
"Gila lo!" terima Dandi, karena dorongan Raila cukup kencang.
Lo yang gila," ucap Raila.
"Kalian mau tahu yang nyebarin data kalian kan, nah ini dia orangnya," ucap Dandi dan menunjuk Raila.
Banyak pasang mata yang melihat Raila dengan tatapan menakutkan tentunya, "Jangan nuduh sembarangan ya, lo lupa gue semua masalah web udah lo ambil alih dan gue gak ada sangkut pautnya sama semua ini dan satu lagi gue di pecat dari kantor juga karena lo, lo nuduh gue padahal lo yang udah ngelakuin semuanya. Lo itu licik Dan, lo ngelakuin segala cara supaya orang-orang gak tahu kejahatan yang lo lakuin," ucap Raila.
PLAK
"Jaga bicara lo!" bentak Dandi, setelah menampar Raila di depan banyak orang.
Raila memandang remeh Dandi, baru saja Raila akan melangkah menghampiri Dandi tiba-tiba suara seseorang dari pengeras suara, namun orang-orang yang ada di sana tidak tahu keberadaan pengeras suara tersebut.
'Lo tahu gak kalau gue itu udah jual identitas para pembaca sama penulis yang ikut daftar di webnya Gantari keren kan gue,' ucap seorang pria.
'Wah! keren emang gimana cara lo jual identitas itu?' tanya seorang pria lainnya.
"Gampang, gue kan ketua tim jadi semuanya gue yang pegang,' ucap Dandi.
Ya, pria tersebut adalah Dandi dan untuk pria yang satunya masih belum diketahui siapa dia.
'Terus lo gak takut dituduh sama pembaca dan penulis?' tanyanya.
'Kalo itu mah gampang, gue langsung bilang ke mereka kalau itu semua kerjaannya ketua tim sebelumnya beres deh,' ucap Dandi.
'Emang siapa ketua sebelumnya?' tanyanya.
'Raila,' ucap Dandi.
'Btw, berapa keuntungan yang lo dapet?' tanyanya.
'Lo kalau denger keuntungan gue, gue yakin lo pasti gak baka bisa tidur,' ucap Dandi.
'Kenapa emangnya?' tanyanya.
'Gue dapet 50 miliar perbulan,' ucap Dandi.
'Perbulan? emangnya lo udah berapa bulan ngelakuinnya?' tanyanya.
'Hem, udah 5 bulan,' ucap Dandi.
'Wah! kaya mendadak dong lo,' ucapnya.
'Iya dong,' ucap Dandi.
'Tapi, gue denger katanya si Raila itu nyuri uang di kantor ya makanya dia di pecat?' tanyanya.
__ADS_1
'Bukan Raila yang nyari uang Pak Gibran,' ucap Dandi, dengan santai.
'Lah terus siapa kok dia bisa di pecat gitu kalau bukan dia yang nyuri?' tanyanya.
'Ya, gue lah yang nyuri, gue nyuri 27 juta yang 7 juta gue taruh di lokernya Raila terus yang 20 juta gue kirim ke selingkuhan gue,' ucap Dandi.
'Kok lo kepikiran buat ngelakuin hal itu?' tanyanya.
'Angel sama Henry yang nyuruh gue dan menurut gue ide mereka bagus juga,' ucap Dandi.
'Jadi, lo selingkuh terus uang lo, lo kasih ke selingkuhan lo gitu?' tanyanya.
'Hem, gue ma pacaran sama Vanya, biar gue gak ketahuan soalnya Vanya kan suka gitu sama gue, jadi dia bakal belain gue,' ucap Dandi.
'Wah! keren juga ide lo,' ucapnya.
Semua orang yang ada di sana mendengarkan dengan seksama setiap percakapan antara dua pria banyak, banyak dari mereka yang menatap tajam Dandi.
"Itu semua bohong! jangan percaya sama suara yang gak guna itu!" teriak Dandi.
"Lo mau ngelak lagi, lo mau nuduh gue lagi, silahkan. tapi, semuanya udah terbukti kalau lo yang ngelakuin semua ini," ucap Raila.
"Jadi, semua ini kelakuan kamu, gara-gara kamu perusahaan saya bermasalah seperti ini, saya menyesal sudah percaya sama kamu," ucap Pak Gibran.
"Pak semua ini pasti ulah dia! dia yang sudah merencanakan semua ini!" teriak Dandi.
"Kalau salah itu ngaku bukan nuduh," ucap Lea.
PLAK
Dandi membelalakkan matanya data merasakan sebuah tangan mengenai tepat di pipinya, rahangnya tiba-tiba mengeras, Dandi melihat orang yang berani menamparnya.
"Lo itu b******k, lo tahu lo salah, tapi lo malah nyalahin orang lain. Lo sama aja kayak pengecut," ucap Raila.
Dandi perlahan maju dan mencekik Raila di depan semua orang yang ada di sana, "Lo mau gue ngakuin kesalahan gue kan, oke. Gue bakal bilang ke lo kalau gue yang udah ngelakuin semuanya kenapa mau marah lo, hidup gue bakal tamat juga kan, jadi gimana kalau sebelum gue di tangkap, gue hancurin lo dulu," ucap Dandi dan semakin mengeratkan cekikan di leher Raila.
"Dan, lo - lo gi - gi - gila," ucap Raila, yang mulai kehabisan napas.
"Jay, gue emang gila lo mau apa heh," ucap Dandi.
BUGH
Dandi tersungkur dan membuat wajahnya berdarah karena bergesekan dengan jalanan yang kasar, "Siapa yang buat gue kayak gini!" bentak Dandi.
Dandi pun bangkit dan melihat seorang pria yang berada di samping Raila, "Oh ternyata ada pahlawannya ya," ucap Dandi, dengan menatap tajam Farel.
Ya, orang yang menendang Dandi hingga tersungkur adalah Farel.
__ADS_1
"Pecundang," ucap Farel.
"Maksud lo apa?" tanya Dandi, yang mulai tidak bisa mengendalikan amarahnya mendengar ucapan Farel.
"Lo berani sama cewek berarti pecundang dong," ucap Farel.
"Sialan lo!" bentak Dandi.
Baru saja Dandi akan menghampiri Farel, tiba-tiba ia merasakan pipinya yang kembali perih karena tamparan seseorang.
PLAK
"Lo jahat tahu gak, lo udah selingkuhin gue, emangnya apa salah gue ke lo, gue sayang banget sama lo. Tapi, lo malah selingkuh, dasar gak tahu diri!" teriak Vanya.
"Lo bisa diem gak pala gue udah sakit dari tadi eh lo dateng tambah bikin kepala gue sakit!" bentak Dandi.
"Kalau mau saran jangan di sini, gue masih ada urusan sama nih anak," ucap Farel.
"Apa urusan lo sama gue?" tanya Dandi.
Farel menatap tajam Dandi dan mencengkram kerja baju Dandi, "Lo yang udah nuduh istri gue sampai-sampai dia harus di pecat dan sekarang semua udah tahu kalau istri gue gak salah buka. Sekarang gue mau lo sujud di kaki Raila," ucap Farel.
"Rel," Raila tentunya terkejut mendengar perkataan Farel, bukan ini yang ia mau, Raila tidak ingin seseorang bersujud di depan kakinya.
"Tenang sayang, kamu gak perlu khawatir," ucap Farel.
"Gue gak mau ya, ogah gue sujud di kaki wanita kaya dia!" bentak Dandi, dengan menunjuk Raila.
Farel menganggukkan kepalanya, "Oke kalau itu keputusan lo, sekali lagi gue maafin semua yang lo lakuin ke Raila, tapi lo harus sujud di depan Raila," ucap Farel.
"Gue gak mau b***, lo itu tuli apa gimana sih!" bentak Dandi.
"Oke, gue udah ngasih lo kesempatan, tapi lo gak mau manfaatin kesempatan itu, jadi jangan salahin gue kalau nantinya keputusan lo bakal bikin lo nyesel, kejahatan lo itu udah terbongkar semuanya, makanya gue ngasih lo kesempatan, tapi lo gak mau," ucap Farel.
"Gue gak peduli!" teriak Dandi.
Semua orang yang ada di sana menatap tajam Dandi dan mulia berbisik yang tidak-tidak pada Dandi, "Kenapa lo pada natap gue kayak gitu, mau gue colok tuh mata," ucap Dandi.
"Lo udah hancur Dan, jadi lo harus pasrah sama keadaan," ucap Dahri.
"Gak gue gak hancur, tapi dia yang udah hancur," ucap Dandi, dengan menunjuk Raila.
"Lo kenapa sih kayak gak suka banget sama gue? emangnya gue pernah buat salah apa sama lo?" tanya Raila.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.