
"Mama jangan sampai nunjukin semua ini ke Raila, dia pasti juga bakal khawatir kalau mama kayak gini," ucap Papa Aaron.
"Iya, Pa," ucap Mama Aurel.
.
Pagi harinya Raila membuat matanya dan melihat ke sekelilingnya yang ternyata ia sata ini berada di kamarnya dan bukan kantor Farel, Raila juga melihat suaminya yang tengah tertidur di sampingnya.
Dengan kesal Raila pun menutup hidung Farel yang akhirnya membuat Farel bangun karena kehabisan napas, Farel membuka matanya dan melihat perempuan yang berada di sampingnya tengah tersenyum cerah yang membuat amarahnya pudar begitu saja.
Memang dasar Farel sangat lemah terhadap Raila, apapun kesalahan yang Raila lakukan dan membuatnya marah, tapi mau tidak mau harus memaafkannya.
"Kenapa hm?" tanya Farel, bukannya bangun Farel justru memeluk Raila.
"Ish, bangun dulu," ucap Raila.
"Gak mau," ucap Farel.
"Kamu bukannya harus ke kantor," ucap Raila.
"Hari ini weekend sayang, masa aku masih ke kantor sih," ucap Farel.
Raila merutuki dirinya karena melupakan jika hari ini adalah weekend yang tentunya hari ini Farel libur.
"Terus kalau hari ini weekend kenapa emangnya?" tanya Raila.
"Hari weekend ya itu artinya waktuku buat istriku ini," ucap Farel.
"Aku mau ke bawah bantuin Mama," ucap Raila.
"Gak perlu sayang, hari ini Mama gak masak soalnya Mama mau ke rumahnya Tante Gea," ucap Farel.
"Loh! kenapa Mama ke rumahnya Tante Gea?" tanya Raila.
"Soalnya Thalita katanya sakit, makanya Mama ke sana," ucap Farel.
"Aku juga mau ke sana, mau jenguk Thalita," ucap Raila.
"Gak boleh, hari ini kamu harus sama aku terus, weekend kemarin kamu sama Mama terus, jadi weekend kali ini kamu sama aku terus. Gimana mau punya baby kalau kamunya pas weekend pergi terus," ucap Farel dan semakin mengeratkan pelukannya.
"Tau ah aku ngambek sama kamu," ucap Raila.
"Jangan ngambek dong sayang," ucap Farel.
Farel melihat ke arah Raila saat merasakan tangannya basah, Farel terkejut saat melihat air mata yang turun dari mata Raila, "Loh! sayang kok nangis sih, aku salah ya sama kamu," ucap Farel.
"Kenapa hm? maaf deh. Kamu mau jenguk Thalita yaudah aku bilangin ke Mama kalau kamu mau ikut," ucap Farel.
Raila menenggelamkan kepalanya di dada bidang Farel dan menggelengkan kepalanya, "Kenapa gak mau? atau aku anterin kamu ke rumahnya Tante Gea?" tanya Farel.
__ADS_1
Raila tidak bersuara, tapi Raila hanya menggelengkan kepalanya yang tentu saja hal itu membuat Farel bingung, "Kenapa hm? bilang dong ke aku, aku gak akan tahu kamu kenapa kalau kamu gak bilang. Aku bukan cenayang yang tahu pikiran kamu sekarang," ucap Farel.
"Kau jadi istri gak becus ya," ucap Raila lirih.
Dengan posisi yang tidak berubah sama sekali, ia masih memeluk Farel dan menenggelamkan kepalanya di dada bidang Farel.
"Kenapa kok ngomong gitu sih, kamu itu istri terhebat tahu," ucap Farel dan mengusap pelan punggung Raila.
"Kamu mau punya baby aja sampe harus mohon-mohon ke aku, harusnya aku yang mohon ke kamu dan juga harusnya aku yang nawarin ke kamu," ucap Raila.
Farel bingung harus menjawab apa mengenai perkataan Raila, "Maaf ya, harusnya kamu tegur aku," ucap Raila.
"Hush, kamu gak salah kok, aku aja yang terlalu lebay. Udah sekarang kamu bangun terus kita siap-siap ke rumahnya Tante Gea," ucap Farel.
"Gak mau," ucap Raila.
Bukannya melepaskan pelukannya Raila justru mengeratkan pelukannya, "Sebenarnya aku bukannya gak mau nawarin kamu atau gimana, tapi aku sekarang lagi kedatangan tamu bulanan jadi aku gak bisa nawarin ke kamu," ucap Raila.
Farel menatap intens Raila, "Kenapa gak bilang kalau kamu kedatangan tamu bulanan kamu, kalau tahu gitu aku tadi gak godain kamu, mana aku udah tergoda sama kamu lagi," ucap Farel.
"Ya, kamu sih gak nanya ke aku, ya mana aku tahukan kalau kamu tergoda sama aku," ucap Raila.
"Kalau gitu sekarang kamu mau tiduran terus di kamar?" tanya Farel.
"Gak dong," ucap Raila, dengan menggelengkan kepalanya.
"Kita jalan-jalan yuk, lagian kita udah lama banget gak jalan-jalan. Kayaknya terakhir kita jalan-jalan itu pas mau nikah deh," ucap Raila.
"Yaudah, kalau gitu kamu mau jalan-jalan kemana?" tanya Farel.
"Ke pantai gimana?" tanya Raila.
"Boleh," ucap Farel.
"Tapi, pake sepeda motor kamu yang dulu sering kamu pake ya," ucap Raila.
"Maksud kamu sepeda motor matic yang warna item itu?" tanya Farel dan diangguki Raila.
"Iya, kita mengenang masa lalu kamu dulu sebelum aku tahu identitas kamu," ucap Raila.
"Yaudah, kalau gitu kamu bersih-bersih sana. Aku mau siapin sepeda motornya dulu," ucap Farel.
Raila pun akhirnya melepaskan pelukan tersebut dan berdiri lalu berjalan menuju kamar mandi. Sedangkan, Farel keluar kamar dan menyiapkan sepeda motornya.
Beberapa saat kemudian, Raila sudah siap begitupun dengan Farel yang sudah selesai mandi dan sedang memakai pakaiannya.
"Udah yok," ajak Farel.
"Kamu udah, ada yang ketinggalan gak?" tanya Raila.
__ADS_1
"Gak kok, semua barang-barangku udah aku taruh di tas kamu," ucap Farel dan diangguki Raila.
Mereka berdua pun keluar dari kamar dan melihat rumah tampak sepi, "Mama udah berangkat emangnya?" tanya Farel.
"Udah, Mama tadi berangkat bareng Papa sama Lea kok," ucap Farel.
"Nona mau kemana?" tanya Bu Yeni.
Bu Yeni memang sudah bekerja di kediaman Revion sehari setelah Raila menemuinya, Bu Yeni sangat senang bekerja di sini karena ia dapat mengenal para pelayan lainnya yang sangat baik terhadapnya bahkan anak Bu Yeni yaitu Bagas dan Citra juga sudah memiliki teman yakni anak-anak para pelayan lainnya yang juga tinggal di sana.
Selian itu, mereka juga sudah sekolah dengan anak-anak para pelayan lainnya. Semua kebutuhan sekolah anak-anak ditanggung oleh keluarga Revion.
"Bu Yeni kan Raila udah bilang jangan panggil Nona, panggil Raila aja," ucap Raila.
"Gak enak kalau ibu panggil nama," ucap Bu Yeni.
"Gak enak kenapa, Raila malah lebih suka kalau Bu Yeni manggil nama Raila daripada Nona dan ibu juga harus bicara sama Raila kayak dulu sebelum Bu Yeni bekerja di sini, pokoknya gak boleh ada yan berubah," ucap Raila.
"Bu Yeni turuti saja," ucap Farel.
"Baik, kalau begitu ibu akan coba memanggil Nona Raila dengan panggilan Raila saja dan juga ibu akan usahakan untuk berbicara seperti dulu sebelum bekerja di sini," ucap Bu Yeni.
"Nah gitu dong," ucap Raila.
"Kalian mau kemana memangnya?" tanya Bu Yeni.
"Hem, Raila sama Farel mau jalan-jalan Bu, biasa biar kayak pasangan lainnya kalau weekend jalan-jalan," ucap Raila.
"Ibu kira kalian mau ikut Bu Aurel," ucap Bu Yeni.
"Gak kok Bu. Oh iya Bagas sama Citra kemana kok Raila jarang ketemu sama mereka sih?" tanya Raila.
"Bagas sama Citra lagi main sama anak pelayan lainnya," ucap Bu Yeni.
"Semoga Bu Yeni betah ya di sini," ucap Raila.
"Pasti, ibu sangat betah di sini," ucap Bu Yeni dan diangguki Raila.
"Kalau gitu Raila pergi dulu ya Bu," ucap Raila.
"Iya, hati-hati ya kalian berdua," ucap Bu Yeni.
.
.
.
Tbc.
__ADS_1