Menikahi Pria Terkaya

Menikahi Pria Terkaya
Mulai Deh Sombongnya


__ADS_3

Baru saja Raila dan Lea sampai di depan kantor Gantari grup, tapi mereka terkejut karena banyak orang yang berteriak di depan kantor tersebut bahkan beberapa alat kantor pun berserakan di depan kantor.


"Kak, ini kenapa kok kacau kayak gini?" tanya Lea.


"Kakak juga gak tahu," ucap Raila.


Raila dan Lea hanya berdiri di depan kantor Gantari grup seperti orang-orang lainnya, "Maaf, kalua boleh saya tahu ini kenapa ya kok banyak yang berdiri dan teriak-teriak di depan kantor?" tanya Raila, pada perempuan yang berada di sebelahnya.


"Oh ini karena pihak Gantari sudah menyebarluaskan data pembaca dan penulis di webnya," ucap perempuan tersebut.


"Hah! kok bisa bukannya seharusnya data pembaca dan penulis itu rahasia," ucap Raila.


"Makanya itu banyak yang protes dan minta pertanggungjawaban ke pihak Gantari, sekarang banyak yang sudah di rugikan karena identitasnya dipergunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab dan itu karena pihak Gantari yang menyebarluaskan," ucapnya.


"Apa mungkin ini hanya kesalahan teknis sampai data pembaca dan penulis sampai di publish?" tanya Raila.


"Gak mungkin soalnya ternyata data itu udah disebarkan dari beberapa bulan yang lalu dan penyebarluasannya pun secara bertahap, jadi setiap Minggu kurang lebih 2000 data di publish oleh Gantari grup di web resminya," ucapnya.


"Kalau di publish di web resmi harusnya akan para pengunjung web udah tahu," ucap Raila.


"Mereka membukanya di VIP makanya kenapa gak ada yang tahu dan mereka juga menaikkan harga VIP hampir 5 kali lipat, selain itu juga ternyata pihak Gantari batesin orang yang bisa buka data itu dan hampir semuanya hanya orang luar negeri yang bisa buka," ucapnya.


'Wah! Gantari benar-benar luar biasa liciknya, gue yakin mereka bisa narik para pemburu dara luar negeri, tapi mereka justru ngerugiin diri mereka sendiri di dalam negeri,' ucap Raila dalam hati.


Gantari adalah tempat penerbitan yang cukup terkenal karena banyak novel yang diterbitkan Gantari dan difilmkan. Selain menerbitkan novel, Gantari juga memiliki situs web, dimana dalam web tersebut banyak novel yang dapat di baca secara online jangankan novel bahkan sejenis, komik, manhwa, manhua pun tersedia di web tersebut.


Web tersebut juga menjadi salah satu web yang paling banyak di kunjungi dan karena itu banyak masyarakat yang akhirnya penasaran lalu membuka web tersebut. Selain itu, tema web tersebut pun unik dan dapat menarik para pembaca.


Raila bangga karena web tersebut termasuk idenya saat dulu ia masih bekerja di Gantari, tapi lambat lain karena Dandi yang menjadi ketua tim editor, maka web tersebut pun diserahkan ke Dandi.

__ADS_1


Raila sudah tidak menyukai saat Dandi yang memegang kendali atas web tersebut karena bagi Raila, Dandi seenaknya dalam mengelola web tersebut bagaimana tidak, Dandi sering menaikkan harga VIP atau tidak Dandi sering menutup akses hadiah untuk para penulis sehingga banyak editor yang kerepotan untuk menanggapi pertanyaan para pembaca ataupun penulis.


Saat ditanya maka Dandi selalu beralasan jika harus ada yang diperbaiki dalam web dan jika tidak segera di perbaiki maka web akan eror. Raila dulu b***h karena percaya saja apa yang dikatakan Dandi.


"Kak, lihat," ucap Lea dan menunjuk ke arah kantor Gantari.


Raila pun mengalihkan pandangannya ke kantor Gantari. Raila dapat melihat para karyawan yang baru saja keluar dari kantor dengan barang-barang mereka.


Selain itu, Raila juga dapat melihat jika orang-orang yang tadi berteriak pun dengan marah membuang seluruh barang-barang yang ada di dalam kantor ke depan kantor tersebut.


"Bahkan beberapa pecahan kaca dari barang-barang elektronik seperti komputer, laptop dan lainnya pun hampir mengenai Raila dan Lea. Untung saja Raila hari ini memiliki asisten pribadi yang sangat cepat tanggap bahkan sejak tadi Raila yang memang dasarannya lemah pun hampir saja terjatuh, tapi karena ada Lea maka ia berhasil tetap berdiri.


"Sekarang kembalikan semua data kami," ucap salah satu perwakilan dari mereka.


"Kami tidak tahu kenapa data para pembaca dan penulis itu bisa ke publish yang tahu semua data itu hanya satu orang dan dia sudah tidak lagi bekerja di sini," ucap Dandi.


"Dia ada di sini, itu dia," ucap Dandi, dengan menunjuk Raila.


Raila yang merasa ditunjuk lun hanya mengerutkan keningnya, 'Jadi Dandi mau menyalahkanku lagi, oke gue terima permainan lo dengan senang hati,' ucap Raila, dalam hari.


Baru saja Raila akan melangkah. Namun langkahnya terhenti karena seseorang menahan tangannya, orang itu adalah Lea.


Lea segera maju ke arah Dandi dan memukul Dandi, Raila tentu saja terkejut dengan tindakan Lea. Bagiamana tidak, Lea memukul Dandi tepat di depan semua orang bahkan banyak uang mengabadikan momen langkah itu.


"Ck, sialan lo mau main-main sama gue, tapi sayang gue gak main tangan sama cewek," ucap Dandi, dengan mengusap sudut bibirnya yang berdarah karena pukulan dari Lea yang cukup keras.


"Bilang aja kalau lo itu takut sama gue, gitu aja pake alesan gak mau main tangan sama cewek. Lo mah kepedean bakal menang dari gue mentang-mentang situ laki, eh atau bencong ya," ejek Lea, yang tentunya mendapatkan sorakan semangat dari orang-orang.


"Lo siapa sih? lo tahu gak lo itu ganggu banget, lo mending ambil tas lo terus sekolah takut dimarahin emak lo," ucap Dandi.

__ADS_1


"Hem, kok lo tahu gue lagi masih sekolah, ehm tepatnya kuliah sih," ucap Lea.


"Dari muka lo gue udah tahu kalau lo masih minta emak lo uang, udah sana pergi sekolah," ucap Dandi.


"Yup lo bener banget, gue emang masih minta emak gue uang. Tapi, gue gak bisa sekolah di sini karena gue sekolahnya itu di Jerman, Lo tahu Jerman kan dan sekarang gue lagi liburan. Mungkin beberapa Minggu lagi gue bakal balik ke Jerman, tapi gak sekarang dan kalau sekarang gue masih menikmati keindahan kampung halaman gue," ucap Lea.


'Ck, mulai deh sombongnya,' ucap Raila dalam hati.


"Lo mau sombong ke gue," ucap Dandi.


"Gak tuh, tapi kalau situ nganggep gue sombong yaudah," ucap Lea.


"pergi cepetan sana," taco Dandi dan mendorong Lea.


Awalnya Dandi ingin mendorong Lea karena ia yakin jika dorongannya akan membaut Lea terjatuh, tapi hal yang tidak Dandi prediksi dimana tiba-tiba saja Lea menghindarinya dan alhasil Dandi yang harus terjatuh ke depan bahkan wajahnya sudah mengenai beberapa alat tulis yang berserakan dimana-mana.


"Makanya jangan main dorong-dorongan kayak lagi nonton konser aja," ucap Lea.


Saya ini posisi Lea berada di samping Dandi Namun ia tidak dapat melihat Dandi karena memang Lea melihat ke arah barang-barang yang berserakan di depannya. Lea tidak menyadari jika Dandi mulai emosi karena telah di permalukan oleh anak kecil.


Dandi lun berniat mendorong kembali Lea ke samping. Namun sebelum itu terjadi Raila sudah dapat melihat gerak gerik Dandi dan dengan cepat Raila mendorong Dandi hingga saat ini Dandi lah yang terjatuh kembali seperti posisinya tadi.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2