Menikahi Pria Terkaya

Menikahi Pria Terkaya
Undangan


__ADS_3

"Lo belum tahu kalau suami lo ke kantor?" tanya Isna.


"Belum, emangnya kenapa dia ke kantor?" tanya Raila.


"Suami lo itu mau jemput lo dan dia gak tahu kalau lo udah di pecat, terus sama si Vanya diceritain semuanya dan dia juga sampe ngehina lo gitu, pokoknya suami lo itu bilang bakal buktiin kalua lo bukan pelakunya," ucap Isna.


"Lo gak bercanda?" tanya Raila.


"Gue gak bercanda, gue serius. Gue nih ya yang ngelihat suami lo itu bener-bener kagum karena dia belain lo bahkan dia sampe marah ke Vanya gara-gara dia khianatin lo," ucap Isna.


"Gue baru tahu kalau Farel datang ke kantor," ucap Raila.


"Lo waktu itu ada masalah sama suami lo kok sampe dia gak tahu kalau lo udah di pecat?" tanya Isna.


"Ya, gitu deh, namanya juga rumah tangga pasti ada aja masalahnya," ucap Raila.


"Tapi, sekarang lo baik-baik aja kan sama dia atau lo masih marahan?" tanya Isna.


"Gue udah baik-baik aja kok," ucap Raila.


Mereka pun akhirnya mengobrol satu sama lain dan tanpa mereka sadari waktu berjalan sangat cepat.


"Oh iya, Rai. Gue balik ke kantor dulu ya soalnya gue izinnya cuma sampe jam 10 doang," ucap Isna.


"Gue sampe lupa waktu, yaudah deh lo balik gih nanti malah di pecat lagi kayak gue, lo balik aja biar gue yang bayar," ucap Raila.


"Gak usah Rai, gua masih bisa bayar sendiri kok," ucap Isna.


"Gak usah biar gue aja, lo kan udah mau bantuin gue buat buktiin kalau gue gak salah," ucap Raila.


"Gue bantuin lo ikhlas kok gak minta imbalan apapun," ucap Isna.


"Iya, gue tahu. Tapi, anggaplah ini tanda terima kasih dari gue," ucap Raila.


"Yaudah deh, kalau gitu gue balik dulu ya, bye," pamit Isna.


Raila saat ini sedang duduk santai di cafetaria sambil menunggu Pak Diki, Raila tadi sudah memberitahu Pak Diki jika ia sudah selesai dengan urusannya.


Raila melihat sekeliling karena bosan dan saat sedang fokus dengan pemandangan di tangga tiba-tiba saja seseorang duduk di kursi depannya yaitu tempat yang tadi Isna duduki.


Raila sontak melihat menoleh dan melihat siapa yang duduk di sana, Raila yang awalnya menatap terkejut ke arah orang tersebut lalu dengan cepat merubah ekspresi wajahnya menjadi datar.

__ADS_1


"Hai! mantan keluarga," sapa Angel.


'Ck, ketemu sama siluman ular lagi,' ucap Raila dalam hati.


Raila kembali melanjutkan aktivitasnya dan tidak menganggap kehadiran Angel, bagi Raila Angel adalah pengganggu yang tidak perlu di respon.


"Lo berani nyuekin gue, oke gak masalah padahal gue ke sini baik-baik, gue pengen ngundang lo," ucap Angel.


Raila tetap tidak merespon Angel, sejujurnya ia penasaran apa yang dimaksud dari Angel, "Yaudah deh kalau gitu gue pergi aja, biar gue bilang ke Kakek kalau mantan cucunya gak mau dateng ke acara penting keluarga Laksani," ucap Angel.


"Acara apa emangnya?" tanya Raila.


Raila sangat malu, tapi ia lebih penasaran dengan apa yanga kan Angel katakan.


"Jadi, Kakek ngundang lo sama suami miskin lo itu ke acara kerjasama antara Laksani grup dan Lana grup," ucap Angel dan memberikan sebuah undangan.


"Kenapa Kakek ngundang gue? kayaknya gak ada sangkut pautnya deh gue sama acara kayak gitu. Bukannya itu acara perusahaan bukan acara resmi keluarga Laksani?" tanya Raila.


"Iya, emang. Tapi, ada acara yang lebih penting selain acara kerjasama itu dan lo harus dateng karena gimanapun lo itu mantan keluarga gue kan, gue itu masih baik ya mau ngundang lo sama suami miskin lo itu," ucap Angel.


"Acara apa sampe gue yang notabenenya adalah mantan keluarga lo harus dateng?" tanya Raila.


"Lo dateng aja nanti lo pasti tahu kok, tapi yang jelas kehadiran lo di sana sangat dibutuhkan sebagai penambah daftar tamu aja sih," ucap Angel.


"Alah, sok sibuk lo. Lo kan udah jadi pengangguran," ucap Angel.


"Kok lo tahu kalau gue udah jadi pengangguran, oh iya lupa kan lo punya sahabat baru ya pasti dia udah ceritain semuanya ke lo atau gak lo tahu sendiri kan lo yang - hem itulah pokoknya," ucap Raila.


"Maksud lo apa?" tanya Angel.


"Bukan apa-apa kok udah lupain aja, eh btw lo ke sini sendirian mana pahlawan super lo itu?" tanya Raila.


"Pahlawan super? siapa?" tanya Angel.


"Ya, Kakak sehidup semati lo," ucap Raila.


"Kenapa lo tanya dia? lo kangen ama dia?" tanya Angel.


"Gak sih, kan gue cuma tanya biasanya lo sama dia terus," ucap Raila.


"Dia sibuk karena kan sebentar lagi dia bakal jadi pewaris Laksani grup," ucap Angel, dengan bangga.

__ADS_1


"Oh, gue kirain dia lagi tidur di kantor," ucap Raila.


"Maksud lo apa? lo pikir Kakak gue gak kerja apa di kantor?" tanya Angel.


"Kan gue kirain, kalau emang dia kerja yaudah. Gue gak bilang kan kalau dia tidur kok lo malah nge-gas gitu, apa perkiraan gue bener," ucap Raila.


"Gak ada gunanya gue ngomong sama orang kayak lo," ucap Angel.


"Yaudah kalau gitu lo pergi sana ngapain malah lo ngajak gue ngomong daritadi," ucap Raila.


Saat perbincangan panas mereka tiba-tiba Pak Diki datang dan menunduk hormat pada Raila, "Nona, mobil sudah siap," ucap Pak Diki.


"Iya, Pak Diki tunggu di mobil aja bentar lagi saya ke sana," ucap Raila.


"Baik, Nona," ucap Pak Diki, laku pergi meninggalkan Raila dan Angel.


Angel sendiri terkejut saat melihat seorang pria yang cukup berumur hormat pada Raila layaknya bawahan pada atasan.


"Siapa lo? kenapa dia hormat banget sama lo?" tanya Angel.


"Kenapa lo pengen tahu? apa karena lo belum pernah diperlakukan kayak gitu sama orang lain? lo tahu kenapa Lo sampe sekarang belum ada yang hormat kayak gitu ke lo?" tanya Raila.


"Kenapa?" tanya Angel.


"Karena orang-orang gak mungkin menghormati orang yang gak pantes untuk di hormati," ucap Raila.


"Jadi, menurut lo gue gak pantes buat di hormati gitu?" tanya Angel.


"Gue gak bilang gitu kok, tapi ya kalau udah sekolah pasti lo pahamlah maksud gue, udah ya gue pergi duluan," ucap Raila, lalu meninggalkan Angel. Namun sebelum itu Raila mengambil undangan yang di berikan Angel tadi.


Setelah membayar minuman dan cemilannya Raila pun menuju mobil yang terparkir rapi di depan cafetaria, "Maaf ya, Pak Diki, pasti Pak Diki nunggunya lama," ucap Raila.


"Gak kok Nona," ucap Pak Diki.


Di luar sendiri Angel melihat Raila yang memasuki mobil yang bisa di bilang cukup mewah dan mahal, "Dia darimana dapat mobil itu, dia kan baru aja di pecat, jadi gak mungkin kalau dia punya uang untuk beli mobil sebagus itu, kalaupun suaminya yang beli juga gak mungkin," tanya Angel pada dirinya sendiri.


"Gue haru cari tahu darimana dia dapet mobil sebagus itu, gue gak akan biarin lo bahagia, hidup lo itu udah gue takdirin buat menderita," lanjutnya.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2