
"Rel, ini punya lo?" tanya Gio dengan menunjukkan sebuah kartu nama.
"Oh, iya, lo nemu dimana?" tanya Farel.
"Tadi ga sengaja gue lihat di deket tas lo m, ya gue kirain punya lo makanya gue kasih ke lo, tapi itu emang bener punya lo?" tanya Gio.
"Hem, itu punya gue kenapa emangnya?" tanya Farel.
"Lo kok bisa punya kartu nama Tuan Zergan, lo kan tahu siapa dia, dia itu bisa dibilang penguasa loh di sini?" tanya Gio.
"Gue ketemu sama sekretarisnya sih, terus sekertaris ya juga pernah beberapa kali pesen ayam goreng disini, makanya itu kenapa gue Libya kartu namanya," ucap Farel.
"Tapi, harusnya kan yang dikasih itu kartu namanya si sekretaris, tapi ini malah kartu namanya Tuan Zergan," ucap Gio.
"Gue juga gak tahu," ucap Farel.
"Mungkin sekretarisnya ngasih lo hadiah kali, makanya dia ngasih Lo kartu nama Tuan Zergan," ucap Gio dan Farel hanya mengangkat bahunya.
"Tapi, lo pernah ketemu gak sama Tuan Zergan?" tanya Gio.
"Kenapa lo tanya gitu?" tanya Farel.
"Gue itu penasaran banget sama Tuan Zergan lo tahukan gimana kayanya Tuan Zergan, enak kali ya kalau gue minta uang ke Tuan Zergan buat pengobatan Nenek gue, uang Tuan Zergan gak bakal habis kan buat bantu gue," ucap Gio.
Farel hanya menatap Gio dengan ekspresi yang entahlah, "Kenapa lo ngelihat gue terus, Rel?" tanya Gio.
"Gapapa kok," ucap Farel.
"Jangan lo anggap serius omongan gue, ya kali Tuan Zergan mau bantuin gue, ketemu sama dianya aja gue gak pernah, gue tahu kali status gue di masyarakat, oh iya lo tahu gue denger katanya Tuan Zergan udah tunangan," ucap Gio yang tentunya tidak mengejutkan Farel.
'Dasar para keparat, jangan pikir gue akan terpengaruh dengan berita yang kalian sebar ini,' ucap Farel dalam hati.
"Kata siapa lo?" tanya Farel.
"Kan saudara gue ada yang kerja jadi ajudannya Presiden dan katanya kemarin itu Tuan Zergan datang ke kediaman Presiden, terus pas Tuan Zergan udah pulang tiba-tiba saudara gue denger dari putri Amelia kalau Tuan Zergan udah tunangan, padahal nih ya gue udah ngejodohin putri Amelia sama Tuan Zergan," ucap Gio.
__ADS_1
"Lo gak salah ngejodohin mereka?" tanya Farel.
"Gak lah, nih ya asal Lo tahu, Tuan Zergan itu orang yang paling berpengaruh di negara ini dia dari kecil udah hidup mewah, pokonya semua tentang Tuan Zergan itu yang berkualitas sama kayak putri Amelia, dia juga dari kecil hidup serba kecukupan karena kan dulu Presiden itu bekerja di bea cukai, jadi mereka berdua cocoklah mana putri Amelia itu cantik dan Tuan Zergan juga katanya tampan, ya kalau gue gak pernah ketemu secara langsung sama Tuan Zergan," ucap Gio.
"Udah jangan bahas mereka lagi karena gue gak kenal mereka jadi bahas yang lain aja," ucap Farel yang mencoba untuk mengganti topik pembicaraan dari Gio, lama-lama Farel merasa Gio sok tahu tentang hidupnya.
"Yaudah, kalau gitu gue cerita yang lain aja," ucap Gio.
"Nah gitu dong cerita yang lain bosen banget gue tiap hari lo bahas orang-orang atas," ucap Farel.
"Iya iya, kalau gitu gue sekarang minta saran ke lo," ucap Gio.
"Saran apa?" tanya Farel.
"Hem, gue suka sama anak orang terus gue pengen ngajak dia nikah, menurut lo gue harus apa?" tanya Gio.
"Orangtua sih cewek gimana ke lo, dia suka gak kalau anaknya sama lo?" tanya Farel.
"Gue gak tahu kalau orangtuanya," ucap Gio.
"Lo ke orangtuanya aja dulu kalau gitu terus lo rayu orangtuanya biar mereka mau anaknya sama lo," ucap Farel.
"Jauh amat, emang cewek yang lo suka asli mana?" tanya Farel.
"Ya, asli sini," ucap Gio.
"Terus dia kerja di Jepang gitu kok lo harus ke Jepang kalau mau ketemu orangtuanya?" tanya Farel.
"Gue ke Jepang bukan buat ketemu orangtuanya soalnya orangtua dia udah meninggal," ucap Gio.
"Lah terus lo mau ke Jepang buat ketemu paman atau tantenya?" tanya Farel dan Gio pun menggelengkan kepalanya.
"Terus mau ketemu siapa lo ke Jepang?" tanya Farel yang penasaran dengan siapa Gio akan bertemu ke Jepang jika bukan Paman dan Tante dari perempuan itu, apa mungkin Kakek atau Neneknya.
"Gue mau ke Jepang buat minta izin ke suaminya," ucap Gio dan membuat Farel bengong bahkan lupa menutup mulutnya.
__ADS_1
"Biasa aja dong tuh mulut, awas nanti ada harimau yang masuk," ucap Gio.
"Lo lagi gak bercanda kan, masa lo mau ngerebut istri orang sih," ucap Farel yang tida habis pikir dengan rekan kerjanya yang satu ini, ada-ada saja kelakuannya yang membuat Farel terkejut sekaligus mengelus dada.
"Gue gak bercanda, gue suka sama si cewek, tapi ya gitu dia udah nikah, tapi ya mau gimana lagi namanya juga suka, gue juga kan gak tahu kalau gue bakal suka sama cewek yang udah nikah," ucap Gio.
"Oke, sekarang gue tanya, lo kok bisa kenal sama tuh cewek? emangnya lo ketemu dimana?" tanya Farel.
"Kemarin gue lihat koran dan ada nama dia gitu di koran, yaudah gue cari deh biodatanya sama gue lihat-lihat sosial medianya dan ternyata dia orang sini kan makin cocok gue sama dia," ucap Gio.
'Sabar, Rel, lo gak boleh emosi ngehadapin temen lo yang minim akhlak ini,' ucap Farel dalam hati.
"Ini saran dari gue ya," ucap Farel dan diangguki Gio.
"Apa saran lo? soalnya gue udah bingung banget mau gimana kelanjutan hubungan gue sama dia," tanya gio.
"Saran gue lo harus sadar, DIA UDAH PUNYA SUAMI, JADI JANGAN JADI PEMBINOR, PAHAM!" ucap Farel yang tidak bisa sabar menghadapi temannya itu, padahal dari tadi Farel mencoba bersabar.
"Astaga, Rel, gitu banget saran lo, tapi gue suka sama dia gimana dong?" tanya Gio.
"Lo saking gak lakunya ya, Gi, sampe lo harus hancurin rumahtangga orang, lo tahu gak dengan lo hancurin rumahtangga orang, lo itu ngebuat orang lain sedih bahkan terluka, jadi saran gue, lo harus cari cewek lain, gue gak masalah kalau cewek yang lo suka udah punya pacar, tapi ini dia udah nikah," ucap Farel.
"Jadi gue harus lebih lama lagi nge-jomblo nih ceritanya," ucap Gio.
"Itu lebih baik dari pada lo harus hancurin rumahtangga orang lain," ucap Farel.
"Yaudah deh, gue cari cewek lain aja kalau gitu," ucap Gio.
"Nah gitu dong," ucap Farel.
"Rel, ini aku ada makanan buat kamu," ucap Lita yang baru saja masuk ke dalam tempat istirahat dan memberikan bekal yang ia buat untuk Farel.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.