Menikahi Pria Terkaya

Menikahi Pria Terkaya
Tawaran Yang Menarik


__ADS_3

"Ibu sangat senang dengan tawaran kamu nak, tapi ibu merasa gak enak soalnya kamu mempekerjakan ibu karena balas budi," ucap Bu Yeni.


"Bu Yeni gak perlu merasa gak enak, dengan adanya Bu Yeni nanti pasti sangat membantu Raila dan juga keluarga suaminya Raila," ucap Raila.


"Huh, kalau begitu ibu terima tawaran kamu nak," ucap Bu Yeni.


"Kalau begitu hari ini Bu Yeni bisa keluar dari panti buat Raila yang urus semuanya," ucap Raila.


"Nak Raila, apa boleh ibu kerjanya besok karena ibu harus pamit dan menjelaskan semuanya ke Bagas dan Citra?" tanya Bu Yeni.


"Sangat boleh, Bu. Kalau begitu besok Raila suruh supir untuk jemput Bu Yeni ya," ucap Raila.


"Gak perlu nak, ibu bisa naik bus atau angkot," ucap Bu Yeni.


"Gak Bu, Raila akan suruh supir untuk jemput ibu," ucap Raila.


Mau tidak mau Bu Yeni pun menuruti keinginan Raila, "Kalau gitu Raila permisi ya Bu. Bu Yeni jaga kesehatan," ucap Raila dan diangguki Bu Yeni.


***


Waktu berjalan dengan cepat dan hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu keluarga Laksani dan keluarga Lana karena mereka akan mengadakan acara kerjasama yang tentunya dihadiri oleh beberapa pejabat, bagiamana tidak kedua keluarga mengundang semua keluarga yang memiliki kekuasaan tinggi di negeri ini.


"Bagaimana Tuan Daffa semuanya aman?" tanya Maulana, pemilik Lana grup.


"Sangat aman dan semuanya berjalan dengan lancar," ucap Kakek Daffa.


"Untuk keluarga terpandang udah diundang semua?" tanya Maulana.


"Semuanya udah diundang kau tidak perlu khawatir," ucap Kakek Daffa.


"Keluarga Revion?" tanya Maulana.


"Keluarga Revion sudah aku undang, tapi aku gak yakin apa mereka akan datang, kau tahu sendiri bagaimana tertutupi keluarga Revion. Kalaupun mereka datang pasti sekretaris pribadi Tuan Zergan yaitu Tuan Evan," ucap Kakek Daffa.


"Ingin sekali aku menjodohkan anakku yang perempuan dengan Tuan Zergan, kau tahu bukan bagaimana kekuasaan dan kekayaan mereka," ucap Maulana.


"Bukan hanya kau, tapi aku juga akan menjodohkan cucuku," ucap Kakek Daffa.


"Kakek," panggil Angel.


"Halo sayang, gimana semuanya sudah datang?" tanya Kakek Daffa.


"Udah semuanya Kek, tapi Angel belum lihat keberadaan Raila," ucap Angel.

__ADS_1


"Memang anak itu tidak tahu diri awas aja kalau dia tidak datang maka rencana kita akan hancur karena dia," ucap Kakek Daffa.


"Kalau dia tidak datang, seperti kerjasama ini tidak perlu di lanjutkan bukan," ucap Maulana.


"Tidak, jangan bicara seperti itu, kita tidak akan tahu sebelum acara selesai bukan, lagian acara utama nanti diakhir," ucap Kakek Daffa.


"Aku harap dia datang karena aku sudah mengeluarkan semua yang aku punya untuk kerjasama ini," ucap Maulana.


"Pasti dia akan datang," ucap Kakek Daffa.


.


Disisi lain Raila saat ini sudah berada di parkiran hotel tersebut, "Rel, kamu kemana sih?" tanya Raila.


Ya, Raila saat ini sendirian karena Farel tadi mengatakan ada urusan di kantor yang harus ia selesaikan dan tadi Farel juga mengatakan untuk Raila masuk ke dalam tempat acara terlebih dahulu.


"Apa Nona akan terus menunggu Tuan Farel?" tanya Pak Diki.


"Aku harus ke acaranya karena acaranya sebentar lagi dimulai," ucap Raila.


Raila saat ini baru saja masuk ke dalam ballroom hotel Grand yang terlihat mewah, 'Apa ini beneran acara kerjasama, tapi ke apa mewah banget kayak gini, gue ngerasa kayak dateng ke acara nikahan,' ucap Raila dalam hati.


"Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga," ucap Angel.


"Lo harusnya bahagia loh hari ini," ucap Angel.


"Gue pasti bahagia kalau gue gak ketemu lo hari ini," ucap Raila.


"Oh iya, mana suami miskin lo? kok dia gak kelihatan apa jangan-jangan dia gak percaya diri ya buat datang ke sini. Secara inikan acara besar banyak tamu undangan yang berasal dari keluarga kaya raya, kalau dia di sini bisa-bisa kelihatan langsung derajat rendahnya," ucap Angel.


"Mau suami gue ke sini atau gak itu urusan gue sama suami gue bukan urusan lo, mending lo jauh-jauh deh dari gue. Gue ogah banget ketemu sama orang kayak lo, kalau sampe lo muncul dihadapan gue, gue pergi dari sini sekarang juga!" ancam Raila.


"Percuma lo mau pergi dari sini gak bakal bisa karena tokoh utamanya di acara ini itu lo," ucap Angel.


"Hah! gue?" tanya Raila dan menunjuk dirinya sendiri.


"Lo nanti bakal tahu kok semuanya, gue ucapin selamat ya," ucap Angel lalu pergi.


"Maksudnya dia apa sih?" tanya Raila, yang masih belum paham maksud ucapan dari Angel.


'Farel kemana sih? ini acaranya mau dimulai loh," tanya Raila dalam hati.


Raila merasa takut karena ia sendirian saat ini, bahkan sedari tadi banyak pria yang menatapnya secara intens.

__ADS_1


"Kamu datang juga Papa kita kamu gak akan datang," ucap Papa Alvan.


"Tuan Alvan, saya merasa terhormat karena dapat undangan dari keluarga Laksani dan tentunya saya harus datang bukan," ucap Raila.


"Memang harus, kau harus menjilat ke keluarga Laksani agar mereka mau menerimamu kembali," ucap Papa Alvan.


"Saya rasa saya tidak perlu menjilat ke keluarga Laksani, bukankah lebih baik Jiak saya harusnya menjilat ke keluarga Revion yang lebih berkuasa daripada keluarga Laksani," ucap Raila, saat melihat Farel berjalan dengan gagah menuju dirinya.


"Tuan Alvan, Nyonya Sena. Sedang bertemu dengan anda," ucap Farel, lalu menghadap kearah Raila dan mengecup singkat pipi Raila.


"Maaf ya lama tadi ada kendala, tapi untung semuanya lancar," ucap Farel.


"Iya, gapapa kok," ucap Raila.


"Kau harusnya lebih Lintar dari siapapun, kau bilang lebih baik menjilat keluarga Revion, kau tidak tahu bagaimana tertutupnya keluarga Revion bahkan Kakek Daffa dan Henry yang sudah lama berkecimpung di dunia bisnis pun belum memiliki kesempatan untuk bertemu mereka semua dan kau ingin menjilat ke mereka. Apa kau hanya mimpi lebih baik kau menjilat ke keluarga lain yang setidaknya jarak kekuasaannya tidak terlalu jauh dari Laksani grup," ucap Mama Sena.


"Kalau aku bisa menjilat ke keluarga Revion apa Yanga kan Tuan dan Nyonya Sena berikan?" tanya Raila.


"Kau mau apapun akan aku turuti? apa kau mau kembali ke keluarga Laksani?" tanya Papa Alvan.


"Maaf, tapi saya tidak berminat untuk kembali ke keluarga itu," ucap Raila.


Saat akan Raila akan mengatakan apa keinginannya tiba-tiba saja Pak Diki datang dan menghampiri Farel yang sedari tadi melihat perdebatan antara Raila dan keluarganya, "Maaf, Tuan. Ada sesuatu yang Tuan Evan ingin sampaikan," bisik Pak Diki.


"Hem, sayang. Aku pergi sebentar ya ada urusan mendadak soalnya," ucap Farel.


"Iya, kamu gak usah khawatir aku bisa kok menghadapi orang-orang yang ada di sini," ucap Raila, lalu Farel pun pergi meninggalkan Raila.


"Oke, karena tadi ada gangguan gimana kalau kita balik ke awal tadi, sampai mana ya tadi?" tanya Raila.


"Apa keinginanmu jika kau bisa menjilat ke keluarga Revion?" tanya Papa Alvan.


"Oke, keinginanku adalah kalian semua harus minta maaf padaku dan berlutut di depanku bagaimana?" tanya Raila.


"Tawaran yang menarik," ucap seorang pria yang sudah berumur.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2