Menikahi Pria Terkaya

Menikahi Pria Terkaya
Bertanya-tanya


__ADS_3

Saat ini Raila dan yang lainnya berada di restoran, "Kakak makan yang banyak ya, nanti dikiranya Kak Farel gak ngasih Kakak makan lagi," ucap Lea.


"Emang Kakak kurus banget ya sampe dikira gak di kasih makan?" tanya Raila.


"Ya, lumayan sih, Kak," ucap Lea.


"Oke, kalau gitu mulai hari ini kakak gak diet lagi," ucap Raila.


"Setuju, kamu jangan diet lagi, tenang nanti Mama temenin gak dietnya," ucap Mama Aurel.


"Teh, kalau Mama mah emang gak suka diet, makanan apa aja di lahap, nasi basi juga di lahap aja tuh," ucap Lea.


"Ish, mana ada ya," ucap Mama Aurel.


"Lea, Mama kamu itu bukan nasi basi yang di makan, tapi nasi sisa semalam," ucap Papa Aaron.


"Nasi sisa semalam itu masih enak loh ya," ucap Mama Aurel.


"Raila juga biasanya makan nasi sisa semalam, Ma. Terus nanti di masak jadi nasi goreng," ucap Raila.


"Tuh, emang Raila bestie-nya Mama," ucap Mama Aurel.


Mereka menikmati makanan yang telah tersaji, selesai makan mereka duduk santai di tempat semula, "Oh iya, kita jalan-jalannya mulai besok ya soalnya habis ini kita istirahat kalian pasti capek kan setelah perjalanan yang cukup panjang," ucap Papa Aaron.


"Yah, padahal Lea pengen jalan-jalan sekarang," ucap Lea.


"Lea, besok aja ya jalan-jalannya. Ingat, kamu itu sama orang-orang yang udah berumur, jadi kamu harus ngerti oke," ucap Mama Aurel.


"Yeh, Mama aja kali yang berumur kalau Farel sama Raila mah masih muda," ucap Farel.


"Kamu itu nyambung aja kayak kabel," ucap Mama Aurel.


"Hem, yaudah deh, besok aja. Tapi, awas ya kalau besok kalian masih capek. Lea seret sampe depan gedung!" ancam Lea.


"Serem amat neng," ucap Farel.


"Iya dong," ucap Lea.


"Emang besok mau kemana?" tanya Papa Aaron.


"Papa gak perlu khawatir semuanya udah Lea atur," ucap Lea, dengan bangga.


"Bukan kamu sayang, tapi Natasya yang ngatur semuanya," ucap Mama Aurel.


"Hehehe, iya Ma. Kak Natasya yang udah ngatur jadwal liburan kita," ucap Lea.


"Natasya siapa?" tanya Raila, pada Farel.

__ADS_1


"Natasya itu salah satu kepercayaan keluarga Revion di Dubai," ucap Farel dan diangguki Raila.


"Emangnya kamu sama keluarga kamu udah berapa kali ke Dubai sampai ada kepercayaan di Dubai?" tanya Raila.


"setiap bulan kita pasti ke Dubai Kak," ucap Lea.


Perkataan Lea membuat Raila melotot mendengarnya, 'Hah! setiap bulan, katanya cuma beberapa kali, tapi ini setiap bulan,' ucap Raila dalam hati.


"Kata kami cuma beberapa kali doang, tapi kok kaya Lea setiap bulan?" tanya Raila.


"Hehehe, tapi aku ke sini itu cuma karena kerjaan, setelah itu aku pulang gak sempet jalan-jalan," ucap Farel.


"Bukannya dulu Kakak pernah jalan-jalan sama Kak Natasya," ucap Lea.


Raila benar-benar kesal saat Lea mengatakan jika Farel pernah jalan-jalan dengan Natasya, tapi karena gengsi Raila yang terllau tinggi, ia mencoba untuk bersikap biasa saja.


"Hush, anak kecil diem," ucap Farel.


"Apa sih orang Lea kan bilang yang sebenarnya" ucap Lea.


Lea sengaja memanasi hubungan Farel dan Raila karena seru jika melihat sepasang kekasih itu bertengkar, lebih tepatnya Farel yang sangat takut saat melihat Raila mulai terpengaruh dengan perkataannya tadi.


Jujur saja Lea bingung bagaimana bisa seorang Tuan Zergan yang katanya menakutkan, meksipun banyak yang tidak tahu bagaimana wajah dari Tuan Zergan. Tapi, mereka tahu jika Tuan Zergan itu menakutkan badan terkenal kejam pada para pegawai.


Jika para pegawai tahu sikap Tuan Zergan di depan seorang perempuan bernama Raila maka jatuh sudah reputasi Tuan Zergan yang terhormat.


"Hehehe,"


"Kalau gitu semuanya istirahat, biar besok gak capek," ucap Papa Aaron dan diangguki semua orang.


"Ayo sayang," ajak Farel.


"Aku sama Lea aja," ucap Raila, lalu menarik lengan Lea dan pergi meninggalkan Farel.


"Sabar, Rel. Ini ujian," ucap Papa Aaron.


"Dasar dek laknat, sekarang Raila ngambek kan," gumam Farel.


Disisi lain Raila berjalan bersama Lea, "Gedungnya mewahnya, Le," ucap Raila, yang mengagumi bangunan yang saat ini ia tempati.


"Iya dong, Kak. Kan ini semua kerjaannya Kak Farel," ucap Lea.


"Hah! maksudnya?" tanya Raila.


"Jadi waktu itu Kak Farel iseng gitu pengen buat tempat tinggal gitu nah terus dia bangun gedung ini, Kak Farel panggil orang-orang yang berpengalaman dan jadilah bangunan ini, tapi bukan hanya di Dubai sih, Kak Farel juga punya beberapa gedung kayak gini di beberapa negara, kayak di Venezuela, Italia sama di Qatar," ucap Lea.


"Sekaya itu ya keluarga Revion," gumam Raila. Namun, masih dapat di dengan Lea.

__ADS_1


Dalam hati Raila bertanya-tanya mengenai kekayaan keluarga Revion yang pastinya di atas keluarga Laksani.


"Banget Kak, kapan-kapan kita ke Qatar, di sana bangunannya lebih mewah dari pada yang di Dubai," ucap Lea.


Selama perjalanan mereka terus mengobrol sehingga tanpa terasa mereka saat ini sudah sampai di lantai atas, baru Raila dan Lea akan masuk ke dalam kamar Lea tiba-tiba Raila merasa seseorang menahan tangannya.


"Ada apa?" tanya Raila, yang melihat Farel di belakangnya.


"Yang, tidur sama aku ya. Masa aku tidur sendirian," ucap Farel.


"Tapi, aku pengen tidur sama Lea. Aku udah lama banget loh gak ngobrol sama Lea," ucap Raila.


"Tapi, masa kamu tega sih biarin aku tidur sendirian," ucap Farel.


"Kamu minta temenin Natasya sana," ucap Raila dan masuk ke dalam kamar Lea.


Lea yang melihat nasib Kakaknya hanya cekikikan, "Semangat Kak, Lea gak akan buat Kak Raila menderita kok di dalam, jadi gak usah kusut gitu mukanya nanti gantengnya ilang loh, terus Kak Raila ngelirik cowok lain," ledek Lea, lalu masuk ke dalam kamarnya.


"Kak Raila langsung tidur nih," ucap Lea.


"Kakak gak bisa tidur, mana bisa tidur kalau liburan di Dubai," ucap Raila.


"Kakak gak pernah ke Dubai?" tanya Lea.


"Jangankan Dubai, Singapura yang deket aja belum pernah," ucap Raila.


"Tapi, Kakak pernah liburan ke luar negeri?" tanya Lea.


"Kalau liburan gak pernah, tapi dulu Kakak pernah ke Belanda mewakili kampus Kakak," ucap Raila.


"Wah, keren Kak. Menurutku itu lebih seru kalau kita ke luar negeri karena ada urusan yang penting daripada liburan-liburan gitu," ucap Lea.


"Oh iya, Lea. Kakak mau tanya," ucap Raila.


"Tanya apa Kak?" tanya Lea.


"Kenapa pas pertama kali kita ketemu kamu gak nunjukkin kalau kamu orang kaya padahal kamu orang banget kayak sekarang semua barang-barang kamu aja bermerek?" tanya Raila.


"Ya, semuanya itu udah di atur sama Kak Farel dong, Kak. Kakak tahu dulu waktu Kak Farel mau ngenalin Kakak ke aku, Kak Farel bener-bener tegang, dia ceramahin aku banyak hal. Terus dia juga buat peraturan banyak banget, ada hal-hal yang harus aku jaga jangan sampai kata-kataku nyinggung Kak Raila," ucap Lea.


"Memangnya Farel bilang apa aja ke kamu, Le?" tanya Raila.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2