
"Gimana sama pekerjaan kamu, Rel?" tanya Om Alex.
"Baik-baik aja, Pa. Gak ada masalah kok," ucap Farel.
Ingat ya, baik, Farel, Joven, Marvel, Rafka atau Evan memanggil orangtua sahabatnya dengan sebutan Papa dan Mama.
"Kamu gak mau ngurus perusahaan keluarga kamu yang di Belanda apa?" tanya Om Alex.
"Kayaknya gak duku deh, Pa. Lagian sekarang Farel juga udah punya tanggungjawab," ucap Farel, dengan melihat kearah Lea yang sedang berbicara dengan para ibu-ibu di dapur.
"Lea belum hamil?" tanya Om Vano, orangtua Evan.
"Belum Pa, mungkin Tuhan masih pengen Farel pacaran sama Raila," ucap Farel.
"Papa yakin pasti anak kamu sekarang bahagia di surga," ucap Om Zack.
"Iya, Pa," ucap Farel.
Disisi lain para perempuan sedang mengobrol di dapur, ada yang menyiapkan cemilan ada juga yang hanya santai di meja makan dan bergosip ria.
"Oh iya, kapan hari gitu aku sama Mas Vano kan ke Dubai, terus aku ke tempatnya Natasya kok dia gak ada ya, emangnya dia udah ngundurin diri ya?" tanya Tante Ninda.
"Oh Natasya, jangan bicara soal dia soalnya aku males kalau harus bahas dia," ucap Mama Aurel.
"Kenapa emangnya? bukannya dia itu kepercayaan keluarga Revion, tapi kenapa kok kamu males gitu bahas Natasya?" tanya Tante Mona.
"Ya, gara-gara dia aku hampir aja kehilangan menantu cantikku, tapi aku juga sih yang salah," ucap Mama Aurel.
"Kok bisa?" tanya Tante Ninda.
Akhirnya Mama Aurel pun menceritakan semua yang terjadi pada Raila saat di Dubai yang tentunya hal itu membuat para ibu-ibu tersebut emosi dengan keluarga Revion, "Kamu nih gimana sih kok malah buat Raila kayak gitu," ucap Tante Mona.
"Nah itu, aku nyesel banget kalau seandainya aku telat mungkin Raila gak bakal mau sama Farel dan Raila bakal ninggalin farel," ucap Mama Aurel.
"Emang pantes kok Farel ditinggalin, kamu gapapakan sayang?" tanya Tante Mona, yang memeluk Raila.
"Raila gapapa kok, Ma. Raila curam anggap itu sebagai cobaan aja dalam rumah tangganya Raila," ucap Raila.
"Kamu marah gak pas diperlakukan kayak gitu apalagi sama keluarga suami kamu sendiri?" tanya Tante Ninda.
"Kalau ditanya marah ya marah Ma. Perempuan mana yang gak marah saat keluarga suaminya lebih perhatian dan akrab dengan wanita lain yang notabenenya Suak dengan suaminya," ucap Raila dan mulai meneteskan air matanya.
__ADS_1
"Maafin Mama sayang," ucap Mama Aurel dan memeluk Raila.
"Raila udah maafin Mama kok, jadi Mama gak perlu merasa bersalah lagi," ucap Raila.
"Tapi, tetep aja Mama gak bisa lihat kamu nangis kayak gini, apalagi kamu nangis gara-gara Mama," ucap Mama Aurel.
"Kamu mau kemana?" tanya Tante Mona.
"Sebentar ada hal yang harus aku lakukan," ucap Tante Aulia, lalu pergi menuju ruang tamu.
Beberapa saat kemudian, terdengar suara teriakan Farel yang sangat kencang hingga membuat para perempuan yang ada di dapur terkejut dan mereka pun pergi menuju ruang tamu.
Betapa terkejutnya mereka saat melihat Tante Aulia yang sedang menarik rambut Farel, "Mama kenapa tarik rambut Farel sih? ini sakit tahu," tanya Farel.
Farel ingin sekali membalas tarikan Tante Aulia, tapi ia masih ingat jika Tante Aulia sudah ia anggap sebagai Mamanya sendiri. Selain itu juga, Farel tidak mungkin melukai seorang perempuan bukan, bagi Farel laki-laki yang berani melukai perempuan itu bukan laki-laki gentle, dia hanya manusia yang berkedok jenis kelamin laki-laki saja, yang artinya dia sama saja dengan binatang.
"Ma, kenapa narik rambutnya Farel?" tanya Om Alex.
"Mama tuh gemes banget sama anak ini, masa dia sampe lupa sih sama istrinya sendiri. Kalau kamu gak mau dan gak suka sama Raila bilang biar Mama ambil Raila dan jodohin sama Marvel. Mama juga mau punya menantu kayak Raila, tapi kamu malah sia-siain Raila," ucap Tante Aulia, yang masih menarik rambut Farel.
"Eh, gak bisa dong. Enak aja kamu mau ambil Raila, Raila itu cuma menantuku ya," ucap Mama Aurel, yang tidak terima karena Tante Aulia akan mengambil Raila darinya.
"Ya, siapa suruh Farel bikin Raila sedih kayak gitu," ucap Tante Aulia.
"Beneran?" tanya Tante Aulia.
"Iya, janji. tapi, lepasin dulu ini sakit banget loh Ma," ucap Farel.
Tante Aulia pun melepaskan tarikan rambutnya dan menepuk-nepuk kepala Farel dengan agak keras, "Awas aja kalau sampe Mama denger radial nangis lagi gara-gara kamu, maka hari itu juga Mama bakal ambil Raila," ancam Tante Aulia dan memegang pundak Raila.
Farel ingin menjawab ancaman Tante Aulia Yanga kan mengambil Raila darinya. Namun, belum sempat Farel menjawab para ibu-ibu itu menimpali perkataan Tante Aulia, "Iya awas aja ya, nanti aku jodohin Raila sama Joven ah, siapa tahu kan cocok," ucap Tante Mona, yang ikut memegang pundak Raila.
"Enak aja, kayaknya Raila lebih cocok sama Rafka deh," ucap Tante Mia, yang melepaskan pegangan Tante Aulia dan Tante Mona.
"Ini kenapa malah rebutan menantuku sih, menantuku gak untuk siapa-siapa dia cuma untuk Farel udah titik gak pake koma," ucap Mama Aurel dan mendorong Raila untuk mendekat kearah Farel.
Raila yang terkejut pun langsung menabrak dada bidang suaminya itu, "Mama kaget Raila untung Raila gak jatuh," ucap Raila.
"Hehehe, maaf sayang. Mama gak mau kamu di rebutin sama mereka," ucap Mama Aurel.
"Mama gak mau jodohin Raila sama Evan gitu?" tanya Om Vano.
__ADS_1
"Gak ah nanti kasihan Evan," ucap Tante Ninda.
"Kasihan kenapa?" tanya Tante Mona.
"Nanti kalau aku jodohin Raila sama Evan terus Farel marah kan nah nanti pasti Farel bakal balas dendam dan ngasih Evan pekerjaan seabrek, jadi gak mau jodohin Raila sama Evan. Biar Evan cari pasangan sendiri aja," ucap Tante Ninda.
"Mamaku emang yang terbaik," ucap Evan dan mengacungkan kedua jempol tangannya.
"Mama gituloh," ucap Tante Ninda.
"Sayang, sakit," ucap Farel dan menundukkan kepalanya agar Raila dapat melihat rambut yang tadi ditarik oleh Tante Aulia.
"Alah lemah kamu masa kayak gitu aja sakit, bisanya kalau kena bogeman aja gak pernah ngeluh tuh," ucap Tante Aulia.
"Beda tahu Ma. Kan kalau berantemnya sama ibu-ibu itu sakitnya bukan hanya fisik, tapi mental juga," ucap Farel.
"Ck, lebay," ucap Tante Mona dan Tante Mia.
'Sabar Rel, jangan marah inget itu orangtua kalau bukan orangtua udah patah tuh leher,' ucap Farel dalam hati.
"Gak usah ngebatin," ucap Om Ferdi, orangtua Rafka.
"Hehehehe,"
"Oh iya, ini cemilannya sampe lupa aku," ucap Tante Mia, lalu menaruh beberapa cemilan di meja ruang tamu.
Saat ini semua orang duduk santai di ruang tamu keluarga Revion yang sangat luas itu, "Tadi kenapa keluarga Laksani ke sini?" tanya Om Zack.
"Biasa katanya mau jenguk Raila gitar terus juga katanya kangen," ucap Mama Aurel.
"Ih, bohong banget," ucap Tante Mona.
"Terus kenapa tadi kamu teriak-teriak?" tanya Papa Aaron.
"Ya karena mereka bentak Raila, Mama gak terimalah," ucap Mama Aurel dan diangguki Papa Aaron.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.