Menikahi Pria Terkaya

Menikahi Pria Terkaya
Baca Harga


__ADS_3

Orang yang bersama Angel adalah Vanya sahabat Raila, Raila terkejut karena melihat Vanya bersama dengan Angel, padahal Vanya tahu bagaimana sikap Angel kepadanya dari dulu.


"Mari, Mbak," ucap pegawai tersebut.


"Mbak, saya di sini bukan untuk mencuri seperti yang merek tuduhkan, saya di sini ingin membeli," ucap Raila.


"Alah, lo mau beli uang dari mana, jangan-jangan lo pake uang kantor yang waktu itu lo ambil," ucap Vanya dengan sinis.


"Lo masih nuduh gue kayak gitu," ucap Raila.


"Ya, siapa lagi, semuanya udah jelas kali bahkan lo udah ketahuan, tapi masih aja gak mau ngaku," ucap Vanya.


"Kenapa diem aja, udah gak bisa jelasin ke kita kalau lo bukan malingnya, ck dasar maling," maki Vanya.


"Sebanyak apapun gue jelasin semuanya ke lo kalau lo gak percaya ama gue juga percuma, jadi gue gak bakal jelasin apa-apa ke lo, kita lihat aja nanti gimana endingnya, happy ending atau malah sad ending," ucap Raila, lalu pergi meninggalkan Vanya dan Angel serta pegawai yang ada di sana.


Raila bukan pergi dari toko, ia hanya pergi meninggalkan mereka yang ada di sana, berada di dekat mereka membuat Raila kecewa terutama Vanya, sahabat yang selama ini Raila percaya. Meskipun selama ini Vanya selalu menghina Farel. Namun, Raila dapat memahami karena latar belakang keluarga dari Vanya. Ya, walaupun kadang Raila juga menegur Vanya.


Namun, untuk kali ini ia benar-benar kecewa karena ia tidak percaya padanya padahal Raila tidak melakukan hal tersebut, "Percuma juga gue jelasin ke lo, Van. Lo udah di hasut sama Angel itu bahkan namanya terlalu bagus untuk sikapnya yang kayak setan," omel Raila.


Raila kembali memilih high heels yang akan ia beli, sejujurnya Raila ingin membeli high heels tadi. Namun, sayang Angel dan Vanya sudah mengambilnya terlebih dahulu.


Saat Raila akan mengambil high heels sederhana berwarna navy tiba-tiba Vanya datang dan mengambil high heels tersebut. Raila pun menatap tajam kearah Vanya.


"Mau lo apa sih?" tanya Raila, dengan kesal.


"Lo gak pantes beli di sini, lebih baik lo beli di pasar harganya lebih murah, jadi lo gak usah susah payah buat nyuri," ucap Vanya.


"Terserah gue dong mau beli dimana, mau gue beli di toko ini, di pasar, di Afrika atau di Kutub Utara bukan urusan lo. Selama gue gak ngerugiin lo yaudah sih gak usah ganggu gue, kecuali kalau gue minta beliin lo baru lo boleh marah atau ikut campur. repot amat jadi orang," omel Raila, yang benar-benar kesal dengan Vanya.


"Lo tahu ini toko mahal gak cocok sama lo, yang pantes beli di sini itu orang kaya gak kayak lo," ucap Vanya.

__ADS_1


"Lo kalau mau ngelarang gue buat beli di toko ini, beli dulu tokonya atau mall nya terus lo boleh larang gue, tapi karena lo cuma pembeli, jadi lo gak berhak ngelarang gue," ucap Raila.


"Gue emang pembeli di sini, tapi gue bisa beli beberapa high heels di sini bahkan gue tahu harga-harga high heels di sini, gak kayak lo yang cuma lihat-lihat," ucap Vanya.


"Lo beli seberapa sampai lo bisa ngelarang gue, lo beli satu toko dong baru lo bisa ngelarang gue, kalau lo cuma bisa beli dua atau tiga ya percuma," ucap Raila, yang terkesan mengejek Vanya.


Vanya diam karena memang dia hanya membeli dua high heels itupun semuanya di bayar Angel, "Sekarang gue tanya berapa harga high heels ini kalau lo tahu harga-harga high heels di sini?" tanya Raila yang menunjuk high heels berwarna putih.


"Ekhm, i - itu harganya 7 juta," ucap Vanya.


"Terus yang ini?" tanya Raila, yang menunjuk flatshoes berwarna putih.


"I - itu 1 juta," ucap Vanya.


Raila hanya tersenyum mendengar jawaban dari Vanya, "Van, kayaknya lo harus belajar lagi deh," ucap Raila.


"Maksud lo apa?" tanya Vanya.


"Kenapa emangnya?" tanya Raila.


"Lo bisa baca harga, kan?" tanya Raila.


"Ya, bisalah lo lupa gue itu lulusan di bidang keuangan," ucap Vanya.


"Terus kenapa lo gak bisa baca harga yang ada di high heels ini padahal di sini harganya tertera dengan sangat jelas, aneh kalau lo gak tahu bahan gue aja yang kebalik tahu berapa harganya lah lo yang jelas banget malah gak bisa mana jawabannya ngawur lagi, hahahaha," ucap Raila.


Vanya benar-benar malu karena ternyata terdapat harga di bagian depan high heels dan flatshoes yang tadi Raila tanyakan harganya dan yang lebih memalukan tenyata harganya tidak sampai jutaan, high heels berwarna navy hanya 700 ribu. Sedangkan, flatshoes berwarna putih hanya 250 ribu.


"Lo kayaknya jika pelanggan tetap di sini ya, jangan bilang kalau ini pertama kalinya lo di sini," ucap Raila.


Bingo, ini memang pertama kalinya Vanya di sini, itupun karena Angel yang mengajaknya. "Gue udah sering ya ke sini," elak Vanya.

__ADS_1


"Kalau lo tahu kenapa lo gak tahu kalau rak ini itu rak buat high heels, flatshoes dan sepatu yang harganya di bawah 1 juta dan tadi lo bilang yang high heels harganya 7 juta, astaga kejauhan. Gini ya, Van. Gue kasih tahu, kalau lo mau cari yang harganya segitu lo cari ke rak 2 atau 4 di sana banyak tuh yang harganya gak ngotak. Kalau gue sih milih yang di sini aja sesuai sama keuangan gue," ucap Raila.


"Gue kalau gak punya uang ya gue bilang gue gak punya, tapi kalau gue punya uang ya gue tetep bilang kalau gue gak punya uang karena gue gak mau nunjukin kalau gue punya uang di depan orang yang gak pernah merasa puas dan bersyukur kayak lo sama Angel si setan itu," lanjut Raila.


"Lo ya-," belum menyelesaikan perkataannya, Raila tiba-tiba memotongnya.


"Udah ya, gue mau ambil high heels ini, oh iya kan ini harganya di bawah 1 juta, jadi gak mungkin lo beli dong karena gak level, lo kan orang yang biasanya beli di atas 10 juta" ucap Raila, lalu pergi meninggalkan Vanya.


Raila menuju kasir dan membayar high heels yang ingin ia beli, "Mbak, yang ini ukuran sudah sesuai?" tanya kasir.


"Iya, udah kok, Mbak," ucap Raila dan diangguki kasir.


Dari jauh Raila dapat melihat Angel yang menatap tajam kearahnya, Raila yang tidak mau kalah pun menatap tajam Angel, "Rrrawr," Raila membuat suara seperti harimau harimau dan menggunakan tangannya seolah akan mencakar musuhnya.


Setelah aksinya, Raila pun memutuskan untuk menuju lantai 5, ia tidak ingin Mama Aurel menunggunya lama. Sesampainya di lantai 5 Raila pun menuju restoran China yang ada di lantai 5.


"Ma," panggil Raila.


"Eh, sayang kamu udah belinya?" tanya Mama Aurel.


"Iya, Ma. Oh iya, Raila tadi juga beliin buat Mama coba Mama lihat," ucap Raila dan memberikan flatshoes yang sama persis dengan model high heels yang tadi ia beli.


"Wah, bagus, kamu tahu aja kalau Mama lebih suka flatshoes daripada high heels," ucap Mama Aurel.


"Huh, syukurlah kalau Mama suka," ucap Raila.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2