ini," ucap Raila.
"Oh iya, Kakak punya saran buat kamu," ucap Farel.
__ADS_1
"Saran apa Kak?" tanya Lea.
"Gimana kalau kamu pindah dari bumi karena menurut Kakak bumi udah gak aman buat kaum jomblo kayak kamu, dek," ucap Farel.
"Cari pacar sana biar gak kelihatan kalau gak laku," lanjutnya.
"Enak aja, Lea ini jomblo bukan karena gak laku ya, Lea cuma mau ngasih kesempatan untuk pasangannya Lea nanti buat seneng-seneng dulu, karena kalau nanti dia ketemu sama Lea. Lea bakal kurung dia, kalau sampe dia selingkuh, bakal Raila tendang dia ke air terjun Niagara," ucap Lea.
"Serem amat, dek," ucap Mama Aurel.
"Hehehe,"
Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu lama, mereka pun saat ini sudah duduk manis di bandara tentunya mereka datang hampir telat, tapi untunglah tidak karena jika sampai keluarga Revion telat maka siap-siap akan terjadi hal besar di bandara tersebut.
.
Mereka pun sampai di Dubai dan langsung menuju penthouse milik keluarga Revion, "Akhirnya gue bisa balik lagi ke Dubai!" teriak Lea.
"Jangan malu-maluin deh," ucap Farel.
"Kak, ayo Lea tunjukin tempat tinggal kita," ucap Lea lalu menarik tangan Raila.
Mereka pun menggunakan lift untuk sampai di tujuan mereka hingga lift terbuka dan Raila dapat melihat dengan jelas bagaimana mewahnya ruangan yang ada di lantai atas ini.
"Kak, kita masuk," ajak Lea.
"Kita tinggal di sini selama di Dubai?" tanya Raila.
"Iya, sayang. Kita tinggal di sini," ucap Mama Aurel.
"Tapi, bukannya ini terlalu mahal kalau kita tinggal di sini cuma beberapa hari aja," ucap Raila.
"Penthouse ini milik keluarga Revion Kak, jadi Kak Raila tenang aja," ucap Lea.
Seketika Raila ingat jika saat ini ia berada di tengah-tengah keluarga Revion, keluarga yang tidak mungkin di ragukan kekayaannya.
"Nanti kita makan di restoran bawah ya," ucap Mama Aurel dan diangguki seluruh anggota keluarga.
"Ayo kita masuk ke kamar," ajak Farel dan menggenggam tangan Raila.
Sesampainya di kamar tersebut Raila kembali terkejut karena ia dapat melihat dengan jelas pemandangan dubai, "Wah!" takjub Raila.
"Ini kita beneran di Dubai?" tanya Raila, yang tidak percaya.
"Iya sayang, nanti kita liburan ke tempat lain ya, tapi cuma kita berdua anggaplah honeymoon kita yang tertunda," ucap Farel.
.
.
.
Tbc.
__ADS_1