Menikahi Pria Terkaya

Menikahi Pria Terkaya
Sendirian Lagi


__ADS_3

Saat berada di lobby tiba-tiba Lea berteriak yang tentunya membuat semua orang terkejut, "Kak Natasya!" panggil Lea dan berlari menuju seorang perempuan yang tampak cantik dengan pakaian kantornya.


"Lea!" panggil Natasya.


"Gimana kabar Kakak? Lea kangen banget sama Kakak," tanya Lea, yang berada di pelukan Natasya.


"Kakak baik-baik aja kok," ucap Natasya.


"Hai Natasya," sapa Mama Aurel.


"Tante," panggil Natasya.


"Kita berangkat sekarang," ucap Papa Aaron.


"Ini kita kemana dulu, Natasya?" tanya Mama Aurel.


"Kita akan ke Miracle Garden terlebih dahulu baru setelah itu kita akan pergi ke Dubai mall," ucap Natasya.


"Yes, akhirnya bisa ke Miracle Garden," ucap Lea.


"Oh iya, Natasya. Kenalkan ini Raila istrinya Farel dana sayang kenalkan dia Natasya orang kepercayaan keluarga Revion di Dubai, dia juga aslinya orang Indonesia kok, tapi udah lama aja di Dubai," ucap Mama Aurel.


Raila pun mengulurkan tangannya dan tersenyum ceria. Namun, sayang Raila menangkap respon Natasya yang tidak suka dengannya.


"Raila," ucap Raila, pada Natasya.


"Natasya," ucap Natasya, dengan jutek berbeda saat berbicara dengan keluarga Revion lainnya.


Raila tidak ingin menanggapi serius respon Natasya, "Kalau gitu kita naik mobil sekarang," ucap Papa Aaron.


Farel pun segera menggenggam tangan Raila dan menuju mobil yang akan mereka gunakan nanti.


.


Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu panjang mereka lun sampai di tempat pertama yaitu Miracle Garden.


"Wah! bagus banget," ucap Lea.


"Iya dong, pintar kan Kakak milihnya," ucap Natasya.


"Banget Kak," ucap Lea.


"Kamu mau foto?" tanya Farel, pada Raila yang berada di sebelahnya.


"Gak ah, aku lagi males," ucap Raila.


"Rel, kita pisah dulu ya. Aku mau ke tempat itu," ucap Raila.

__ADS_1


"Loh kenapa pisah, aku temenin kamu," ucap Farel.


"Aku mau sendiri aja, aku cuma mau duduk aja kok," ucap Raila.


"Yaudah, kalau ada apa-apa jangan lupa kabarin aku ya," ucap Farel dan diangguki Raila.


Raila pun duduk santai di kursi yang berada di bawah sebuah pohon sehingga ia tidak terkena sinar matahari, Raila melihat Farel dan Lea yang begitu lucu dari sana. Bagaimana tidak, Raila dapat melihat dengan jelas raut kesal Farel karena Lea terus saja menyuruh Farel untuk mengambil gambarnya.


Sedangkan Mama Aurel dan Papa Aaron yang berada di belakang Farel pun tertawa girang melihat Lea.


Saat sedang asik melihat Farel dan Lea tiba-tiba seseorang duduk di sebelah Raila. Raila pun menghadap ke samping dan melihat seorang perempuan yang sedari tadi menatapnya sinis.


"Ada apa Natasya?" tanya Raila, dengan sopan.


"Hem, lo udah berapa lama nikah sama Farel?" tanya Natasya.


Awalnya Raila terkejut dengan gaya bicara dari Natasya yang terkesan tidak Suak dengan Raila apalagi Natasya menggunakan lo-gue.


"Hem, aku nikah sama Farel belum ada satu tahun sih mungkin tiga bulan lebih," ucap Raila.


"Oh masih baru ternyata ya," ucap Natasya dan diangguki Raila.


"Kalau seandainya Farel mau nikah lagi lo setuju apa gak?" tanya Natasya.


Raila bukan perempuan yang bodoh, dia mulai paham maksud pembicaraan dari Natasya, tapi Raila akan pura-pura tidak mengerti dan membiarkan Natasya mengatakan apa tujuannya berbicara dengannya.


"Lo kan udah nikah sama Farel terus kalau seandainya Farel mau nikah lagi, jadi lo nanti istri pertama dan gue istri kedua, lo setuju gak?" tanya Natasya.


"Ya gaklah," ucap Raila.


Natasya yang awalnya menatap Farel pun menoleh dan menatap tajam Raila, "Kenapa lo gak mau?" tanya Natasya.


"Karena gue gak suka," ucap Raila.


"Lo tahu sebelum ada lo Tante Aurel itu udah jodohin gue sama Farel, tapi apa lo malah ngerebut Farel dari gue," ucap Natasya, yang mulai tidak sabaran.


"Gue gak merasa ngerebut Farel kok," ucap Raila.


"Gue bakal rebut Farel dari lo, awas aja lo," ucap Natasya.


"Silahkan," ucap Raila dengan tenang.


"Gue bakal ngelihatin lo gimana pedulinya keluarga Revion sama gue daripada sama lo," ucap Natasya.


"Iya, silahkan," ucap Raila.


Natasya yang mendapat respon santai Raila pun kesal dan pergi dari tempat tersebut menuju keluarga Revion. Raila sendiri dapat melihat bagaimana bahagianya keluarga Revion ditambah dengan si cacing kepanasan yaitu Natasya.

__ADS_1


Mereka keliling Miracle Garden dan tanpa mereka sadari hati mulai sore, "Ternyata kita jalan-jalan di Miracle Garden lumayan lama ya sampe gak kerasa kalau udah mulai sore," ucap Lea.


"Yaudah kalau gitu kita ke tempat selanjutnya yuk," ajak Natasya.


"Ayo Kak," ucap Lea.


Raila benar-benar merasa diasingkan bagaimana tidak saat ini ia berada di belakang. Lea, Natasya dan Farel berada di depan dan di barisan kedua ada Papa Aaron dan Mama Aurel.


'Permainan yang sangat menarik,' gumam Raila dalam hati.


Saat masuk ke dalam mobil pun tempat Raila di tempati Natasya, "Loh aku lupa Rai, kalau gitu aku pindah ke depan dulu deh," ucap Natasya.


"Gak usah kamu di situ aja biar aku yang di depan," ucap Raila dan akhirnya Raila duduk di kursi depan.


Bahkan Farel tidak mengatakan apapun saat Raila memutuskan untuk duduk di kursi depan.


Bahkan sampai di Dubai mall Raila tetap berjalan sendirian, "Kita cari kalung yuk," ajak Lea.


"Boleh, ayo! Kakak tahu tempatnya," ucap Natasya.


"Kamu gitu Papa sama Mama nunggu di lantai bawah aja, kalian nanti ke tempat makan Jepang," ucap Papa Aaron, lalu pergi bersama Mama Aurel.


"Oke, Pa," ucap Lea, lalu menarik tangan Farel dan Natasya.


Bahkan Farel tidak melihat ke Raila sama sekali, "Huh, mungkin Farel lupa kalau dia udah nikah," gumam Raila dan tidak mau ambil pusing.


Raila benar-benar ditinggalkan sendirian di tengah-tengah Dubai mall, Raila tidak membawa apapun, "Hem, sendirian lagi," gumam Raila, lalu berjalan-jalan keliling Dubai mall.


Selama keliling di Dubai mall, Raila melihat banyak barang yang bagus dan cantik bahan menarik matanya, "Wah bagus banget tasnya, huh kenapa mereka pergi gak ngasih gue duit sih, kalau kayak gini kan gue gak bisa beli apa-apa ya kali gue cuma ngeliatin doang," gumam Raila.


"Wah gila ini tas di pajang di sini ga takut ada yang ngambil apa," gumam Raila.


"Hah! tas kecil kayak gini harganya kayak mobil, malah banget sih," lanjutnya.


Saat sedang melihat sekelilingnya tiba-tiba pandangan Raila jatuh pada seorang pria yang sangat akrab baginya, Raila heran dengan pria tersebut dan juga pria yang ada di sebelah pria itu. Mereka layaknya seorang pasangan yang sedang kasmaran.


"Hah! apa jangan-jangan mereka pacaran, tunggu kalian mereka pacaran berarti mereka gay dong," gumam Raila dan berjalan mendekati kedua pria yang sedang bergandengan tangan itu.


"Kak Keanu," panggil Raila.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2