Menikahi Pria Terkaya

Menikahi Pria Terkaya
Merasa Tidak Enak


__ADS_3

Setelah Farel melepaskan kecupannya, Raila pun menatap tajam Farel dan tiba-tiba Raila menampar Farel.


Plak


"Main nyosor aja, kalau mau nyosor sana sama si Natasya jangan sama aku," ucap Raila, lalu pergi meninggalkan Farel yang saat ini tidak tahu harus berkata apa lagi.


"Yang," panggil Farel.


"Gak usah yang yang-an, kali ini aku mau sama kamu karena aku gak enak ya sama Mama, Papa mereka terus bujuk aku, sebenarnya aku males tahu gak sama kamu,"


"Aku juga yakin, kamu pasti masih belum tahukan apa salah kamu," lanjut Raila.


"Maaf," ucap Farel.


"Kamu tahu gak, Rel. Telingaku sampe bosen loh denger permintaan maaf kamu," ucap Raila.


"Sayang, kita balik aja yok," ajak Mama Aurel.


"Hem, iya, Ma," ucap Raila.


.


Sesampainya di penthouse Raila lebih memilih mengistirahatkan tubuhnya sangat lelah, "Sayang, kamu mau makan?" tanya Farel.


"Gak," jawab Raila, dengan ketus.


"Huh, aku akan beri kamu waktu untuk tenang, Rai," ucap Farel, lalu pergi.


"Ck, jadi cowok tuh kenapa lemot + gak peka sih, Rel. Harusnya kamu itu bujuk aku, terus kamu rayu aku kek, ini malah di suruh Tenangin diri, bukannya tenang yang ada malah stres aku gara-gara kamu," omel Raila, setelah Farel keluar dari kamar.


Raila tidak ingin ambil pusing, ia memilih untuk santai di balkon kamar yang menghadap langsung dengan indahnya pemandangan Dubai, "Setiap tahun gue rela ke sini. Sumpah ini bagus banget," ucap Raila.


"Dasar alay," maki Natasya.


"Kenapa lo ada di sini?" tanya Raila.


"Terserah gue lah, orang kamar ini juga nanti bakal jadi kamar gue kok," taco Natasya.


"Oh, dalam mimpi lo ya," ucap Raila.


"Lo gak lihat kalau keluarga Revion aja sampe ngelupain lo, lo tahu karena apa. Karena lo itu gak dianggap sama mereka, mereka lebih milih gue daripada lo, lo itu cuma sampah yang ada di keluarga Revion," ucap ucap Natasya.


"Kamu gue sampah lo apa dong, parasit itu," ucap Raila.


"Lo ya, lo udah berani ngatain gue, gue bisa buat lo di usir dari keluarga Revion bahkan gue bisa buat semua orang benci sama lo," ancam Natasya.

__ADS_1


Raila ke belakang Natasya, di sana sudah ada keluarga Revion yang sedari tadi mendengar perkataan Natasya, hal itu pun di manfaatkan oleh Raila.


"Kenapa lo mau ambil Farel dari gue?" tanya Raila.


"Karena gue suka sama Farel," ucap Natasya.


"Lo tulus sama Farel?" tanya Raila.


"Mau gue tulus atau gak itu gak penting," ucap Natasya.


"Salah, tulus itu penting. Makanya gue mau tanya ke lo, lo tulus gak kalau emang lo tulus gue bakal mempertimbangkan semuanya," ucap Raila.


"Gue tulus sama Farel," ucap Natasya dan diangguki Raila.


"Kalau seandainya nanti keluarga Revion terlilit utang terus mereka bangkrut apa yang lo lakuin?" tanya Raila.


"Mana mungkin mereka bangkrut, lo lu - lupa kelurga Revion itu keluarga terkaya," ucap Natasya, yang mulai gugup.


"Kan gue tanya kalau seandainya," ucap Raila.


"Ya, gue bakal tetep setia sama Farel," ucap Natasya.


"Yakin?" tanya Raila.


"Ya, oke. Gue ngaku siapa sih yang gak suka Farel udah ganteng sama kaya lagi, gue juga mau kali. Lo tanya kalau Farel bangkrut gue bakal tetep setia apa gak sama dia. Ya, ogah lah Mash banyak pria di luaran sana yang lebih kaya dan sanggup untuk membiayai gue," ucap Natasya.


"Ya. Gue mau buat lo sama Farel pisah lah, gue udah berhasil ngerebut hati adiknya Farel yang kelewat t***l itu, mau aja gue deketin," ucap Natasya.


Lea yang mendengarnya pun benar-benar terkejut dan baru menyadari sikapnya selama ini terhadap Kakak iparnya itu.


"Terus kemarin pas minuman itu lo kan sengaja nyenggol tangan gue, apa itu juga rencana lo?" tanya Raila.


"Ya iyalah, gue cuma cari perhatian kali di depan keluarga Revion, gue mau lo terlihat jelek di mata keluarga Revion," ucap Natasya.


"Lo berhasil bukan," ucap Farel.


Natasya pun membalikkan badannya dan melihat Farel, Lea, Papa Aaron dan Mama Aurel yang menatap tajam kearahnya.


"Fa - Farel maksudku tadi-," ucapan Natasya terhenti karena Papa Aaron menyelanya.


"Selama ini saya memang tidak menyukai kamu dan saya menghargai kamu karena istri dan anak kedua saya percaya denganmu, tapi bukan berarti saya tidak tahu semuanya," ucap Papa Aaron.


"Saya kecewa sama kamu, saya yang sudah membawa kamu pergi ke Dubai untuk kamu bersembunyi dari keluarga kamu yang jahat itu, tapi kamu malah yang berbuat jahat dengan menantu saya, bahkan kamu tega membuat keluarga saya memandang jelek menantu saya sendiri, kamu benar-benar keterlaluan, mulai sekarang kamu bukan lagi kepercayaan keluarga Revion. Kamu akan saya kirim ke orangtua kamu," ucap Mama Aurel.


"Tante jangan, saya tahu saya salah. Tapi, tolong jangan bawa saya ke orangtua saya hiks hiks," ucap Natasya, yang bersimpuh di depan Mama Aurel.

__ADS_1


"Percuma kamu memohon sekuat apapun saya tidak akan berubah pikiran, kamu memang pantas di perlakukan seperti itu dengan keluargamu," ucap Mama Aurel.


"Udah, Ma. Usir aja wanita gak tahu diri itu," ucap Lea.


Lea menghampiri Raila lalu memeluknya, Raila terkejut karena Lea tiba-tiba saja memeluknya. Namun, hal yang membuat Raila lebih terkejut adalah saat merasakan bahu Lea yang bergetar, Raila tahu jika saat ini Lea menangis.


"Kamu kenapa nangis?" tanya Raila.


"Maafin Lea, Lea selama ini udah berubah gara-gara wanita ular itu, Lea nyesel Kak. Lea gak mau Kak Raila marah dan pergi ninggalin Lea," ucap Lea.


"Hei, Kakak gak marah sama kamu kok, terus Kakak juga gak kemana-mana, kamu gak usah nangis lagi ya," ucap Raila.


"Papa udah suruh pengawal datang untuk nahan dia di ruangan agar dia gak bisa kabur," ucap Papa Aaron.


"Om, jangan!" teriak Natasya.


"Semua udah tahu yang sebenarnya dan lo gak bisa ngelak lagi, dasar gak berguna," maki Farel, lalu menghampiri Raila yang masih dipeluk Lea.


"Gantian dong," ucap Farel.


"Aku gak mau ya kamu meluk aku, kamu peluk aja dia. Kan, kamu yang anter dia ke kamar mandi kemarin jadi kamu anter dia juga sana," ucap Raila.


"Masih marah ya?" tanya Farel.


"Pikir aja sendiri," ucap Raila dengan ketus.


"Kakak kita makan mie yuk, kan kemarin kita gak makan mie," ajak Lea, dengan pelan yang tentunya hanya dapat di dengar Raila saja.


Raila pun menganggukkan kepalanya lalu pergi. Namun, sebelum pergi Raila berjalan menghampiri Natasya yang masih bersimpuh di depan Mama Aurel.


Raila menendang pelan Natasya. Namun, karena lemah Natasya pun terduduk, "Dasar cacing kepanasan," ucap Raila.


Bukan hanya menendang saja Raila juga menarik pelan rambut Natasya lalu tangannya terulur ke pipi Natasya dan mencubit sedikit keras.


"Gemes aku itu sama lo, iiiiiih," ucap Raila dan diakhiri dengan mencubit hidung Natasya.


Natasya sendiri benar-benar diam bahkan ia tidak menatap Raila senyalang tadi, Natasya terlihat pasrah dengan apa yang dilakukan Raila dan hal itu tentunya membuat Raila merasa tidak enak.


"Maaf ya kalau tadi agak kasar," ucap Raila dan memeluk Natasya lalu ia pergi bersama Lea.


"Kamu harus bertanggungjawab dengan apa yang sudah kamu perbuat," ucap Papa Aaron.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2