Menikahi Pria Terkaya

Menikahi Pria Terkaya
Salah Memilih


__ADS_3

"Rel, nanti sahabat-sahabat kamu katanya mau ke rumah ya?" tanya Mama Aurel.


"Iya, Ma," ucap Farel.


"Kalau gitu kita buat kumpul bareng aja sama para orangtua mereka," ucap Mama Aurel.


"Bukannya sih Alex lagi ada di London," ucap Papa Aaron.


"Papa suruh dia pulang dong, kerja terus nanti kalau Aulia kepincut cowok lain gimana," ucap Mama Aurel.


"Huh, Mama kan tahu gimana keras kepalanya Alex kayak Marvel," ucap Papa Aaron.


"Namanya juga anak sama bapak," ucap Mama Aurel.


"Tapi, Mama gak perlu khawatir, Papa udah bilang ke Alex kok dan dia juga udah mengiyakan," ucap Papa Aaron.


"Awas aja kalau gak dateng, Mama penyet dia," ucap Mama Aurel.


"Mama kenal sama sahabat-sahabatnya Farel?" tanya Raila.


"Kenal dong sayang, orangtua sahabatnya Farel itu sahabat Papa sama Mama," ucap Mama Aurel.


"Berarti Farel sahabatan sama anaknya sahabat Mama sama Papa dong," ucap Raila dan diangguki Mama Aurel.


"Berarti Rafka itu juga anak sahabat Mama?" tanya Raila.


"Oh Rafka, iya dong dia kan dari keluarga Afsheen," ucap Mama Aurel.


"Hah! keluarga Afsheen," ucap Raila, yang menatap Mama Aurel dengan raut wajah terkejut.


"Iya, kamu udah pernah ketemu sama Rafka, kan. Waktu kamu di kos kan semua sahabatnya Farel ada di sana," ucap Mama Aurel.


Raila baru ingat saat Farel menjemputnya di bawah jembatan waktu itu ada sahabat Farel dan salah satunya ada Evan, Raila masih tidak mengerti dengan keluarga Farel dan juga sahabat Farel.


"Tunggu, kata Mama Rafka dari keluarga Afsheen?' tanya Raila dan diangguki Mama Aurel.


"Terus Evan juga kan dari keluarga Gevano," ucap Raila.


"Iya, jadi Farel itu kan punya 4 sahabat ada Rafka dari keluarga Afsheen, Evan dari keluarga Gevano, Joven dari keluarga Kernel dan Marvel dari keluarga Dante," ucap Mama Aurel, yang tentunya membuat Raila terkejut.


"Hah! kenapa sahabat Farel dari keluarga yang memiliki kekuasaan di negara ini semua?' tanya Raila.

__ADS_1


"Kan Farel keluarga Revion itulah kenapa kok sahabatnya dari keluarga-keluarga yang memiliki kekuasaan di negara ini," ucap Papa Aaron.


"Keluarga Revion, ma - maksudnya?" tanya Raila, dengan menutup mulutnya.


"Kamu kenapa sayang kok kayak kaget gitu, Farel belum pernah cerita ke kamu soal keluarganya?" tanya Mama Aurel dan Raila menggelengkan kepalanya.


"Jadi, Farel itu Tuan Zergan yang selama ini tidak pernah menampakkan dirinya di publik dan itu artinya Papa sama Mama juga Tuan Revion dan Nyonya Lia," ucap Raila, yang belum bisa mengendalikan keterkejutannya.


"Rel, kamu belum bilang ke Raila?" tanya Mama Aurel.


"Farel lupa, Ma. Sayang maaf, aku lupa belum memberitahu kami keluargaku," ucap Farel.


"Saya yang salah Tuan Zergan," ucap Raila, dengan sopan dan perlahan Raila mundur selayaknya pelayan yang berada di belakang keluarga Farel.


"Yang, maaf aku salah, aku bener-bener lupa," ucap Farel.


Raila hanya menatap Farel yang berada di hadapannya hingga rasa kepala Raila pusing dan Raila pun pingsan. Farel dengan sigap memeluk Raila dan menggendongnya menuju kamarnya.


"Yang, bangun," ucap Farel.


"Rel, Raila pasti benar-benar terkejut mendengar jika kita ini keluarga Revion," ucap Papa Aaron.


"Farel gak ada niat sama sekali untuk menyembunyikannya dari Raila, tapi Farel benar-benar lupa, Pa," ucap Farel.


.


Seharian Raila tidak sadarkan diri dan saat bangun hari mulai gelap, Raila melihat ke sekelilingnya, "Ternyata gue masih di rumah Farel," gumam Raila.


Tiba-tiba saja air matanya keluar dengan sendirinya, "Ini kenapa gue nangis sih?" tanya Raila pada dirinya sendiri.


Sedangkan, Farel yang mendengar Isak tangis pun segera keluar dari ruang kerjanya yang berada tepat di samping kamarnya dan Raila.


Saat Farel masuk ke dalam kamar ia melihat Raila yang menangis, "Sayang, kenapa? udah ya jangan nangis lagi, ada aku?" tanya Farel, dengan khawatir.


"Kamu kenapa sih, Rel. Selalu nyembunyiin sesuatu dari aku, aku udah coba maafin kamu waktu itu, tapi ini kamu nyembunyiin hal yang menurutku sangat besar, kenapa kamu gak bilang kalau kamu itu keluarga Revion? kamu anggap aku mainan yang bisa kamu mainin gitu!" teriak Raila.


"Sayang, kau gak pernah bermaksud buat nyembunyiin semua ini, aku bener-bener lupa," ucap Farel.


"Kamu tahu setelah aku tahu kalau kamu adalah Tuan Zergan, aku rasa aku salah udah nerima lamaran kamu waktu itu, harusnya aku gak nerima kamu, harusnya aku nikah sama orang lain dan orang itu bukan kamu, benar kata orangtuaku kalau aku gak kan bahagia sama kamu!" teriak Raila.


"Sayang, kamu jangan bilang kayak gitu. Apa aku bener gak bisa buat kamu bahagia?" tanya Farel.

__ADS_1


"Iya, kamu gak bisa buat aku bahagia," ucap Raila.


"Kalau emang gitu aku akan bebasin kamu utuk menemukan kebahagiaan kamu," ucap Farel.


Raila ingin sekali memukul Farel, jujur saja Raila berharap Farel membela diri dan menahannya. Namun, Raila salah Farel menyerah, "Oke," ucap Raila.


Raila pun keluar dari kamar dan kediaman Revion tanpa membawa apapun, "Terjadi lagi kayak dulu, kenapa lebih sakit yang ini ya daripada yang dulu," gumam Raila.


"Aku harus kemana?" tanya Raila pada dirinya sendiri.


"Kalau aku ke jembatan lagi, nanti Farel tahu lagi, aku harus cari tempat lain," lanjut Raila.


Baru saja Raila keluar dari komplek perumahan Farel tiba-tiba seseorang membalikkan tubuhnya dan memeluknya erat, "Maaf maaf maaf, aku gak bermaksud untuk mengusir kamu, Rai. Aku sayang kamu gak mungkin aku tega melakukan itu, aku hanya memberikan kamu waktu untuk berfikir bukan pergi, Rai," ucap Farel, dengan bahu yang bergetar yang menandakan jika saat ini Farel tengah menangis.


Raila tidak merespon bahkan Raila tidak membalas pelukan hangat suaminya, Raila terlalu kalut dan Raila tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini, "Rai," panggil Farel dan menatap Raila yang tengah menahan tangisannya.


"Aku lebih baik pergi dari kamu Rel, sekarang kita bener-bener gak cocok dalam segala hal. Aku rasa kamu harus berobat karena kamu telah salah memilih aku sebagai pendamping kamu," ucap Raila.


"Gak, gak ada yang salah, Rai, aku sayang kamu. Kamu jangan pernah tinggalin aku, cukup waktu itu kamu tinggalin aku dan untuk sekarang aku gak akan pernah biarkan kamu ninggalin aku lagi," ucap Farel lalu menggendong Raila ala bridal style.


"Rel, lepasin. Aku masih bisa jalan sendiri," ucap Raila.


"Aku gak mau istri yang paling aku sayang dan cinta ini kecapean, jadi aku akan gendong kamu," ucap Farel.


Meskipun tidak ada orang di sana, tapi Raila merasa malu, "Rel, malu," ucap lirih Raila.


"Gapapa sayang gak usah malu," ucap Farel dan mengecup seluruh wajah Raila.


"Apa sih, aku masih marah ya jangan sok-sokan deh," ucap Raila dan menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya.


"Kalau gitu aku bakal buat kamu gak marah lagi sama aku," ucap Farel.


"Caranya?" tanya Raila.


"Ada deh, nanti lihat aja," ucap Farel.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2