
Hari ini Raila cukup sibuk hingga lupa mengabari Farel dan saat ia membuka ponselnya benar saja beberapa kali Farel menghubunginya, Raila kembali menghubungi Farel, namun tidak dijawab oleh Farel.
"Apa aku samperin aja ya Farel, kan hari ini hari terakhir bonus perayaannya, mungkin sekarang Farel juga mau pulang, yaudah deh aku samperin aja lagian aku juga udah selesai semuanya jadi sekalian juga pulang?" tanya Raila pada dirinya sendiri.
"Lo mau kemana?" tanya Vanya.
"Mau pulang, kenapa emangnya? tanya Raila.
"Bantuin gue bentar dong, Rai," ucap Vanya.
"Bantuin apa?" tanya Raila.
"Nih, pihak Gori minta gue buat siapin kontrak dia besok padahal kan waktu itu dia bilang Minggu depan, eh tiba-tiba dia minta di majuin jadi besok kan gue kaget mana gue belum buat kontraknya lagi," ucap Vanya.
"Kan lo punya kontrak dia dulu," ucap Raila.
"Iya, tapi dia minta beberapa ha di ubah dan gue udah coba ubah sesuai yang dia mau, tapi tetep aja dia nolak kontraknya terus gimana dong ini?" tanya Vanya.
"Yaudah sini gue lihat dulu," ucap Raila lalu melihat beberapa kali kontrak yang Vanya buat.
"Ini saran gue ya, kayaknya lo harus ubah dari pasal 3 sampai 7 deh," ucap Raila.
"Hah! banyak banget, Rai," ucap Vanya.
"Setelah gue baca emang kontraknya gak ada untungnya sih buat Gori mungkin karena itu sih dia minta buat ganti," ucap Raila.
"Terus gue harus gimana dong?" tanya Vanya.
"Lo ambil di komputer gue, lo buka file ttd yang ada titik duanya nah terus lo bisa samain, kayaknya kontraknya hampir sama kayak keinginannya Gori," ucap Raila.
"Oke, makasih ya, Raila," ucap Vanya dan diangguki Raila.
__ADS_1
"Hem, lo jangan lupa istirahat, lagian mana Dandi?" tanya Raila.
"Dia lagi ada urusan sama Bu Wiwin," ucap Vanya.
"Btw, lo udah selesai semuanya, Rai?" tanya Vanya.
"Udah dong, oh iya gue ampe lupa kalau gue mau pulang ya, yaudah gue pulang dulu ya, dadah Vanya," pamit Raila lalu ia pun menuju restoran tempat Farel bekerja.
Namun, baru saja Raila keluar dari kantor dan akan menuju restoran tempat Farel bekerja, Raila dihadang oleh seorang perempuan yang sangat-sangat Raila tidak sukai siapa lagi kalau bukan Angel, "Ada apa ganggu perjalanan gue aja?" tanya Raila dengan kesal.
"Lo mau ketemu sama pangeran kodok lo ya?" tanya Angel.
"Gue mau ketemu siapa itu bukan urusan lo, mau gue ketemu sama pangeran kodok, pangeran ande-ande lumut kek atau ketemu sama artis itu bukan urusan lo," ucap Raila lalu pergi meninggalkan Angel.
Angel yang melihat Raila pergi pun lantas menahannya, "Gue di sini baik-baik lo ngomong sama lo, gue gak bentak atau apapun, tapi lo malah kayak gini ke gue," ucap Angel.
"I don't care," ucap Raila lalu melepaskan tangan Angel yang masih berada di lengannya.
Raila masuk kedalam restoran tersebut dan betapa terkejutnya saya melihat Farel sedang berpelukan dengan seorang perempuan dan memunggunginya, saat Raila sedang terkejut dengan apa yang ia lihat tiba-tiba seseorang berteriak memanggil namanya, "RAILA," teriak Gio yang terkejut melihat Raila yang berada tepat di belakang Farel.
Karena hal itu, Farel pun sontak membalikkan tubuhnya dan melihat Raila yang juga menatap tajam kearahnya lalu Raila pergi dari restoran tersebut dan meninggalkan Farel, Farel sendiri yang terkejut pun mengejar Raila, namun sebelum itu Farel menatap tajam Lita yang telah lancang memeluknya, "Dasar tidak tahu diri," maki Farel lalu berlari mengejar Raila.
"Raila!" teriak Farel yang melihat Raila terus berlari sampai Raila menaiki bus dan Farel tidak berhasil mengejarnya.
Tanpa pikir panjang Farel pun menaiki bus lainnya dan menuju kos dan benar saja saat Farel masuk kedalam kamar ia melihat Raila yang tidur diatas kasur sederhananya, "Maaf sayang, tapi kamu tadi salah paham, aku beneran gak peluk dia, dia aja yang langsung meluk aku," ucap Farel yang juga merebahkan tubuhnya disamping Raila lalu memeluk Raila dari belakang karena posisi saat ini Raila membelakanginya.
"Kamu suka sama dia?" tanya Raila yang membalikkan tubuhnya sehingga saat ini ia menatap wajah tampan suaminya yang berkeringat.
"Gak sayang, sumpah, aku gak suka sama dia, dianya aja yang nyosor duluan, tadi itu aku habis nganterin pesanan terus ada kecoa dan tiba-tiba dia meluk gitu aku aja gak tahu," ucap Farel.
"Aku rela kok ngelepasin kamu, kalau emang kamu suka sama dia, aku gak mau jadi penghalang antara kamu sama dia," ucap Raila lalu membalikkan tubuhnya kembali pada posisi awal.
__ADS_1
"Sayang jangan gitu dong, aku bener gak suka dan gak ada hubungan apapun sama dia kalau kamu gak percaya kamu bisa tanya langsung ke Gio," ucap Farel yang mulai panik saat Raila mengatakan akan melepaskannya.
Farel tidak bisa jika harus berpisah dengan perempuan yang selalu bersamanya itu, perempuan yang menerima Farel apa adanya, perempuan yang sabar dengan keadaan Farel dan perempuan yang membelanya di saat semua orang membencinya.
"Aku akan mengajukan perceraian," ucap Raila.
"Maksud kamu apa?" tanya Farel dengan nada yang mulai meninggi, ia tidak habis pikir dengan pikiran istrinya itu.
"Ini cuma salah paham, aku harap kamu jangan kayak anak kecil gini, kalau ada masalah diselesain secara baik-baik jangan ujuk-ujuk minta cerai, kamu gak dewasa banget sih, Rai," omel Farel.
"Iya, aku emang gak dewasa puas kamu, sekarang kamu nyesel nikah sama aku, kalau kamu nyesel aku bisa cerain aku dan milih sama perempuan tadi, aku akan ajukan perceraian kita secepatnya, jadi aku bisa bernapas lega," ucap Raila dengan nada yang tak kalah tingginya.
"Aku gak akan cerain kamu apapun itu alasannya, aku akan biarkan kamu sendiri dulu, aku yakin aku butuh menenangkan diri, kamu harus pikirkan baik-baik keputusan kamu, Rai," ucap Farel lalu keluar dari kamar tersebut dan akan bertemu dengan orang yang membuatnya harus bertengkar dengan istrinya itu.
.
Disisi lain seorang perempuan tengah berada di dalam mobil dengan seseorang, "Kerja bagus, ini uangnya, lo pasti butuh uang kan buat biaya rumah sakit abang lo," ucap Angel.
"Lo yakin Farel sama istrinya gak akan nyalahin gue?" tanya Lita.
"Gue yakin, jadi lo gak usah takut, sekarang lo boleh pergi," ucap Angel.
Kita pun keluar dari mobil tersebut dan melihat Farel yang sudah berada di belakang mobil Angel yang sudah pergi dari restoran tersebut, "Farel," panggil Lita dengan gugup karena ia melihat ekspresi Farel yang sangat menakutkan.
.
.
.
Tbc.
__ADS_1