
"Tapi, jujur Lea pengen tahu kenapa Nenek bisa sehat kayak gini?" tanya Lea.
"Sebenarnya Nenek udah sembuh dari satu tahun yang lalu dan Nenek juga mau pulang untuk ketemu sama kalian, tapi tiba-tiba kondisi Nenek kembali drop dan dua Minggu yang lalu akhirnya Nenek sembuh terus Farel kabari Nenek kalau Nenek bisa pulang dan akhirnya Nenek pulang dengan anak buah Farel," ucap Nenek Vina.
"Kak Farel tahu sejak kapan kalau Nenek udah sehat?" tanya Lea.
"Kakak tahu dari satu tahun yang lalu karena dokter ngasih tahu Kakak duluan dan dari situ Kakak cuma kasih tahu Papa dan nyuruh Papa buat sembunyiin semuanya sebelum kondisi Nenek bener-bener stabil, tapi karena ada kasusnya Tante Calista ini makanya Farel bawa pulang Nenek," ucap Farel.
"Aurel kangen banget loh sama Mama," ucap Mama Aurel dan memeluk Nenek Vina.
"Kamu pikir Mama gak kangen apa sama menantu Mama ini," ucap Nenek Vina.
Saat sedang berpelukan dengan keluarga Revion lainnya tiba-tiba pandangan Nenek Vina tertuju pada seorang perempuan yang berada di samping Farel, "Nenek dari tadi lihat dia terus kau tanya siapa dia, tapi lupa, emangnya dia siapa kok dari tadi Nenek lihat dia di sebelah Farel?" tanya Nenek Vina.
"Dia namanya Raila, Nek. Dia istri Farel," ucap Farel.
"Jadi, ini yang namanya Raila, perempuan yang sering kamu bicarain ke Nenek. Cantik ya ternyata jelas aja kamu suka banget sama dia sampe-sampe dulu pas kamu kuliah kamu bilang kalau pokoknya kamu harus nikah sama dia, eh beneran dong akhirnya kamu nikah juga sama dia," ucap Nenek Vina dan menghampiri Raila.
"Nek," sapa Raila dan menyalimi Nenek Vina.
"Cantik banget sih kamu," ucap Nenek Vina dan memeluk Raila.
"Nenek bisa aja, Nenek juga cantik kok," ucap Raila.
"Masa sih, Nenek udah keriput gini," ucap Nenek Vina dan melepaskan pelukan tersebut.
"Gak kok, Nenek tetep cantik," ucap Raila.
"Bisa aja kamu ini," ucap Nenek Vina.
"Tapi, Nenek tahu darimana semua soal Tante Calista?" tanya Naomi.
"Kalian inget Bi Ani?" tanya Nenek Vina.
__ADS_1
"Pelayan yang dul kerja di rumah lamanya Papa," ucap Papa Aaron dan diangguki Nenek Vina.
"Beberapa waktu yang lalu Bi Ani ngasih info mengenai Calista dan orangtuanya, setelah mengatakannya ternyata Bi Ani meninggal," ucap Nenek Vina.
"Gea udah baikan?" tanya Nenek Vina.
"Gea udah baikan kok, sekarang dia bareng Frans sama Rendy di rumah sakit," ucap Papa Aaron.
"Syukurlah, Mama takut kalau Gea trauma," ucap Nenek Vina.
"Mama gak perlu khawatir Gea itu kuat," ucap Papa Aaron.
"Ron, Mama mau nemuin Hana," ucap Nenek Vina. Hana adalah ibu dari Calista.
"Mama yakin?" tanya Papa Aaron.
"Iya, Mama yakin. Mama sampai lupa sudah berapa lama tidak bertemu dengan Hana, terakhir kali Mama ketemu Hana saat dia bertamu ke rumah dengan membawa buah Apel," ucap Nenek Vina.
"Kalau gitu kapan Mama mau ketemu sama dia?" tanya Papa Aaron.
"Kalau gitu Nenek sama Farel aja," ucap Farel dan diangguki Nenek Vina.
.
Setelah semuanya terselesaikan, kehidupan keluarga Revion dan sahabat-sahabat keluarga Revion kembali normal. Semua orang pun sudah kembali ke rumah masing-masing, di kediaman Revion hanya ada sahabat Farel saja dan juga Naomi dan untuk sisan sudah kembali ke rumah.
Raila saat ini berada di taman sendirian karena Farel sedang bersama Nenek Vina, Lea dan Naomi pun sedang menonton drama. Raila sempat di tawari untuk menonton drama, tapi Raila sedang tidak ingin menonton sehingga Raila memilih duduk santai di kursi taman belakang.
"Gak usah lo pikirin," ucap seorang pria yang baru saja datang dan duduk di samping Raila.
Raila pun menolehkan kepalanya dan melihat pria tersebut, "Maksudnya?" tanya Raila.
"Gue tahu kok kalau lo denger semua pembicaraan gue di ruang kerja Papa Aaron," ucap Marvel.
__ADS_1
Ya, pria yang baru saja datang dan mengejutkan Raila adalah Marvel. Raila bingung karena setiap melihat wajah Farel, Raila tidak bisa menebak apa yang sedang dipikirkan oleh orang itu.
"Gue gak ngerti lo ngomong apa," elak Raila.
"Gue tadi emang sengaja ngomong gitu biar lo pergi dan gak nguping pembicaraan di sana," ucap Marvel.
"Gue gak nguping ya, gue cuma jalan biasa aja tadi," ucap Raila.
"Tadi katanya gak paham apa yang gue omongin, tapi lo malah membela diri," ucap Marvel.
Raila terdiam karena akhirnya dia ketahuan juga, memang benar kata Farel jika Marvel itu orangnya dingin, cuek, datar dan sekalinya bicara maka lawan bicaranya akan terdiam tidak tahu harus menjawab apa.
"Gue gak bermaksud buat mandang jelek lo dan keluarga lo, gue setuju-setuju lo sama Farel. Gue tadi ngomong kayak gitu supaya lo pergi dari sana tadi. Tapi, gue gak pernah nyalahin Farel buat milih lo, jadi gue harap lo gak salah paham," ucap Marvel.
"Jadi, tadi yang lo bilang di ruang kerja itu cuma bohong gitu supaya gue gak di depan pintu dan denger kalian bicara?" tanya Raila dan diangguki Marvel.
"Ya, bisa dibilang kayak gitu dan satu lagi. Kalau ada masalah apapun apalagi yang kayak gini, yang belum tentu kebenarannya itu jangan asal nyimpulin sendiri dan milih pergi dari Farel. Lo tahu gak dengan lo pergi dari Farel maka semuanya bakal ribet," ucap Marvel.
Raila membeku mendengar perkataan Marvel, bagaimana Marvel tahu jika Raila berniat untuk pergi dari Farel karena kerabat dekat Farel tidak menyukainya, "L ... lo tahu darimana kalau gue bakal pergi?" tanya Raila.
"Udah ketebak kali," ucap Marvel.
"Yang jelas gue cuma tekanin ke lo ya kalau keluarga Farel itu bener-bener Suak sama lo, mereka bersyukur dan seneng karena Farel nikahnya sama lo dan untuk orang-orang yang gak suka hubungan lo sama Farel gak usah lo dengerin," ucap Marvel.
"Kenapa lo bilang ini semua ke gue?" tanya Raila.
"Karena otak lo itu isinya pergi terus, kalau ada masalah jangan asal pergi aja. Tapi, selesain baik-baik dengan lo pergi masalah gak akan selesai yang ada malah makin bertambah masalahnya dan yang paling dirugikan dari masalah lo berdua itu yang orang-orang yang ada di deket kalian, semoga Lo paham dengan apa yang gue bicara panjang kali lebar ke lo ini. Gue jarang bicara panjang kayak gini, tapi karena lo istri dari sahabat gue makanya gue harus bilang ini ke lo. Menurut gue dalam hubungan lo sama Farel yang paling penting itu pengertian, lo jangan asal nuduh Farel kalau dia belum jelasin semuanya, lo jangan percaya sama berita di luar sana sebelum Farel sendiri yang udah konfirmasi kebenaran berita itu," ucap Marvel.
Selama penjelasan Marvel, Raila hanya diam dan menganggukkan kepalanya, 'Benar apa yang dibilang Marvel. Gue harus lebih ngertiin Farel dan gak boleh percaya sama berita yang belum tentu kebenarannya,' ucap Raila, dalam hati.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.