Menikahi Pria Terkaya

Menikahi Pria Terkaya
Dua Keuntungan Sekaligus


__ADS_3

"Kau ingin membohongiku! kau bilang si miskin itu Tuan Zergan, apa kau sedang ingin bercanda denganku?" tanya Kakek Daffa, dengan suara lantangnya.


Semua orang yang ada di sana pun memandang rendah Raila dan Farel.


"Kau bilang istriku bercanda, siapa yang bercanda?" tanya Farel, yang akhirnya mengeluarkan suaranya.


"Kau diam miskin!" bentak Dahri.


"Oh jadi ini yang ingin kau jodohkan dengan ****istriku****, ternyata seleramu buruk," ucap Farel.


"Tutup mulut sampahmu itu!" ucap Henry.


"Kenapa aku harus tutup mulut? selama ini aku diam, tapi karena kalian semua sudah tahu semuanya jadi sepertinya aku tidak perlu menyembunyikan lagi bukan," ucap Farel.


"Kau jangan sok kaya untuk ngelindungin Raila, Raila akan tetap bertunangan dengan Tuan Dahri hari ini," ucap Kakek Daffa.


"Oh begitu, bukankah seharusnya kau khawatir kerjasamamu kali ini," ucap Farel.


"Apa maksudmu?" tanya Kakek Daffa.


"Bukan apa-apa," ucap Farel.


"Lebih baik kau pergi, karena aku mengundangmu hanya untuk menandatangani surat perceraian yang sudah ditandatangani Raila," ucap Kakek Daffa.


Raila terkejut dengan perkataan Kakek Daffa, "Aku gak pernah menandatangani apapun! tunggu bukankah ini daftar tamu yang ada di depan tadi kenapa daftar tamu itu bisa jadi surat perceraian?" tanya Raila.


"Ternyata kalian licik sekali ya, oke aku akan mengimbangi bagaimana kerja kalian," ucap Farel.


"Tuan Zergan," ucap Evan, yang tiba-tiba menghampiri Farel dan mengirimkan sebuah tablet.


Saat Evan datang dan memanggil Farel dengan sebutan Tuan Zergan barulah semua orang yang ada di sana percaya dengan apa yang Raila katakan jika pria yang tadi ia peluk dan kecup adalah Tuan Zergan.


"Kau tahu bukan rumor mengenai Tuan Zergan, dia tidak suka kekerasan, jadi aku tidak akan memukul kalian satu persatu hanya saja-," ucapan Farel terhenti dan ia pun menelan sesuatu di tabletnya.


Saat semua fokus pada Farel tiba-tiba layar besar yang ada di belakang panggung menyala dan menampilkan beberapa data kejahatannya serta video mengenai tindakan semena-mena Maulana di kantornya dan yang membuat mereka terkejut ternyata video tersebut adalah siaran langsung yang ditayangkan di televisi.


Setelah semua kebusukan Lana grup terbongkar bahkan berita mengenai Dahri yang merupakan anak diluar nikah Maulana dengan asistennya dan juga anak-anak perempuannya yang bukan anak kandungnya pun Farel buka semua.


Farel dapat melihat wajah panik Maulana dan juga Dahri bahkan keluarga Laksani pun terlihat pucat, "Awalnya aku ingin memberikan kejutan besok, tapi setelah mendapat kabar yang tidak mengenakkan ini akhirnya aku berubah pikiran dan karena semua orang sudah tahu bagaimana rupa seorang Zergan maka aku tidak perlu berpura-pura takut dan hormat pada kalian bukan," ucap Farel.


## Flashback On ##


Farel keluar dari ballroom hotel tersebut dan menuju ke salah satu kamar yang ada di hotel tersebut, "Ada apa?" tanya Farel, saat melihat Evan yang duduk di sofa yang ayang di kamar tersebut.


"Gue sekarang tahu kenapa mereka mengundang Raila untuk datang ke acara ini padahal dia gak ada kaitannya dengan acara ini," ucap Evan.


"Kenapa?" tanya Farel.


"Karena Raila bakal dijodohin sama si anaknya Maulana itu," ucap Evan.

__ADS_1


"Maksud lo?" tanya Farel.


"Hari ini selain acara kerjasama Laksani grup dan Lana grup ternyata hari ini juga acara pertunangannya Raila dan Dahri," ucap Evan.


"Berani-beraninya mereka melakukan hal gila kayak gini," ucap Farel, dengan mengepalkan kedua tangannya.


"Satu hal lagi yang harus lo tahu, kalau Raila udah tandatangan surat perceraian kalian," ucap Evan.


"Hah! maksud lo apa? Raila pengen pisah dari gue?" tanya Farel.


"Bukan gitu, Raila gak pengen pisah dari lo, tapi biasa keluarga Laksani emang licik, mereka sengaja menumpuk tulisan daftar tamu khusus Raila padahal sebenarnya itu surat perceraian lo sama dia," ucap Evan.


"Mereka benar-benar keterlaluan gue gak bisa diem aja gue harus bongkar semuanya," ucap Farel.


"Termasuk identitas lo?" tanya Evan.


Farel tidak menjawab pertanyaan Evan, ia justru menatap Evan, "Gue tadi denger kalau Raila harus ketemu Tuan Zergan bukan," ucap Evan.


"Terus apa yang bakal lo lakuin?" tanya Evan.


"Buat mereka hancur sekarang," ucap Farel.


"Tapi, Gio baru aja bergerak gak mungkin kalau dia buat Dahri mau meminta bantuan ke kita," ucap Evan.


"Gue udah gak tertarik sama Lana grup, lebih baik kita buat perusahaan itu hancur," ucap Farel.


"Hem, tadi gue lihat Joven sama Rafka lo suruh mereka ke sini," ucap Farel.


Saat mereka sedang membahas mengenai kehancuran Lana grup tiba-tiba pintu hotel terbuka dan masuklah 3 pria tampan, "Kenapa ada Marvel?" tanya Evan.


"Oh, tadi gue baru dateng terus ngelihat mereka berdua keluar yaudah gue ikut," ucap Marvel.


"Kenapa?" tanya Joven.


"Rencana yang kita buat kemarin kita lakuin sekarang," ucap Farel.


"Gue setuju karena dari tadi gue ngeliat Raila di hina habis-habisan sama keluarganya," ucap Joven.


"Maksud lo?" tanya Farel.


Joven pun menceritakan semua kejadian yang ia lihat dan dengar secara langsung tadi saat ia di acara tadi


"Masalah Gio?" tanya Marvel.


"Gue udah gak tertarik sama Lana gruo sekarang gue lebih tertarik ngeliat mereka hancur," ucap Farel.


"Gue udah sambungin ke semua televisi nasional ataupun swasta dan ini tinggal lo teken tombol hijau ini maka video siaran langsung itu bakal ditayangin," ucap Joven.


"Bagus, Van. Lo bilang ke Gio kalau rencana kita, kita ubah, lo suruh dia kuras semua properti milik Dahri dan juga hartanya pokoknya buat Dahri jadi gembel," ucap Farel.

__ADS_1


"Oke, bos," ucap Evan.


"Terus gue harus ngapain?" tanya Rafka.


"Lo punya tugas yang sangat penting," ucap Farel.


"Apa?" tanya Rafka.


"Lo jadi kompor di permainan gue," ucap Farel.


"Hah! maksudnya?" tanya Rafka.


"Lo buat pernyataan seolah-olah lo kecewa dan marah dengan Lana grup yang udah melakukan kejahatan itu, lo harus bisa menarik simpati masyarakat dan dengan itu akhirnya banyak masyarakat yang bakal benci dan menuntut Lana grup untuk tutup," ucap Farel.


"Keren rencana lo," ucap Marvel.


"Thanks, tapi gue yakin rencana gue yang ini bakal ada kendalanya yaitu lo," ucap Farel.


"Gue?" tanya Marvel.


"Lo pasti gak mau bantuin gue," ucap Farel.


"Ck, emang apa yang harus gue bantu?" tanya Marvel.


"Gampang lo juga sama kayak Rafka buat simpati banyak pengacara dan dengan itu akhirnya Lana grup gak akan bisa dapat pengacara terbaik di negeri ini," ucap Farel.


"Sebenarnya gue males banget kalau harus buta pernyataan publik kayak gitu, tapi karena lo sahabat gue, jadi gue lakuin," ucap Marvel.


"Jadi secara kasar lo mau Lana grup dan Laksani bakal mengalami kerugian yang gak sedikit pastinya?" tanya Evan.


"Hem," jawab Farel.


"Kayaknya Laksani grup bukan mengalami kerugian lagi, tapi bangkrut," ucap Rafka.


"Gue rasa rencana gue gak sampai buat Laksani grup bangkrut deh," ucap Farel.


"Memang rencana lo gak bakal buat Laksani grup hancur, tapi rencana Raila yang bakal buat Laksani grup hancur, lo inget cerita gue tadi akan kalau Raila bisa ngegoda Tuan Zergan maka dia akan mendapatkan 45 persen saham Laksani grup," ucap Joven.


"Bener juga, ternyata gue dapet dua keuntungan sekaligus," ucap Farel.


## Flashback Off ##


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2