Menikahi Pria Terkaya

Menikahi Pria Terkaya
Damai


__ADS_3

"Rai" panggil Farel, yang membuat lamunan Raila buyar.


"Hem, kenapa?" tanya Raila.


"Gimana, kamu mau maafin aku dan memperbaiki semuanya?" tanya Farel.


"A - aku gak tahu, Rel, aku ragu," ucap Raila.


"Apa yang buat kamu jadi ragu?" tanya Farel.


"Semuanya," ucap Raila.


"Rai, kamu lihat aku. Apa aku membuat kamu ragu?" tanya Farel dan Raila menggelengkan kepalanya.


"Aku ngerasa kita gak cocok aja, Rel," ucap Raila.


"Apa karena kamu tahu latar belakangku, aku memilih kamu karena kamu yang terbaik untukku, Rai. Maaf, karena udah nyembunyiin semuanya, tapi karena aku nyembunyiin semuanya aku jadi yakin sama Rai, kita perbaiki lagi ya hubungan kita," ucap Farel.


"Huh, aku akan usahakan Rel," ucap Raila.


Farel pun tersenyum dan memeluk Raila, "Aku gak mau ada kata pisah nantinya, aku mau menikah satu kali seumur hidup kalaupun kita berpisah itu bukan karena kita sendiri, tapi karena Tuhan," ucap Farel.


Karena tidak Farel tidak mendapat jawaban dari Raila akhirnya Farel pun melihat ke arah Raila yang saat ini berada di pelukannya dan ternyata Raila sudah terlelap, "Gemes banget sih istrinya Zergan Gifarel Revion ini," gumam Farel.


Farel pun memutuskan untuk mengikuti Raila menuju alam mimpi, sejujurnya Farel sangat lelah, tapi ia tidak ingin Raila melihatnya lelah.


.


Pagi harinya Raila terbangun karena mendengar suara berisik dari luar kamarnya, saat ia membuat matanya tidak melihat keberadaan Farel.


"Apa karena kasurnya terlalu nyaman ya sampai gue nyenyak banget tidurnya," gumam Raila.


Raila pun berdiri dan menuju kamar mandi dan setelah rapi Raila keluar dari kamar dan menuruni tangga menuju lantai 1, saat berada di lantai 1 Raila dapat melihat ruang tamu yang cukup ramai.


'Astaga Raila baru haru pertama di rumah keluarganya Farel udah bikin malu aja pake telat segala,' ucap Raila dalam hati.


"Eh, sayang udah bangun, ayo sini Mama kenalin kamu sama keluarga besarnya Farel. Waktu nikah kan kamu belum sempat kenalan," ucap Mama Aurel lalu menggandeng tangan Raila hingga duduk di sebelahnya.


"Kenalin ini namanya Gea, kamu panggil Tante Gea dan dia ini adik dari Papanya Farel dan ini Frans dia itu suaminya Gea. Mereka punya dua anak namanya Rendy sama Naomi, Naomi ini di bawah kamu umurnya ya kira-kira umurnya hampir sama kayak Lea, kalau Rendy ini ya seumuran Farel sama kamulah," ucap Mama Aurel.


"Halo Tante Gea, Om Frans, Rendy, Naomi," sapa Raila.


"Halo juga Kak, Kakak cantik ya gak salah sih kalau Kak Farel suka sama Kakak," ucap Naomi dan Raila hanya tersenyum mendengarnya.


"Dan perempuan yang sedang gendong anak perempuan itu namanya Claudia, dia istrinya Rendy," ucap Mama Aurel.

__ADS_1


"Halo Claudia,"sapa Raila.


"Halo juga Raila," balas Claudia.


"Ih lucunya namanya siapa?" tanya Raila.


"Namanya Thalita," ucap Claudia.


"Namanya bagus dan cantik kayak orangnya," ucap Raila.


"Makasih aunty," ucap Claudia yang menirukan suara anak kecil.


"Kamu mau gendong?" tanya Claudia.


"Emang boleh aku gendong?" tanya Raila.


"Boleh dong," ucap Claudia.


Raila pun mulai menggendong anak dari Rendy dan Claudia, ini pertama kalinya Raila menggendong seorang anak, ada rasa takut di dalam diri Raila, "Jangan tegang Yang, nanti anaknya malah nangis loh," ucap Farel yang gemas melihat ekspresi Raila yang terlihat sangat tegang bahkan gerakannya pun kaku.


"Ish, ini tuh pertama kalinya aku gendong bayi, ya jelaslah tegang nanti kalau tulangnya Tah gimana terus nanti kalau tiba-tiba mulutnya kena kulitku dan merah-merah gimana, terus nanti kalau Thalita jatuh gimana," ucap Raila.


Orang-orang yang melihat ketakutan Raila pun tertawa mendengarnya, "Astaga sayang gapapa selama kamu gak ada niatan buat jatuhin Thalita," ucap Mama Aurel dan Raila hanya menampilkan deretan giginya.


"Usianya berapa?" tanya Raila.


"Nanti kita buat ya," ucap Farel yang baru saja duduk di sebelahnya.


"Ck, apa sih," ucap Raila.


Sejujurnya Raila malu karena Farel mengatakan hal itu di depan keluarga besarnya.


"Oh iya, berarti Papa cuma dua bersaudara ya?" tanya Raila.


"Iya, Papa cuma punya adik perempuan aja," ucap Papa Aaron.


"Tapi, tunggu, Papa punya adik perempuan terus Farel juga punya adik perempuan dan Rendy juga punya adik perempuan kok sama ya yang lahir duluan anak laki-laki terus anak kedua perempuan, kok bisa ya Raila sampai kaget," ucap Raila, yang merasa takjub bagaimana bisa keluarga besar Farel memiliki garis keturunan yang sama.


"Kamu tahu apa yang lebih bikin kamu kaget?" tanya Mama Aurel.


"Apa, Ma?" tanya Raila.


"Kakeknya Farel juga cuma dua bersaudara dan adiknya pun perempuan," ucap Mama Aurel.


"Wah! kok bisa ya!" pekik Raila.

__ADS_1


"Mama juga gak tahu mungkin udah takdir," ucap Mama Aurel.


"Setahu Raila dulu pas pernikahan Raila sama Farel banyak keluarganya Farel yang datang, tapi kok dari keluarganya Papa cuma dua bersaudara apa dari keluarga Mama yang banyak?" tanya Raila.


"Mama malah anak tunggal, kebanyakan yang datang waktu itu sahabat-sahabatnya Papa sama Mama," ucap Mama Aurel dan diangguki Raila.


"Berarti nanti garis keturunan keluarganya Papa bakal berhenti dong kan anaknya Rendy perempuan jadi gak sama," ucap Raila.


"Bisa jadi nanti anak pertama kamu sama Farel juga perempuan, jadi nanti bakal sama," ucap Tante Gea.


Perkataan Tante Gea membuat Raila bungkam, Farel yang melihatnya pun lantas mengalihkan pembicaraan mereka. Farel tidak tega jika harus melihat wajah bersalah Istrinya itu.


"Udah Tante gak usah bahas itu lagian masih banyak waktu kok, oh iya kamu aku makan dulu sayang, kamu kan belum makan?" tanya Farel.


Raila pun menatap Farel dengan tatapan yang sulit untuk di jelaskan, "Nanti aja kita makannya bareng," ucap Raila.


"Yaudah, kalau gitu kita makan sekarang aja," ucap Mama Aurel lalu menggandeng tangan Raila menuju meja makan.


"Kamu sih kenapa harus bahas itu," ucap Papa Aaron.


"Maaf Kak, ini mulut gak bisa diajak kerjasama," ucap Tante Gea, yang merasa bersalah.


Ya. Seluruh anggota keluarga besar Farel tahu jika Raila baru saja kehilangan anak yang ia kandung.


"Sayang, maafin Tante ya," ucap Tante Gea, yang saat ini berada di meja makan menghampiri Raila.


"Tante gak salah kok kenapa harus minta maaf," ucap Raila.


"Tante gak sengaja tadi bicara kayak gitu, kamu boleh deh hukum Tante apa aja, tapi jangan marah sama Tante ya, Tante bener-bener minta maaf," ucap Tante Gea.


Raila terharu karena abadi pertama kali Raila merasa seseorang menghargainya dalam sebuah keluarga, "Tante seharusnya malah Raila yang minta maaf karena udah buat Tante salah paham, Raila gak marah ataupun benci sama Tante, gak sama sekali malahan jadi Tante jangan minta maaf lagi ya, Raila gak enak jadinya," ucap Raila.


"Iya, deh kalau gitu kita damai ya," ucap Tante Gea dan diangguki Raila.


"Nah gini dong kan enak kalau istri pertama sama istri kedua akur," ucap Om Frans.


"Enak aja istri pertama sama istri kedua, Om mau kena sengatan listrik dari Farel," ucap Farel.


"Lah supirnya gak terima," ucap Om Frans yang membuat gelak tawa di meja makan. Om Frans memang orang yang humoris dan dapat mencairkan suasana.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2