Menikahi Pria Terkaya

Menikahi Pria Terkaya
Istri Tuan Zergan


__ADS_3

"Ck, dasar kalian itu ya-," belum sempat meneruskan ucapannya Joven sudah ditarik oleh Rafka untuk pergi dari tempat tersebut.


"Udah gak usah diladeni," ucap Rafka.


Disisi lain Farel dan Raila saat ini berada di mobil, "Kamu gapapakan?" tanya Farel.


"Hem, aku gapapa kok," ucap Raila.


Farel pun memeluk Raila untuk menenangkannya, Farel tahu meskipun Raila mengatakan jika ia baik-baik saja, tapi Raila sebenarnya lemah apalagi kenyataan bahwa keluarganya rela menjodohkannya dengan orang lain apalagi di saat ia sudah menikah.


Saat berada di pelukan Farel tiba-tiba Farel mendengar Isak tangis dari Raila, "Kenapa sayang?" tanya Farel.


Raila tidak menjawab perkataan Farel, ia justru mengeratkan pelukannya, Farel akan menanyakannya nanti setelah Raila merasa lebih baik.


Mobil yang mereka kendarai pun berhenti di depan kediaman Revion, Farel menggendong Raila karena Raila tidak mau melepaskan pelukannya.


Baru saja masuk ke dalam rumah, Farel disambut meriah oleh Mama Aurel, "Menantu kesayangan Mama kenapa?" tanya Mama Aurel.


"Raila gapapa, Ma. Farel bawa Raila ke kamar dulu ya biar istirahat nanti Farel bakal ceritain semuanya ke Mama," ucap Farel, yang seakan mengerti isi pikiran Mama Aurel.


"Yaudah, kamu bawa menantu Mama ke kamar dulu," ucap Mama Aurel.


Farel pun melangkah menuju kamarnya dan sesampainya di kamar Farel membaringkan tubuh Raila di kasur empuknya, saat Farel akan melepaskan pelukan tersebut lagi-lagi Raila tidak ingin melepaskannya.


"Kenapa hem?" tanya Farel.


Raila kembali tidak menjawabnya, dengan kesabaran yang luar biasa akhirnya Farel pun ikut merebahkan tubuhnya di samping Raila, saat Farel sudah merebahkan tubuhnya Raila pun mengeratkan pelukannya dan menempelkan wajahnya di leher Farel.


"Kenapa sih sayang kok dari tadi kayak gini?" tanya Farel.


"Kenapa gak boleh?" tanya Raila, yang masih berada di posisi sebelumnya.


Baru saja Farel akan protes tiba-tiba Raila menangis yang tentunya terasa di leher Farel, "Loh kok nangis kenapa?" tanya Farel.


"Gapapa sayang, kamu seharian kayak gini gapapa kok," ucap Farel, yang mulai gelagapan melihat istri tercintanya itu menangis.


Bukannya berhenti tangisan Raila justru semakin kencang, Raila pun melepaskan pelukan tersebut dan tidur membelakangi Farel, "Sayang, jangan marah. Kamu boleh kok kayak tadi," ucap Farel.


Entah apa yang terjadi dengan Raila, ia tidak bisa mengendalikan perasaannya sendiri, Raila benar-benar ingin marah dan sedih saat Farel menanyakan sesuatu pada Raila.


Saat sedang membujuk Raila tiba-tiba pintu kamar di buka dan Farel dapat melihat Mama Aurel yang menatapnya horor, "Sayang kenapa kok nangis?" tanya Mama Aurel.


Tadi Mama Aurel sedang duduk santai di ruang tamu dan ia dikejutkan dengan tangisan Raila yang cukup kencang bahkan beberapa pelayan sampai ikut keluar karena merasa khawatir dengan Raila, akhirnya Mama Aurel pun memutuskan untuk menghampiri menantu kesayangannya itu dan saya masuk ke dalam kamar mereka. Mama Aurel melihat Farel yang sedang membujuk Raila.

__ADS_1


Entah apa yang dilakukan Farel sehingga membuat Raila menangis sampai membuat seisi rumah terkejut dan panik.


"Mama, Raila mau sama Mama aja. Farel jahat," rengek Raila.


"Iya, sayang. Kamu sama Mama aja," ucap Mama Aurel dan memeluk Raila yang masih menangis tersedu-sedu bahkan bahunya sampai bergetar hebat.


"Loh sayang kok aku jahat sih, aku kan udah ngebolehin kamu buat meluk aku," ucap Farel.


"Terus kenapa daritadi tanya terus?" tanya Raila.


"Kan cuma nanya sayang," ucap Farel.


"Tetep aja pokoknya aku mau sama Mama aja," ucap Raila.


"Gak boleh!" bentak Farel.


"Rel, jangan kayak gitu ke menantu Mama," ucap Mama Aurel.


"Hehehe, maaf Ma. Farel gak mau Raila sama Mama, " ucap Farel.


"Sayang, kamu sama suami kamu ya, Mama yakin Farel gak ada niatan buat jahat ke kamu kok," ucap Mama Aurel dan diangguki Raila.


"Kamu udah makan?" tanya Mama Aurel.


"Yaudah, kalau gitu kalian istirahat ya," ucap Mama Aurel, lalu pergi meninggalkan Raila dan Farel.


"Sayang, udah ya jangan marah lagi," ucap Farel.


"Rel," panggil Raila.


"Iya, kenapa sayang?" tanya Farel.


"Hem, berarti sekarang semua orang udah tahu dong siapa kamu sebenarnya?" tanya Raila dan diangguki Farel.


"Maaf, aku masih ngerasa gak enak meskipun kamu bilang gapapa, kalau seandainya aku gak bilang kayak tadi pasti sekarang identitas kamu masih aman gak ada yang tahu," ucap Raila.


"Sayang, aku memang udah ada niatan buat kasih tahu identitas aku ke publik karena kan kamu tahu banyak tekanan yang aku dapatkan saat orang-orang gak tahu siapa aku dan kamu sudah melakukan hal yang benar," ucap Farel, dengan mengusap pipi Raila.


"Beneran?" tanya Raila.


"Iya, mungkin besok aku akan masuk kerja dengan identitas sebagai Zergan pewaris Revion grup," ucap Farel.


"Kalau Mama Aurel tahu gimana? Mama pasti kaget waktu denger kalau identitas kamu udah terungkap?" tanya Raila.

__ADS_1


"Gak akan sayang, Mama itu udah dadi dulu desak aku untuk kasih tahu identitas aku ke publik, tapi ya namanya aku orangnya keras kepala," ucap Farel.


"Kalau identitas kamu terungkap terus identitas Papa dan juga identitas keluarga Revion lainnya terungkap dong?" tanya Raila dan diangguki Farel.


"Kamu tahu Rai, dari dulu semua keluargaku mulai dari Papa, Mama, dan Lea itu berharap aku berubah pikiran dan mengungkapkan identitasku karena setiap mereka jalan-jalan atau pergi ke suatu tempat dan mereka sering mendengar orang-orang membicarakan keluarga Revion dan itu membuat mereka tidak nyaman," ucap Farel.


"Terus kenapa kamu gak mau ngungkapin semuanya?" tanya Raila.


"Kan, aku udah bilang kalau aku mau cari temen yang memang nganggep aku temen dan yang ga Mandang harta, ah ralat bukan hanya teman, tapi juga pasangan dan untungnya aku menemukan seorang perempuan yang mau hidup susah dan berjuang bersama sampai akhirnya sekarang perempuan itu ada di depanku," ucap Farel.


"Apa sih gak usah gombal kali," ucap Raila.


"Aku ini gak gombal sayang, aku ngungkapin semua yang aku rasain," ucap Farel.


"Rel," panggil Raila.


"Iya, kenapa?" tanya Farel.


"Kalau nanti keluargaku minta bantuan sama kamu, tolong jangan diladenin ya. Biarin mereka usaha sendiri," ucap Raila.


"Kenapa kamu gak mau bantu mereka? mereka kan juga termasuk keluarga kamu?" tanya Farel.


"Dulu aku nganggep mereka masih keluarga walaupun namaku udah di coret dari kartu keluarga, tapi setalah kejadian tadi, aku udah gak mau lagi nganggep mereka keluarga. Mereka sampai ngelakuin hal licik supaya keinginan mereka terpenuhi," ucap Raila.


"Aku juga gak ada kaitan untuk bantu mereka, tapi sekarang kamu kan salah satu pemilik saham di Laksani grup," ucap Farel.


"Aku gak pernah ingin ikut campur dalam hal urusan perusahaan, aku hanya ingin mereka meminta maaf dengan mempermalukan mereka di depan umum udah itu saja," ucap Raila.


"Untuk sahamnya?" tanya Farel.


"Ya, aku ambillah karena ini kesempatan yang bagus untuk mengambil apa yang sudah menjadi hak-ku bukan," ucap Raila.


"Pintarnya istrinya siapa sih ini," goda Farel.


"Iya dong, kan istri Tuan Zergan," ucap Raila.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2