
Mereka bertiga pun keluar dari ruang kerja Farel, "Adlin, mau ikut makan siang gak?" tanya Raila, saat melewati meja kerja Adlin.
"Apa boleh Nona?" tanya Adlin.
"Boleh, dong, ayo!" ajak Raila.
Mereka pun akhirnya keluar dari kantor dan menikmati makan siang di salah satu restoran dekat kantor.
Setelah makan siang mereka kembali ke kantor karena jam istirahat akan segera selesai, Saat ini Farel dan Raila sudah berada di ruang kerja Farel.
"Rel, aku mau keliling sekarang ya," ucap Raila.
"Beneran gak mau aku temenin, mumpung kerjaanku gak terlalu banyak?" tanya Farel.
"Gak perlu, aku bisa sendiri kok," ucap Raila.
"Yaudah, kalai gitu hati-hati loh ya," ucap Farel dan diangguki Raila.
"Iya, aku pergi dulu," ucap Raila.
Farel mendekat kearah Raila dan mengecup kening Raila cukup lama, "Udah ih, aku mau pergi juga," ucap Raila.
Setelah kecupan lama tersebut, Raila pun keluar dari ruang kerja Farel, "Nona, mau pulang?" tanya Adlin.
"Gak kok, saya mau keliling kantor, mau lihat gimana keadaan kantor," ucap Raila.
"Mau saya temani Nona?" tanya Adlin.
"Gak perlu, saya bis sendiri kok," ucap Raila.
"Baik, Nona. Kalau ada perlu apa-apa Nona bisa bicara ke saya," ucap Adlin dan diangguki Raila.
"Kalau gitu saya pergi dulu," ucap Raila dan masuk ke dalam lift.
Raila pun menuju lantai pertama terlebih dahulu, selama perjalanan di lantai pertama, Raila begitu disegani bahkan sedari tadi banyak yang menunduk hormat padanya.
"Ada yang perlu saya bantu Nona?" tanya seorang perempuan.
"Tidak perlu, daya hanya ingin jalan-jalan di sekitar perusahaan saja, tapi saya mungkin tanya-tanya saja," ucap Raila.
__ADS_1
"Mau, silahkan Nona," ucapnya.
"Hem, ini kantor bagian apa ya?" tanya Raila.
"Lantai satu sampai tiga bagian tim marketing Nona, lalu di lantai empat sampai sembilan ada beberapa tim mulai dari tim keuangan, msdm dan tim lainnya," ucapnya dan diangguki Raila.
"Sepertinya tempat ini sangat nyaman ya, saya daritadi di sini merasa sejuk," ucap Raila.
"Memang Nona, Tuan Zergan sangat menjaga fasilitas yang ada di kantor," ucapnya.
"Kalau begitu saya mau keliling lagi ya, saya cukup penasaran dengan kantor ini," ucap Raila dan diangguki karyawan tersebut.
Setelah puas dengan lantai satu, Raila pun kembali berkeliling kantor dan tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat. Saat ini ini ternyata hari mulai sore, "Wah! udah sore ternyata, emangnya sekarang jam berapa sih?" tanya Raila pada dirinya sendiri dan melihat jam yanga ada di tangannya.
"Udah jam setengah 6, kok gak kerasa untungnya ini lantai terakhir," ucap Raila dan keluar dari lift.
Saat ini Raila berada di lantai sembilan yaitu tim msdm, baru saja keluar dari lift ponselnya bergetar, radial segera mengangkat telepon tersebut.
"Halo."
"Kamu dimana?" tanya Farel.
"Bentar lagi aku balik kok, ini tinggal satu lantai lagi. Kamu sabar dulu," ucap Raila.
"Gak usah, aku gak tersesat kok. Udah ya aku mau keliling lagi, bentar lagi aku balik kok," ucap Raila, lalu memutuskan sambungan telepon tersebut.
Baru saja Raila masuk ke dalam ruangan yang ada dilantai tersebut. Namun, Raila mendapat pandangan yang entahlah Raila pun tidak bisa mengartikannya.
"Maaf, Nona. Apa Nona salah masuk?" tanya seorang perempuan.
"Tidak, saya di sini hanya untuk melihat-lihat saja, tadi saya sudah melihat-lihat lantai satu sampai delapan dan sekarang saya ingin melihat lantai sembilan," ucap Raila.
"Baik, kalau ada perlu Nona bisa panggil saya," ucapnya, lalu pergi meninggalkan Raila.
Berbeda dengan tim-tim di lantai sebelumnya, tim di lantai ini justru seolah cuek dan tidak peduli keberadaan Raila, bahkan Raila yang ingin bertanya-tanya pun seolah dihiraukan oleh beberapa karyawan di lantai tersebut.
'Astaga, kok gerah banget ya gue di sini, kenapa karyawan di sini menakutkan gini,' ucap Raila dalam hati.
Radial akhirnya memilih untuk berjalan sangat di ruangan tersebut sesekali melemparkan senyum termanisnya pada para karyawan yang ada di sana. Namun, Raila terkejut akan reaksi mereka yang seolah-olah mengatakan, 'Jangan ada di sini dasar pengganggu.'
__ADS_1
Setelah puas dengan melihat-lihat di sekitar kantor dai lantai sembilan, Raila memutuskan untuk ke kamar mandi karena ia benar-benar gugup di tatap tidak suka dengan karyawan Farel.
Saya sedang menatap dirinya di cermin tiba-tiba saja Raila mendengar seseorang masuk ke dalam kamar mandi dan entah ada apa dengan Raila dia justru masuk ke dalam toilet, 'Ini kenapa gue malah kayak takut ketemu mereka dana sembunyi kayak gini?' tanya Raila dalam hati.
"Heh, lo tahu gak tadi kan ada perempuan yang datang ke sini," ucap seorang perempuan.
"Perempuan yang pake baju biru tadi?" tanya perempuan lainnya.
"Iya, gue gak suka banget sama dia. Dia itu kayak ngerasa atasan kita atau gimana, tadi dia bilang udah lihat-lihat tim-tim di lantai lain, sok banget gak sih. Gue yakin pasti banyak yang gak suka sama dia," ucap perempuan pertama.
"Tapi, nih ya untungnya semua karyawan di tim kita kelihatan banget kayak gak suka sama dia," ucap perempuan kedua.
"Emangnya dia siapa sih?" tanya perempuan pertama.
"Gue denger-denger sih dia itu istrinya Tuan Zergan," jawab perempuan kedua.
"Oh! jadi itu istrinya Tuan Zergan, biasa aja sih gak cantik-cantik banget malahan lebih cantikan Bu Natasya," ucap perempuan pertama.
Raila yang ada di dalam toilet pun emosi karena mendengar nama perempuan yang sangat tidak ia sukai yaitu Natasya, Raila mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.
Beberapa saat kemudian Raila yang masih mendengarkan kedua perempuan tersebut berbicara yang tidak-tidak mengenai dirinya bahkan kedua perempuan tersebut membanding-bandingkan Raila dengan Natasya. Raila tidak masalah jika memang mereka ingin menghinanya, tapi jika mereka membandingkan Raila dengan perempuan lain itu yang Raila tidak terima.
Raila enggan untuk keluar dan lebih memilih mendengarkan ocehan kedua perempuan tersebut, hingga ponselnya bergetar dan sebuah pesan yang akhirnya membuat Raila memutuskan untuk keluar dari toilet.
Saat Raila keluar dari toilet, Rai dapat melihat wajah kedua perempuan tersebut bahkan Raila saya ini melihat raut wajah ketakutan dari kedua perempuan tersebut.
"Nona," sapa mereka berdua.
Raila hanya melirik dan tidak menanggapi mereka berdua, setelah selesai mencuci tangannya Raila keluar dari kamar mandi dengan diikuti kedua perempuan tersebut.
Saat ini Raila benar-benar bad mood karena perkataan kedua perempuan tersebut. Raila keluar dari kamar mandi dan saya akan keluar dari ruangan tim tersebut, Raila melihat Farel yang berada di ruangan tersebut dan semua karyawan yang berada di dekat Farel.
Raila tidak mempedulikan beberapa karyawan yang menatapnya sopan, Raila berjalan terus hingga mendekati Farel, "Sayang, darimana aja aku udah daritadi loh di sini?" tanya Farel.
Para karyawan yang mendengar ucapan Farel pun seolah tidak percaya karena bosnya yang terkenal dingin dan cuek itu justru sangat lembut dengan istrinya.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.