Menikahi Pria Terkaya

Menikahi Pria Terkaya
Santai Tanpa Beban


__ADS_3

"Farel, juga tadi bilang begitu ke keluarga Raila. Rencana Papa akan dibawa keluar negeri," ucap Raila.


"Bagus kalau begitu, pokonya Mama akan usahakan supaya Papa kamu sehat ya," ucap Mama Aurel dan Raila pun menganggukkan kepalanya dan memeluk Mama Aurel.


"Maafin keluarga Raila ya Ma, selama ini keluarga Raila selalu merendahkan Farel dan juga keluarga Mama ... hiks hiks hiks," ucap Raila.


"Loh sayang kok nangis sih, Mama gapapa kok. Mama paham betul pasti orangtua kamu juga dulu mau kamu bahagia dan punya segalanya, mereka dulu kan gak tahu siapa Farel. Mereka pasti khawatir kamu hidup susah," ucap Mama Aurel.


"Kadang Raila Mali sama Farel karena selama ini dia selalu dihina habis-habisan sama keluarga Raila, tapi saat sekarang ini waktu Papa sakit justru Farel mau bantu Papa. Raila kayak gak tahu diri gitu, Ma," ucap Raila.


"Hush, gak boleh ngomong gitu. Itu udah kewajiban Farel sebagai menantu, saat Papa kamu sakit maka itu artinya Papanya Farel juga sakit karena setelah kamu menikah dengan Farel dua keluarga itu menyatu. Kamu jadi anak Mama Aurel sama Papa Aaron begitupun sebaliknya Farel jadi anaknya Papa Alvan dan juga Mama Sena," ucap Mama Aurel dan diangguki Raila.


Raila benar-benar beruntung karena memiliki mertua yang sangat menyayanginya bukan hanya mertua ,tapi seluruh keluarga dan sahabat dari keluarga Farel juga sangat menyayanginya dan menjaganya. Bahkan Raila rasa Raila termasuk ke dalam keluarga mereka masing-masing.


Awalnya Raila sedikit takut saat berinteraksi dengan mereka karena posisi keluarga mereka yang sangat tinggi bahkan kalah jauh dari keluarga Laksani, tapi semakin lama ternyata mereka sangat ramah bahkan menganggap Raila sebagai keluarga dan karena hal itu juga Raila mudah beradaptasi dengan mereka semua.


"Kita siap-siap yuk," ucap Mama Aurel.


"Siap-siap kemana, Ma?" tanya Raila.


"Loh, nantikan semua kerabat keluarga Revion ngumpul sayang," ucap Mama Aurel.


"Oh nanti Raila kirain masih dua hari lagi," ucap Raila.


"Gak dong, hari ini mereka kumpul katanya ada urusan gitu para lelaki, tapi Mama juga gak tahu apa urusannya, mungkin masalah tanah atau apalah itu gak paham Mama," ucap Mama Aurel dan Raila hanya tertawa pelan.


"Yaudah, ayok kita siapin semuanya soalnya nih ya pasti nanti bakal rame deh," ucap Mama Aurel.


"Ayo," ucap Raila.


Mereka berdua pun masuk ke dalam ruang dan melihat orang-orang yang sedang asik mengobrol dan bercanda, Raila menghampiri Thalita yang sangat manis duduk di pangkuan Farel.


"Aduh lucunya sih anak aunty ini," ucap Raila.


"Sakit aunty," ucap Claudia, dengan menirukan suara anak kecil.


"Hehehehe, maaf ya sayang. Sini Rel aku juga mau Gending Thalita," ucap Raila.


Farel pun tanpa protes memberikan Thalita kepada Raila, Saat Raila berhasil menggendong Thalita bayi itu tiba-tiba saja tertawa cukup keras dan membuat tawanya menular pada Raila dan semua orang yang ada di sana.

__ADS_1


"Ish, lucunya sih kamu sayang pengen aunty karungin deh. Nanti aunty ambil koper aja deh terus masukin kamu ke koper biar Mama kamu gak bisa nemuin kamu," ucap Raila, dengan mencium pipi gembul Thalita.


"Jangan dong Rai, nanti Tante gak punya cucu dong kalau kamu ambil Thalita," ucap Tante Gea, dengan pura-pura sedih.


"Tante Gea suruh Rendy sama Claudia buat lagi aja biar Tante Gea punya cucu lagi yang kayak Thalita terus Thalita nya sama Raila aja," ucap Raila, yang tak berhenti-henti menciumi pipi Thalita.


"Kok aku sih yang buat, ya kamulah Rai yang buat sama Farel," ucap Claudia.


"Males ah kalau buat sama Farel," ucap Raila.


"Loh kenapa kok males?" tanya Farel.


"Ya, gapapa sih cuma males aja," ucap Raila.


"Emangnya kamu sering buat sama Farel?" tanya Claudia.


"Seringlah, orang kalau mandi aja selalu buat makanya Farel selalu minta mandi bareng," ucap Raila, dengan santai tanpa beban.


"Selain mandi kalau malem gitu?" tanya Rendy.


"Ya, lumayan sih seminggu 3 atau gak 4 kali," ucap Raila.


Entahlah Raila sadar atau tidak dengan apa yang dia ucapkan, tapi yang dia ucapkan tersebut berhasil membuat semua orang yang ada di sana menatap Farel dengan tatapan menggoda dan mengejek.


Di sana Raila dapat melihat tatapan para penghuni ruang tamu yang sedang melihatnya dengan tatapan menggodanya, "Farel ganas gak kalau di ranjang?" tanya Rafka.


"Gak tahu ah, udah jangan di bahas," ucap Raila dan mengalihkan pandangannya pada Thalita.


"Kenapa gak usah di bahas?" tanya Rendy.


"Malu," ucap Raila pelan. Namun, masih dapat di dengar oleh semua orang yang ada di sana.


Farel hanya tersenyum geli mendengar perkataan istrinya itu, Farel pun mendekat dan mendekap Raila, "Kenapa malu hm? tadi aja kamu santai banget loh bicaranya terus kenapa sekarang malah malu?" tanya Farel.


"Ya, kan tadi aku masih belum sadar, sekarang udah sadar terus malu," ucap Raila dan menyembunyikan kepalanya di dada bidang Farel.


Thalita justru tertawa riang karena ia berada di dekapan Raila dan juga Farel, "Aduh anak gue bisa-bisa ketawa," ucap Rendy.


Raila melepaskan pelukan tersebut dan menatap Thalita, "Seneng banget sih anak aunty ini," ucap Raila.

__ADS_1


"Astag Raila lupa, tadi kata Mama kita siapin buat nanti malem," ucap Raila.


"Oh iya, Mama juga lupa," ucap Mama Aurel.


"Kan ada pelayan Kak, nanti suruh pelayan aja deh terus tinggal Kakak periksa aja nanti, lagian buat apa juga punya banyak pelayan kalau mereka gak pernah diberi tugas dan Kakak yang ngerjain sendirian," ucap Tante Gea.


"Tapi, tetep aja gak enak gitu kalau nyuruh pelayan," ucap Mama Aurel.


"Farel gaji semua pelayan kan memang untuk diberi tugas, Ma," ucap Farel.


"Huh, yaudah iya. Kalau gitu Mama mau ke dapur dulu nyuruh pelayan siapin semuanya, sayang kita gak jadi siapin buat nanti malam ya," ucap Mama Aurel dan diangguki Raila.


"Ka, gimana syuting kamu? kamu kan jadi pemeran Anggara di film photography," tanya Raila.


"Oh film yang diadaptasi dari novel itu ya?" tanya Rafka dan diangguki Raila.


"Ya, lancar-lancar aja sih, sekarang udah mulai tahap akhir kok syutingnya," ucap Rafka.


"Aku udah baca novelnya dan itu bagus banget, semoga aja filmnya gak mengecewakan," ucap Raila.


"Gak akan tenang aja nanti lo pasti bakal terkesima sama filmnya," ucap Rafka.


"Kalian syuting di Paris gak?" tanya Raila.


"Iya dong, kan romantisnya cerita photography itu di Paris," ucap Rafka.


"Gue itu suka banget sama film itu," ucap Raila.


"Gue tahu, bahkan waktu konferensi pers itu lo ada kan," ucap Rafka dan diangguki Raila.


"Gue gak sabar banget, masalahnya lo itu dipasangin sama Nadia kan, wah pasti bagus banget secara Nadia itu emang visual Annisa yang sebenarnya," ucap Raila.


"Kok lo bisa suka novel gitu?" tanya Rafka.


"Kan gue dulu editor, jadi ya suka baca cerita novel gitu buat di terbitin," ucap Raila dan diangguki Rafka.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2