Menikahi Pria Terkaya

Menikahi Pria Terkaya
Farel Junior?


__ADS_3

"Sayang, jangan pernah lupain Mama ya, Hiks ... hiks," ucap Mama Aurel, yang tidak dapat menahan tangisannya.


"Raila bakal sering-sering pulang kok," ucap Raila.


"Mama kan bisa video call," ucap Farel.


"Ya, tetep aja kan gak ketemu secara langsung," ucap Mama Aurel.


"Mama jangan nangis lagi ya, Raila janji Raila bakal sering kabarin Mama," ucap Raila.


"Beneran?" tanya Mama Aurel dan diangguki Raila.


"Kan masih ada Lea Ma," ucap Lea.


"Kamu seminggu lagi juga bakal balik ke Jerman gitu, Mama kan jadi sendirian di rumah," ucap Mama Aurel.


"Kan masih ada Papa," ucap Farel.


"Papa kamu mah pasti bakal selingkuh sama kerjaannya," ucap Mama Aurel.


Akhirnya setelah drama pamitan pada Mama Aurel, saat ini Farel dan Raila pun sudah menaiki pesawat untuk menuju Belanda. Beberapa jam setelah itu, mereka berdua lun sampai di negeri kincir angin.


"Kenapa hm?" tanya Farel, saat mereka baru saja sampai di Belanda.


"Gapapa kok," ucap Raila.


"Gapapa, tapi kok mukanya sedih gitu," ucap Farel.


"Aku gak sedih nih aku senyum kan," ucap Raila dan tersenyum lebar ke arah Farel.


"Yaudah, kalau gitu kita ke apartemen sekarang," ucap Farel dan diangguki Raila.


Sebenarnya Farel ingin tinggal di rumah yang sudah ia beli sebelumnya, tapi Raila menolak karena bagi Raila rumah yang sudah di beli Farel sangat besar padahal hanya Farel dan Raila yang tinggal di sana sebab itu Raila memilih tinggal di apartemen. Selain itu, Farel juga sempat membeli penthouse, tapi Raila kembali menolak karena penthouse tersebut termasuk besar baginya, akhirnya mau tidak mau Farel pun membeli apartemen yang tentunya Raila yang memilihnya dan Farel hanya tinggal membayarnya.


Setelah beberapa menit mereka menaiki kendaraan yang dikemudikan oleh anak buah Farel, mereka berdua pun sampai di gedung apartemen yang akan mereka tinggali.


"Gedungnya kecil ya gak kayak di Indonesia gedungnya tinggi-tinggi," ucap Raila.


"Kamu gak suka mau cari tempat lain?" tanya Farel.


"Gak usah, aku sengaja kok milih apartemen ini soalnya bangunannya sederhana dan terlalu besar buat kita terus juga tempatnya gak terlalu jauh dari kantor kamu, jadi kan kamu enak berangkat sama pulang kerjanya dan yang paling penting pemandangan di sini bagus banget bisa ngeliat taman-taman sama danau cantik," ucap Raila.


"Kalau gitu kita masuk, di sini lumayan dingin soalnya," ucap Farel dan diangguki Raila.


Farel dan Raila pun masuk ke dalam gedung apartemen tersebut dan menuju apartemen milik mereka hingga beberapa saat kemudian sampailah mereka di unit apartemen yang akan mereka tinggali.


Farel membuka pintu apartemen tersebut lalu masuk ke dalam dan diikuti Raila di belakangnya, "Ini bagus banget apartemennya, padahal aku udah nyari yang sederhana loh, tapi tetep aja gak nemu," ucap Raila.

__ADS_1


"Gapapa sayang, kamu kayak lupa aja siapa suami kamu. Suami kamu ini pewaris Revion grup loh," ucap Farel.


"Mulai deh, kalau kamu kayak gini tuh sama aja kayak Lea sombong," ucap Raila.


"Sombong-sombong gini aku tetep suami kamu loh ya," ucap Farel.


"Iya iya, Tuan Zergan," ucap Raila.


"Uuuhh, senangnya dipanggil kayak gitu sama istri sendiri, biasanya yang manggil kayak gitu cuma karyawan sama beberapa rekan kerjaku doang eh sekarang istriku sendiri yang manggil kayak gitu rasanya gimana gitu," ucap Farel.


"Aneh," ucap Raila dan meninggalkan Farel.


"Kamu nih ya, kalau orang lain itu gak ada yang berani bilang kayak gitu ke aku, eh kamu malah ngatain aku aneh," ucap Farel.


"Mereka nya aja yang pengecut, masa sama kamu aja takut sih. Orang kamu itu gak nakutin tau," ucap Raila.


"Masa aku gak nakutin, dulu aja pas pertama kali kamu tahu siapa aku, kamu tuh takutnya minta ampun sampai kamu berulang kali minta maaf terus manggil namaku dengan tuan Zergan," ucap Farel dan menaik turunkan alisnya.


"Y-ya, itukan dulu. Kalau sekarang mah tuh," ucap Raila.


Farel hanya tersenyum lalu memeluk Raila dari belakang, "Yang," panggil Farel.


"Kenapa?" tanya Raila.


"Kita buat Farel junior yuk biar rame gitu," ucap Farel.


"Boleh, tapi gak sekarang ya," ucap Raila.


"Masih banyak yang harus kita beresin, jadi sekarang kita beresin barang-barang kita dan untuk pembuatan Farel junior kita urus nanti," ucap Raila dan melepaskan pelukan tersebut lalu pergi meninggalkan Farel yang saat ini hanya tersenyum kecil mendengar perkataan Raila.


Farel dan Raila pun membereskan perlengkapan mereka hingga malam hari, "Yang, keluar yuk cari makanan, aku laper nih," ajak Farel.


"Udah jam berapa sekarang?" tanya Raila.


"Jam 7," ucap Farel.


"Hah! jam 7. Berarti kita beres-beres nya lama banget dong," ucap Raila dan diangguki Farel.


"Makanya kita keluar yuk cari makanan,. atau kita pesen aja," ucap Farel.


"Gak usah biar aku yang masak aja," ucap Raila.


"Tapi kan gak ada bahan makanan di kulkas," ucap Farel.


"Loh, kamu belum masukin bahan-bahannya emangnya?" tanya Raila dan Farel pun menggelengkan kepalanya.


"Kenapa gak kamu masukin bahan-bahan makanan yang waktu itu aku bilang?" tanya Raila.

__ADS_1


"Lupa," ucap Farel.


Raila hanya menghela napas panjang, "Yaudah, kalau gitu kita keluar aja, tapi aku mandi dulu," ucap Raila dan diangguki Farel.


"Udah selesai kan semuanya?" tanya Farel.


"Udah kok," ucap Raila.


"Yaudah, kalua gitu ayo mandi," ucap Farel dan menggendong Raila ala bridal style.


"FAREL!" teriak Raila, karena terkejut pada Farel yang tiba-tiba menggendongnya.


"Kita cuma mandi doang kok janji deh," ucap Farel.


Beberapa saat kemudian, mereka pun selesai dengan ritual mandi dan benar kata Farel mereka hanya mandi tanpa melakukan apa yang biasa Farel lakukan saat mandi bersama.


"Kita mau makan dimana? aku gak tahu tempat daerah sini? aku juga takut nanti kalau makanan di sini malah gak sesuai sama kau gimana?" tanya Raila.


"Kamu gak usah khawatir di dekat sini ada makanan khas Indonesia kok," ucap Farel dan diangguki Raila.


Setelah mereka selesai bersiap, mereka berdua pun keluar dari apartemen dan berjalan kaki menuju tempat makan yang dikatakan Farel tadi.


"Ini tempatnya?" tanya Raila, saat mereka berdua sudah berada di depan tempat makan tersebut.


"Iya, ini tempatnya. Tempatnya kayaknya sempit, tapi kalau kamu udah masuk di dalam itu besar banget dan asal kamu tahu tempat ini itu ada 2 lantai loh," ucap Farel.


"Hah! 2 lantai darimananya?" tanya Raila.


"Jadi tempat ini itu ada 2 lantai tepatnya ada lantai ruang bawah tanah dan di lantai itu tempat makanan khas Indonesia dan yang lantai atas itu baru makanan Italia gitu," ucap Farel.


"Kenapa gak di atas aja, kan kalau di bawah jadi banyak yang gak tahu tempatnya?' tanya Raila.


"Kamu harus lihat sendiri, baru kamu tahu kenapa tempatnya justru di lantai bawah," ucap Farel.


Mereka berdua lun menginjakkan kaki di restoran yang tampah sederhana tersebut, setelah itu mereka turun melalui tangga dan sampailah mereka di tempat yang seja tadi mereka tuju.


"Kamu yakin ini tempatnya?" tanya Raila dan diangguki Farel.


"Gimana bagus gak?" tanya Farel.


"Ini bagus banget, aku berasa kayak di museum gitu," ucap Raila.


"Yaudah, kalau gitu kita pesan makanannya," ucap Farel.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2