Menikahi Pria Terkaya

Menikahi Pria Terkaya
Membunuh?


__ADS_3

Pagi harinya seluruh negeri benar-benar kacau mulai dari berita mengenai identitas keluarga Revion, kejahatan yang dilakukan Lana grup bahkan satu persatu kejahatan Laksani grup pun terbongkar.


Masyarakat geram dengan Maulana yang merupakan pemimpin Lana grup karena berita dia memiliki anak diluar nikah dengan asisten rumah tangganya, padahal selama ini masyarakat tahu jika Maulana merupakan seorang pasangan yang sangat menghargai dan juga menyayangi istrinya bahkan selama ini hubungan antara Maulana dan istrinya selalu harmonis.


Banyak yang berharap memiliki pasangan seperti Maulana, masyarakat juga menganggap jika Maulana dan sang istri layaknya cinta sejati yang berpisah karena maut.


"Arrrgh, s****n Tuan Zergan itu. Berani-beraninya dia menghancurkan semua yang sudah aku lakukan," ucap Maulana.


"Tuan," panggil asisten rumah tangganya yang termasuk ibu dari anaknya.


"Hem,"


"Di depan ada dua orang pria yang mencari Tuan," ucapnya.


Maulana pun berjalan keluar kamar dan membuka pintu rumahnya, "Ada apa ya?" tanya Maulana.


"Maaf, kami diperintahkan oleh Tuan Alex untuk menagih hutang-hutang anda," ucap seorang pria yang berbadan besar.


"Tuan Alex, tapi ini terlalu mendadak dan Tuan Alex juga tidak menghubungi saya soal ini, saya ingin bertemu Tuan Alex," ucap Maulana.


"Tuan Alex saat ini tidak ada di Indonesia, kami akan beri waktu sampai nanti malam dan jika sampai nanti malam anda belum memiliki uang untuk membayar hutang-hutang anda, maka dengan terpaksa seluruh aset anda akan kamu ambil," ucap pria tersebut dan pergi dari rumah Maulana.


"Tuan ada apa?" tanya asisten rumah tangganya.


"Semua ini karenamu dan anak tidak bergunamu itu!" teriak Maulana.


"Aku harus minta bantuan siapa? aku tidak memiliki apapun dan siapapun?" tanya Maulana.


"Tuan Daffa," ucap Maulana.


Maulana pun mengambil ponselnya dan menghubungi Kakek Daffa, tapi sayang seribu sayang Kakek Daffa sudah memblokir nomornya sehingga Maulana tidak bisa menghubunginya.


"Dia memblokir nomorku," ucap Maulana, yang tidak percaya dengan apa yang terjadi saat ini.


"Aku akan balas dendam pada semua orang yang menghancurkan hidupku," ucap Maulana.


.


Disisi lain, Farel saat ini berada di ruang bawah tanah. Di sana bukan hanya ada Farel, tapi juga asisten pribadinya yaitu Evan dan juga sahabat-sahabatnya Joven, Rafka, Marvel dan jangan lupakan Papa Aaron dan Om Zack.


"Jadi, dia orang yang dijodohkan dengan menantu kesayanganku?" tanya Papa Aaron.


"Iya, Pa. Hajar aja udah gemes nih tangan Joven," ucap Joven.

__ADS_1


"Hush, anak kecil diem," ucap Om Zack, pada anaknya itu.


"Kau benar-benar berani membuat seorang Tuan Revion marah," ucap Papa Aaron.


Saat ini Dahri tidak bisa berbuat apa-apa, tubuhnya lemas karena semalaman ia berada di ruangan yang pengap itu, Dahri tidak kuat dengan keadaan saat ini.


"Kenapa diem aja? apa kau tuli?" tanya Om Zack.


"Maaf," ucap lirih Dahri.


"Hanya itu yang kau ucapkan," ucap Farel.


"Aku tidak tahu harus mengatakan apalagi selain maaf," ucap Dahri.


Baru saja Farel akan memukul Dahri tiba-tiba pintu ruangan tersebut terbuka dan masuklah seorang perempuan yang terlihat elegan dan pakaian yang bermerek.


"Oh, jadi ini yang udah ganggu hubungan Farel anak Mama," ucap Tante Mona, istri Om Zack.


Tante Mona berjalan menghampiri Dahri dan mencubit pipi Dahri, "Gemes banget pengen aku buang ke sungai Amazon," ucap Tante Mona.


"Yaudah, ayo kita buang ke sungai Amazon, Ma," ucap Rafka.


"Tapi, Mama hari ini ada arisan, jadi Mama gak bisa kalua buang dia ke sana sekarang," ucap Tante Mona.


"Minta uanglah, orang tadi Mama mau minta uang eh Papa kamu udah gak ada aja di dalam kamar," ucap Tante Mona dan menghampiri Om Zack dan menyodorkan kedua tangannya.


"Kok kamu tahu kalau aku ada di sini?" tanya Om Zack, dengan mengeluarkan dompetnya.


"Kan jaman sekarang itu canggih," ucap Tante Mona, yang tentunya dapat di mengerti Om Zack.


"Ini uangnya sayang," ucap Om Zack, dengan memberikan beberapa lembar uang.


"Ck, kok kamu beneran ngasih uang sih," ucap Tante Mona.


"Loh! kan kamu tadi katanya mau minta uang buat arisan, jadi udah bener dong," ucap Om Zack.


Tante Mona tidak merespon perkataan Om Zack, Tante Mona justru mengambil dompet Om Zack yang akan di taruh kembali oleh Om Zack ke sakunya.


Tante Mona membuka dompet tersebut dan mengambil sebuah kartu berwarna hitam, "Ini loh yang aku mau itu, dasar gak peka. Masa ngasih aku uang sih mana dikit lagi uangnya," ucap Tante Mona.


"Huh, kalau gitu mana uang yang tadi aku kasih," ucap Om Zack dan mengulurkan tangannya.


"Oh tidak bisa, uang yang udah dikasih ke aku tidak bisa ambil kembali, pokoknya uang yang ada dikasih ke aku itu artinya udah jadi uangku ya," ucap Tante Mona.

__ADS_1


"Tapi, kamu udah ngambil kartunya kan, di dalem kartunya udah ada uangnya bahkan kamu bisa beli apapun dengan kartu itu," ucap Om Zack.


"Siapa suruh tadi ngasih uang ke aku seharusnya daritadi kamu ngasih kartunya pasti uangnya gak bakal jadi milikku, ya karena uangnya udah masuk tasku yaudah jadi itu uangku. Lagian barang apapun yang masuk ke tasku itu artinya barangku oke, kalau gitu aku mau arisan duku, dah semuanya," ucap Tante Mona dan pergi dari ruangan tersebut.


Om Zack cengo melihat kepergian istrinya itu, "Astaga, istrinya Papa sangat pintar sekali dalam menghabiskan uang Papa," ucap Joven.


"Ck, dia juga Mamamu kalau kamu lupa," ucap Om Zack.


"Ini kalian daritadi bahas gak jelas, terus nasib anak ini gimana, jadi di hajar gak?" tanya Evan.


"Biarin dia hidup," ucap Farel.


"Rel," Papa Aaron terkejut saat mendengar jawaban dari Farel.


"Kenapa lo Rel? biasanya juga lo bakal Hajar sampe orangnya masuk ke ruang sakit?" tanya Rafka.


"Gue gak mau sekarang buat hajar dia, gue maunya nanti hajar dia," ucap Farel.


"Kapan?" tanya Marvel.


"Gue gak tahu, tapi selama gue belum pengen ngehajar dia, biarin dulu dia di sini," ucap Farel.


"Lo gak bakal ngelakuin sesuatu yang gila kan rel?" tanya Joven.


"Contohnya?" tanya Farel.


"Hem, membunuh," ucap Joven.


"Membunuh? Gue gak sejahat itu untuk sekarang, tapi gue gak tahu nanti. Yang jelas lihat aja nanti gimana kelanjutannya," ucap Farel.


"Papa dukung semua keputusan kamu, tapi jangan sampai ada nyawa yang melayang," ucap Papa Aaron dan diangguki Farel.


Mereka semua pergi dari ruang bawah tanah tersebut dan saat ini hanya ada Farel dan Dahri di sana, "Gue gak bakal pernah ada keinginan buat kembali seperti Farel yang dulu, Farel yang beringas, Farel yang gak tahu aturan, Farel yang suka berantem dan menghalalkan cara agar apa yang diinginkannya terpenuhi. Sekarang gue berubah, gue gak bakal ngelakuin hal kayak gitu," ucap Farel.


"Apa alasan lo bilang kayak gitu ke gue?" tanya Dahri.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2