
"Gue beberapa kali ke sana dan rumahnya udah dijual, pas gue tanya soal Tante Calista gak ada yang tahu," ucap Rendy.
"Kenapa jadi kayak gini ya. Gue gak suka kalau kayak gini, gue lebih suka pekerjaan di perusahaan daripada mikirin hal ini," ucap Evan.
Saat mereka sedang memikirkan dimana keberadaan Calista tiba-tiba pintu kembali terbuka dan kali ini pintu terbuka dengan cukup kuat dan kencang yang tentunya membuat semua orang yang ada di ruangan tersebut terkejut dan menatap sang pelaku.
"Astaga, Lea kalau mau masuk itu ketuk pintu dulu jangan asal buka aja," ucap Joven.
"Gak keburu Kak," ucap Lea.
"Ada apa ke sini?" tanya Farel.
"Tante Calista datang ke rumah," ucap Lea.
"Mana dia?" tanya Papa Aaron, yang berdiri dan bersiap untuk keluar dari ruang kerjanya.
"Ck, dengerin Lea dulu," ucap Lea.
"Apa sayang?" tanya Papa Aaron.
"Tante Calista kayaknya beberapa hari yang lalu ke sini terus ke kamarnya Kak Farel," ucap Lea.
"Kata siapa kamu kalau Tante Calista ke rumah?" tanya Farel.
"Lea lihat sendiri tahu, Kak," ucap Lea.
"Maksudnya?" tanya Marvel.
Lea pun ke dalam ruang kerja Papa Aaron dan duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan tersebut lalu menaruh laptopnya di meja dan menunjukkan sebuah video.
Video tersebut diambil dari ruang keluarga di lantai dua dan memang dekat dengan kamar Farel, di sana menunjukkan video di depan kamar Farel. Mereka semua melihat ke arah video tersebut dan beberapa saat kemudian terlihat seorang perempuan yakni Calista masuk ke dalam kamar tersebut.
Kurang dari setengah jam seorang perempuan dengan menggunakan seragam pelayan berdiri di depan kamar Farel dan membelakangi laptop sehingga mereka tidak tahu siapa perempuan tersebut. Terlihat jelas jika perempuan tersebut seolah mengawasi keadaan sekitar karena ia terus melihat kearah tangga.
"Kenapa dia gak balik badan sih, kan gue jadi penasaran," ucap Joven.
"Hush, diem," ucap Marvel.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, perempuan tersebut mengatakan jika Farel sedang menuju kamarnya yang tentunya dapat di dengar oleh semua orang yang ada disana. Setelah mendapatkan pesan dari ponselnya pelayan tersebut pun balik badan dan disana terlihat jelas siapa pelayan rumah keluarga Revion yang sudah bekerjasama dengan Calista dan berkhianat pada keluarga Revion. Akhirnya mereka semua tahu siapa orang itu dan tentunya mereka sangat marah dan ingin membalas dendam pada orang itu.
Farel yang melihat pelayan tersebut pun mengepalkan tangannya dan bersiap untuk menghajar orang itu, "Jangan main hakim sendiri, kita pikirin cara yang pas buat hukum dia," ucap Marvel.
"Tapi, gara-gara dia gue gak bisa hajar Tante Calista yang udah ngelukain Raila," ucap Farel.
"Kak Raila luka! kok bisa? kapan emangnya kok Lea gak tahu?" tanya Lea.
"Ya, Raila terluka sama seperti waktu kejadian di video yang kamu lihat tadi," ucap Papa Aaron.
"Tapi, kamu kenapa bisa punya video ini?" tanya Evan.
"Jadi, waktu itu Lea kan ngerjain tugas di ruang keluarga yang di lantai dua soalnya lebih tenang aja gitu, terus Lea mau bikin video buat Lea sendiri gitu biasalah narsis. Terus tiba-tiba Mama datang dan nyuruh Lea makan buah di bawah gitu, yaudah Lea ke bawah eh pas ada Naomi juga, Lea jadi lupa deh kalau Lea itu masih ngerekam video di laptop Lea. Terus apa balik Lea baru inget dan Lea simpan aja siapa tahu aja kejadian lucu gitu dan baru aja Lea lihat ini tadi terus Lea kaget soalnya ada Tante Calista, Lea takut kan ya dan Lea ke sini buat ngasih tahu Papa," ucap Lea.
"Pinter kamu udah ngerekam video itu, tapi kenapa mereka gak sadar ya kalau ada laptop yang segede ini ada di sana?" tanya Joven.
"Iya juga ya, apa mereka gak ngeliat sekeliling ya," ucap Rafka.
"Kayaknya mereka fokus ke rencana mereka dan akhirnya gak tahu kalau ada laptop di sana lagipula sebelum mereka melancarkan aksinya kan cctv udah dimatiin, jadi mereka mikir gak akan ada yang tahu bukan," ucap Marvel.
"Emang sahabat gue yang satu ini otaknya oke banget dah," ucap Evan.
"Imbalannya apa kalau Lea gak ngasih tahu semua ini ke orang-orang?" tanya Lea.
Farel lupa jika adik satu-satunya itu sangatlah haus akan vitamin, "Kamu emangnya mau apa?" tanya Farel.
"Liburan ke Amazon sama Kak Raila," ucap Lea.
"Gak ya, Kakak gak bakal ngizinin kamu liburan modelan kayak gitu. Kalau mau liburan itu ya ke Paris, Italia atau Turki kek. Jangan liburan menantang maut ya Kakak gak suka, tapi kalau kamu mau liburannya sendiri gapapa pokoknya gak boleh sama istri Kakak," ucap Farel.
"Kak Farel mah gak seru, nih ya Kak. Kak Raila sama Lea itu sama-sama pengen ke Amazon, pengen ngelihat aja gitu gimana sih suasananya Amazon," ucap Lea.
"Gak boleh," ucap Farel.
"Ck, yaudah kalau gitu Lea kasih tahu aja ke semuanya kalau Tante Calista ada di sini," ucap Lea, dengan senyum penuh kemenangannya.
"Yaudah, kasih tahu aja nanti biar vitamin kamu Kakak hentikan dan Kakak blokir kartu kamu terus nanti traumanya Tante Gea kambuh dan kejadian beberapa tahun lalu terulang lagi," ucap Farel.
__ADS_1
Lea yang awalnya tersenyum penuh kemenangan pun langsung merubah raut wajahnya menjadi datar, ancaman Farel benar-benar menakutkan. Sebenarnya Lea tidak masalah Jiak vitaminnya dihentikan, Lea tidak bisa membiarkan Tante Gea trauma, Lea pernah melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana traumanya Tante Gea terhadap Tante Calista.
Mau tidak mau Lea lun mengalah, "Yaudah, kalau gitu Lea mau liburan ke Jerman aja," ucap Lea.
"Ngapain ke Jerman? kamu kan kuliah di sana kayak gak ada tempat lain aja," tanah Joven.
"Astaga! iya Lea lupa ya kalau Lea kuliahnya di Jerman, hem terus Lea kemana dong?" tanya Lea
"Lah! mana Kakak tahu," ucap Farel.
"Lea ke Jepang aja deh," ucap Lea.
"Sendiri atau gimana?" tanya Farel.
"Sama Naomi boleh?" tanya Lea.
"Kalau Naomi di bolehin ya Kakak sih gak masalah," ucap Farel.
"Yes, kalau gitu nanti Lea bilang ke Naomi deh," ucap Lea.
"Tapi, inget loh ya kamu jangan bilang ke siapapun," ucap Farel.
"Siap Abang Farel," ucap Lea, lalu pergi dari ruangan tersebut setelah Farel selesai menyalin video tersebut.
"Untungnya ada Lea, kita jadi tahu siapa orang rumah yang bekerjasama dengan Calista," ucap Om Ferdi.
"Tapi, apa alasan dia mau kerjasama dengan Calista?" tanya Marvel.
"Maksud lo?" tanya Rafka.
"Ya, menurut gue kerja bareng keluarga Revion bukannya itu sangat menguntungkan bahan gaji pun melebihi para pelayan di rumah lain, tapi ini dia justru kerjasama dengan Tante Calista yang mungkin gak bakal bisa bayar dia kayak keluarga Revion," ucap Marvel.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.