
"Kenapa tuh muka ditekuk aja?" tanya Vanya.
"Gimana liburannya?" tanya Raila.
"Seru dong," ucap Vanya.
Raila sengaja mengalihkan pertanyaan yang di ajukan Vanya, ia sedang tidak ingin membahas masalah hak itu. Mungkin nanti Raila akan bercerita, tapi tidak untuk saat ini.
"Ish, kalian berdua ya katanya sibuk ada pekerjaan eh taunya malah liburan bareng, kalian ada hubungan apa?" tanya Raila.
"Gak ada hubungan apa-apa," ucap Dandi.
"Alah gue udah gede kali, gue tahu hubungan kalian," ucap Raila.
"Apa emangnya?" tanya Vanya.
"Berapa ronde, Dan?" tanya Raila.
"Hah! maksud lo apa gak paham gue?" tanya Dandi.
"Ck, pura-pura gak paham segala, lo sama Vanya berapa ronde, btw setahu gue lo kan masih perawan, Van. Itu artinya lo sekarang gak perawan dong," ucap Raila yang sangat ceplas-ceplos.
"Heh! tuh mulut ya!" peringat Vanya.
"Tinggal jawab berada ronde gitu aja susahnya minta ampun kalian berdua, lo berdua kan tahu kalau gue udah gak polos masalah kayak gitu, sebelum kalian berdua ngelakuin itu, gue duluan kali sama suami gue," ucap Raila.
"Apa sih lo, Rai. Gak jelas," ucap Dandi.
"Ck, cepat jawab berapa ronde? gue gak bakal berhenti tanya sampai kalian jawab, udah deh gak usah di tutup-tutupi gue udah tahu kali," kata Raila.
"Ck, 3," jawab Dandi.
"Lo masukin-nya di dalem apa di luar?" tanya Raila yang membuat Vanya dan Dandi menatap ke arahnya.
"Kenapa salah ya pertanyaan gue?" tanya Raila.
"Rai, lo kok kalau ngomong makin vulgar aja ya," ucap Vanya.
"Lagian disini cuma kita bertiga dan kita semua udah pernah ngelakuinnya, kan. Jadi kenapa harus malu-malu kalian tanya, kalau tanya ya tinggal tanya, makanya gue sekarang tanya, Van. Dandi, lo masukin-nya di dalem apa di luar?" tanya Raila.
"Kenapa lo tanya itu sih?" tanya Dandi yang mulai kesal dengan pertanyaan Raila.
"Udah jawab aja pertanyaan gue, gue itu kau tahu karena lo yang pertama buat sahabat gue," ucap Raila.
__ADS_1
"Ck, dalem," jawab Dandi. Raila yang mendengar jawaban Dandi hanya menganggukkan kepalanya.
BUGH
"Awsh, sakit bego!" maki Dandi karena mendapat pukulan yang cukup kencang oleh Raila.
Raila memukul punggung Dandi menggunakan tumpukan kertas yang sedari tadi ada di atas meja dekat tempat Dandi.
"Lo tuh ya harusnya kalian nikah dulu baru lo boleh masukin-nya di dalem, lah ini belum nikah udah masukin-nya id dalem aja , kalau Vanya hamil gimana?" tanya Raila yang tidak bisa mengatur emosinya.
Meskipun Vanya selalu membenci dan menghina Farel, Raila tidak pernah membenci Vanya selama Vanya tidak melewati batas dan untungnya selama ini Vanya tidak melewati batas dalam percintaan Raila. Selain itu, karena Raila dan Vanya memang sudah kenal sejak sekolah menengah pertama sehingga mereka akan mudah memaafkan Jiak terjadi pertengkaran.
Raila juga sangat menjaga persahabatannya dengan Vanya karena hanya Vanya yang tahu bagaimana kehidupan Raila dan begitupun sebaliknya, Vanya bersalah dari keluarga broken home, orangtuanya bercerai karena masalah ekonomi sehingga membuat ayahnya selingkuh dengan wanita yang lebih kaya raya. Mungkin karena itulah Vanya sering menyuruh Raila untuk memutuskan hubungannya dengan Farel, Vanya tidak ingin jika Raila seperti ibunya yang ditinggal oleh ayahnya karena masalah uang.
Karena hal itu juga akhirnya ibu dari Vanya pergi ke luar negeri menjadi asisten rumah tangga dan memenuhi kebutuhan Vanya, selama ibunya negeri Vanya di urus oleh tantenya yang untungnya baik dan tidak seperti di cerita novel atau sinetron di televisi.
"Kalau Vanya hamil ya gue tanggungjawab-lah," ucap Dandi dengan santai.
"Minggu depan deh kalian nikah gimana?" tanya Raila.
"Heh! lo pikir nikah itu gampang apa langsung Minggu depan!" protes Dandi.
"Gue sama Farel bisa kok nikah dengan persiapan cuma seminggu," ucap Raila yang membuat Dandi bungkam.
"Gue gak tahu gimana ketakutan lo, Van. Tapi, gue cuma takut kalau lo nanti hamil gimana apalagi si bajingan ini masukin-nya di dalem," ucap Raila.
"Gapapa kok, nanti gue kan bisa jelasin ke mereka," ucap Vanya.
"Kalau mereka mau dengerin penjelasan lo kalau gak gimana?" tanya Raila.
"Yaudah, besok gue ke rumah lo," ucap Dandi lalu pergi.
"Kok bisa sih lo sama Dandi kayaknya dari dulu lo sama Dandi gak ada tanda-tanda deket deh?" tanya Raila.
"Gue juga gak tahu tiba-tiba aja Dandi sering chat gue terus tanya-tanya gak jelas dan pas kemarin dia nembak gue padahal belum gue terima, tapi ia udah nyosor duluan. Ya, karena gue udah terlanjur gak perawan sama tuh orang yaudah deh gue terima aja dia," ucap Vanya.
"Berarti sekarang lo pacaran dong sama Dandi?" tanya Raila.
"Hem."
"Tunggu! apa jangan-jangan Dandi cuma mainin lo doang masa belum lo jawab langsung nyosor mungkin pas dia nyosor itu dia cuam nafsu semata," tebak Raila.
PLETAK
__ADS_1
"Sakit bangsat," maki Raila pada orang yang sudah melemparkan botol kosong ke dahinya.
"Makanya jangan suka pengaruhi cewek gue," ucap Dandi.
"Kenapa lo balik lagi?" tanya Raila.
"Gue ini baru pacaran ya gue kangen lah sama cewek gue, gue batu sadar kalau lo itu ganggu banget, Rai. Padahal tadi gue sama Vanya lagi mesra-mesra-an," ucap Dandi.
Raila melotot mendengar perkataan Dandi, 'Apa dia bilang gue ganggu enak aja gue ganggu,' ucap Raila dalam hati.
"Hai semuanya!" sapa Isna yang membuat Raila diam padahal ia harus aja akan memaki Dandi karena mengatakan jika ia menganggu.
"Berisik," omel Dahri yang berada di belakang Isna.
"Hehehe."
"Kenapa kalian bisa berdua gitu setahu gue rumah kalian gak searah deh?" tanya Vanya.
"Biasa nih cewek katanya mobilnya mogok makanya minta di jemput," ucap Dahri.
Raila memandang kedua pasangan yang ada di ruangan tersebut, "Tunggu! apa di sini cuma gue yang gak punya pasangan satu kantor," ucap Raila.
"Gue juga gak," ucap Isna.
"Yakin?" tanya Raila.
"Yakin dong, emang gue punya pacar apa, kan. Gue gak punya pacar," ucap Isna.
"Sabar, Ri. Lo gak dianggap sama Isna," ucap Vanya yang melihat ekspresi aneh dari Dahri.
"Apa sih kalian gak jelas udah ah gue mau siapin kontrak buat penulis baru dulu, bye," ucap Dahri lalu pergi menuju mejanya.
"Gue juga ah, gue mau cari novel-novel yang bagus," ucap Raila lalu pergi meninggalkan Dandi, Vanya, dan Isna.
"Dan, inget kerja jangan pacaran aja!" teriak Raila.
.
.
.
Tbc.
__ADS_1