
Saat ini semua keluarga besar Farel termasuk Raila berada di taman belakang yang luas bahkan di sana terdapat kolam dan juga bunga-bunga yang sangat indah.
"Lea kapan pulangnya, Tan?" tanya Naomi.
"Gak tahu anak itu, padahal udah musim liburan loh," ucap Mama Aurel.
"Emang Lea kuliah dimana, Ma?" tanya Raila.
"Dia kuliah di Jerman sayang," ucap Mama Aurel.
Jawaban Mama Aurel membuat Lea tercengang, ia tahu Lea adik dari Farel sedang menempuh pendidikan, tapi ia tidak tahu dimana tempat Lea kuliah. Raila pernah bertemu bahkan mengobrol dengan Lea sekitar 1 tahun yang lalu saat Lea baru saja melaksanakan Ujian Nasional.
"Loh, Lea kuliah di Jerman, Raila kita Lea kuliah di luar kota kok gak pernah ketemu," ucap Raila.
"Kakak pernah ketemu Lea?" tanya Naomi.
"Iya, dulu pernah ketemu sama Lea setelah ujian nasional," ucap Raila.
"Wah, padahal aku sama Lea satu sekolah loh," ucap Naomi.
"Ini cemilannya," ucap Claudia, yang baru saja datang dengan membawa cemilan yang di bantu beberapa pelayan.
"Padahal dari tadi Thalita nangis terus loh eh ternyata pas di gendong Farel dia diem gitu," ucap Mama Aurel.
"Iya, Claudia juga heran dari tadi di gendong Claudia atau Rendy juga dia nangis terus," ucap Claudia.
"Mungkin Thalita udah tahu kalau dia punya Om yang ganteng," ucap Naomi.
"Kam itu masih kecil udah pinter milihnya ya dek," ucap Tante Gea.
"Soal perusahaan gimana apa ada masalah?" tanya Farel pada Rendy.
"Gak ada kok, Rel. Semuanya lancar-lancar aja," ucap Farel.
"Kalau butuh bantuan bilang aja gak usah sungkan nanti kalau aku butuh bantuan juga pasti akan bilang kok," ucap Farel.
"Kalau aku sih pasti butuh bantuan, tapi kalau lo mah gak mungkin lah mana ada sejarahnya Zergan Gifarel Revion butuh bantuan seseorang," ucap Rendy.
Raila yang sedang minum pun tersedak hingga wajahnya merah bahkan air matanya sudah keluar, "Sayang, kamu gapapa, pelan-pelan kalau minum," ucap Mama Aurel dengan menepuk punggung Raila.
"Raila gapapa kok, Ma," ucap Raila yang mencoba mengendalikan ekspresinya.
__ADS_1
"Kamu beneran gapapa sayang, mau aku panggilin dokter?" tanya Farel.
"Gak udah, aku gapapa kok cuma tadi aku minumnya buru-buru makanya jadi gak batuk," ucap Raila dan diangguki Farel.
Sebenarnya Raila tersedak karena perkataan Rendy yang mengatakan nama panjang Farel, selama ini Raila hanya tahu nama Farel yaitu Gifarel R, dulu Raila pernah menanyakan singkatan dari R. Namun, Farel mengatakan tidak tahu dan hanya orangtuanya yang tahu, tapi Raila lupa menanyakannya saat Raila tahu rahasia Farel.
'Farel bukan Tuan Zergan yang dimaksud orang-orang itu, Kan?' tanya Raila pada dirinya sendiri.
Raila menganggap jika Rendy tadi salah menyebutkan nama lengkap Farel, 'Mungkin karena nama Farel yang mirip makanya Rendy menyebut nama Tuan Zergan,' ucap Raila.
"Sayang, kamu kenapa kok bengong?" tanya Mama Aurel.
"Hah! gapapa kok, Ma," ucap Raila.
"Oh iya, Rai. Tante denger katanya kamu kerja di kantor penerbitan ya, gimana kerja di sana pasti enak ya soalnya Tante itu suka banget loh baca novel, biasanya Tante ditemenin Naomi buat beli novel," ucap Tante Gea.
"Iya, Kak. Biasanya aku sama Mama selalu beli novel bareng," ucap Naomi.
"Heh, Raila udah gak kerja di sana lagi, Tan," ucap Raila.
"Loh kenapa? Tante denger katanya kalau kerja di penerbitan itu bakal sering ketemu orang-orang kreatif, tapi kenapa kamu udah kerja di sana lagi?" tanya Tante Gea.
"Hem, karena ada masalah pribadi Tan, makanya Raila udah gak kerja di sana lagi," ucap Raila.
"Kamu rencananya mau cari pekerjaan atau kamu jadi ibu rumah tangga ,Rai?" tanya Claudia.
"Aku pengennya sih cari kerja, tapi aku gak tahu kelanjutannya karena masih ada beberapa hal pribadi yang harus aku urus jadi belum kepikiran bakal cari kerja dimana," ucap Raila.
"Kerja di cafe bareng aku aja Kak, lumayan loh satu bulan dapat 2 juta," ucap Naomi.
"Beneran, emang boleh aku kerja di sana?" tanya Raila.
"Boleh aja sih, Kak Raila tanya ke Kak Rendy aja boleh gak kalau boleh ya itu artinya Kakak bisa kerja di sana," ucap Naomi.
Raila pun melihat ke arah Rendy. Namun, saat melihat Rendy seseorang menghalangi pandangan Raila sehingga Raila hanya melihat dada bidang seorang pria, pria itu adalah Farel siapa lagi kalau bukan Farel.
"Aelah, gitu banget, Rel. Gue gak akan rebut istri lo," ucap Rendy.
"Gue gak takut lo ngerebut Raila, gue cuma gak mau Raila ngelihat lo aja," ucap Farel.
"Farel ini udah kelihatan dari gejalanya dia bakal jadi bucin ke Raila ini," ucap Om Frans.
__ADS_1
"Oh ya jelas dong Om, Farel mah udah bucin dari dulu," ucap Farel.
"Apa sih, aku mau tanya ke Rendy juga kamu minggir gih," ucap Raila.
"Ck, iya iya," ucap Farel.
Raila pun melihat Rendy, "Gimana Ren? apa boleh aku kerja di cafe?" tanya Raila.
"Sebenarnya sih boleh aja, tapi aku harus lihat beberapa yang ngelamar kerja juga, aku gak aku ngasih aku kerja karena kamu istrinya Farel, aku juga harus milih mana yang lebih membutuhkan pekerjaan ini," ucap Rendy.
Baru kali ini Raila melihat konsep seseorang untuk menerima para pegawainya, Raila tidak pernah terpikirkan akan hal itu. Namun, Raila membenarkan apa yang dikatakan Rendy bagaimanapun ada yang lebih membutuhkan pekerjaan ini daripada Raila.
Mungkin jika Raila berada di posisi sebelum mengetahui mengenai Farel, maka Raila akan menjadi orang yang sangat membutuhkan pekerjaan ini. Namun, saat Raila mengetahui semuanya Raila merasa ia tidak terlalu membutuhkannya. Bagaimanapun biaya hidupnya kan di tanggung Farel, bukannya matre, tapi memang itu faktanya.
"Iya, gapapa kok nanti kalau memang aku bisa kerja di sana ya kamu bilang ke aku," ucap Raila dan diangguki Rendy.
"Eh, tunggu dulu, emangnya kamu kerjanya jadi apa di sana?" tanya Raila.
"Kak Rendy itu pemilik cafe Kak," ucap Naomi.
"Oh, keren," puji Raila.
Saat mereka sedang berbicara tiba-tiba teriakan seseorang membuat semua orang yang ada di sana terkejut bukan main, "HALLO EVERYBODY!" teriak seorang pria.
"Astaga, Kak Evan berisik tahu gak," ucap Naomi.
"Hehehe, maaf ya Naomi yang cantiknya ngalahin monkey," ucap Evan dan duduk di samping Naomi.
"Ish, apa sih Kak Evan nih," ucap Naomi.
"Darimana, Van? kok jam segini baru datang biasanya kan kamu pagi banget datangnya,?" tanya Mama Aurel.
"Biasa, Ma. Bosnya Evan ngasih semua pekerjaannya ke Evan sampe pegel nih leher Evan, awas aja kalau gak ada kenaikan gaji atau bonus gitu," ucap Evan.
Raila sendiri yang melihat Evan semakin ragu dengan segala pikiran yang tadi ingin ia lupakan, 'Apa kata Rendy tadi itu bener ya?' tanya Raila dalam hati.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.