Menikahi Pria Terkaya

Menikahi Pria Terkaya
Gara-gara Haus


__ADS_3

Pagi harinya Farel membuka matanya dan melihat ke sampingnya. Namun, tidak ada Raila, "Hah! sayang kamu dimana? Yang, sayang!" panggil Farel.


Karena tidak menemukan keberadaan istrinya itu Farel pun keluar kamar dan melihat jika ruang tamu yang masih sepi tidak ada tanda-tanda kehidupan sama sekali, "Aduh kamu dimana sih Yang, ini masih pagi loh," gumam Farel.


"Kamu kenapa sih teriak-teriak gak jelas ganggu Papa lagi tidur aja?" tanya Papa Aaron, dengan muka bantalnya.


"Raila gak ada di kamar," ucap Farel.


"Kok bisa?" tanya Mama Aurel, yang baru saja datang.


"Gak tahu, padahal semalam itu dia tidur di kamar, tapi pas Farel bangun tadi udah gak ada aja," ucap Farel.


"Yaudah kita cari sekarang," ucap Mama Aurel.


Mereka bertiga pun mencari hingga ke taman bahkan keluar penthouse, beberapa saat kemudian mereka pun kembali ke ruang tamu dengan tangan kosong.


"Kok gak ada ya menantu Mama, gimana dong, Pa?" tanya Mama Aurel, yang khawatir dengan Raila.


"Papa juga gak tahu coba Papa cek cctv dulu ya," ucap Papa Aaron.


"Astaga, iya. Kenapa Farel gak kepikiran buat cek cctv," ucap Farel.


"Ngapain cek cctv? ada barang yang hilang ya?" tanya Lea, yang sudah rapi bahkan ia sudah mandi.


"Kamu udah mandi, dek?" tanya Farel.


"Hehehe, iya dong. Lea udah gak sabar pengen jalan-jalan, makanya Lea udah cantik manjalita kayak gini," ucap Lea.


"Kayaknya kita gak jadi jalan-jalan hari ini deh," ucap Mama Aurel.


"Hah! kenapa kok gak jadi? padahal Lea udah cantik loh ini, kalau tahu gitu Lea lanjutin tidur lagi," tanya Lea, dengan sedih.


"Soalnya Raila hilang dek, jadi kamu ngerti kali ini ya, cuma kali ini doang," ucap Farel.


"Kak Raila hilang?" tanya Lea.


"Iya, menantu Mama hilang, makanya untuk jalan-jalannya kita tunda ya sampai Kak Raila nya ketemu," ucap Mama Aurel.


"Tapi, Kak Raila gak hilang," ucap Lea.


"Kak Raila nya hilang, soalnya dia gak ada di kamar terus Kakak, Papa, sama Mama juga udah nyari keliling penthouse bahkan sampe keluar, tapi gak ada," ucap Farel.


"Puuuufft, Kakak udah cari di kamarnya Lea?" tanya Lea, dengan menahan tawanya.


"Belumlah orang kamu masih tidur lagian ngapain juga nyari di kamar kamu, kan kemarin istri Kakak tidur sama Kakak," ucap Farel.

__ADS_1


"Kak Farel perlu dan harus nyari di kamar Lea," ucap Lea.


"Kenapa gitu?" tanya Farel.


"Karena Kak Raila ada di kamarnya Lea!" teriak Lea, yang frustasi dengan otak lola Kakaknya itu.


"Kok istrinya Kakak bisa di kamar kamu?" tanya Farel.


Lea hanya mengangkat bahunya dan menuju dapur untuk sarapan.


Disisi lain, Farel pun masuk ke dalam kamar Lea dan benar saja ia melihat istrinya yang tengah tidur cantik di kasur empuk milik adik laknatnya itu


"Astaga, sayang kenapa kamu tidur di sini?" tanya Farel, lalu menggendong Raila menuju kamarnya.


"Loh sayang Raila beneran ada di kamar Lea?* tanya Mama Aurel, saat melihat Farel menggendong Raila.


"Iya, Ma," ucap Farel.


"Huh, untunglah. Jantung Mama udah mau copot pas denger radial hilang, Mama takut Raila tersesat atau gimana, udah kamu bawa ke kamar aja dulu, masih ada beberapa jam kok kalau mau jalan-jalan," ucap Mama Aurel dan diangguki Farel.


Setelah menaruh Raila di kasur empuknya, Farel pun membersihkan dirinya.


.


Beberapa saat kemudian, Raila terganggu karena suara gemericik air, "Eungh,"


Saat sedang fokus pada pikirannya tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka dan memperlihatkan Farel yang selesai mandi dan sudah mengenakan baju putih lengan pendek serta celana hitam panjang.


"Kamu udah bangun, mau aku bawain sarapan atau kamu kamu sarapan di luar?" tanya Farel.


"Aku sarapan di luar aja, tapi aku mau mandi dulu baru sarapan," ucap Raila.


Raila pun membersihkan dirinya dan setelah itu ia keluar kamar dengan kaos putih dan rok selutut, "Halo! Kak Raila!" sapa Lea yang duduk santai di ruang tamu.


"Kamu udah sarapan?" tanya Raila, dengan mengambil potongan roti yang diberikan Farel.


"Lea mah udah dua kali sarapannya," ucap Mama Aurel.


"Hah! dua kali?" tanya Raila.


"Hehehe, iya tadi nungguin Papa, Mama, Kak Farel sama Kak Raila lama sih, yaudah deh akhirnya sarapan dua kali," ucap Lea.


"Kamu belum kenyang kan tadi pagi kita makan mie?" tanya Raila, dengan berbisik.


"Ngapain kalian bisik kayak gitu?" tanya Kak Farel.

__ADS_1


"Kak Farel pengen tahu aja, ini rahasia Lea sama Kak Raila, jadi Kak Farel di larang untuk tahu," ucap Lea.


"Belum Kak, perut Lea masih muat untuk menampung apapun sekarang, ini aja perut Lea yang ke isi masih bagian atas, bagian tengah sama bawah masih kosong, jadi masih bisa nampung lagi," jawab Lea, dengan berbisik.


Raila hanya menggelengkan kepalanya mendengar jawaban dari adik iparnya itu, Raila saja sudah tidak sanggup untuk sarapan karena dini hari tadi Raila sudah memakan mie.


"Oh iya sayang, kamu kok bisa tidur di kamar Lea itu gimana ceritanya?" tanya Mama Aurel.


"Ehm, itu Ma. Kan kemarin Raila itu haus banget gitu nah terus Raila ambil minum di dapur dan ketemu sama Lea, udah deh Raila tiba-tiba aja pengen tidur sama Lea," ucap Raila.


"Kamu ngapain malam-malam keluar?" tanya Farel.


"Lea juga haus kali Kak," ucap Lea.


"Bukannya kamu biasanya nyediain air minum di meja kamu," ucap Papa Aaron.


"Minumannya habis Papa," ucap Lea.


"Tumben banget habis tuh minuman kayaknya kamu ngisinya lumayan banyak deh kemarin sebelum tidur," ucap Farel.


"Lea itu haus banget Kak, makanya minumannya habis gituloh," ucap Lea.


Semua orang di sana pun percaya atas kebohongan Lea karena Lea benar-benar melakukan aktingnya dengan sangat baik. Meskipun Farel sedikit tidak percaya, tapi melihat jawaban Lea yang tidak ragu membuat Farel mau tidak mau pun percaya.


"Kamu kenapa gak bangunin aku, kalau kamu bangunin aku pasti bakal ambilin minumannya, aku juga kemarin lupa gak bawa minuman ke kamar," ucap Farel.


'Ck, gara-gara haus doang Kak Farel ribet amat," ucap Lea, dalam hati.


Ya. Raila memiliki kebiasaan aneh yang Farel pun sudah tahu hal itu yakni dimana Raila akan terbangun saat tidur hanya untuk minum setelah itu ia akan kembali tidur, bukan hanya saat malam hari, tapi juga siang hari, yang terpenting selama di tidur.


"Gak enak aja aku bangunin kamu, soalnya kamu kayak ngantuk banget," ucap Raila.


"Aku gapapa Yang, aku malah seneng kamu minta bantuan ke aku, lain kali kalau kayak gitu kamu bangunin aku ya," ucap Farel dan diangguki Raila.


"Udah drama percintaannya bersambung dulu sekarang kita pindah ke acara keluarga, ayo kita jalan-jalan keliling Dubai!" pekik Lea.


"Adik kamu emang gak enak ya kalau sehari aja gak teriak-teriak," ucap Raila.


"He'em, dia emang kayak gitu bikin telinga sakit," ucap Farel.


"Oh iya, Kak Natasya udah ada di bawah, let's go geng," ucap Lea, dengan semangat.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2